Vol. 10 No. 1 (2026)
Total Articles: 68 | Total Pages: 690
Issue Coverage: 214 Author(s) from 5 Country(s)
Indonesia (209)
Malaysia (2)
United Kingdom (1)
Iran, Islamic Republic of (1)
Japan (1)
Articles
-
Peningkatan Fisik Motorik dan Stmulus Anak Usa 4-5 Tahun melalui Permainan Boxlus
Herlina Hadiyati Safariyah, Dewi Pusparini, Musayyadah Musayyadah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7487 | Check in Google Scholar
Masih banyak anak usia dini yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi yang tepat dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai di lingkungan PAUD. Salah satu upaya inovatif untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) Boxlus. Boxlus merupakan media bermain yang dirancang untuk menstimulasi keterampilan motorik halus anak melalui berbagai permainan seperti memasang kancing, meronce, serta menebali garis putus-putus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas alat permainan edukatif Boxlus dalam meningkatkan perkembangan fisik motorik dan stimulasi anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Waru. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan fokus pada pengembangan kemampuan motorik halus anak melalui alat permainan edukatif Boxlus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan perkembangan fisik motorik anak usia 4-5 tahun dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi guru, orang tua, dan lembaga TK dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna.
1-12 -
Pengembangan E-Book “I like to eat ” untuk Anak Usia Dini Aceh
Naufal Fadhil, Dewi Fitriani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7798 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book berjudul “I Like To Eat ”Untuk anak usia dini di aceh, sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman makanan sehat anak usia dini di RA Fathun Qarib. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 15 orang anak kelas B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket validasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book memperoleh nilai kelayakan sebesar 83% dari ahli materi, 84% dari ahli media, dan 90% dari guru, yang termasuk kategori “Sangat layak”. E-book ini memuat cerita pengenalan dan gambar agar membantu anak mengenali makanan-makanan sehat yang ada di sekitarnya. Berdasarkan hasil evaluasi, e-book “I Like to Eat ” Dapat disimpulkan berdasarkan dari persentase dapat diketahui hasil validasi ahli media terhadap ebook “I Like To Eat ” dinyatakan sangat layak di gunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini.
13-24 -
Persepsi Guru PAUD terhadap Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Anak
Redi Awal Maulana, Elnawati Elnawati, Malika Putri Septiyani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7719 | Check in Google Scholar
Kemampuan berfikir kritis merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun pada konteks indonesia kemampuan ini masih relatif rendah. Pendekatan Pembelajaran mendalam dipandang sebagai alternatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran mendalam dalam mengembangkan kemampuan berfikir kritis pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan analisis data berbasis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru menilai pembelajaran mendalam mampu mendorong eksplorasi, pemaknaan dan keterlibatan aktif anak. Tetapi implementasinya masih terkendala oleh pemahaman konsep yang terbatas, kebiasaan pembelajaran yang bersifat rutin, serta minimnya dukungan pelatihan. Penelitian ini memberikan implikasi langsung bagi praktik PAUD, antara lain sebagai dasar pengembangan pelatihan guru mengenai statergi pembelajaran mendalam , perancangan aktivitas yang menstimulasi berfikir kritis dan penguatan budaya refleksi dalam pembelajaran. Selain itu temuan ini dapat digunakan oleh pengambil kebijkan dan lembaga pendidikan untuk merancang dan kurikulum serta program pendampingan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
25-35 -
Sebuah Studi Kualitatif Tentang Persepsi Ibu terhadap Kesiapan Sekolah Anak
Lina Herlina, Frieda Maryam Mangunsong Siahaan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7732 | Check in Google Scholar
Kesiapan bersekolah (school readiness) merupakan sebuah prasyarat penting untuk keberhasilan anak dalam transisi anak dari PAUD ke sekolah dasar (SD) dan menempuh pendidikan formal. Selama ini, penilaian terhadap kesiapan bersekolah masih banyak disederhanakan dengan mengacu pada usia kronologis dan indikator akademik semata meskipun idealnya banyak indikator yang perlu dipertimbangkan secara holistik. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian kualitatif ini dengan menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA) untuk mengetahui bagaimana ibu pengasuh memaknai dan menilai aspekkesiapan bersekolah anaknya yang berada pada masa transisi PAUD-SD. Perolehan hasil menunjukkan bahwa persepsi ibu bersifat multidimensi meliputi kesiapan akademik dasar, kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, adanya kemampuan regulasi emosi, kompetensi sosial yang baik, dan juga kesehatan secara fisik, kendati penekanan titik fokus masih berada pada aspek usia kronologis dan juga capaian akademik. Temuan ini menggarisbawahi perlunya asesmen dan program intervensi kesiapan bersekolah yang holistik dimana tidak hanya menargetkan anak sebagai peserta didik, melainkan juga orang tua sebagai pendamping agar transisi anak dari PAUD ke SD dapat berlangsung lebih adaptif.
36-47 -
Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan
Fauzan Ramadani, Tutuk Ningsih, M. Slamet Yahya (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7738 | Check in Google Scholar
Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia.
48-57 -
Mediating Digital Narratives: Parental Roles in Enhancing Multimodal Literacy for Early Childhood
Isna Maylani, Farah Rizkita Putri, Ayu Kamilatun Nihlah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7490 | Check in Google Scholar
This study explores how parental mediation in digital children’s literature enhances multimodal literacy in early childhood. It analyzes the experiences of eight mothers of children aged 5–6 years, gathered through asynchronous written interviews and examined using thematic analysis. The findings demonstrate that multimodal features of digital narratives, such as visuals, audio, and interactive elements, stimulate vocabulary growth, narrative comprehension, and creative expression. Crucially, these outcomes are strengthened when parents actively co-read, guide discussions, and critically select appropriate content. The study highlights that digital literature extends beyond entertainment to become a pedagogical tool for literacy development when mediated effectively. It further underscores the need to integrate digital narratives into early childhood education, aligning them with contemporary pedagogical strategies emphasizing parental involvement, multimodal engagement, and balanced screen-time management.
58-67 -
Buku Cerita Bergambar Berbasis Nilai Islam untuk Pembelajaran Regulasi Emosi Anak Usia Dini
Yasminne Nur Annisa Iman, Raden Rachmy Diana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7828 | Check in Google Scholar
Perkembangan emosi pada anak usia dini merupakan aspek dasar yang menentukan kemampuan anak dalam mengenali, mengekspresikan, serta mengelola emosi secara tepat dan adaptif. Keterbatasan media pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam menunjukkan perlunya pengembangan media yang selaras dengan karakteristik Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan menguji efektivitas buku cerita bergambar berbasis nilai Islam sebagai media pendukung regulasi emosi anak usia 4–5 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, melibatkan ahli media, ahli materi, guru PAUD, serta sepuluh anak kelompok A sebagai subjek uji coba. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, angket praktikalitas, serta pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak (93%) dan materi sangat layak (96,67%), dengan tingkat praktikalitas 92%. Uji efektivitas memperlihatkan peningkatan skor dari 50,8% menjadi 83%, didukung hasil uji Wilcoxon (Z = –2.807; p = 0.005) dan nilai N-Gain 0.7340 (kategori tinggi). Media ini terbukti layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan regulasi emosi anak usia dini.
68-78 -
Legal Protection for Children in School Environments
Maemunah Maemunah, Novi Aryani, Abdul Sakban (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7741 | Check in Google Scholar
This study investigates the implementation of legal protection policies for children in schools. The research design used a qualitative approach with a normative juridical approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers, students, and parents, as well as document analysis. Findings indicate that the school has successfully established a safe and supportive learning environment characterized by respectful teacher-student interactions, non-violent classroom management, and a strong sense of security among students. Guidance and counseling services serve as the primary mechanism for early detection, psychosocial support, and conflict mediation. At the same time, the School Violence Prevention and Response Team ensures structured case management aligned with national standards. Prevention programs, including human rights awareness campaigns, anti-bullying campaigns, and character development initiatives, raise student awareness of reporting mechanisms and foster a culture of mutual respect. Despite these achievements, the study identified significant obstacles, including inadequate teacher training, limited parental understanding of child protection procedures, a lack of adequate visual outreach materials, and challenges inherent in the rural educational context.
79-91 -
Pernikahan Antar Etnis: Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar
Fila Sasmita, Jumadi Jumadi, Idham Irwansyah Idrus (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7770 | Check in Google Scholar
Pernikahan antar etnis di wilayah multikultural seperti Polewali Mandar menghadirkan dinamika adaptasi budaya yang menarik untuk dikaji karena melibatkan pertemuan nilai, praktik, dan sistem sosial yang berbeda dalam satu ruang keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi sistem dan faktor yang memengaruhi pernikahan antar etnis serta menganalisis hubungan timbal balik dan pertukaran nilai yang terbentuk di antara pasangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 pasangan dari etnis Mandar, Bugis, Jawa, dan Toraja yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi dilakukan melalui penyesuaian tata cara perkawinan, negosiasi keluarga, integrasi simbolik, pola komunikasi, dan kompromi peran, sementara hubungan timbal balik tampak pada saling memengaruhi, peleburan nilai budaya, penggunaan simbol etnis, dan terbentuknya harmoni keluarga yang mendorong akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang interaksi lintas budaya dalam institusi keluarga, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi lembaga sosial dan pemerintah untuk merancang strategi penguatan integrasi sosial di masyarakat multietnis
92-101 -
Analisis Dampak Perceraian Orang Tua pada Perilaku Agresifitas Anak Usia 5 Tahun
Nadia Lia Sakinah, Choiriyah Widyasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7750 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 5 tahun. Menggunakan metode penelitian dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) perubahan perilaku anak pasca perceraian, (2) faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, (3) pola asuh setelah perceraian, (4) peran pengasuhan tunggal dan lingkungan sekolah, serta (5) strategi intervensi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengganggu stabilitas emosional anak, memicu agresi seperti memukul, mendorong, dan berteriak. Pola asuh tidak konsisten dan kurang dukungan emosional memperburuk kondisi, sedangkan perhatian guru dan lingkungan sekolah terstruktur dapat mengurangi intensitasnya. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk melakukan intervensi yang terstruktur dan terkoordinasi dalam membantu anak-anak yang mengalami perceraian orang tua, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.
102-107 -
Penghayatan Nilai Budaya melalui Pakaian Adat Gagrak pada Tradisi Kamis Pon di PAUD Yogyakarta
Amal Diska Fuaddiana, Siti Fathonah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7752 | Check in Google Scholar
Tradisi penggunaan pakaian adat Gagrak Yogyakarta pada hari Kamis Pon telah diterapkan secara rutin di lembaga PAUD sebagai upaya pelestarian budaya, namun integrasinya dalam pembelajaran belum sepenuhnya bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemakaian pakaian adat Gagrak dalam tradisi Kamis Pon menjadi media penghayatan nilai luhur budaya dan perjuangan bangsa pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi pendidikan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara etnografis, dan dokumentasi di empat lembaga PAUD di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan berpakaian adat secara konsisten menumbuhkan nilai sopan santun, kedisiplinan, kemandirian, dan identitas budaya lokal melalui praktik fisik seperti sikap ngapurancang, duduk timpuh, dan menjaga kerapian. Tradisi ini memperkuat karakter anak melalui pengalaman embodied yang menghubungkan simbol budaya dengan tindakan konkret serta didukung oleh kegiatan budaya lain seperti bahasa Jawa, seni, dan permainan tradisional. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Kamis Pon merupakan strategi pedagogis efektif untuk menginternalisasikan nilai budaya dan semangat perjuangan bangsa pada anak usia dini.
108-115 -
Pengembangan Media ESKOLA untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Anak Usia Dini
Hidayah Rahma Wati, Mallevi Agustin Ningrum, Dwi Jayanti Kurnia Dewi, Eka Cahya Maulidiyah, Kartika Rinakit Adhe, Nindita Orliana, Lilik Sangadah Dwi Saputri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7937 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media ESKOLA (Ensiklopedia Ekosistem Laut) sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan validasi media oleh ahli. Uji efektivitas dilakukan melalui desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 22 anak kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ESKOLA memiliki tingkat validitas tinggi, kepraktisan sangat baik, serta efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak. Media dengan visual menarik dan aktivitas kontekstual mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa media ESKOLA berkontribusi secara praktis sebagai alternatif media pembelajaran inovatif di PAUD serta mendukung pengembangan kreativitas anak usia dini.
116-123 -
Media Pohon Angka sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Lambang Bilangan Anak
Zulhimmah Nasution, Jumaita Nopriani Lubis, Rini Agustini, Rosmaimuna Siregar, Adek Kholijah Siregar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7765 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Media Pohon Angka dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 5–6 tahun di TK ABA II Kota Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan model Miles & Huberman serta perhitungan persentase perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan, yang awalnya sebagian besar berada pada kategori Belum Berkembang di pra-siklus, meningkat pada Siklus I, hingga mencapai 86,7% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan 13,3% pada kategori Berkembang Sangat Baik di Siklus II. Dengan pencapaian lebih dari 80%, Media Pohon Angka terbukti efektif. Temuan ini menegaskan bahwa guru dapat memanfaatkan Media Pohon Angka sebagai strategi pembelajaran numerasi awal sekaligus mengembangkan media pembelajaran kreatif lainnya.
124-132 -
Penggunaan Media Zipper Adaptif untuk Stimulasi Motorik Halus Anak Tunadaksa
Meisa Suci Arma, Tita Sapriyanti, Sri Yanti, Thea Yuliana Anjari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7494 | Check in Google Scholar
Anak dengan disabilitas tunadaksa memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam mengkoordinasikan gerak tangan dan jari, sehingga memerlukan media pembelajaran adaptif yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sensorik-motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterterapan media pembelajaran adaptif zipper dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak disabilitas tunadaksa di RA Citra Islami Sungai Geringging. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek satu orang anak tunadaksa. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan pencatatan lapangan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data dilakukan dengan secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media zipper secara rutin berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi jari dan tangan, kekuatan genggaman, serta ketepatan gerak. Warna dan bentuk media zipper yang menarik turut membantu dalam meningkatkan minat serta keterlibatan anak selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media zipper dapat diterapkan sebagai alat untuk meningkatkan motorik halus anak tunadaksa dengan baik.
133-141 -
Bermain Balok untuk Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Peran Pengajaran Emosi oleh Guru
Adibah Hafid h, Dewi Pusparini, Musayyadah Musayyadah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7504 | Check in Google Scholar
Guru memegang peranan penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang berkontribusi dalam pengembangan karakter dan pengelolaan emosi anak termasuk melalui pendekatan bermaain yang menyenangkan dan edukatif. Aktivitas bermain balok menjadi salah satu media yang efektif untuk merangsang perkembangan sosial emosional, seperti kerjasama, empati, pengendalian diri, dan ekspresi emosi pada anak usia dini. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana guru merancang kegiatan bermain balok yang tidak hanya bersifat rekreatif, edukatif dalam membantu anak mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosinya. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan berparadigma deskriptif kualitatif untuk memahami makna, peran, dan proses yang dilakukan oleh guru dalam konteks alami. Hasil penelitian menunjukkan berbagai emosi saat anak bermain balok, seperti senang, marah, sedih, hingga frustrasi. Guru berperan aktif dalam membantu anak mengenali dan mengekspresikan emosinya secara verbal, menenangkan anak, serta membimbing penyelesaian konflik secara damai, misalnya melalui giliran atau berbagi balok
141-147 -
Application of Question Card Media Towards Students' Question Skills
Rita Harisma, Melyani Sari Sitepu, Dewi Juni Artha, Dian Novianti Sitompul (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7743 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media Quesition Card terhadap keterampilan bertanya peserta didik kelas IV. Latar belakang penelitian ini menyoroti rendahnya keterampilan bertanya peserta didik dalam proses pembelajaran karena masih banyak peserta didik yang tidak percaya diri untuk mengajukan pertanyaan dan jarang guru menggunakan media yang dapat menstimuli kemampuan peserta didik dalam mengajukan pertanyaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttes one group design. Teknik pengumpulan data menggunakan non tes. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi untuk melihat keterampilan bertanya peserta didik. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media Quesition Card berpengaruh terhadap keterampilan bertanya peserta didik. hal ini dapat dilihat dari data analisis uji paired t-test dengan membandingkan nilai sig<a (5%). Hasil analisis menggunakan spss menunjukan bahwa nilai sig lebih kecil dari alpha (0.000<0.05). Dari perolehan nilai sig tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Quesition Card terhadap keterampilan bertanya peserta didik Sekolah Dasar.
148-155 -
Pengaruh Tiger Parenting terhadap Empati Anak Usia Dini Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang Tua
Fiky Syafiqoh, Liftiah Liftiah , Diana Diana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7477 | Check in Google Scholar
Orang tua kepada lebih dominasi anaknya agar dapat memperoleh prestasi akademik namun cenderung mengabaikan bagaimana hendaknya regulasi emosi yang dimiliki orang tua dalam menerapkan pola tiger parenting kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis apakah terdapat pengaruh pola asuh tiger parenting terhadap empati anak usia dini. 2) menganalisis apakah tingkat Pendidikan orang tua memoderasi hubungan antara pola asuh tiger parenting terhadap empati anak usia dini. Penelitian ini akan memberikan kontribusi pemahaman mengenai pentingnya pola asuh tiger parenting terhadap empati anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Teknik analisis regresi moderasi (MRA). Desain penelitian yang digunakan adalah survey, dengan melibatkan 119 anak usia 5-6 tahun dan orang tua se-Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan alat ukur tiger parenting dan Empathy Quentionnaire (EmQue). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh tiger parenting berpengaruh terhadap empati anak usia dini. Tingkat Pendidikan orang tua yang tinggi dalam pola asuh tiger parenting juga memberikan pengaruh terhadap empati anak usia dini.
156-162 -
Implementasi Media Rumah Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Usia 4-5 Tahun
Tri Erlinda Febriyanti , Musayyadah Musayyadah , Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7479 | Check in Google Scholar
Perkembangan kognitif merupakan salah satu yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan berpikir, memori, serta pemecahan masalah. Mulai dari menguasai bahasa, mengenali gambar, meniru dan membayangkan dalam pikiran. seseorang dalam ketrampilan pengenalan konsep baru dan juga kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dengan cepat. Selain itu, kognitif mencakup daya pikir logis, nalar, kreativitas, kemampuan bahasa, serta daya ingat. Agar perkembangan kognitif anak dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan alat dan media yang dapat merangsang mereka untuk bermain sambil belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengimplementasikan media rumah pintar meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun. Metode yang digunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media rumah pintar secara signifikan meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar, serta memperbaiki kemampuan kognitif mereka dalam mengenal angka, bentuk, dan memecahkan masalah. Interaksi sosial antar anak juga meningkat, menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan kolaboratif. Dengan demikian, media rumah pintar terbukti efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
163-171 -
Implementasi Metode Bercerita dalam Membangun Kemampuan Literasi Bahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun
Rahmawati Rahmawati , Dewi Pusparini, Medi Yana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7488 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita dalam membangun kemampuan literasi bahasa anak usia 4–5 tahun di TKS Adduriyah 3. Permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan anak dalam menguasai kosakata, memahami isi cerita, dan menyampaikan informasi secara lisan. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang variatif menyebabkan anak kurang antusias, sehingga proses literasi bahasa menjadi tidak optimal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita efektif dalam memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman anak terhadap cerita, melatih keterampilan berbicara, serta menumbuhkan minat belajar dan interaksi sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman lebih dalam tentang penerapan metode bercerita sebagai pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif untuk mengembangkan literasi bahasa anak usia dini. Temuan ini dapat dijadikan referensi bagi guru dan praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran literasi yang lebih menarik dan efektif.
172-183 -
Implementasi Program Computer Class dalam Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini
Nurul 'Aini Najma, Rofiqotul Aini, Wahdah Widdatul Fuadah, Nabila Mumtahana, Farha Faizah, Dhofiroh Febirizqi Alawiyah, Azzah Naili Falakhiyah , Rizqi Lutfiyana , Shobah Maulida , Artyalaeli Martiana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7484 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital menuntut anak usia dini tidak hanya dikenalkan pada komputer, tetapi juga diarahkan untuk memanfaatkannya secara positif dan aman. Penelitian ini menggali secara mendalam tentang program computer class di TK Islam Harapan Mulia dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam dan analisis Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa computer class mendukung penguasaan keterampilan dasar komputer sekaligus menstimulasi perkembangan kognitif, bahasa, motorik halus, dan sosial-emosional anak usia dini. Guru berperan sebagai fasilitator utama dalam merancang pembelajaran terintegrasi dan menjaga keamanan digital. Meski menghadapi keterbatasan sarana, keraguan orang tua, dan karakteristik konsentrasi anak, program ini terbukti efektif mempersiapkan anak menghadapi era digital. Keberhasilan sangat ditentukan oleh sinergi sekolah dan orang tua dalam membangun literasi teknologi sejak dini.
184-195 -
Permainan Edukatif sebagai Media Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual
Adinda Salsabila Rosandi, Tuti Rahmi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7730 | Check in Google Scholar
Pendidikan seksual berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perlindungan diri anak terhadap kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas media lagu dan permainan ular tangga dalam meningkatkan sexual-abuse prevention knowledge pada anak usia 7–9 tahun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest, melibatkan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri atas 36 siswa sekolah dasar yang dibagi secara acak dalam tiga kelompok. Instrumen penelitian menggunakan skala An Illustrated Scale Measuring Sexual-Abuse Prevention Knowledge versi Indonesia. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal–Wallis dan post hoc menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05), dengan efektivitas media lagu dan permainan ular tangga yang setara (p>0,05) dan keduanya lebih efektif dibanding kelompok kontrol. Temuan ini berimplikasi pada perlunya guru SD mengintegrasikan media edukatif ramah anak dalam pembelajaran, orang tua mendukung edukasi perlindungan diri di rumah, serta lembaga perlindungan anak memanfaatkan media permainan sebagai strategi preventif kekerasan seksual anak.
196-205 -
Peran Keterikatan Ibu Bekerja dalam Membentuk Regulasi Emosi pada Anak Usia 4-5 Tahun
Nur Fadillah, Nur Cholimah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7496 | Check in Google Scholar
Awal masa kehidupan anak dengan kelekatan memanfaatkan pengasuh utama atau orang tua khususnya ibu sebagai tempat aman untuk mengenali lingkungannya. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh kelekatan anak pada ibu bekerja terhadap regulasi emosi anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif dengan pendekatan ex poxt facto. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 226 anak usia 4-5 Tahun Di Kabupaten Karanganyar. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket penelitian berupa kuesioner tertutup. Teknik analisis data menggunakan uji-t, uji-F, dan uji koefisien determinasi atau R². Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kelekatan ibu bekerja dengan regulasi emosi anak usia 4-5 tahun sebesar 35,8%. Temuan ini memberikan informasi penting bagi ibu khususnya ibu pekerja untuk meningkatkan kelekatan dengan anak dan melatih interaksi positif untuk mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja juga bisa mengondisikan emosi anak dengan memberikan perhatian, dibantu oleh ayah dan anggota keluarga lainnya.
206-214 -
Profil Kompetensi Guru Nava Dhammasekha di Indonesia
Ratna Setyaningsih, Arina Afiyati Shadikah, Sugik Harto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7728 | Check in Google Scholar
Nava Dhammasekha merupakan lembaga pendidikan setara dengan PAUD di bawah naungan Dirjen Bimas Buddha. Diketahui bahwa mayoritas pendidikan terakhir guru Nava Dhammasekha tidak sesuai bidang PAUD. Hal tersebut menunjukkan pengetahuan dasar untuk mengajar belum dimiliki secara ideal oleh guru Nava Dhammasekha. Hal ini memotivasi peneliti untuk menganalisis lebih dalam kompetensi guru Nava Dhammasekha di Indonesia yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode survei, observasi, dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) mayoritas guru Nava Dhammasekha memiliki kompetensi pedagogik yang sangat kurang baik; (2) mayoritas guru Nava Dhammasekha memiliki kompetensi kepribadian sangat baik sekali; (3) mayoritas guru Nava Dhammasekha sudah memiliki kompetensi sosial yang sangat baik; dan (4) mayoritas guru Nava Dhammasekha sudah memiliki kompetensi profesional yang cukup. Dengan demikian, kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru Nava Dhammasekha menjadi kompetensi yang perlu mendapat perhatian lebih dari pada kompetensi lain.
215-228 -
Peran Dukungan Orang Tua terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini
Tri Widya Lutfiyanti, Choiriyah Widyasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7749 | Check in Google Scholar
Dukungan orang tua memiliki peran penting pada masa anak usia dini yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age) bagi pembentukan karakter dan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis peran dukungan orang tua dalam pengembangan motivasi belajar anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan mengukur motivasi dan antusiase belajar anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di sebuah taman kanak-kanak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua terwujud dalam bentuk dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan. Anak yang memperoleh dukungan orang tua yang memadai memperlihatkan motivasi belajar lebih tinggi, ditandai dengan ketekunan, rasa ingin tahu, dan semangat belajar. Sebaliknya, keterlibatan orang tua yang terbatas berdampak pada rendahnya motivasi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua sangat fundamental dalam menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini dan merekomendasikan adanya penguatan kerja sama antara sekolah dan orang tua.
229-235 -
Early Literacy Skills Anak TK B di Kota Surakarta: Studi Pemetaan Lintas Sekolah
Nailah Kamilia, Arif Siswanto, Anisyah Dewi Syah Fitri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7959 | Check in Google Scholar
Kemampuan literasi pada anak usia dini yang dikenal sebagai early literacy skills mencakup kesadaran fonologis, pemahaman naratif, penguasaan kosakata, dan interaksi dengan media cetak, sehingga pemahaman mengenai kemampuan tersebut dapat menjadi acuan bagi pengembangan sistem pendidikan dan stimulasi literasi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran early literacy skills anak TK B di Kota Surakarta dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui teknik stratified proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 158 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum anak TK B di Kota Surakarta memiliki kemampuan literasi awal yang tergolong baik, dengan capaian tinggi pada aspek penguasaan kosakata dan kesadaran fonologis, serta capaian yang memadai pada pemahaman naratif dan interaksi dengan media cetak. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar anak telah memiliki fondasi literasi awal yang cukup sebagai bekal memasuki pendidikan dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan literasi anak usia dini, perencanaan pembelajaran literasi di taman kanak-kanak, serta penyusunan instrumen asesmen literasi awal yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan anak.
236-246 -
Pengenalan Konsep Makanan Kadaluwarsa (Expired) pada Anak Usia Dini melalui Aktivitas Bermain
Mayang Belia Sameto , Neci Alfarani, Mimi Darmiati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7941 | Check in Google Scholar
Makanan memainkan peran penting dalam perkembangan anak usia dini. Salah satu konsep penting adalah pemahaman bahwa makanan yang sudah kadaluarsa (expired) harus diberikan melalui aktivitas bermain sesuai dengan karakteristik belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan berbagai cara guru di Raudhatul Athfal mengajarkan konsep makanan kadaluwarsa kepada anak usia dini melalui aktivitas bermain. Penelitian kualitatif menggunakan studi kasus dilakukan. Anak-anak di kelompok B RA Citra Islami adalah subjek penelitian. Wawancara, dokumentasi, dan observasi adalah metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membantu siswa memahami konsep makanan kadaluwarsa melalui kegiatan bermain, pengelompokan makanan, melihat kemasan, dan berbicara tentang hal-hal sederhana tentangnya. Aktivitas ini membantu anak memahami perbedaan antara makanan yang bisa dan yang tidak bisa dikonsumsi. Penelitian ini menemukan bahwa bermain adalah cara yang bagus untuk mengajar anak usia dini tentang makanan kadaluwarsa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap penguatan literasi keamanan pangan pada anak usia dini melalui pendekatan bermain, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang pembelajaran kontekstual yang aman, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
247-254 -
Pengaruh Media Pembelajaran Games Book terhadap Minat Membaca Peserta Didik di Sekolah Dasar
Nadlrah Naimi, Persada Ukor Cibro, Melyani Sari Sitepu, Yayuk Hayulina Manurung, Aisiyah Aztry (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7816 | Check in Google Scholar
Minimnya minat membaca siswa menjadi permasalahan serius yang dapat menghambat proses belajar dan perkembangan anak, serta berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media games book terhadap minat membaca peserta didik kelas III A SDN 064995 Medan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Quasy eksperimen untuk mengukur pengaruh media Games Book dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data numerik untuk menguji hipotesis serta mengidentifikasi pola, hubungan, atau perbedaan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan media Games Book terhadap minat membaca siswa kelas III A SDN 064995 Medan. Hal ini dibuktikan melalui pengujian hipotesis yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran games book terhadap minat membaca siswa.
255-262 -
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Nursakinah Nursakinah , Nurdiana Theresya, Azizah Azizah , Srie Faizah Lisnasari, Melyani Sari Sitepu, Abdul Rahman, Sinta Satria Dewi Pendit (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7758 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Canva. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Biro Palu yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan pada aktivitas guru, siswa yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan canva Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran problemd based learning berbasis media canva.
263-271 -
Pengalaman Guru Sekolah Dasar melalui Program Tokkatsu dalam Pengembangan Keterampilan Sosial secara Holistik
Aulia Fitri Assyifa, Tatang Suratno, Hasna Nuraeni (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7988 | Check in Google Scholar
Pendidikan holistik menekankan pengembangan peserta didik secara utuh, mencakup aspek akademik, karakter, serta keterampilan sosial emosional. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan prinsip tersebut adalah program Tokkatsu, yaitu kegiatan non-akademik yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah dan menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan program Tokkatsu dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan restorying, kodifikasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tokkatsu berperan dalam membangun keterampilan sosial, kerja sama, keberanian berpendapat, tanggung jawab, serta pengelolaan emosi siswa melalui pembiasaan kegiatan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tokkatsu relevan sebagai model pendidikan karakter yang aplikatif dan sejalan dengan penguatan pembelajaran berpusat pada siswa dalam kurikulum Merdeka.
272-282 -
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Buku Interaktif dalam Meningkatkan Literasi Gizi Anak Usia Dini
Lia Kurniawaty, Hestilia Oktama Yurita, Chandra Apriyansyah, Fasli Jalal, Tjipto Sumadi, Izumi Izumi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7670 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas Buku Cerita Berbasis Literasi Gizi sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini mengenai konsep gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dipadukan dengan desain mixed methods tipe exploratory sequential. Tahap awal dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 guru PAUD di Kota Bekasi guna mengidentifikasi tantangan pedagogis dalam pembelajaran literasi gizi. Temuan analisis kebutuhan ini menjadi dasar perancangan dan pengembangan buku cerita yang bersifat naratif-edukatif dan kontekstual. Produk yang dihasilkan kemudian diuji pada 60 anak usia 3–6 tahun melalui desain pretest–posttest untuk menilai efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman anak tentang gizi seimbang (t = 7,45; p < 0,001) serta peningkatan keterlibatan anak selama proses pembelajaran. Validasi ahli memperoleh skor rata-rata 4,8 dari skala 5, yang menunjukkan bahwa produk berada pada kategori “sangat layak” untuk digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menghadirkan model pembelajaran naratif-edukatif berbasis kesehatan yang memperkuat literasi gizi pada anak usia dini.
283-293 -
Implementasi Project Based Learning dalam Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar
Imas Wulandari, Ana Fitrotun Nisa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7756 | Check in Google Scholar
Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi Project Based Learning (PjBL) sebagai strategi pembelajaran dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah dan mensintesis hasil penelitian empiris yang dipublikasikan pada periode 2020–2025 di jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PjBL yang terintegrasi dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) secara konsisten berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai sosial peserta didik. Berbagai bentuk proyek kontekstual, seperti permainan edukatif digital, pengolahan limbah sederhana, dan kerja kelompok tematik, terbukti efektif dalam menumbuhkan enam dimensi utama Profil Pelajar Pancasila. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan PjBL sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam perancangan proyek, dukungan manajemen sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Secara praktis, kajian ini merekomendasikan guru IPAS untuk merancang proyek berbasis konteks lokal dan refleksi nilai Pancasila agar implementasi PjBL lebih optimal dalam Kurikulum Merdeka. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan sistematis keterkaitan antara PjBL, P5, dan pembelajaran IPAS di sekolah dasar, yang belum banyak dikaji secara komprehensif dalam penelitian sebelumnya.
294-298 -
Comparison of Parental Communication Patterns on Empathy in Children Aged 3-6
Dian Cahyani, Rose Mini Agoes Salim (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7885 | Check in Google Scholar
Empathy is a key component in the social-emotional development of early childhood, which is influenced by communication patterns within the family. This study aims to analyze the influence of parental communication patterns on the empathy of children aged 3–6 years. The study used a quantitative approach with a correlational method on 69 pairs of parents. The data were analyzed using Pearson's correlation test and multiple linear regression. The results show that conversation-oriented communication patterns have a positive and significant relationship with children's empathy, both in mothers and fathers, while conformity-oriented patterns have a significantly negative relationship. Mothers' conversation orientation contributes most strongly to increasing children's empathy, while fathers' conformity orientation has a greater negative impact. These findings confirm the different roles of maternal and paternal communication in shaping early childhood empathy. Theoretically, this study reinforces the model of family communication patterns in the context of empathy development. Practically, the results provide an empirical basis for parents and early childhood educators to implement more dialogic communication strategies to foster empathy from an early age.
299-306 -
Metode Symbolic Play untuk Meningkatkan Kosakata Reseptif Anak Down Syndrome
Nabilah Tara Sophia Harianja, Nadya Susanti, Anisyah Dewi Syah Fitri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7993 | Check in Google Scholar
Anak dengan Down Syndrome cenderung mengalami keterbatasan kosakata reseptif yang berdampak pada keterlibatan mereka dalam pembelajaran di pendidikan anak usia dini inklusif. Kondisi ini menuntut pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan kognitif anak Down Syndrome. Metode Symbolic Play merupakan pendekatan bermain pura-pura yang mendorong anak mengaitkan objek, tindakan, dan makna yang berlangsung secara lebih alami dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Symbolic Play terhadap kemampuan kosakata reseptif anak Down Syndrome usia 4–8 tahun di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-group pretest–posttest. Teknik total sampling diterapkan pada 10 anak dalam 10 sesi intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kosakata reseptif setelah penerapan metode Symbolic Play, yang didukung oleh hasil uji statistik dengan nilai p = 0,028 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa Symbolic Play layak diterapkan sebagai pendekatan intervensi yang mendukung peningkatan bahasa reseptif, menstimulasi pemahaman makna dan penguatan kosakata, serta berkontribusi pada pratik terapi wicara dan praktik pembelajaran inklusif anak usia dini.
307-316 -
Pengembangan Model Konseptual Game Puzzle Berbasis Nilai Topeng Amaq Abir untuk Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Irhas Irhas, Yorman Yorman, Sri Astuti Iriyani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7527 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual game puzzle digital yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Topeng Amaq Abir dari Suku Sasak untuk mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode tinjauan integratif dengan mensintesis literatur dari tiga domain utama, yaitu pendidikan karakter, game-based learning, dan antropologi budaya Sasak. Analisis konten kualitatif dilakukan untuk mengekstraksi nilai filosofis Topeng Amaq Abir, yang kemudian ditransformasikan ke dalam mekanisme permainan yang terstruktur. Hasil penelitian menghasilkan model konseptual triadik yang mengintegrasikan aspek budaya, teknologi, dan pendidikan, disertai matriks transformasi yang memetakan nilai gotong royong, kejujuran, dan keberanian ke dalam mekanisme puzzle kolaboratif, sistem skoring transparan, serta tantangan progresif. Meskipun masih bersifat konseptual dan belum diuji secara empiris, model ini memberikan kontribusi konseptual yang jelas bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis permainan, khususnya dalam memperkaya kerangka culturally responsive game-based learning. Model ini juga menawarkan rujukan desain bagi pendidik dan pengembang media dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran digital secara sistematis dan bermakna.
317-326 -
Pola Asuh Orang Tua Autonomy-Supportive dan Controlling dalam Perkembangan Kreativitas Anak: Scoping Review
Masul Hadi, Abdul Muhid (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7792 | Check in Google Scholar
Kreativitas anak merupakan kemampuan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Perkembangan kreativitas dipengaruhi pola asuh orang tua yang merupakan lingkungan utama anak, tetapi temuan empiris tentang ini belum terpetakan secara sistematis. Scoping review bertujuan menganalisis bukti empiris hubungan pola asuh orang tua dan kreativitas, mensintesis pola asuh yang sering berkaitan dengan kreativitas, serta memetakan alat ukur kreativitas yang digunakan selama tahun 2020–2025. Penelitian menggunakan scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR dengan database ScienceDirect dan Google Scholar. Diperoleh 9 artikel dari proses seleksi artikel awal 1.151. Hasil menunjukkan bahwa pola asuh autonomy-supportive dikaitkan secara konsisten dengan peningkatan kreativitas, sedangkan pola asuh controlling dikaitkan dengan kreativitas rendah dan dapat memunculkan malevolent creativity. Pola asuh orang tua yang memberikan otonomi, kepercayaan, dan dukungan sosial menjadi faktor kunci untuk mengembangkan kreativitas anak. Implikasi temuan ini menegaskan perlunya kolaborasi keluarga dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan kebijakan pengasuhan dan pendidikan yang mendorong kreativitas anak.
327-339 -
Pengembangan Aplikasi PAMABA sebagai Media Pembelajaran Mitigasi Bencana dan Resiliensi Anak Usia Dini
Aira Ridzqikha Amalia Salsabila Putri Arisman, Joko Pamungkas (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7827 | Check in Google Scholar
Sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak bencana, mitigasi bencana perlu diintegrasikan dalam pembelajaran PAUD. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas aplikasi PAMABA sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan kemampuan mitigasi bencana dan penguatan resiliensi anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 111 anak Kelompok B dari empat taman kanak-kanak di Kecamatan Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi PAUD. Efektivitas aplikasi dianalisis menggunakan paired sample t-test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PAMABA dinyatakan sangat layak dan praktis, serta efektif meningkatkan kemampuan mitigasi bencana dan resiliensi anak usia dini, dengan nilai signifikansi 0,000 dan N-Gain sedang (0,53). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi PAMABA dapat berkontribusi sebagai media pembelajaran digital kontekstual yang mendukung pendidikan mitigasi bencana dan penguatan resiliensi anak usia dini.
340-350 -
Hubungan Tingkat Ekspektasi Orang Tua dengan Tingkat Kepercayaan Diri Anak Usia 4-5 Tahun di TK Pelita Hati
Novita Rahmadhini, Nanik Yuliati, Reski Yulina Widiastuti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.6974 | Check in Google Scholar
Kepercayaan diri merupakan sikap yakin akan kemampuan dan potensi diri dalam mencapai tujuan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak, salah satunya adalah peran orang tua. Setiap orang tua memiliki pola asuh dan ekspektasi yang berbeda. Penelitian terkait hubungan tingkat ekspektasi orang tua dengan tingkat kepercayaan diri anak usia dini belum banyak dikaji saat ini. Oleh karena itu, penelitian ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat ekspektasi orang tua dengan tingkat kepercayaan diri anak usia 4-5 tahun di TK Pelita Hati. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui survei dan observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan berkategori sedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,427 dan nilai signifikansi sebesar 0,002. Koefisien determinasi menunjukkan nilai 0,182 yang menunjukkan tingkat ekspektasi orang tua berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri anak usia 4-5 tahun sebesar 18,2%. Hasil penelitian menjadi bentuk pendekatan edukatif pada orang tua dalam membentuk ekspektasi sehat dan mendorong kepercayaan diri anak secara optimal sesuai tahap perkembangannya.
351-362 -
Systematic Literature Review: Pengelolaan Kemandirian terhadap Anak Autis di dalam Lingkungan Keluarga
Destha Purwa Nufusila, Khusnul Khotimah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7936 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan, faktor, dan strategi pengelolaan kemandirian anak autis dalam lingkungan keluarga melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Metode sintesis tematik digunakan untuk menelaah dan mengintegrasikan temuan dari lima penelitian empiris yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2023. Analisis difokuskan pada manajemen berbasis keluarga dalam pengembangan keterampilan hidup sehari-hari anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama, yaitu strategi perilaku dalam mendorong kemandirian, keterlibatan orang tua, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil perkembangan keterampilan anak. Pendekatan berbasis perilaku terbukti efektif ketika diterapkan secara konsisten di rumah dengan pelatihan bagi orang tua. Keterlibatan aktif keluarga menjadi faktor kunci keberhasilan karena memungkinkan penerapan rutinitas nyata yang memperkuat kemampuan adaptif dan rasa percaya diri anak. Dukungan profesional, baik melalui pelatihan langsung maupun telehealth, berperan penting dalam menjaga konsistensi intervensi. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu, stres emosional, dan sumber daya yang terbatas, pengelolaan kemandirian berbasis keluarga tetap memberikan dampak positif terhadap fungsi adaptif dan kesejahteraan anak serta keluarga. Studi ini meberikan implikasi bahwa pengelolaan kemandirian anak dengan ASD perlu beroriantasi pada intervensi berbasis keluarga.
363-370 -
Pengaruh Media YouTube Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Gaya, Gerak, dan Energi Siswa SD
Zelhendri Zen, Asroninaldi Asroninaldi, Meria Fitriwati, Rahmi Aulia Yanti, Richa Witavia, Yulia Cresna (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7831 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media video pembelajaran berbasis YouTube terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi gaya, gerak, dan energi di sekolah dasar. Penelitian menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa kelas V dengan tingkat kemampuan akademik yang beragam. Pengumpulan data dilakukan melalui tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa, serta lembar observasi yang digunakan untuk mengamati aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang konsisten sejak tahap pra tindakan hingga siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,41 pada pra tindakan menjadi 73,82 pada siklus I, dan kembali naik menjadi 80,00 pada siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, yaitu dari 35% pada pra tindakan menjadi 65% pada siklus I, serta mencapai 82% pada siklus II. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media video pembelajaran berbasis YouTube efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep gaya, gerak, dan energi. Media ini juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif.
371-379 -
Implementasi Nilai AIKA untuk Mendukung Terwujudnya Kampus Islami di IPTAR
Susi Herlinda, Nopa Wilyanita, Rena Nasution (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7718 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Ke-Aisyiyahan (AIK) bagi mahasiswa IPTAR dalam mewujudkan kampus Islami. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian mahasiswa kelas A PG-PAUD dan Pekon yang berjumlah 36 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai AIK dilakukan melalui pembelajaran formal AIK, praktik keagamaan di kampus, pembiasaan etika akademik, serta keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Faktor pendukung implementasi AIK meliputi dukungan kelembagaan, peran dosen dan pembina organisasi, serta lingkungan sosial kampus yang Islami. Kendala yang ditemukan antara lain heterogenitas latar belakang mahasiswa, minimnya pembinaan terstruktur lanjutan, dan tantangan era digital yang memengaruhi internalisasi nilai. Dampak positif yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran spiritual, terbentuknya etos kerja Islami, terciptanya iklim akademik yang toleran, serta meningkatnya keterlibatan mahasiswa dalam dakwah dan pengabdian masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai AIKA bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan lingkungan sistemik yang mendukung terwujudnya Islamic Worldview di lingkungan kampus.
380-387 -
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Etnofotografi untuk Meningkatkan Literasi Budaya Peserta Didik PAUD
Syaiful Rohman, Muhtarom Muhtarom, Iin Purnamasari , Nurfitriah Nurfitriah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7755 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis etnofotografi yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi budaya peserta didik PAUD. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya literasi budaya dan terbatasnya bahan ajar kontekstual yang menghubungkan nilai budaya lokal dengan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah R&D model Borg & Gall yang dimodifikasi melalui tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi, revisi, uji coba terbatas, dan uji keefektifan. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sangat valid dengan skor di atas 94,3%, sangat praktis, dan efektif meningkatkan literasi budaya dengan N-gain 0,82. Bahan ajar digital interaktif berbasis Canva ini mampu menumbuhkan minat belajar serta memperkuat pemahaman budaya lokal sesuai Kurikulum Merdeka.
388-400 -
Pengembangan Media Lembar Kerja Digital Berbasis Canva dalam Pemberdayaan Teknologi Guru PAUD
Latifa Azhar, Ii Hartati , Sasi Febriari , Salma Ramadanti, Gia Nikawanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7954 | Check in Google Scholar
Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang menarik dan mudah digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis Canva sebagai bentuk pemberdayaan teknologi guru dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan workshop berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan wawasan, literasi digital, serta keterampilan guru dalam merancang lembar kerja yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam mendorong pemberdayaan teknologi guru PAUD. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lembar kerja berbasis Canva berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi profesional guru PAUD di era digital.
401-406 -
Effect of Talking Stick Learning on Senior High School Students' Geography Achievement: Quasi-Experimental Study
Nova Yulizar, Syafri Anwar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8004 | Check in Google Scholar
Low achievement in geography learning remains a challenge at the senior high school level, partly due to teachers' ineffective implementation of instructional models. This study aims to examine the effect of the Talking Stick cooperative learning model on achievement in geography among twelfth-grade senior high school students. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving 30 students divided into an experimental group and a control group. Data were collected using a multiple-choice achievement test and analyzed through inferential statistics. The results indicate that students taught using the Talking Stick model achieved higher average learning outcomes than those receiving conventional instruction. These findings suggest that the Talking Stick cooperative learning model effectively enhances students' achievement in geography by promoting active participation, confidence in expressing ideas, and peer interaction. This study contributes to the literature on cooperative learning by providing empirical evidence that the Talking Stick model represents a practical instructional alternative for improving the quality of geography learning in senior high schools.
418-426 -
Manajemen Sarana Prasarana Kelas dalam Mendukung Regulasi Emosi Anak Kelompok B di PAUD Urban
Saraswati Indhiraswari, Sri Setyowati, Rachma Hasibuan, Kartika Rinakit Adhe, Wulan Patria Saroinsong, Ruqoyyah Fitri, Fajar Arianto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7994 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen ruang kelas dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lingkungan urban. Penelitian dilakukan di lembaga PAUD yang menghadapi keterbatasan lahan sebagai tantangan utama penataan ruang kelas. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, diskusi dengan guru, dan dokumentasi tata letak kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ruang kelas berbasis prinsip affordance, melalui pembagian area aktivitas, area guru, dan pojok aman, membantu anak menenangkan diri, memilih aktivitas sesuai kondisi emosional, serta memulihkan fokus belajar. Penataan meja berbentuk L dan akses terhadap alat permainan edukatif juga mendukung interaksi sosial positif dan mengurangi konflik antar anak. Temuan ini menunjukkan kebaruan berupa model pengelolaan ruang kelas adaptif pada lahan terbatas yang berkontribusi dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini. Secara teoretis, hasil penelitian ini menguatkan teori ekologi Bronfenbrenner dan tahap perkembangan psikososial Erikson, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi penataan ruang kelas PAUD urban dengan keterbatasan fisik.
427-438 -
Pengembangan Media MABIMA Berbasis Andoroid untuk Menumbuhkan Kemampuan Mitigasi Bencana dan Personal Safety Anak Usia 5-6 Tahun
Sri Rahayuu, Ika Budi Maryatun (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8064 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran cerita digital interaktif MABIMA (Misi Aman Bencana Banjir Bima) yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mitigasi dan personal safety bencana banjir anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang dilaksanakan melalui uji coba terbatas dan uji coba luas di salah satu TK di Kota Bima. Subjek penelitian melibatkan 30 anak pada tahap uji coba terbatas dan 62 anak pada tahap uji coba luas. Hasil validasi menunjukkan bahwa media MABIMA memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan guru PAUD. Hasil pengujian efektivitas memperlihatkan peningkatan signifikan kemampuan mitigasi dan personal safety bencana banjir anak yang ditunjukkan melalui perbandingan skor pretest dan posttest menggunakan uji t. Temuan ini memperkuat kontribusi teoretis pengembangan pembelajaran mitigasi bencana berbasis cerita digital kontekstual pada PAUD serta memberikan implikasi praktis bagi guru dalam menerapkan media pembelajaran mitigasi bencana yang inovatif dan mudah digunakan.
439-446 -
Penggunaan Executive Function Skills Anak Usia Dini dalam Permainan Tradisional Engklek : Studi Deskriptif
Aida Aqliya Dzakkiyah, Nenden Sundari, Esya Anesty Mashudi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8039 | Check in Google Scholar
Executive Function Skills (EFS) merupakan kemampuan kognitif tingkat tinggi yang meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibition yang berperan penting dalam regulasi diri anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan executive function skills anak usia dini melalui permainan tradisional engklek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif terhadap 11 anak kelompok B TK YWKA Kota Serang dan 2 orang guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan engklek mampu menstimulasi executive function skills anak, ditunjukkan melalui kemampuan mengingat urutan permainan, menyesuaikan diri terhadap perubahan aturan, serta mengendalikan impuls dan emosi selama bermain. Dengan demikian, permainan tradisional engklek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan kontekstual dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial-emosional anak usia dini.
447-458 -
Strategi Internalisasi Nilai Karakter melalui Buku Cerita Bergambar di PAUD
Rina Kurniasih, Farida Nugrahani, Nurnaningsih Nurnaningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7503 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi internalisasi nilai karakter melalui buku cerita bergambar pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak serta mengidentifikasi faktor pendukung keberhasilannya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari 20 anak usia 5–6 tahun, 2 guru kelas, dan dokumen pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode. Proses analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola penerapan nilai karakter dan respons anak terhadap cerita bergambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar memfasilitasi penguatan nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerja sama. Anak terlibat aktif dalam diskusi pasca membaca serta mampu menghubungkan isi cerita dengan pengalaman pribadi. Strategi ini didukung oleh pemilihan sepuluh judul buku sesuai tahap perkembangan anak, kriteria kesesuaian tema dengan nilai karakter, frekuensi pembelajaran dua kali per minggu selama delapan pertemuan, serta indikator observasi berupa perilaku anak dalam mengungkapkan pendapat, berbagi, dan membantu teman. Faktor lain yang memperkuat proses internalisasi mencakup peran guru dalam memfasilitasi diskusi, suasana kelas yang kondusif, serta keterlibatan orang tua dalam aktivitas membaca di rumah.
459-470 -
Manasik Haji PAUD untuk Dakwah Transformatif di Era Society 5.0
Siti Kris Fitriana Wahyu Lestari, Ulya Ainur Rofi’ah , Jamal Ghofir , Puji Lusiani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7540 | Check in Google Scholar
Penanaman nilai-nilai keislaman sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak, terutama di era Society 5.0 yang menuntut integrasi antara kecerdasan digital dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan manasik haji sebagai media dakwah transformatif di TK El-Yamien 1 Tuban, yang dilaksanakan di lingkungan kampus IAINU Tuban dan dipandu oleh mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen dakwah. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan guru, mahasiswa pendamping, dan orang tua, serta dokumentasi visual kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manasik haji di lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simulasi ibadah, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai spiritual secara kontekstual dan menyenangkan. Kegiatan ini mengusung pendekatan dakwah bil hal, di mana mahasiswa tidak sekadar memberikan informasi, melainkan menjadi teladan melalui interaksi langsung yang menyentuh aspek afektif anak. Penggunaan media digital sederhana seperti video kisah Nabi Ibrahim dan QR code turut memperkuat adaptasi kegiatan terhadap kebutuhan generasi digital native. Kolaborasi antara lembaga PAUD dan institusi pendidikan tinggi juga mencerminkan model sinergi kelembagaan yang efektif dalam penguatan pendidikan Islam anak usia dini.
471-482 -
Pengembangan Instrumen Asesmen Sosial-Emosional Anak dengan Hambatan Pendengaran
Yohanes Maria Vianey, Ishartiwi Ishartiwi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7539 | Check in Google Scholar
Anak dengan hambatan pendengaran sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, yang berdampak pada kemampuan mereka berinteraksi sosial. Kondisi ini menunjukkan perlunya alat ukur khusus yang dapat menilai aspek sosial-emosional secara akurat sesuai karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi instrumen asesmen sosial-emosional yang valid dan reliabel bagi anak dengan hambatan pendengaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei dengan desain pengembangan instrumen, melibatkan guru sebagai penilai melalui pengisian angket berdasarkan perilaku peserta didik. Proses pengembangan mencakup penyusunan item berdasarkan teori sosial-emosional, validasi isi oleh ahli, dan uji reliabilitas menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat validitas dan reliabilitas tinggi pada empat komponen utama, yaitu pemahaman emosional, pengelolaan emosi, kesadaran sosial dan empati, serta keterampilan bersosialisasi. Pembahasan menekankan pentingnya pendekatan visual, pembelajaran berbasis simulasi, dan integrasi program pembelajaran sosial-emosional untuk memperkuat kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial anak. Kesimpulannya, instrumen yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat asesmen yang komprehensif dan efektif untuk mendukung identifikasi, intervensi, dan pengembangan sosial-emosional anak dengan hambatan pendengaran di lingkungan pendidikan khusus.
483-493 -
Penerapan Media Creativity Box dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak di TK PAUD Miftahul Jannah
Rizka Nurul 'Aini, Faizatul Faridy (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8099 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca permulaan merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun pada kenyataannya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf dan membaca kata sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Media Creativity Box berperan dalam memfasilitasi perkembangan kemampuan membaca awal pada anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di TK Miftahul Jannah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui rancangan eksperimen semu. Sasaran penelitian berfokus pada peserta didik di kelompok B, yang terbagi ke dalam kelas B1 dan B2. Penentuan sampel dilakukan secara purposif, yakni kelas B2 yang berjumlah 13 anak dijadikan responden penelitian. Observasi dan dokumentasi dipakai sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Proses analisis data menggunakan uji statistik deskriptif guna memperoleh gambaran tentang rata-rata, batas maksimum dan minimum, serta deviasi standar pada skor pretest maupun posttest. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca awal peserta didik setelah mereka mengikuti pembelajaran menggunakan Media Creativity Box; rata-rata skor pretest sebesar 49,23 mengalami peningkatan pada posttest menjadi 62,31. Media Creativity Box berpengaruh secara signifikan dalam memperbaiki kemampuan membaca permulaan anak.
494-502 -
Pengembangan Media Berbasis AI “Kiko Kancil” untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini
Kristin Anggraini, Chaterina Susilaningsih, Gregoria Ariyanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7632 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat meningkatkan kemandirian belajar anak usia dini. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE melalui lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan desain, pengembangan produk, implementasi di lapangan, dan evaluasi efektivitas. Uji efektivitas menggunakan metode quasi-eksperimen dengan kelompok eksperimen dan kontrol pada anak di TK Santa Maria Surabaya. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t = 4,271 dan p = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa media “Kiko Kancil” yang dikembangkan mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan anak, memberikan umpan balik langsung, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam belajar matematika. Selain itu, anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemandirian belajar melalui eksplorasi mandiri dan pengambilan keputusan dalam aktivitas digital berbasis web. Media ini berpotensi menjadi inovasi edukatif yang relevan bagi pembelajaran abad ke-21 di tingkat pendidikan anak usia dini.
503-513 -
Literasi Digital Guru PAUD dalam Mengembangkan Inovasi Pembelajaran
Zesika Dwi Maghfiroh, Kartika Rinakit Adhe, Wulan Patria Saroinsong, Andi Kristanto, Nurul Istiq'faroh, Mohammad Syahidul Haq (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7779 | Check in Google Scholar
Fenomena digitalisasi dalam dunia pendidikan pada era society 5.0 menuntut guru pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki kemampuan literasi digital sebagai dasar pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital guru PAUD serta penerapan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital guru PAUD berada pada kategori sangat baik, yang tercermin dari kemahiran penggunaan teknologi, kreativitas dalam pengembangan buku cerita digital dan video pembelajaran. Inovasi pembelajaran diterapkan melalui pemanfaatan media digital dalam kegiatan bermain dan penilaian menggunakan jurnal digital. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan literasi digital guru dalam penerapan penilaian berbasis jurnal digital yang memudahkan guru melakukan penilaian dan menjalin komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital guru secara berkelanjutan.
514-526 -
Pengembangan Kurikulum PAUD Inklusif Berbasis Universal Design for Learning (UDL)
Ai Tarmini, Teguh Yuliandri Putra , Nursalim Nursalim , Mursalim Mursalim , Ihsan Ihsan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8158 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kurikulum PAUD yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar anak secara optimal. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan kurikulum PAUD inklusif berbasis Universal Design for Learning (UDL) yang adaptif dan responsif terhadap perbedaan kemampuan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, uji validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAUD inklusif berbasis UDL dinilai sangat layak oleh ahli kurikulum dan praktisi PAUD, serta mampu meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, keterlibatan anak, dan aksesibilitas belajar di kelas inklusif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum PAUD berbasis UDL efektif mendukung implementasi pendidikan inklusif secara sistematis dan berkelanjutan.
527-536 -
Dinamika Karier Protean Guru di Kabupaten Soppeng Ditinjau dari Berbagai Jenjang Pendidikan
Luktfy Alam, Ahmadin Ahmadin, Supriadi Torro (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8042 | Check in Google Scholar
Perubahan dinamika dunia kerja menuntut guru untuk mampu mengelola karier secara mandiri dan adaptif melalui pendekatan karier protean. Namun, kajian yang mengungkap pemahaman dan praktik karier protean guru di daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan karier proteannya serta mengidentifikasi dampak dan tantangan yang dialami guru di Kabupaten Soppeng. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 8 orang guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki latar belakang pekerjaan tambahan selain sebagai guru. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karier protean guru tercermin melalui orientasi karier berbasis nilai personal, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebijakan pendidikan, serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan atas inisiatif sendiri. Simpulan penelitian menegaskan bahwa guru di Kabupaten Soppeng telah menerapkan karier protean sebagai strategi utama dalam mengelola dan mengembangkan karier profesionalnya secara mandiri dan berorientasi nilai.
537-544 -
Systematic Literature Review: Hubungan Pola Asuh Keluarga dan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini
Noviarti Noviarti, Khamim Zarkasih Putro (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8022 | Check in Google Scholar
Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan fondasi penting bagi keberhasilan adaptasi dan pembentukan karakter pada tahap selanjutnya, sementara temuan empiris mengenai pengaruh pola asuh masih tersebar dan memerlukan sintesis akademik yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris tentang hubungan pola asuh keluarga dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel jurnal nasional terindeks yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dan secara eksplisit membahas variabel pola asuh serta perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis secara konsisten berkontribusi positif terhadap regulasi emosi, empati, kemandirian, dan keterampilan sosial anak, sedangkan pola asuh permisif dan otoriter cenderung berkorelasi dengan perkembangan sosial-emosional yang kurang optimal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pola asuh yang hangat, responsif, dan konsisten merupakan determinan utama perkembangan sosial-emosional anak. Temuan ini memperkuat landasan teoretis tentang pentingnya kualitas interaksi keluarga serta menjadi rujukan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mengoptimalkan pengasuhan.
545-554 -
Gamifikasi dan Pengalaman Belajar Kosakata Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah
Angga Pragas Putra , Ahmad Helwani Syafi’i, Husnan Husnan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8031 | Check in Google Scholar
Pembelajaran kosakata bahasa Arab merupakan fondasi utama pendidikan bahasa di pesantren, namun praktik pembelajaran konvensional sering kali kurang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar siswa, menganalisis perubahan motivasi dan keterlibatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam penerapan Kahoot dan Quizlet sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa dan guru di sebuah pesantren Madrasah Ibtidaiyah di Lombok Utara. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot dan Quizlet mampu mentransformasi pengalaman belajar siswa menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, serta meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan kognitif, emosional, dan sosial. Gamifikasi digital mendorong pembelajaran kosakata sebagai proses eksploratif berbasis interaksi dan pengalaman belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gamifikasi berperan sebagai arsitektur pedagogis yang merekonstruksi ekosistem pembelajaran bahasa Arab di pesantren. Secara teoretis dan praktis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran kosakata bahasa Arab berbasis gamifikasi yang relevan bagi madrasah dan pesantren di era digital.
Kata Kunci: Gamifikasi,Kahoot,Pembelajaran Bahasa Arab,Pendidikan Pesantren,Quizlet.
555-563 -
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Keberhasilan dalam Mengembangkan Pendidikan Inklusif di Sekolah Cherish Academy
Siti Handayani, Hotmaulina Sihotang (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8052 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung keberhasilan implementasi pendidikan inklusif di Cherish Academy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai penggerak utama dalam membangun budaya inklusif melalui peningkatan kompetensi pendidik, penguatan kolaborasi dengan orang tua dan tenaga ahli, serta penerapan kurikulum yang adaptif sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Gaya kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan partisipatif terbukti mampu mengatasi keterbatasan sumber daya pendidik dan mendukung keberhasilan guru dalam pengembangan akademik dan karakter siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan inklusif. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan inklusif, sementara secara praktis memberikan rekomendasi strategis bagi kepala sekolah dalam mengembangkan praktik pendidikan inklusif yang berkelanjutan.
564-573 -
Makna Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia Dini: Studi Literatur
Lilik Feby Rahmawati , Nur Cholimah , Latifah Rachmalia Eko Basuki , Miftakhul Khusna (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7652 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan memahami makna pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap perkembangan tanggung jawab anak usia dini melalui studi literatur. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang menelaah makna subjektif pola asuh dalam konteks pembentukan nilai tanggung jawab, bukan sekedar hubungan sebab-akibab antara pola asuh dan karakter anak. Kajian ini menelaah delapan artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang 2015–2025 menggunakan pendekatan analisis tematik. Proses analisis meliputi tahapan seleksi literatur, kategorisasi data, dan integrasi hasil temuan untuk menemukan pola-pola makna yang berulang. Hasil kajian menegaskan bahwa pola asuh demokratis yang didukung komunikasi terbuka, konsisten aturan, dan keteladanan orang tua menjadi kunci pembentukan tanggung jawab anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter dan permisif kurang efektif karena tidak menyeimbangkan control dan kasih sayang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemaknaan ulang terhadap peran orang tua sebagai model moral utama dalam Pendidikan karakter di -rumah. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan pola asuh demokratis berbasis keteladanan sebagai startegi menumbuhkan sikap tanggung jawab anak usia 0-6 tahun.
574-580 -
Pengembangan Media Bilingual Interactive Book Berbasis ADDIE untuk Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini
Rahmawati Nur Alim , Nelva Rolina (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7653 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media bilingual interactive book sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan dan efektif bagi anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE untuk menghasilkan media yang memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris melalui ilustrasi kontekstual serta aktivitas interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Hasil validasi menunjukkan bahwa media berada pada kategori sangat layak dan praktis berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan guru. Uji coba pada anak menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan kosakata bahasa Inggris, baik reseptif maupun ekspresif, dengan perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest. Temuan tersebut menegaskan bahwa media ini efektif mendukung perkembangan kosakata bahasa Inggris. Selain itu, paparan bilingual yang terstruktur melalui media interaktif terbukti dapat memperkuat fondasi perkembangan bahasa kedua pada anak usia dini. Studi ini berkontribusi terhadap inovasi media pembelajaran PAUD dan menawarkan strategi pengembangan literasi awal berbasis bilingual.
581-590 -
Program Parenting Kebangsaan sebagai Upaya Penguatan Karakter Nasionalisme Anak di Kota Yogyakarta
Tasya Juliani Jasmarnisa, Suyato Suyato , Nur Azizatur Rahmawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7662 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Parenting Kebangsaan oleh Badan Kesatuan bangsa dan politik sebagai upaya penguatan karakter nasionalisme anak melalui peran orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta selama empat bulan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pelaksanaan program masih terbatas karena beberapa faktor yaitu durasi pendampingan yang singkat, minimnya sumber daya manusia, rendahnya pemahaman orang tua, pekerjaan dan usia orang tua, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Akibatnya efektivitas program belum optimal dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak karena tidak adanya evaluasi keberhasilan program dan jumlah kegiatan yang terbatas. Penelitian ini memberikan evaluasi konkret bagi pemerintah daerah Kota Yogyakarta untuk menyempurnakan Program Parenting Kebangsaan agar lebih efektif memperkuat karakter nasionalisme di lingkungan keluarga.
591-605 -
Kualitas Taman Bermain dan Aspek Perkembangan Anak: Analisis Kualitatif dengan Dukungan Playground Exposure Index
R. Rr. Cornellia Widiastuti, Beni Habibi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7689 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kualitas taman bermain berkontribusi terhadap empat dari enam aspek perkembangan anak usia dini melalui mekanisme eksplorasi dan mediasi sosial di lingkungan pendidikan di antara dua TK (Taman Kanak-Kanak). Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif yang diperkuat dengan observasi sistematis terhdap ruang bermain, perilaku eksplorasi, serta praktik pendampingan guru yang didukung oleh Playground Exposure Index (PEI) untuk memetakan pola pemanfaatan lingkungan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa affordances fisik tidak selalu berubah menjadi pegalaman belajar bermakna tanpa dukungan sosial-pedagogis yang relevan. Guru yang memberikan interaksi dialogis, fleksibilitas aturan, kesempatan memilih, serta penggunaan loose parts memungkinkan anak membangun pengalaman bermain yang lebih kaya. Sebaliknya, pembatasan ruang dan pengawasan yang kaku membatasi variasi eksplorasi san peluang perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa hubungan antara kualitas ruang bermain dan perkembangan anak bersifat tidak langsung dan dimediasi oleh interaksi sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dan guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) perlu merancang strategi pendampingan yang sejalan dengan desain ruang, sehingga fasilitas bermain benar-benar mendukung perkembangan sosial-emosional, kognitif, dan bahasa anak.
606-618 -
Strategi Pembelajaran Berbasis Bukti untuk Mengembangkan Scientific Thinking pada Anak Usia Dini: Literature Review
Nuzulia Rizkika Wahyudyanti, Putri Agustina, Nur Hayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7673 | Check in Google Scholar
Scientific Thinking merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan literasi sains anak usia dini, namun pembelajarannya di PAUD belum sepenuhnya berbasis kerangka perkembangan dan bukti empiris. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi konsep, komponen, tahapan, serta strategi pengembangan Scientific Thinking melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap artikel nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir dari Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa Scientific Thinking mencakup kemampuan mengamati, bertanya, menalar, menguji dugaan, dan mengomunikasikan temuan. Pembelajaran inkuiri, permainan sains, eksperimen sederhana, dan pendekatan STEAM efektif menstimulasi berpikir ilmiah anak. Disimpulkan bahwa pengembangan Scientific Thinking menuntut pembelajaran kontekstual dengan guru sebagai fasilitator aktif. Implikasinya, guru perlu merancang aktivitas eksploratif, lembaga PAUD menyediakan lingkungan kondusif, dan kebijakan kurikulum menguatkan pendekatan inkuiri sejak dini.
619-629 -
Integrasi Mitigasi Bencana dalam Pengenalan Gejala Alam pada Pembelajaran Sains AUD: Sebuah Kajian SLR
Shally Jagis Bararena, Rolivia Salva Bilillah, Niken Caesanda Rizqi, Nur Hayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7691 | Check in Google Scholar
Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi, sehingga pengenalan gejala alam sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran sains. Anak perlu memahami tanda awal bahaya melalui pengalaman konkret yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kajian ini bertujuan menelaah keterkaitan antara pembelajaran sains dan edukasi mitigasi bencana pada anak usia dini melalui Systematic Literature Review terhadap publikasi tahun 2005–2025. Proses penelusuran dilakukan melalui Scopus, Google Scholar, dan Publish or Perish dengan menerapkan kriteria inklusi yang mencakup fokus pada anak usia dini, topik gejala alam dan mitigasi, ketersediaan teks penuh, serta rentang tahun publikasi. Dari 263 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sains yang kontekstual, eksploratif, dan didukung media visual dapat meningkatkan rasa ingin tahu, kepekaan emosional, dan kesiapsiagaan dasar anak terhadap risiko bencana. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran sains berorientasi mitigasi dalam kurikulum PAUD untuk memperkuat literasi lingkungan dan kemampuan anak merespons situasi darurat secara aman.
630-640 -
Studi Pustaka: Nature Based Learning sebagai Sarana Pengembangan Problem Solving Anak Usia Dini
Mufidah Mufidah, Fitria Rihhadatul Jannah, Sharna Mellisa Dhasni, Nur Hayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7696 | Check in Google Scholar
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memengaruhi proses internalisasi budaya dalam pendidikan anak usia dini, salah satunya terlihat dari meningkatnya kecenderungan pembelajaran di dalam kelas serta penggunaan media digital pada anak. Kondisi tersebut membuat kemampuan problem solving kurang berkembang karena kebutuhan eksplorasi dan pengalaman konkret belum terstimulasi dengan baik. Dengan demikian, dibutuhkan pendekatan strategis seperti pembelajaran berbasis alam. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran konseptual mengenai penerapan Nature-Based Learning (NBL) sebagai sarana pengembangan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini. Dalam pendekatan ini, alam difungsikan sebagai media sekaligus sumber untuk belajar yang memungkinkan anak berinteraksi langsung melalui kegiatan berkebun, mengamati hewan kecil, atau menjelajahi fenomena alam. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan sumber literatur tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa NBL mampu meningkatkan kemampuan problem solving melalui pengalaman multisensorik, eksplorasi, dan pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi anak.
Kata Kunci: Nature Based Learning, Problem Solving, Anak Usia Dini.
641-654 -
Peningkatan Kreativitas Anak Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan
Sulistiyani Sulistiyani , Sri Katoningsih, Syed Lamsah Syed Chear (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7706 | Check in Google Scholar
Kreativitas berperan penting dalam mengembangkan potensi anak pada masa golden age. Penelitian ini mengkaji bagaimana keefektifan penggunaan bahan ramah lingkungan (bahan bekas, daur ulang, dan bahan alam) sebagai media pembelajaran dalam peningkatan kreativitas anak usia 4-5 tahun di TK ABA 03 Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak peningkatan kreativitas anak menggunakan bahan ramah lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, pendidik, dan orang tua murid, serta observasi partisipatif di kelas. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ramah lingkungan terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak melalui kegiatan yang mendorong eksplorasi dan imajinasi anak, mengembangkan inovasi orisinalitas dan inovasi, meningkatkan keterlibatan aktif dan rasa ingin tahu, serta penanaman kesadaran lingkungan.
655-666 -
Efektivitas Buku The Golden Rule an Alpha Book Berbasis AR dalam Stimulasi Empati Anak Usia Dini
Fathimatuz Zahra, Luh Putu Indah Budyawati, Aisyah Nur Atika (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7704 | Check in Google Scholar
Usia dini adalah masa fondasi dasar dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu distimulasi secara menyeluruh, termasuk sikap empati. Empati merupakan salah satu dari karakter baik yang harus ditanamkan sejak dini dalam kehidupan manusia. Pembekalan sikap empati sedini mungkin dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penyimpangan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan buku The Golden Rule an Alpha Book berbasis Augmented Reality sebagai media stimulasi empati anak usia dini di TK Dharma Indria 1 Jember. Penelitian ini menggunakan jenis pra eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Penelitian ini memperoleh hasil perhitungan pretest sebesar 56,89 sedangkan posttest menjadi 81,32. Terdapat peningkatan antara nilai pretest dan posttest sebesar 24,43. Perubahan tersebut terlihat setelah pemberian treatment. Anak menunjukkan sikap peduli, seperti senang, sedih, dan menolong orang di sekitarnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan The Golden Rule an Alpha Book berbasis Augmented Reality efektif sebagai media stimulasi empati anak usia dini.
667-681 -
Tantangan Penggunaan Teknologi Pembelajaran pada Guru TK di Kalimantan Timur
Dhita Afifah, Febry Maghfirah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8084 | Check in Google Scholar
Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini mempunyai potensi menambah kualitas pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Namun, penerapannya di taman kanak-kanak masih menghadapi beragam tantangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tantangan penggunaan teknologi pembelajaran pada guru taman kanak-kanak di Kalimantan Timur. Penelitian memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang diselenggarakan di dua taman kanak-kanak, masing-masing berlokasi di Kota Samarinda dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan lewat pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis memanfaatkan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan tantangan penting pada penggunaan teknologi pembelajaran mencakup keterbatasan fasilitas teknologi, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, serta pengaruh lingkungan daerah sekitar. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan integrasi teknologi pada pembelajaran anak usia dini memerlukan dukungan infrastruktur memadai, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, serta keterlibatan lingkungan dan orang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian mengenai implementasi teknologi dalam konteks PAUD, sementara secara praktis dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dan pengelola taman kanak-kanak dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dan berkelanjutan.
682-689 -
Analisis Stimulasi Number Sense dan Problem Solving dalam Pembelajaran PAUD
Hamidatun Annafi'u Yurintama, Irma Irma , Vivi Pebri Astuti, Nur Hayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7702 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis kegiatan stimulasi number sense dan problem solving pada anak usia dini melalui metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel terpublikasi. Tujuan penelitian adalah meninjau efektivitas penggunaan media konkret, seperti balok dan kartu angka, serta pendekatan pembelajaran berbasis problem solving dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–6 tahun. Hasil kajian menunjukkan bahwa media konkret secara konsisten meningkatkan pemahaman konsep bilangan melalui pengalaman sensorik dan bermain, dengan rata-rata ketuntasan belajar mencapai 85%. Pengembangan number sense terbukti berkaitan erat dengan kemampuan problem solving karena anak belajar berpikir logis, kreatif, dan mandiri. Pendekatan seperti Realistic Mathematics Education (RME) dan model problem solving berbasis puzzle memperkuat kemampuan simbolik dan strategi pemecahan masalah. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi media konkret dan aktivitas problem solving dalam kurikulum PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif awal serta mendukung kesiapan anak menghadapi pembelajaran matematika tingkat lanjut.
690-700


