Vol. 8 No. 1 (2024)
Total Articles: 20 | Total Pages: 232
Issue Coverage: 57 Author(s) from 2 Country(s)
Indonesia (56)
United Kingdom (1)
Full Issue
Articles
-
Mengenal Sistem Pendidikan pada Masyarakat Tradisional Sunda-Baduy
Du Xiaomei, Retty Isnendes (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5749 | Check in Google Scholar
Sistem pendidikan Masyarakat Baduy menjadi sorotan dalam konteks kekayaan budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Artikel ini membahas bahwa meskipun Masyarakat Baduy umumnya memiliki keengganan terhadap pengaruh modernisasi dan pendidikan formal dari luar, sistem pendidikan mereka terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, mencerminkan nilai-nilai lokal yang kuat. Pendidikan di Masyarakat Baduy diintegrasikan dengan upacara adat, ritual keagamaan, dan praktik-praktik kehidupan tradisional, memberikan penekanan pada pemertahanan tradisi, budaya, dan nilai-nilai unik mereka. Meskipun demikian, Masyarakat Baduy menghadapi tantangan pendidikan akibat penolakan terhadap masuknya sistem pendidikan formal yang mengikuti standar nasional dan internasional. Kendala ini termasuk keterpencilan geografis, ketidaksetujuan terhadap nilai-nilai modern, dan keterbatasan sumber daya. Meskipun terlibat dalam pendidikan non-formal, akses ke pendidikan formal tetap menjadi isu penting yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan Masyarakat Baduy.
1-11 -
Analisis Kemampuan Siswa Kelas I dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pelajaran Bahasa Indonesia
Zilvira Willenda, Eko Kuntarto, Violita Zahyuni (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4908 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menyoroti pentingnya Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan fokus pada kelas I sekolah dasar. HOTS mencakup kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif, yang dianggap esensial dalam pendidikan tingkat tinggi. Guru dianggap kunci keberhasilan dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS memiliki variasi. Ranah kognitif tingkat mengaplikasikan (C3) dinilai rendah, sementara ranah kognitif tingkat menganalisis (C4) dan tingkat mengevaluasi (C5) dinilai sedang. Meskipun demikian, soal Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia kelas I dianggap sudah sesuai dengan kriteria HOTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Temuan ini memberikan pandangan mendalam tentang tantangan dan potensi dalam mengimplementasikan HOTS di tingkat dasar. Implementasi strategi pembelajaran yang lebih mendalam dan pengembangan kemampuan guru dapat menjadi langkah kunci untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam ranah HOTS.
12-20 -
Pengaruh Implementasi CD Interaktif Edukatif terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun dengan Menggunakan Pendekatan 4P
Sriyanti Rahmatunnisa, Yoga Aditia Ragil (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5319 | Check in Google Scholar
Kemampuan kognitif ialah kemampuan anak untuk berfikir lebih kompleks serta melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran analisis dan masukan guna mengembangkan Perkembangan Kognitif Menggunakan Pendekatan 4P (Person, Press, Process Dan Product) dengan CD Interaktif Edukatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini sample sebanyak 30 anak populasi, yaitu 15 anak sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan bermain CD interaktif edukatif dan 15 anak sebagai kelas kontrol tidak diberikan perlakuan bermain CD interaktif edukatif. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka peneliti memilih metode pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Perkembangan kognitif kelompok eksperimen lebih tinggi dari perkembangan kognitif kelompok kontrol. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran yang menggunakan permainan CD interaktif edukatif memberikan suasana yang lebih menyenangkan dan anak bisa mempelajari permainan edukatif yang ada di komputer.
21-31 -
Peningkatan Bahasa Ekspresif Anak Usia 3-4 Tahun melalui Buku Cerita Little Abid
Ulil Hidayati, Ratna Wahyu Pusari, Anita Chandra Dewi Sagala (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.2668 | Check in Google Scholar
Pada anak usia dini bahasa ekpresif perlu ditingkatkan, karena bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan pengambilan data ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 3-4 tahun melalui buku cerita Little Abid. Metode yang digunakan penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) membuat perencanaan; (2) melakukan tindakan; (3) mengadakan pengamatan terhadap tindakan; (4) merefleksi hasil pengamatan tindakan. Sebanyak 13 anak menjadi subyek. Perbaikan teknik penyampaian cerita ditunjukkan sebagai berikut: (1) teknik dalam membacakan buku cerita dengan cara yang menyenangkan; (2) menjiwai karakter tokoh dalam cerita; (2) memahami alur cerita; (3) menggunakan mimik muka intonasi dan gerak tubuh; (4) anak-anak dilibatkan dalam bercerita. Hasil pratindakan menunjukkan belum ada anak dengan kriteria capaian baik. Setelah siklus I, data menunjukkan 38,46% dan di akhir siklus II menjadi 92,31%. Buku cerita Little Abid merupakan buku cerita yang berisi cerita sederhana yang mudah dimengerti naka disertai gambar yang menarik sesuai dengan tema. Dengan demikian bercerita menggunakan buku cerita Little Abid dengan baik dan menyenangkan dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak.
32-42 -
Peran Faktor Protektif dari Orang Tua Bercerai terhadap Perkembangan Emosional Anak
Wulan Eldasari, Raden Rachmy Diana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4947 | Check in Google Scholar
Anak yang berasal dari latar belakang orang tua bercerai memiliki resiko mengalami hambatan pada perkembangan emosionalnya. Ada sebagian orang tua bercerai yang tetap sepakat berdamai dan mengasuh anak sebagaimana mestinya, sehingga anak tetap mendapatkan faktor protektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dari faktor-faktor protektif dari orang tua bercerai terhadap perkembangan emosional pada anak. Peneliti memilih jenis dan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitiannya adalah anak yang berasal dari orang tua bercerai. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu peneliti melakukan analisi data dengan cara mereduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa kondisi perkembangan emosional pada anak, seperti perasaan sedih, benci pada orang tua, sulit beradaptasi, dan ada harapan bersatunya orang tua. Kondisi tersebut dapat teratasi dengan adanya beberapa faktor protektif berupa orang tua tetap sepakat memberikan kebutuhan lahir maupun batin, seperti kasih sayang yang tetap sama seperti sebelum bercerai, pendidikan yang tinggi, tempat tinggal yang layak, dan kebutuhan materi yang cukup.
43-50 -
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai Hidden Kurikulum dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Karmila P Lamadang, Bunyamin Maftuh, Falimu Falimu, Mursalim Mursalim, Tri Syamsijuliant (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4347 | Check in Google Scholar
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan  pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Madani Banggai. Jenis penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru Kelas dan peserta didik secara keseluruhan yang berjumlah 102 orang yang terdiri dari kelas Adan kelas B yang tersebar pada 4 rombongan belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada anak usia dini sangat maksimal hal ini terlihat dari bagaimana guru mengenalkan pancasila dan lagu-lagu kebangsaan kepada peserta didik, selain itu mengajarkan anak untuk berbagi dengan sesama melalui program jum’at berkah atauÂ
51-60 -
Analisis Kesiapan Kelompok Belajar dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Rody Putra Sartika, Imron Arifin, Teguh Triwiyanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4497 | Check in Google Scholar
Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga kesiapan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam mengimplementasikannya menjadi sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripkan kesiapan Kelompok Belajar untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan pada Kelompok Belajar. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi dengan menggunakan teknik komunikasi, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasinya. Hasil penelitian diperoleh Kelompok Belajar telah menyiapkan diri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka dengan baik. Kelompok Belajar telah mempersiapkan panduan-panduan dan dokumen-dokumen terkait serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola dan guru dalam memahami kurikulum ini. Kelompok Belajar juga dapat memanfaatkan perangkat ajar dari Kurikulum 2013 sebagai bahan referensi dalam pengembangan struktur kurikulum, pembelajaran, dan penilaian pada Kurikulum Merdeka.
61-70 -
Penanaman Nilai Pendidikan Akhlak pada Film Riko bagi Anak Usia Dini
Casini Casini, Aan Listiana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4657 | Check in Google Scholar
Pada era sekarang ini pemanfaatan digital oleh anak usia dini sudah banyak digunakan. Hal ini bisa kita manfaatkan penanaman nilai-nilai akhlak yang baik pada sebuah film. Pendidikan akhlak anak usia dini bisa kita lihat dalam nilai religious yang terkandung dalam serial kartun Riko untuk anak usia dini. Pendidikan akhlak ini ditanamkan sedini mungkin, dengan demikian diharapkan dimasa depan, menjadi seorang berpendidikan akhlak baik dan terpuji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang diambil melalui observasi dan dokumentasi dengan subjek penelitian dari film animasi “Riko The Series†season tiga. Film ini kemudian menggunakan Teori belajar Albert Bandura. Setelah data diperoleh, dilakukan pengamatan untuk mengetahui nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam film Riko The Series Season 3. Dari pengamatan menunjukkan ada sebelas Pendidikan akhlak terkandung dalam film Riko The Series yaitu nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat atau komunikatif, nilai cinta damai, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab, dengan harapan dapatÂ
71-82 -
Pemerolehan Bahasa Anak Usia Dini di PAUD Mentari : Tinjauan Sintaksis dan Psikolinguistik
Salamah Salamah, Pratista Widya Satwika, Wakhidatus Salma, Eti Setiawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4895 | Check in Google Scholar
Anak usia dini menunjukkan perkembangan bahasa yang signifikan. Penelitian ini membahas pemerolehan bahasa anak usia dini di PAUD Mentari berpendekatan Psikolinguistik dan analisis fungsi sintaksis. Tujuan penelitian mendeskripsikan kondisi pemerolehan bahasa, memetakan tuturan melalui analisis sintaksis, serta mengaitkan kemampuan berbahasa anak usia dini dengan kondisi psikologisnya melalui perspektif Psikolinguistik. Penelitian berjenis kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak-libat-cakap dan observasi partisipatif. Data berupa teks tuturan anak usia dini dalam bentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Hasil penelitian yaitu kemampuan fonologi, sintaksis, dan semantik masih pada tahap awal, kemampuan multibahasa, auditori, dan motorik berkembang dengan baik dan cepat, tuturan yang digunakan dalam tiga ragam kalimat didominasi dengan jenis deklaratif berbentuk simpleks, baik dalam menuturkan kata sesuai gender, posisi seseorang, hingga penggunaan morfem posesif, kondisi psikologis dan kemampuan komprehensi yang masih belum matang berpengaruh pada ujaran, produksi kata, tata kalimat, dan jenis kalimat. Dapat disimpulkan subjek penelitian memiliki perkembangan bahasa yang baik.
83-98 -
Program Transisi PAUD ke SD dalam Perspektif Orang Tua dan Guru
Desika Putri Mardiani, Vany Fitria, Wiwin Yulianingsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.4939 | Check in Google Scholar
Miskonsepsi terhadap kesiapan sekolah anak ketika memasuki sekolah dasar menjadi perhatian pemerintah. Orang tua bahkan guru menganggap keberhasilan pendidikan anak adalah ketika anak memiliki keterampilan calistung saja, padahal ada aspek lain yang juga penting untuk dikembangkan. Untuk itu, pemerintah menggalakkan program transisi PAUD-SD agar AUD tidak menjalani penyesuaian terlalu banyak. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi perspektif orang tua dan guru di lingkungan Yayasan Al-Ilyas, terhadap rencana pelaksanaan program transisi PAUD-SD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Wawancara dan angket sebagai teknik pengumpulan data utama, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Hasil riset ini menunjukkan masih banyak orang tua dan guru yang belum mengetahui adanya program transisi PAUD-SD. Perspektif orang tua dan guru yaitu sangat setuju jika dihapuskan tes calistung sebagai prasyarat masuk sekolah dasar, menyetujui adanya masa orientasi, tetap dilakukan pengenalan numerasi dan literasi yang memadai. Guru membersamai kemampuan fondasi anak, melakukan pelaporan hasil perkembangan anak, serta menyusun kurikulum sesuai standar teknis.
99-108 -
Pengembangan Aplikasi SI-PAUD sebagai Media Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini
Willy Mufliana, Harun Harun, Amir Syamsudin, Siti Ratnawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5911 | Check in Google Scholar
Teknologi merupakan solusi penting untuk mengatasi permasalahan pembelajaran anak usia dini di sekolah dengan meningkatkan efektivitasnya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan aplikasi SI-PAUD bagi guru serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan guru dalam melakukan asesmen anak usia dini, dengan menggunakan pendekatan pengembangan yang merujuk pada model sepuluh tahapan Borg & Gall dan melibatkan pengumpulan data melalui berbagai metode seperti wawancara, observasi, kuesioner, dan skala penilaian. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi pada tahap studi pendahuluan, serta data kuantitatif dari analisis kebutuhan, penilaian ahli, respon pengguna, dan penilaian diri melalui angket. Analisis efektivitas aplikasi SI-PAUD terhadap peningkatan kemampuan guru dalam melakukan asesmen dilakukan menggunakan metode n-gain dan uji-t dependen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SI-PAUD yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidik dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan penilaian nilai-nilai keagamaan dan pendidikan kepribadian anak usia dini.
109-120 -
Menyulam Karakter Anak Usia Dini Melalui Literasi Islamic Story
Putri Adibatur Rohmah, Ali Muthahhari Rahim, Ramdani Salam, Eva Marthinu, Dinda Dwi Utami, Sudrajat Sudrajat (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5604 | Check in Google Scholar
Anak usia dini memiliki fase yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Fase tersebut dinamakan dengan “The Golden Age†yang artinya merupakan fase keemasan anak untuk mulai menangkap bermacam-macam rangsangan yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya, salah satunya dengan menstimulasi penanaman karakter melalui literasi islamic story. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan literasi islamic story dapat meningkatkan karakter pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menempatkan peneliti sebagai instrument utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegitaan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan triangulasi sebagai teknik pengolahan data. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga unit PAUD. Subjek dalam penelitian ini melibatkan guru dan wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara lembaga PAUD, Pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan kondusif untuk pembelajaran memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak. Gaya mengajar berbasis cerita yang di implementasikan dengan berbagai metode kreatif memberikan kontribusi dalam meningkatkan minat literasi dan karakter anak. Melalui literasi islamic story tampak adanya perubahan karakter perilaku positif dalam kegiatan sehari-hari pada anak.
123-136 -
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai Upaya Peningkatan Karakter Anak Usia Dini
Ghidza Farhana, Nur Cholimah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5370 | Check in Google Scholar
Penerapan proyek penguatan profil pelajar pancasila masih dilakukan secara terbatas, terdapat kesenjangan dalam pemahaman guru dalam melaksanakan proyek penguatan profil pelajar pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penerapan proyek penguatan profil pelajar pancasila sebagai upaya peningakatan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yaitu anak kelompok B, satu kepala sekolah, dan enam guru kelas kelompok B serta modul proyek penguatan profil pelajar pancasila. Teknik analisis model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proyek penguatan profil pelajar pancasila dapat meningkatkan dimensi karakter profil pelajar pancasila pada peserta didik terutama beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, bergotong royong, dan kreatif.
137-148 -
Pemahaman Orangtua Tentang Belajar Merdeka Anak Usia Dini Di Kabupaten Aceh Barat
Evi Rahmiyati, Gracia Mandira, Khoiriyah Khoiriyah, Irma Anggraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5423 | Check in Google Scholar
Belajar merdeka atau merdeka belajar merupakan istilah yang baru dikenal oleh orangtua dalam lingkup pendidikan anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Selama ini yang menjadi harapan orangtua saat menitipkan anak di lembaga PAUD adalah anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Sementara itu merdeka belajar bagi anak usia dini disebut juga dengan merdeka bermain yang mana stimulasi perkembangan anak adalah melalui bermain yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman orangtua tentang belajar merdeka anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan instrumen berupa skala modifikasi likert yang ditujukan kepada orangtua yang memiliki anak usia dini pada lembaga PAUD di Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman orangtua di kabupaten Aceh Barat tentang belajar merdeka anak usia dini berada pada kategori sedang meliputi pemahaman akan informasi kurikulum merdeka, konsep merdeka belajar di PAUD dan keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini. Sementara pada aspek pemahaman orangtua terhadap pembelajaran anak usia dini masih dalam kategori rendah.
149-161 -
Persepsi Mahasiswa: Bahan Ajar Bahasa Inggris AUD Berbasis Project Based Learning
Ayu Istiana Sari, Sri Handayani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5069 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap implementasi penyusunan bahan ajar bahasa inggris untuk anak usia dini berbasis Project Based Learning. Merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan angket untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap implementasi penyusunan bahan ajar Bahasa Inggris untuk anak Usia Dini berbasis Project Based Learning. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Inggris semester 6 yang mengambil mata kuliah Teaching English for Young Learners (TEYL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu Universitas swasta di Jawa Tengah Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel sebanyak 26 mahasiswa. Instrumen menggunakan angket atau kusioner terkait persepsi mahasiswa terhadap implementasi penyusunan bahan ajar bahasa Inggris khususnya untuk anak usia dini berdasarkan Project Based Learning. Hasil penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Project Based Learning memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja mahasiswa dalam pengembangan bahan ajar bahasa Inggris untuk anak usia dini.
162-174 -
Pengembangan Buku Cerita Berbasis Budaya Lokal Jambi untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan
Yourma Osnithia Wibowo (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5311 | Check in Google Scholar
Keterbatasan guru menggunakan bahan ajar untuk menstimulasi perkembangan anak masih belum bervariasi dalam mengenalkan budaya lokal, khususnya menstimulasi dalam pembentukan karakter terutama pembentukan karakter peduli lingkungan. Penggunaan bahan ajar yang kurang bervariasi menimbulkan minat anak kurang tertarik untuk mengikuti kegiatan di sekolah. Tujuan penelitian akan menghasilkan produk berupa buku cerita bergambar berbasis budaya lokal Jambi yang layak dipergunakan. Penggunaan metode penelitian ini menggunakan Reasearch & Development (R&D) menggunakan model Borg & Gall (Research and Information Collection, Planning, Develop Preliminary Form a Product, Preliminary Field Testing, Main Product Revision, Main Field Testing, Operational Product Revision, Operational Field Testing, Final Product Revision, Dissemination and Implementation). Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Angket yang terdiri dari lembar penilaian buku cerita bergambar oleh ahli media, ahli materi, dosen dan guru. Bahan ajar buku cerita bergambar berbasis budaya lokal Jambi dapat menjadi sumber belajaran untuk menyampaikan materi kegiatan belajar di sekolah.
175-188 -
Pengembangan Media Pembelajaran 3D AR Budaya Sasambo: Pemahaman Budaya Sejak Dini
Annisa Fitriani, Sultan Fakhrur Rassyi, Slamet Suyanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5392 | Check in Google Scholar
Dalam era digital ini, budaya perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Sayangnya, banyak yang merasa kurang tertarik pada pembelajaran budaya lokal, terutama di tengah dominasi game online. Penelitian ini bertujuan menghadirkan solusi dengan mengintegrasikan inovasi media pembelajaran berbasis budaya Sasambo dan Augmented Reality (AR). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan data deskriptif yang akurat. Fokusnya adalah mengembangkan media pembelajaran AR berbasis budaya Sasak, Samawa, Mbojo di Nusa Tenggara Barat. Konsep pengembangan mencakup sejarah rumah adat, adat istiadat, pakaian adat, dan makanan khas dalam format tiga dimensi. Hasil dan implikasi dari penggunaan media ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar anak-anak terhadap budaya lokal, mengingat interaksi langsung dengan perangkat ponsel mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsep inovatif ini dapat meningkatkan pemahaman budaya sejak dini, dan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta minat generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.
189-200 -
Game Edukasi Berbasis Canva untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini
Dinda Berliana, Isti Rusdiyani, Cucu Atikah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5913 | Check in Google Scholar
Aspek perkembangan kognitif menjadi salah satu hal yang penting untuk dikembangkan, terutama dalam memperkenalkan bentuk geometri pada anak usia dini. Kurangnya pemahaman anak dalam mengenali bentuk geometri disebabkan karena media yang digunakan bersifat konvensional dan kurang menarik minat anak. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan game edukasi dengan menggunakan aplikasi Canva untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE melalui tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Validitas produk dievaluasi terhadap dua validator, yaitu ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa media game edukasi sangat layak atau sangat valid digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak terutama dalam mengenali bentuk geometri.
201-210 -
Early Childhood Character Education Utilizing Innovative Communication Media Wayang Beber Fable
Jati Noegroho (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5328 | Check in Google Scholar
This research uses the Wayang Beber Fable performance media. Fable stories attract the attention of young children. The goal is that Wayang Beber Fable can be used as an innovative medium for early childhood character education. Observations and interviews were carried out for data collection. The aim is to be able to evaluate teachers' difficulties. The evaluation results show that teachers lack teaching aids for character education. As a solution, workshops and performances are held for students. The workshop aims to learn how to play and make Wayang Beber Fable. The teachers succeeded in playing Wayang Beber Fable independently. This allows teachers to develop performance stories relevant to children's needs. Every Wayang Beber Fable performance always has a moral message in it. Early childhood needs moral teachings. At this stage, children learn to understand the world around them. Wayang Beber Fable can be an innovative medium for early childhood character education. It can even be integrated into a broader character education curriculum. Educators now have alternative media for character education teaching aids that are innovative and interactive.
211-218 -
Pengembangan Video-Blogging untuk Pengenalan Literasi Budaya Minangkabau Anak Usia Dini 5-6 tahun
Ira Royanti, Delfi Eliza (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5313 | Check in Google Scholar
Pengenalan literasi budaya Minangkabau guru masih banyak mengunakan media gambar dengan metode ceramah dan tanya jawab sehingga kurang menarik yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Pengembangan Video-Blogging untuk Pengenalan Literasi Budaya Minangkabau Anak Usia Dini 5-6 tahun yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan model ADDIE, yakni dengan analysis, design, development, implementation dan evaluation. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket untuk uji validitas, praktikalitas, dan efektifitas. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validitas dinyatakan valid dan hasil kelayakan media sangat layak dengan nilai validasi ahli materi yaitu 94,28% validasi ahli media dengan persentase 93,33% dan validasi ahli bahasa dengan persentase 96%. Hasil praktikalitas dinyatakan sangat praktis, dengan hasil 92%. Hasil presentase efektivitas yaitu 85%. Dapat disimpulkan media  Video-Blogging untuk Pengenalan Literasi Budaya Minangkabau Anak Usia Dini 5-6 tahun dinyatakan valid, praktis dan efektif.
219-234


