Abstract


Miskonsepsi terhadap kesiapan sekolah anak ketika memasuki sekolah dasar menjadi perhatian pemerintah. Orang tua bahkan guru menganggap keberhasilan pendidikan anak adalah ketika anak memiliki keterampilan calistung saja, padahal ada aspek lain yang juga penting untuk dikembangkan. Untuk itu, pemerintah menggalakkan program transisi PAUD-SD agar AUD tidak menjalani penyesuaian terlalu banyak. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi perspektif orang tua dan guru di lingkungan Yayasan Al-Ilyas, terhadap rencana pelaksanaan program transisi PAUD-SD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Wawancara dan angket sebagai teknik pengumpulan data utama, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Hasil riset ini menunjukkan masih banyak orang tua dan guru yang belum mengetahui adanya program transisi PAUD-SD. Perspektif orang tua dan guru yaitu sangat setuju jika dihapuskan tes calistung sebagai prasyarat masuk sekolah dasar, menyetujui adanya masa orientasi, tetap dilakukan pengenalan numerasi dan literasi yang memadai. Guru membersamai kemampuan fondasi anak, melakukan pelaporan hasil perkembangan anak, serta menyusun kurikulum sesuai standar teknis.


Keywords


transisi paud sd; perspektif orang tua; perspektif guru