Vol. 10 No. 3 (2026)
Total Articles: 60 | Total Pages: 591
Issue Coverage: 171 Author(s) from 5 Country(s)
Indonesia (165)
Malaysia (2)
South Africa (2)
Japan (1)
United States (1)
Articles
-
Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Prasekolah di Papua
Real Tomas, Marselina Ponglimbong (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8137 | Check in Google Scholar
Generasi penerus bangsa sangat memerlukan keterampilan bahasa Inggris untuk mengakses peluang masa depan yang lebih besar di era globalisasi ini. Pendidikan berperan penting untuk memperkenalkan bahasa Inggris lewat seluruh aktivitas pembelajaran sejak usia prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia prasekolah yang digunakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Jayapura. Metode penelitian kualitatif dengan studi multi kasus digunakan peneliti untuk mengungkap fenomena yang menjadi keunikan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan, studi dokumentasi, dan observasi untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia prasekolah dilaksanakan sesuai dengan fungsi dasar manajemen yang terdiri dari perencanaan pembelajaran, implementasi pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran. Model manajemen pembelajaran bahasa Inggris yang diterapkan oleh sekolah memiliki kelebihan yang menjadi ciri khas dari pengelolaan sekolah. Kekurangan yang ditemukan peneliti menjadi bahan evaluasi bagi stakeholder terkait dalam merumuskan strategi yang mumpuni untuk manajemen pembelajaran yang akan terus dilaksanakan di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah dan semua stakeholder terkait dalam membangun sinergitas pengelolaan pendidikan di jenjang PAUD, khususnya di Kawasan Indonesia Timur dan Indonesia pada umumnya.
1642-1649 -
Evaluasi Komprehensif Mutu Program Pembelajaran Digital PAUD Menggunakan Model CIPP
Betty Irawati Simatupang, Hamid Patilima, Apriyansyah Apriyansyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8195 | Check in Google Scholar
Meningkatnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAUD belum diikuti dengan evaluasi mutu program yang komprehensif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif mutu pelaksanaan program pembelajaran digital PAUD yang dilakukan dengan pendekatan evaluasi CIPP, yakni menilai aspek konteks, input, proses, serta produk. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala satuan PAUD, guru, dan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks program relevan dengan kebutuhan perkembangan anak dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pada aspek input, sarana dan kompetensi guru tergolong memadai, namun masih memerlukan penguatan pelatihan serta standar operasional. Pada aspek proses, integrasi digital telah berlangsung dalam pembelajaran berbasis bermain, meskipun dokumentasi dan konsistensi implementasinya perlu ditingkatkan. Pada aspek produk, program ini berkontribusi terhadap minat belajar dan literasi awal anak. Evaluasi ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat mutu dan keberlanjutan program secara sistematis.
1650-1656 -
Ethnomathematics in Culinary Practices: Getuk Pisang as Mathematical Learning Medium for Early Childhood
Shelline Eviani Shirly, Suharti Suharti, Kartika Rinakit Adhe (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8383 | Check in Google Scholar
This qualitative ethnographic study explores ethnomathematics within the local culinary tradition of Getuk Pisang as a learning medium for children aged 4–7 in Kediri. The study involves five participants: two children aged 4, two aged 5, and one aged 7. All participants, except the 7-year-old child who assists their parents in selling, are enrolled in early childhood education (PAUD). The research is motivated by the limited integration between formal mathematics and children’s concrete cultural experiences. Data were collected through observations and interviews with parents and analyzed using the interactive model of Miles et al. The findings identify mathematical concepts embedded in Getuk Pisang, including geometry, non-standard measurement, number sense, and seriation. Children demonstrate an intuitive understanding of these concepts through contextual interaction. The study suggests that local culinary traditions can serve as effective learning media to reduce mathematics anxiety and enhance cognitive engagement.
1657-1670 -
Dinamika Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Parenting melalui Program SOT
Sindi Alifia Athifah, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8344 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui program Sekolah Orang Tua (SOT) dalam membentuk perilaku parenting di TK Adzkia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu kepala sekolah, tiga guru, dan empat orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum program SOT, praktik pengasuhan belum sepenuhnya selaras dengan prinsip pendidikan anak usia dini. Setelah program dilaksanakan, terjadi peningkatan komunikasi dua arah, partisipasi orang tua, serta perubahan perilaku parenting yang lebih positif. Program SOT berperan sebagai sarana kolaboratif yang berkelanjutan dalam menyelaraskan praktik pengasuhan antara rumah dan sekolah, serta menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan kemitraan pendidikan.
1671-1678 -
Implementasi Model Habituasi Etika Lingkungan Berbasis Budaya Jawa pada Anak Usia Dini
Ike Anggorowati, Nelva Rolina , Prayitno Prayitno , Rusnoto Susanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8292 | Check in Google Scholar
Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter peduli lingkungan sejak usia dini, yang tidak cukup hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai budaya Jawa seperti keselarasan dengan alam, tata krama (unggah-ungguh), serta prinsip hidup rukun dan seimbang menjadi dasar yang relevan dalam membangun etika lingkungan. Mencermati fenomena sosial dewasa ini telah mengalami degradasi moral dan penurunan identitas budaya yang disebabkan oleh derasnya arus digitalisasi pada anak usia dini menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan melakukan konstruksi perilaku sebagai upaya pembentukan kebiasaan etika lingkungan pada anak usia dini melalui pendekatan yang berlandaskan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam konteks pembelajaran pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembiasaan etika lingkungan dapat berkembang secara optimal melalui pengintegrasian nilai budaya Jawa dalam aktivitas rutin, keteladanan pendidik, pemanfaatan simbol dan cerita lokal, serta praktik nyata seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan menggunakan sumber daya secara bijak. Proses pembiasaan berkontribusi positif terhadap proses kognisi, afeksi, dan psikomotorik siswa melalui model keteladanan guru dengan sikap asah, asih, dan asuh. Kata kunci: pembiasaan etika lingkungan, budaya Jawa, anak usia dini, pendidikan karakter.
1679-1688 -
Korelasi Status Gizi dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun: Pendekatan Studi Observasional di Komunitas Pesisir
Agustin Lilawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8287 | Check in Google Scholar
Usia 4–5 tahun merupakan fase golden age yang sangat menentukan perkembangan kognitif anak. Status gizi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan struktur dan fungsi otak, di mana kekurangan gizi dapat menyebabkan keterlambatan kognitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dan perkembangan kognitif anak usia 4–5 tahun pada komunitas pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur melalui antropometri berdasarkan Z-score WHO, sedangkan perkembangan kognitif dinilai menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% anak memiliki status gizi normal dan 60% berada pada kategori perkembangan kognitif sesuai. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan kognitif (p = 0,028) dengan kekuatan korelasi sedang (ρ = 0,54). Disimpulkan bahwa status gizi berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kognitif anak pada komunitas pesisir..
1689-1696 -
Pola Kegiatan Ayah Perokok terhadap Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun
Anderi Putri Ramadhani (Author); Deri Hendriawan, Nenden SundariShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8411 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola kegiatan ayah perokok yang berpotensi memengaruhi stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah menggambarkan pola kegiatan ayah perokok terhadap stimulasi motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga ayah perokok dan tiga anak usia dini sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intensitas, waktu, dan kebiasaan merokok ayah memengaruhi kuantitas serta kualitas stimulasi motorik kasar yang diterima anak. Ayah dengan intensitas merokok rendah cenderung lebih aktif memberikan stimulasi fisik dibandingkan ayah dengan intensitas merokok tinggi. Disimpulkan bahwa pola kegiatan ayah perokok berkaitan dengan kualitas stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun.
1697-1708 -
Implementasi Gharsul Qiyam dalam Pendidikan Akhlak Qur’ani pada Anak Usia Dini
Syafa’atus Syarifah, Mega Satria Nurul Falah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8391 | Check in Google Scholar
Pendidikan karakter pada anak usia dini memerlukan sinergi antara keluarga dan sekolah serta pendekatan kontekstual. Namun, pengajaran Al-Qur’an masih berfokus terutama pada membaca dan menghafal, sehingga pengembangan akhlak Qur’ani belum optimal. Penelitian ini mengkaji penerapan Gharsul Qiyam dalam kurikulum At-Tibyan untuk menanamkan akhlak Qur’ani pada anak usia dini. Pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan di TAUD SaQu Zidna Ilma, Depok, yang melibatkan 25 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan anak-anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa akhlak Qur’ani ditanamkan secara holistik melalui integrasi lima pilar At-Tibyan, yaitu tilawah, hifzh, tadabbur, amal, dan tabligh, yang diimplementasikan melalui tahapan Gharsul Qiyam yang terdiri dari tayaqquzh, ta’aqqul, takhalluq, dan tamatsul. Proses ini diperkuat oleh pembiasaan harian, teladan guru, kegiatan tematik, evaluasi berkelanjutan, hidden curriculum, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gharsul Qiyam dalam kurikulum At-Tibyan berfungsi sebagai strategi sistematis untuk menanamkan akhlak Qur’ani pada anak usia dini.
1709-1718 -
Representasi Keluarga dalam Buku Cerita Bergambar: Konstruksi Makna dan Resepsi Afektif Anak Ibu Tunggal
Anindita Putri, Riama Maslan Sihombing (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8307 | Check in Google Scholar
Di tengah tren peningkatan keluarga ibu tunggal yang fluktuatif secara nasional, literatur anak saat ini masih didominasi oleh narasi keluarga nuklir yang terjebak dalam fenomena pseudo-monoparentalitas serta pengaburan realitas keluarga nontradisional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam konstruksi makna visual serta resepsi afektif anak ibu tunggal terhadap representasi keberagaman keluarga melalui studi kasus kualitatif pada dua subjek berusia enam dan tujuh tahun. Dengan mengintegrasikan analisis wacana multimodal dan analisis resepsi mikro, penelitian ini mengungkap adanya hegemoni normativitas biparental yang sangat kuat meski figur ibu ditonjolkan secara dominan dalam berbagai ilustrasi buku cerita. Temuan utama menunjukkan fenomena affective avoidance, di mana anak mampu menginternalisasi narasi kasih sayang ibu, tetapi menunjukkan resistensi emosional yang signifikan terhadap visualisasi yang merefleksikan trauma kehilangan atau ketiadaan figur ayah secara jujur. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi penting pada pemahaman mengenai beban realisme dan mekanisme pertahanan diri psikologis anak terhadap representasi visual yang berpotensi memicu duka atau trauma emosional pribadi. Secara praktis, hasil riset ini merekomendasikan reorientasi strategi desain buku cerita sebagai instrumen validasi sosial dan ruang komunikasi aman bagi keluarga nontradisional guna memitigasi risiko alienasi emosional pada anak usia dini.
1709-1720 -
Implementasi Storytelling Berbasis Buku Cerita pada Anak Speech Delay Usia 5–6 Tahun
Aulia Novita Sari, Hasbi Sjamsir, Adharina Dian Pertiwi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8322 | Check in Google Scholar
Kemampuan berbicara merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun masih ditemukan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan gagasan dan berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi storytelling berbasis buku cerita dalam mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak speech delay usia 5–6 tahun di TK YPPSB Sangatta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan subjek sebanyak lima anak yang teridentifikasi mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi storytelling berbasis buku cerita yang dilakukan melalui tahap pra-bercerita, saat bercerita, dan pasca-bercerita mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Peningkatan tersebut meliputi penguasaan kosakata, kejelasan artikulasi, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana. Kegiatan storytelling juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Storytelling berbasis buku cerita dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak speech delay.
1719-1728 -
Parent-School Partnership dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Upaya Penguatan Keterlibatan Orang Tua
Irens Sadin (Author); Pepi Nuroniah, Deri HendriawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8426 | Check in Google Scholar
Meningkatnya kasus tindakan eksploitasi seksual pada anak menunjukkan kebutuhan yang mendesak dalam penguatan pendidikan seksual sejak usia dini dengan melibatkan orang tua secara maksimal. Literatur ini menganalisis keterlibatan orang tua di sekolah dalam pendidikan seksual anak usia dini dengan menelaah bentuk keterlibatan, faktor-faktor yang memengaruhi, dampak yang muncul, serta tren dan kesenjangan penelitian dalam bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan teknik scoping review terhadap empat belas artikel periode 2016–2025 mengenai keterlibatan orang tua dan sekolah dalam pendidikan seks anak usia dini yang di analisis secara tematik. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa keterlibatan orang tua bersifat multidimensional, meliputi komunikasi, pendampingan belajar di rumah, program parenting, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. Faktor pendukung mencakup tingkat pendidikan, dukungan sekolah, dan pemanfaatan media edukatif, sedangkan hambatan utama meliputi persepsi tabu dan keterbatasan pengetahuan. Keterlibatan ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan perubahan pola asuh orang tua menjadi lebih demokratis. Meskipun tren penelitian meningkat, kajian masih didominasi pendekatan deskriptif dan terbatas pada konteks sekolah atau wilayah tertentu. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan pendekatan longitudinal serta mengkaji efektivitas media digital dalam meningkatkan keterlibatan orang tua pada pendidikan seks anak usia dini.
1721-1734 -
Pengaruh Media Pop Up Book terhadap Pemahaman Siswa tentang Bencana Banjir dan Longsor
Adiyatma Adiyatma, Maya Agustina, Marhamah Marhamah, Tuti Hidayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8310 | Check in Google Scholar
Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap materi kebencanaan, khususnya banjir dan longsor, disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional dan kurangnya penggunaan media visual interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan media Pop Up Book dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental yang melibatkan kelas eksperimen dan kontrol pada 48 siswa kelas V MIN 3 Aceh Barat. Data dikumpulkan melalui pretest–posttest, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan N-Gain dan uji Paired Sample t-Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dari 60,2 menjadi 79,6 dengan N-Gain 0,50 (kategori sedang) dan signifikansi 0,000 (<0,05). Observasi mencapai 82,4% (sangat baik). Temuan ini menunjukkan bahwa Pop Up Book efektif serta berimplikasi sebagai media inovatif untuk meningkatkan pembelajaran kebencanaan di sekolah dasar.
1735-1742 -
Analisis Dampak Speech Delay terhadap Perkembangan Sosial-emosional pada Anak Usia Dini
Zahwa Olivia, Tri Wahyuningsih (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8365 | Check in Google Scholar
Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji implikasi keterlambatan bicara terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Kajian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian meliputi dua anak berusia enam tahun, sementara data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa speech delay berpotensi memengaruhi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Hambatan tersebut terjadi ketika kemampuan bahasa anak belum mencapai perkembangan yang sesuai, sehingga berpengaruh terhadap perilaku anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, kesulitan membangun relasi sosial dan bermain bersama teman sebaya, serta dominannya penggunaan gestur tubuh dalam komunikasi. Oleh karena itu, anak dengan keterlambatan bicara perlu memperoleh perhatian dan intervensi dini melalui peran lingkungan sekolah serta stimulasi keluarga, agar perkembangan sosial-emosionalnya dapat terfasilitasi secara optimal dan dampak perilaku akibat kesulitan komunikasi dapat ditekan.
1743-1750 -
Analisis Dampak Pola Asuh Permisif terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini: Studi Kasus
Cut Alyana Tsabita , Asep Kurnia Jayadinata, Gia Nikawanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8389 | Check in Google Scholar
Pengasuhan permisif menjadi bentuk pengasuhan yang memberikan keleluasaan kepada anak dengan kontrol yang relatif minim, sehingga berpotensi memengaruhi perkembangan sosial-emosional. Penelitian bertujuan untuk mengkaji penerapan pengasuhan permisif serta dampaknya bagi perkembangan sosial-emosional anak melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus pada satu keluarga yang memiliki anak usia lima tahun. Data dikumpulkan melalui observasi selama tujuh hari, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif serta diuji melalui triangulasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pola asuh permisif berdampak positif terhadap kepercayaan diri, empati, dan kemampuan interaksi sosial anak. Namun, ditemukan pula dampak negatif berupa rendahnya kemandirian, kesulitan dalam mengatur emosi, serta rendahnya kepatuhan terhadap aturan. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kebebasan dan kontrol dalam bimbingan orang tua.
1751-1759 -
Video Senam Ceria Berbasis Kecerdasan Kinestetik Untuk Anak Usia Dini
Sri Maya Abdullah, Syarifah Halifah , Novita Ashari, Andi Tien Asmara Palintan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8329 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video senam ceria berbasis kecerdasan kinestetik guna meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Punnia, Pinrang. Metode yang digunakan adalah model Research and Development (R&D) Borg and Gall yang dilaksanakan hingga tahap ketujuh. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, lembar observasi perkembangan kinestetik anak, serta angket respons guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh skor 83%, ahli media 86%, dan ahli bahasa 92%, seluruhnya berkategori sangat layak. Observasi kecerdasan kinestetik anak menghasilkan rata-rata persentase 96,4% dengan kategori sangat baik, dan respons guru mencapai 84% (sangat layak). Video senam ceria terbukti efektif dalam menstimulasi kecerdasan kinestetik anak pada aspek koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kelenturan, dan kecepatan gerak.
1760-1768 -
Pengaruh Media Wordwall dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Matematika Awal Sekolah Dasar Kelas 1
Safia Safitri, Setiyo Utoyo , Yaswinda Yaswinda , Rakimahwati Rakimahwati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8340 | Check in Google Scholar
Rendahnya kemampuan matematika awal kelas 1 sekolah dasar menjadi perhatian penting dalam pembelajaran, yang diduga dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif serta rendahnya motivasi belajar anak. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh media wordwall dan motivasi belajar terhadap kemampuan matematika awal sekolah dasar kelas 1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen factorial design 2x2. Dengan pengambilan sampel purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah UPT SD N 32 Tanjuang Bonai dan UPT SD N 03 Tigo Jangko. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 35 di kelas eksperimen dan 30 anak di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi untuk kemampuan matematika awal dan alat pengumpulan data digunakan lembar pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan uji perbedaan (uji-t) dan uji Anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Wordwall berpengaruh signifikan terhadap kemampuan matematika awal (0,000 < 0,05). Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan matematika awal kelas 1 sekolah dasar dengan hasil 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh media wordwall dan motivasi belajar terhadap kemampuan matematika awal anak dapat dilihat dari Uji Anava dengan hasil 0,020 < 0,05. Dapat disimpulkan penggunaan media wordwall dan motivasi belajar berpengaruh singnifikan terhadap kemampuan matematika awal anak sekolah dasar kelas 1. Implikasi penelitian ini adalah guru disarankan memanfaatkan media pembelajaran interaktif seperti wordwall untuk meningkatkan kemampuan matematika anak.
1769-1781 -
Pengaruh Animasi Nussa dan Rara terhadap Hafalan Doa Anak Usia Dini di PAUD Qurrata Ainainy Banda Aceh
Rahmatul Amalia Isnani, Muthmainnah Muthmainnah , Heliati Fajriah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8350 | Check in Google Scholar
Doa merupakan bentuk komunikasi batin antara anak dan Allah SWT yang penting dalam pendidikan agama Islam, namun, banyak anak di PAUD Qurrata Ainainy yang kesulitan menghafal doa-doa harian, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh animasi Nussa dan Rara terhadap hafalan doa anak usia dini di PAUD Qurrata Ainainy Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental, yaitu One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 16 anak menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi yang telah diuji validitasnya. Analisis data meliputi uji normalitas dan uji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kemampuan hafalan doa anak setelah diberikan perlakuan. Nilai rata-rata pretest sebesar 1,16 menjadi 2,18 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai thitung (6,249) > ttabel (2,131), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan animasi Nussa dan Rara dapat mempengaruhi hafalan doa anak usia dini di PAUD Qurrata Ainainy.
1781-1790 -
Pengaruh Papan Geometri terhadap Perkembangan Matematika Dasar Anak Usia Dini
Asmaul Husna, Hijriati Hijriati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8351 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh papan geometri terhadap perkembangan kemampuan matematika dasar anak usia dini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman anak terhadap konsep geometri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 anak dari kelompok B di PAUD Putroe Meutuah, Banda Aceh. Pengumpulan data menggunakan total sampling dilakukan melalui observasi dengan instrumen yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap kemampuan matematika dasar anak, dengan rata-rata pretest sebesar 1,95 yang meningkat menjadi 3,21 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung (15,332) > t tabel (2,145), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan papan geometri berpengaruh signifikan terhadap perkembangan matematika dasar anak usia dini.
1791-1798 -
Analisis Pendekatan Computational Thinking dalam Pembelajaran Anak Usia Dini terhadap Perkembangan Kognitif dan Karakter
Sumarni Sumarni, Imron Arifin , Yusuf Sobri , Alif Mudiono , Eny Nur Aisyah, Evania Yafie , Yudithia Dian Putra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8388 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran anak usia dini terhadap perkembangan kognitif dan karakter anak. Metodologi yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan computational thinking berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan pengenalan pola pada anak. Selain itu, computational thinking juga berperan dalam membentuk karakter anak, seperti ketekunan, kemandirian, dan kerja sama melalui aktivitas eksploratif dan proses debugging. Pendekatan computational thinking dapat diimplementasikan melalui metode plugged dan unplugged, dimana pendekatan unplugged lebih sesuai dengan karakteristik anak usia dini, sedangkan plugged memperkuat pemahaman konsep digital. Dengan demikian, integrasi keduanya menjadi strategi efektif dalam pembelajaran PAUD.
1799-1807 -
Cultivating Integrity through Ethnopedagogy: The Implementation of Cublak Suweng Traditional Game in Early Childhood Education
Salwa Rohmania Al Fakhri, Suharti Suharti , Mallevi Agustin Ningrum, Dhian Gowinda Luh Safitri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8361 | Check in Google Scholar
Instilling integrity in early childhood is often hindered by cognitive limitations in understanding abstract concepts and psychological barriers such as the fear of negative consequences. This study aims to analyze the effectiveness of implementing ethnopedagogy through the traditional game Cublak Suweng in fostering honesty among children aged 5–6 years. Using a qualitative approach with a case study design, this research involved seven children in an Islamic-based kindergarten. Data were collected through participatory observation, interviews, and documentation across four intervention sessions. Data were analyzed using thematic analysis techniques, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the mechanics of the Cublak Suweng game successfully deconstruct children's emotional barriers by creating a safe space when making mistakes. Furthermore, democratic social interaction within the game encourages a transition in children's morality from the heteronomous phase toward autonomous consciousness. The study concludes that ethnopedagogy based on local wisdom is more effective than conventional lecture methods in internalizing honesty values spontaneously; therefore, early childhood educators are encouraged to integrate traditional games into character education curricula as a contextual and affective learning method.
1806-1819 -
Pengembangan Model Pembentukan Karakter Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Menggunakan Media Loose Parts
Hanifiatus Samhah , Musayyadah Musayyadah , Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8371 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan karakter yang diimplementasikan melalui aktivitas bermain menggunakan media loose parts di PAUD Darul Ihsan, Kabupaten Pamekasan. Partisipan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah , guru kelas , dan anak-anak PAUD usia 5 sampai 6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Media pembelajaran loose part diimplementasikan secara bertahap, yaitu:1) persiapan, 2) pelaksanaan, dan 3) evaluasi. Adapun aktivitas bermain yang diidentifikasi meliputi aktivitas eksploratif (80%), imajinatif (75%), konstruktif (60%), dan kolaboratif (40%). Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan kemandirian anak dari 45% menjadi 78% ( kenaikan 33%) dan tanggung jawab dari 30% menjadi 70% ( kenaikan 40% ). Media loose part terbukti efektif dalam mengembangkan karakter anak usia dini, khususnya meningkatkan kreativitas dan tanggung jawab anak, serta memberikan wawasan baru terhadap pembelajaran PAUD yang inovatif dan berpusat pada anak.
1820-1826 -
Pemanfaatan Media Finger Puppet dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Bermain
Eva Nurlena, Muhammad Guruh Nuary, Yenni Yenni (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8343 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas media finger puppet dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini di RA Al Ittihad, Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 anak usia 5-6 tahun dan satu guru. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan), serta diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada indikator kemampuan berbicara, meliputi kemampuan berbicara (dari ±40% menjadi 80% anak aktif), penguasaan kosakata (bertambah ±30-40 kosakata baru), serta kelancaran berbicara yang ditandai dengan berkurangnya jeda dan pengulangan kata. Selain itu, interaksi verbal anak meningkat saat bermain peran. Media finger puppet terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran komunikatif yang mendukung perkembangan Bahasa anak melalui aktivitas bermain yang interaktif dan kontekstual.
1827-1838 -
Penerapan Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif dan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun
Cucu Atikah, Isma Patonah, Tri Sayekti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8296 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan model pembelajaran PjBL dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif dan bahasa anak usia 5–6 tahun di TK Bhakti 2 Sirih. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif naturalistik. Subjek penelitian meliputi guru serta anak-anak Kelompok B di TK Bhakti 2 Sirih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PjBL yang mencakup tahapan permulaan, tahap pengembangan, hingga tahap penyimpulan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan secara terencana dan sesuai dengan tahap perkembangan anak terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan bahasa anak usia dini. Model pembelajaran PjBL ini merupakan kegiatan nyata untuk menyelesaikan permasalahan atau menghasilkan suatu produk, memberikan pengalaman secara langsung, belajar yang relevan dengan kehidupan anak, mendorong kerja sama, serta melibatkan anak secara aktif, sehingga mampu merangsang pemikiran kritis, kemampuan bernalar, dan memperkaya kosakata serta kemampuan berbahasa anak. Model pembelajaran PjBL dapat dikategorikan sangat baik dalam meningkatkan aspek kognitif dan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bhakti 2 Sirih.
1839-1844 -
Analisis Implementasi Media Ocean Fun dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Nurul Fitriyah, Musayyadah Musayyadah , Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8373 | Check in Google Scholar
Stimulasi bahasa di lingkungan kelas sering belum berjalan optimal karena pembelajaran masih cenderung pasif dan kurang didukung oleh media interaktif yang dapat mendorong keterlibatan aktif anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas Media Ocean Fun dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia 5–6 tahun di TK Darul Ulum. Media Ocean Fun merupakan alat permainan edukatif bertema laut yang terdiri atas tiga kegiatan, yaitu memancing kata, penyampaian kisah Nabi Yunus melalui akuarium mini, dan menyusun kata menjadi kalimat sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 19 anak usia 5–6 tahun dan objek penelitian berupa guru Kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Ocean Fun mampu meningkatkan keterlibatan belajar dan kemampuan bahasa anak secara bertahap. Sebanyak 17 anak menunjukkan perhatian dan antusiasme tinggi saat media diperkenalkan, 15 anak mampu menyebutkan kosakata berdasarkan huruf awal pada permainan memancing kata, 16 anak mampu menjawab pertanyaan terkait kisah Nabi Yunus, dan 14 anak dapat menyusun kalimat sederhana pada kegiatan merangkai kata. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media yang memadukan unsur visual, manipulatif, dan naratif dapat menstimulasi kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak secara lebih optimal.
1845-1854 -
Implementasi Brain Gym untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif pada Anak Usia Dini
Aprilya Nurdianingtyas , Amirul Mukminin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8353 | Check in Google Scholar
Kurangnya kemampuan kognitif dalam aspek konsentrasi belajar anak menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Konsentrasi belajar yang kurang dapat menyebabkan anak menjadi tidak fokus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Implementasi Brain Gym untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok TK B. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group desain. Penerapan brain gym dilakukan selama 3 minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif anak meliputi pemecahan masalah, berpikir logis, berpikir simbolik, daya ingat, konsentrasi dan perhatian. Berdasarkan hasil N-gain score menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pada kelas eksperimen sebesar 60,3%, sedangkan kelas kontrol sebesar 40,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Brain Gym sangat berpengaruh meningkatkan kemampuan kognitif anak. Sehingga pendidik TK disarankan untuk menerapkan barin gym pada saat pembukaan pembelajaran guna untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak.
1855-1864 -
Strategi Adaptasi Digital: Inovasi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Permainan Digital untuk Anak Usia Dini
Ainun Najah, Wulan Patria Saroinsong, Kartika Rinakit Adhe, Mohammad Syahidul Haq, Nurul Istiq'faroh (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8390 | Check in Google Scholar
Permainan digital dapat memberikan landasan bagi pemahaman teknologi untuk mengubah anak menjadi pencipta teknologi yang memiliki kecakapan digital, berpikir kritis, dan adaptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis integrasi permainan digital sebagai strategi inovasi guru dalam pembelajaran anak usia dini. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode Milles dan Huberman. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 10 guru PAUD, dan anak usia 5-6 tahun di TK Al Falah. Hasilnya guru berperan sebagai fasilitator memanfaatkan permainan digital yang dikombinasikan dengan metode konvensional secara seimbang. Inovasi permainan digital terbukti meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar, serta menstimulasi kognitif, bahasa, motorik, dan sosio-emosional. Pentingnya pemilihan konten permainan disesuaikan dengan kebutuhan minat anak. Integrasi permainan digital yang terarah dapat mentransformasi pembelajaran menjadi interaktif dan menarik.
1865-1878 -
Strategi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Gardening: Sebuah Systematic Literature Review
Wa Ode Dasriana, Asma Kurniati, Hartati Hartati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8375 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji relevansi pembelajaran berbasis gardening dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai pendekatan kontekstual yang mendukung perkembangan holistik anak. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis peran guru, keterlibatan anak, serta pemanfaatan lingkungan sekolah dalam sistem pembelajaran berbasis gardening. Metode yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui analisis 22 jurnal publikasi tahun 2019 – 2025 dan relevan terkait implementasi gardening pada PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis gardening efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif, sosial-emosional, karakter, serta kesadaran lingkungan anak. Guru berperan sebagai fasilitator aktif, anak sebagai subjek pembelajaran, sedangkan lingkungan sekolah berfungsi sebagai sumber belajar autentik. Simpulan dari penelitian menyatakan bahwa pembelajaran berbasis gardening layak diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum PAUD.
1879-1886 -
Implementasi Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Karakter dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
Dewi Pusparini, Barrotul Kamilia , Maulida Hidayati , Lin Istianah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8220 | Check in Google Scholar
Pembelajaran anak usia dini memerlukan pendekatan yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan karakter secara bermakna dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan media pembelajaran interaktif berbasis kegiatan bermain clay dalam mendukung penguatan karakter anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil karya anak. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain clay mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak, mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, serta memfasilitasi internalisasi nilai tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, kesabaran, dan ketekunan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistematis nilai karakter dalam penggunaan clay sebagai media interaktif, bukan sekadar sebagai sarana stimulasi motorik atau kreativitas. Temuan ini memberikan implikasi bahwa media berbasis aktivitas konkret dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di PAUD.
1887-1893 -
Implikasi Kesenian Ebeg dan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Sosial Budaya
Menik Handayani, Jiamelatun Jiamelatun , Tutuk Ningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8394 | Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan untuk menganalisis implikasi Kesenian Ebeg terhadap pendidikan karakter siswa sekolah dasar dalam perspektif sosial budaya. Pendidikan berbasis kearifan lokal menjadi penting dalam membentuk karakter siswa, terutama masyarakat yang kaya budaya seperti Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, subjek penelitian berjumlah 25, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Ebeg memiliki implikasi ganda dalam pendidikan. Secara positif, Ebeg berperan meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni, seperti tari, musik, dan seni rupa, serta menumbuhkan nilai karakter seperti gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Ebeg berpotensi sebagai media pendidikan karakter jika dilakukan seleksi nilai secara kontekstual.
1894-1900 -
Upaya Meningkatkan Nilai Moral Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Film Animasi Cerita Nabi
Anggi Annisa Pohan, Khadijah Khadijah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8398 | Check in Google Scholar
Pada masa keemasan, ketika anak-anak berusia antara lima dan enam tahun, mereka masih dalam proses mengembangkan karakter moral mereka. Dengan menggunakan versi kartun dari kisah hidup Nabi, riset ini berharap dapat menanamkan prinsip-prinsip moral yang lebih baik pada siswa RA Ar-Rahmah Percut Sei Tuan. Metode yang dipergunakan dikenal sebagai Penelitian Tindakan Kelas (CAR), dan melibatkan tiga belas siswa. Metode observasi mempergunakan alat checklist pertumbuhan moral dipergunakan untuk mengumpulkan data. Dengan persentase standar moral anak-anak "Belum Berkembang" di bawah 50%, riset ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian menemukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik pada setiap tahap, dimulai dari 39,74% sebelum siklus, meningkat menjadi 57,37% selama Siklus I, dan akhirnya mencapai 78,20% selama Siklus II. Seusai siklus pertama, semua anak ditempatkan dalam kategori "Sangat Berkembang" atau "Berkembang Sesuai Harapan", dan kelompok "Belum Berkembang" sepenuhnya dihilangkan. Oleh karena itu, film animasi yang berdasarkan kisah hidup para nabi merupakan cara yang bagus untuk menanamkan prinsip-prinsip moral pada anak-anak sejak usia 5 atau 6 tahun.
1901-1910 -
Nilai-Nilai Karakter Maritim untuk Kurikulum PAUD: Systematic Literature Review (SLR)
Happy Sri Hasrianti, Asma Kurniati, La Jeti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8399 | Check in Google Scholar
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi maritim yang melimpah, tetapi penanaman kesadaran dan karakter kemaritiman sejak usia dini masih belum optimal. Karenanya, pengintegrasian nilai-nilai karakter maritim ke dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat krusial untuk membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan laut dan memiliki identitas maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter maritim serta mengidentifikasi pola integrasinya dalam kurikulum PAUD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel jurnal pada periode 2019–-2025. Dari 262 artikel yang ditemukan, hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan konsistensi hasil di seluruh artikel mengenai nilai kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, cinta budaya maritim, kerja sama, disiplin, serta rasa ingin tahu. Pola integrasi nilai tersebut dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman, pemanfaatan media kontekstual, dan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, yang secara umum terbukti relevan dalam membentuk karakter anak usia dini.
1911-1921 -
Metode Bercerita dengan Gambar Berseri untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Anak Usia 5-6 Tahun: Studi Intervensi di Kelas
Lena Yumega Warna, Muhammad Guruh nuary, Evy Fitria (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8405 | Check in Google Scholar
Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun pada kenyataannya masih banyak anak yang belum mampu mengungkapkan ide dan perasaannya secara jelas dan runtut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui metode bercerita dengan menggunakan media gambar berseri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui metode bercerita dengan media gambar berseri di RA Al Ittihad Jambe. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 14 anak kelompok B1. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan yang signifikan. Rata-rata skor kelas meningkat dari 2,64 pada siklus I menjadi 3,69 pada siklus II atau sebesar 39,8%, sedangkan persentase anak yang mencapai ketuntasan meningkat dari 35% menjadi 64,29%. Media gambar berseri terbukti membantu anak memahami alur cerita, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara. Dengan demikian, metode bercerita dengan media gambar berseri efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini.
1922-1930 -
Implementasi Kegiatan Seni Lukis Kering dalam Pembentukan Kerakter Anak Usia Dini
Fariqotul Mahtubah, Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8380 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan seni lukis dalam pembentukan karakter anak usia dini di TK PKK Melati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia 4–6 tahun dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni lukis yang dilaksanakan melalui tahapan pembelajaran terstruktur mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan percaya diri. Anak menunjukkan partisipasi aktif serta mampu mengekspresikan ide dan perasaan melalui kegiatan melukis. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan pendekatan pembelajaran yang cenderung bersifat instruksional. Kesimpulannya, kegiatan seni lukis merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan karakter anak usia dini secara holistik.
1931-1939 -
Implementasi Permainan Ular Tangga Berbasis Experiential Learning dalam Pembentukan Karakter Sabar Anak Usia 5–6 Tahun di Raudhatul Athfal
Ulfatun Nisa , Dewi Pusparini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8362 | Check in Google Scholar
Permainan ular tangga dipilih sebagai salah satu metode karena selain sederhana, juga menyenangkan dan fleksibel untuk dimodifikasi. Permainan ini mampu menstimulasi kerja otak kiri dan kanan, mendorong anak untuk berinteraksi, serta membiasakan mereka untuk menunggu giliran dengan sabar. Penelitian ini bertujuan Menganalisis efektivitas permainan ular tangga dalam menumbuhkan sikap sabar pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B, guru kelas, dan kepala sekolah di RA Nurul Hikmah Lenteng Proppo Pamekasan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan ular tangga di RA Nurul Hikmah Lenteng secara signifikan mampu membentuk karakter sabar pada anak usia 5–6 tahun. Keberhasilan ini didasarkan pada proses pembelajaran experiential learning, di mana anak tidak sekadar menerima instruksi verbal, tetapi mengalami langsung proses pengolahan emosi melalui media bermain yang konkret. Penelitian ini menegaskan bahwa media permainan tradisional yang dimodifikasi secara edukatif memiliki potensi besar sebagai sarana stimulasi perkembangan afektif sekaligus sebagai media penanaman nilai karakter yang kuat di lingkungan pendidikan anak usia dini.
1940-1946 -
Furnitur Pintar Modular untuk Stimulasi Kemandirian dan Interaksi Sosial Anak Prasekolah
Saraswati Ayu Indhiraswari, Wulan Patria Saroinsong, Kartika Rinakit Adhe, Mohammad Syahidul Haq, Nurul Istiq'faroh (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8402 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur pintar modular pada furnitur PAUD sebagai upaya stimulasi kemandirian dan interaksi sosial anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap standar perkembangan anak, kurikulum, serta teknologi sederhana. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu mengidentifikasi kendala di kelas, merancang fitur furnitur, dan menyusun contoh penerapannya dalam kegiatan belajar. Hasil kajian konseptual menunjukkan bahwa furnitur dengan fitur sederhana, seperti lampu pengingat dan penanda kerja kelompok, dapat membantu anak belajar mandiri dan berinteraksi tanpa harus selalu diingatkan oleh guru. Respon otomatis dari furnitur mendorong anak memahami kebiasaan baik secara bertahap. Disimpulkan bahwa furnitur pintar modular dapat menjadi sarana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara alami serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, mandiri, dan kondusif.
1947-1955 -
Pengembangan Buku Kolase Ceria untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B
Luvi Krisnawati, Fitriana Fitriana , Sita Awalunisah , Shofiyanti Nur Zuama (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8395 | Check in Google Scholar
Kemampuan motorik halus pada anak usia dini masih menunjukkan perkembangan yang belum maksimal sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengevaluasi kelayakan Buku Kolase Ceria sebagai media pembelajaran dalam menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia dini peneitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 13 anak kelompok B di TK PGRI. Hasil vaidasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh kategri sangat valid berdasarkan penilaian ahi media dan ahli teori penerapan media pembelajaran tersebut juga menunjukkan peningkatan yang signifikan pada berbagai indikator kemampuan motorik halus anak. oleh karena itu, Buku Kolase Ceria dinilai layak dan efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk mendukung stimulasi perkembanagan motorik halus pada anak usia dini.
1956-1965 -
Implementasi Loose Parts sebagai Media untuk Pengembangan Keterampilan Motorik Halus pada Anak Usia Dini
Iftitah Dian Humairoh, Mediyana Mediyana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8428 | Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini berakar dari pentingnya stimulasi motorik halus pada anak usia dini melalui aktivitas manipulatif menggunakan media konkret yang ekonomis dan berbasis lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses penerapan media loose parts dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru kelas dan 20 anak kelompok B (usia 5–6 tahun) di RA Haudlatul Ulum, Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan selama dua minggu melalui teknik wawancara semi-terstruktur, observasi langsung menggunakan lembar observasi aspek motorik, serta dokumentasi berupa RPP dan hasil karya anak. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media loose parts yang dirancang melalui aktivitas rekonstruksi spasial pembuatan miniatur rumah berhasil mentransformasi kemampuan manipulatif anak dari kondisi kaku menjadi jauh lebih luwes dan terkontrol. Penelitian menegaskan bahwa karakteristik media yang bersifat open-ended efektif mengakselerasi ketangkasan fisik-motorik sekaligus mengoptimalkan fungsi multidimensional anak pada aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan kemandirian.
1966-1974 -
Pendekatan Third Teacher dalam Desain Ruang Kelas Indoor untuk Mengoptimalkan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini
Aditya Niko Entriza, Dwi Ningsulasih, Agus Sriyanto, Sumarno Sumarno , Mohd Fauzi Abu-Hussin, Alan Lutfi Gesang Saputra (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8413 | Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis optimalisasi desain ruang kelas indoor terhadap perkembangan motorik anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian dilaksanakan di kelas B RA Al Firdaus, Kabupaten Ngawi, dengan subjek 25 anak usia 5–6 tahun. Hasil menunjukkan bahwa ruang kelas yang fleksibel, memiliki zonasi jelas, akses material mudah, serta stimulus sensorik yang beragam mampu meningkatkan partisipasi aktif dan variasi gerakan motorik anak. Selain itu, ditemukan perbedaan kecenderungan motorik berdasarkan gender yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang kelas merupakan faktor pedagogis penting dalam mendukung perkembangan motorik anak usia dini serta menjadi dasar penguatan standar fasilitas pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif.
1975-1986 -
Media Papan Angka untuk Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun
Walidatul Istianah, Mediyana Mediyana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8408 | Check in Google Scholar
Kemampuan berhitung adalah keterampilan penting bagi anak-anak usia dini. Namun, di banyak daerah, mereka mengalami kesulitan karena kurangnya media pembelajaran dan metode pengajaran yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan media papan angka untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun di TK Al-Qur'an Nahdlatus Subban Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, dilakukan dalam dua siklus dengan dua pertemuan setiap siklus. Subjek penelitian terdiri dari 18 anak, 10 laki-laki dan 8 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Media yang digunakan adalah papan angka berukuran 60 cm x 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berhitung rata-rata anak dari 23,2% pada prasiklus menjadi 53,0% pada siklus 1, dan 83,2% pada siklus 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa media papan angka efektif dalam mengembangkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun dan memberikan solusi bagi guru TK di daerah dengan keterbatasan sumber daya.
1987-1995 -
Implementasi 3 Unsur Jenis Main dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di PAUDQu Daaarul Ishlah-Jambe
Dwi Rahayu Retnoningsih, Angger Prima Widhiasih, Evy Fitria (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8427 | Check in Google Scholar
Di era teknologi modern, penggunaan gawai telah mengubah cara anak-anak usia PAUD berkomunikasi satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembelajaran berbasis tiga elemen main pada anak-anak berusia lima hingga enam tahun. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan, dan informan adalah satu guru dan dua belas anak. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi selama 3 x 90 menit, dan studi dokumen menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan tiga unsur utama perkembangan bahasa di PaudQu Daarul Ishlah dan bagaimana penerapan tersebut berdampak pada perkembangan bahasa anak-anak berusia 5-6 tahun. PaudQu Daarul Ishlah adalah lembaga pendidikan Al-Qur'an untuk anak usia dini yang menekankan nilai-nilai Islami dengan menggunakan pendekatan berbasis permainan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui main konstruktif, main peran, dan main fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menyebutkan ciri-ciri benda secara sederhana saat bermain tiga jenis permainan tersebut. Misalnya, mereka dapat mengatakan bahwa bentuk kacang hijau adalah "bulat". Anak-anak mampu mengucapkan dialog sosial seperti "Ayo makan dulu," "Ibu mau memasak," dan "Ayah berangkat kerja," selama kegiatan main peran.
1996-2002 -
Mengintegrasikan Pembelajaran Berbasis Bermain dari Masyarakat Adat untuk Meningkatkan Keterampilan Berhitung Anak Usia Dini
Dewi Gemasih (Author); Amir Syamsudin, Prayitno PrayitnoShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8374 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan tradisional “Serimbang Gayo” sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak -anak prasekolah dalam konteks pengetahuan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain Quasi Eksperimental yang mencakup uji pra pasca satu kelompok. Subyek penelitian berjumlah 10 anak kelompok usia 5 hingga 6 tahun pada salah satu lembaga pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui tes matematika dan pengamatan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t berpasangan, serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukan peningkatakan nilai rata-rata dari 63,4 menjadi 82,7 sebagaimna dibuktikan oleh hasil uji t, teredapat perbedaan yang signifikan dengan nilai t (9)=12,31, p<0,05 dan ukuran efek (Cohen’d). Sebesar 1,85 yang dikategorikan sebagai “sangat besar” dengan nilai N-Gain sebesar 0,53, hasil ini masuk dalam kategori “sedang”. Hasil ini menunjukan bahwa permainan tradisional “Serimbang Gayo” berkontribusi secara efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak -anak usia dini. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap integrasi pengetahuan lokal ke dalam pembelajaran sebagai inovasi dalam pendidikan anak usia dini.
2003-2010 -
Strategi Guru Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak untuk Kesiapan Sekolah Dasar
Umi Fityatul Millah, Neneng Tasu’ah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8430 | Check in Google Scholar
Peralihan dari pendidikan untuk anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Kesiapan yang optimal pada masa transisi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak saat mulai memasuki sekolah dasar. Dalam proses tersebut, guru memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang secara langsung membimbing, menstimulasi, dan membentuk keterampilan sosial emosional anak sebagai bekal menghadapi lingkungan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di RA Miftakhul Huda. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok B, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai penyampai materi, teladan, pembimbing, dan fasilitator dalam pengembangan sosial emosional anak. Penguatan dilakukan melalui komunikasi empatik, bermain peran, permainan kolaboratif, serta pembiasaan sosial yang membantu anak belajar bekerja sama, mengelola emosi, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya sehingga mendukung kesiapan memasuki sekolah dasar.
2011-2018 -
Dampak Technoference dan Parental Phubbing terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini: Systematic Literature Review
Reviza Mayhart, Suryanto Suryanto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8414 | Check in Google Scholar
Penggunaan smartphone oleh orang tua dalam pengasuhan berpotensi memengaruhi interaksi serta perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak penggunaan smartphone orang tua, khususnya technoference dan parental phubbing terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review mengacu pada PRISMA. Artikel diperoleh dari Scopus dengan kriteria inklusi artikel empiris berbahasa Inggris, tersedia teks lengkap, dipublikasikan pada periode 2018–2026, dan relevan dengan pengggunaan smartphone orang tua, interaksi orang tua-anak, dan perkembangan sosial-emosional anak. Sebanyak tiga belas artikel dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan smartphone oleh orang tua berkaitan dengan penurunan kualitas interaksi, seperti berkurangnya responsivitas dan keterlibatan emosional. Dampak tersebut dimediasi oleh kualitas hubungan orang tua-anak, kelekatan, regulasi emosi, dan self-esteem. Selain itu, ditemukan berbagai dampak negatif berupa peningkatan masalah perilaku, penurunan perilaku prososial, dan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dengan cermat oleh orang tua dalam penerapan pola asuh pada anak.
2019-2028 -
Implementasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) Berbasis Pembiasaan Anak Usia 5-6 Tahun
Nita Hayati, Khadijah Khadijah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8434 | Check in Google Scholar
Studi ini dilakukan untuk menjelaskan pelaksanaan Program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berfokus pada aktivitas rutin anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun di RA Al-Kamal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru serta anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun yang secara langsung terlibat dalam kegiatan PHBS di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana, yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PHBS dilakukan dengan membiasakan anak-anak untuk menjalani kegiatan sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, memotong kuku, menyikat gigi, mengonsumsi makanan sehat, menggunakan toilet bersih, berolahraga secara teratur, memilih makanan ringan yang sehat, serta membuang sampah pada tempatnya. Implementasi program didukung oleh teladan dari guru, penggunaan metode pembelajaran yang menarik, seperti lagu dan demonstrasi, serta adanya fasilitas sekolah yang memadai. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai dapat secara mandiri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari, meskipun masih membutuhkan bantuan dan dorongan dari guru dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PHBS yang berbasis pada kegiatan rutin efektif dalam membangun pola hidup sehat pada anak-anak usia dini dan memberikan kontribusi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan mendukung.
2029-2038 -
Dampak Gangguan Okupasi terhadap Perkembangan Sosial dan Akademik Anak Usia Dini
Sayyidah Qurratu’ Aini , Tri Whayuningsih , Malpaleni Satriana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8440 | Check in Google Scholar
Gangguan okupasi pada anak merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bermain, belajar, dan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak gangguan okupasi terhadap perkembangan sosial dan akademik anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2018-2023 dan diperoleh dari Google Scholar serta PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan okupasi berpengaruh terhadap kemampuan sosial anak, seperti interaksi dengan teman sebaya, komunikasi, dan partisipasi dalam lingkungan sosial. Selain itu, gangguan okupasi juga berdampak pada aspek akademik, terutama dalam konsentrasi, mengikuti instruksi, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Berbagai faktor pendukung, seperti lingkungan keluarga yang positif, intervensi terapi okupasi, dan dukungan sekolah, berperan dalam mengurangi dampak yang muncul. Oleh karena itu, kerja sama orang tua, guru, dan tenaga profesional diperlukan untuk mendukung perkembangan sosial dan akademik anak secara optimal.
2039-2044 -
Kesiapan Guru PAUD dalam Pendidikan Inklusif: Peran Karakteristik Profesional dan Demografis
Dilla Alifah Putri , Riana Mashar, Dewi Ekowati, Febritesna Nuraini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8438 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan guru PAUD dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di ranah PAUD yang dipengaruhi faktor profesional dan demografis guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta mengkaji perbedaannya berdasarkan karakteristik guru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan guru PAUD sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji independent sample t-test dan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara umum berada pada kategori sedang. Secara deskriptif terdapat sedikit perbedaan berdasarkan usia, sertifikasi, pengalaman pelatihan, dan tingkat pendidikan. Namun, hasil uji inferensial menunjukkan bahwa karakteristik profesional dan demografis guru tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kesiapan guru dalam pendidikan inklusif. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan guru kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik profesional dan demografis guru.
2045-2052 -
Pengembangan Model Dialogic Storybook-Based Learning untuk Meningkatkan Kesiapan Membaca Anak Usia Dini
Hestilia Oktama Yurita, Lia Kurniawaty, Chandra Apriyansyah, Sri Sukatmi, Mazeni Ismail, Izumi Izumi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8409 | Check in Google Scholar
Kemampuan membaca permulaan anak usia dini masih menjadi permasalahan mendasar di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi, karena pembelajaran cenderung didominasi metode drill dan media yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Buku Cerita Interaktif Berseri Berbasis Sains sebagai media literasi yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development model ADDIE dengan pendekatan mixed method dan desain pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan 60 anak usia 3–6 tahun dan guru dari empat taman kanak-kanak. Hasil uji validasi oleh ahli PAUD, ahli bahasa, ahli media, dan ahli pembelajaran menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor 90–95, sehingga media dinyatakan layak untuk diimplementasikan. Sementara itu, hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca permulaan anak, meliputi pengenalan huruf, membaca kata sederhana, pemahaman cerita, dan keterlibatan belajar. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai t = -34,901 dengan signifikansi p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa buku cerita interaktif berbasis sains mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui integrasi cerita, visual, dan aktivitas eksploratif. Penelitian ini juga memperkuat teori perkembangan Piaget, Vygotsky, dan literasi visual dalam konteks pembelajaran literasi anak usia dini serta memberikan kontribusi berupa model literasi multidisipliner yang inovatif.
2053-2065 -
Permainan Board Games ‘Si Kemal Jago Finansial’ dalam Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun
Risma Rustianingrum, Yulianti Fitriani, Pepi Nuroniah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8452 | Check in Google Scholar
Sikap tanggung jawab sebagai bagian dari perkembangan sosial emosional merupakan hal krusial yang perlu distimulasi sejak dini sebagai bekal hidup anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sikap tanggung jawab anak usia 5–6 tahun melalui permainan board game ‘Si Kemal Jago Finansial’. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 5 anak di kelas B TK Segar Amanah. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, dan instrumen penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten dari pra-siklus hingga siklus II. Rata-rata klasikal pra-siklus hanya mencapai 35%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa board game berbasis konteks finansial sederhana efektif membentuk sikap tanggung jawab anak usia dini dan dapat dijadikan strategi pembelajaran yang replikatif oleh pendidik PAUD.
2066-2083 -
Perilaku Menunggu Orang Tua di Sekolah: Hambatan terhadap Perkembangan Kemandirian Anak Usia Prasekolah
Ai Hesti Nurlina, Asep Kurnia Jayadinata, Ihsan Abdul Patah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8451 | Check in Google Scholar
Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah. Namun, perilaku orang tua yang menunggu anak di sekolah diduga mempengaruhi perkembangan kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku menunggu orang tua di sekolah terhadap perkembangan kemandirian anak usia prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal pada 17 anak kelompok B dan orang tuanya. Data dikumpulkan melalui angket perilaku menunggu orang tua dan lembar observasi kemandirian anak, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menunggu orang tua memiliki skor rata-rata 33,71 dari skor maksimum 48, sedangkan kemandirian anak memiliki skor rata-rata 33,29 dari skor maksimum 40. Analisis regresi menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemandirian anak (β = -0,879; p = 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 56,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas orang tua menunggu anak di sekolah, semakin rendah tingkat kemandirian anak, sehingga diperlukan pola pendampingan yang lebih proporsional.
2084-2093 -
Strategi Pengasuhan Ayah Tunggal dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Anak Usia 5–6 Tahun
Nurhelina Risma Sari, Pepi Nuroniah, Deri Hendriawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8453 | Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak usia dini pada fase perkembangan usia 5–6 tahun. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif melalui rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini melibatkan tiga ayah tunggal yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dan disusun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian mengungkapkan bahwa ayah tunggal menjalankan peran ganda secara bersamaan, yakni sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama. Selain menjalankan peran ganda tersebut, ayah tunggal juga berfungsi sebagai motivator, fasilitator, serta pembimbing dalam proses pembentukan kemandirian anak secara aktif. Pola asuh yang paling banyak diterapkan yaitu pola asuh demokratis. Kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan, pemberian kesempatan untuk berlatih secara mandiri, serta keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Faktor pendukung dalam proses pengasuhan berasal dari dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan tuntutan peran ganda yang diemban ayah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi aktif ayah berperan signifikan dalam membentuk kemandirian anak usia dini.
2094-2105 -
Locomove Path Carpet Media: Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Azizah Nur Fitriana, Afifah Rahmaningrum, Eka Cahya Maulidiyah, Yes Matheos Lasarus Malaikosa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8439 | Check in Google Scholar
Keterampilan motorik kasar sangat penting dalam mendorong perkembangan anak usia dini. Namun, faktanya kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun masih tergolong rendah sehingga memerlukan stimulasi yang tepat. Strategi yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan media locomove path carpet dalam proses pembelajaran. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan media locomove path carpet terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan 24 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan lembar observasi checklist. Data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar setelah diberikan treatment. Hal ini dibuktikan melalui uji Wilcoxon membuktikan bahwa nilai Z = -4.331 dan nilai p-value = < 0.001 yang menunjukkan hasil pre-test dan post-test memiliki perbedaan yang siginifikan, serta seluruh anak mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa media locomove path carpet berpengaruh dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.
2106-2113 -
Percent Consonants Correct and Vowels Correct as Predictors of Word-Level Intelligibility in Children: Evidence from 394 Indonesian-Speaking Children
Jumiarti Jumiarti, Rexsy Taruna, Stella Rosalina Phandinata (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8447 | Check in Google Scholar
Speech intelligibility is a key indicator of children’s communicative competence, yet evidence regarding its phonological predictors in Indonesian-speaking children remains limited. This study investigated the extent to which consonant and vowel accuracy predict word-level intelligibility in Indonesian children. A total of 394 typically developing Indonesian children aged 3-6 years participated. Speech production measures included Percent Consonants Correct (PCC), Percent Vowels Correct (PVC), and word-level intelligibility scores. Statistical analyses comprised descriptive statistics, Mann-Whitney U tests for gender comparisons, Spearman correlations controlling for age, and linear regression. Mean scores were 85.25 (PCC), 87.56 (PVC), and 80.04 (intelligibility). Girls outperformed boys across all three measures. Strong correlations were found between PCC, PVC, and intelligibility, with PCC demonstrating the strongest association. Regression analysis indicated that PCC and PVC together explained 75.8% of the variance in intelligibility, with PCC emerging as the dominant predictor. Consonant accuracy is the primary determinant of intelligibility, although vowel accuracy provides additional predictive value. These findings align with cross-linguistic literature and contribute empirical reference data for Indonesian children, highlighting implications for assessment and intervention in speech-language pathology..
2114-2120 -
Pembelajaran Berbasis Game Digital Menggunakan Wordwall untuk meningkatkan kemampuan Logis Matematis pada Anak Usia 5-6 tahun
Dia Ramadani, Siti Farida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8471 | Check in Google Scholar
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wordwall dalam meningkatkan kemampuan logis matematis anak usia 5–6 tahun pada Kelompok B TK Al-Ikhlas. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan logis matematis anak yang masih berada pada kategori Belum Berkembang akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Subjek penelitian berjumlah 27 anak. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan logis matematis anak, khususnya pada kemampuan mengenal lambang bilangan, menghitung benda, dan menyusun urutan angka. Pada akhir siklus II, sebanyak 93% anak mencapai kriteria perkembangan yang diharapkan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa media Wordwall dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya pada aspek logis matematis.
2121-2130 -
Pengembangan Buku Cerita Bergambar sebagai Media Edukasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi bagi Anak Usia 5-6 Tahun
Aulia Nurhasanah, Deri Hendriawan, Roby Naufal Arzaqi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8482 | Check in Google Scholar
Anak usia dini merupakan kelompok rentan terhadap bencana gempa bumi, sehingga dibutuhkannya lebih banyak media edukasi mitigasi yang memadai. Secara spesifik, belum adanya media yang mengintegrasikan tiga siklus mitigasi secara menyeluruh dalam satu produk cetak yang dilengkapi komponen pedagogis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta praktikalitas buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi untuk anak usia 5-6 tahun. Metode Design and Development (D&D) Tipe 1 diterapkan melalui model ADDIE yang dibatasi pada empat tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pengembangan buku didasarkan pada kebutuhan yang ditelaah melalui kajian literatur dan didukung oleh penggunaan sumber rujukan resmi dan tersistematis. Validitas media dinilai oleh satu orang ahli validator materi dan satu orang ahli validator media dengan menggunakan lembar instrumen validasi, serta lima orang guru di TK ABA 2 Kota Serang sebagai responden uji praktikalitas. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 100% dan ahli media 93,7%, keduanya berkategori sangat valid. Uji respons guru memperoleh rata-rata 85% dengan kategori sangat praktis. Buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" dinyatakan valid dan praktis sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi yang kontekstual bagi anak usia 5–6 tahun. Produk ini berimplikasi pada pentingnya penyediaan media pembelajaran berbasis literasi bencana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini sebagai upaya sistematis penguatan kesiapsiagaan sejak dini di satuan PAUD.
2131-2145 -
Pendekatan STEAM melalui Eksperimen Sederhana dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif dan Sosial-Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Siska Ramadani, Renistiara Medilianasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8488 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perndekatan STEAM melalui eksperimen sederhana dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di KB-TK Aisyiyah Pembina Salatiga dengan tiga partisipan, yaitu kepala ssekolah, guru kelompok B1, dan guru kelompok B2 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nopartisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi triangulasi sumber. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan STEAM diimplementasikan melalui berbagai kegiatan eksperimen sederhana yang mengintegrasikan unsur science, technology, engineering, art, dan mathematics dalam pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan adanya perkembangan kemampuan kognitif anak berupa rasa ingin tahu, berpikir kritis, pemahaman sebah-akibat, dan pemecahan masalah sederhana. Selain itu, perkembangan sosial-emosional terlihat melalui kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan mengelola emosi selama kegiatan berkelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksperimen sederhana menjadi strategi yang mampu mendukung dalam implementasi STEAM untuk mendukung perkembangan kognitif dan sosial-emosional anak usia dini.
2146-2155 -
Board Game Edukatif Berbasis Berpikir Logis untuk Anak Usia 5-6 Tahun
Rena Susilawati, Nelva Rolina, Prayitno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8457 | Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan board game berbasis berpikir logis untuk anak usia 5–6 tahun serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 19 anak kelompok B pada lembaga pendidikan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir logis anak pada aspek klasifikasi, pengurutan, pengenalan pola, dan pemahaman hubungan sebab-akibat. Temuan ini menunjukkan bahwa board game edukatif berbasis berpikir logis dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini serta berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran berbasis permainan di pendidikan anak usia dini.
2156-2167 -
Tari Krincing Nogiren Pelangi untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun
Siti Julaikah, Dian Kristiana, Nurtina Irsad Rusdiani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8568 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan pengembangan Tari Krincing Nogiren Pelangi sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat mendukung stimulasi kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang mencakup tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian melibatkan anak kelompok B usia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta validasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengolah skor validasi ahli dan analisis persentase untuk mengetahui capaian kemampuan motorik kasar anak. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli desain pembelajaran tari. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Tari Krincing Nogiren Pelangi dirancang melalui penyederhanaan gerak tari asli, penyesuaian durasi penyajian, serta penambahan properti berupa krincing, selendang, dan aksesoris kepala berwarna-warni yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tari Krincing Nogiren Pelangi dinilai layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Produk ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran tari berbasis budaya lokal yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini serta dapat diterapkan pada berbagai lembaga PAUD sebagai media stimulasi motorik kasar yang menarik dan kontekstual.
2168-2182 -
Eksplorasi Regulasi Emosi Anak Usia Dini dan Peran Guru di TK Kota Padang
Riskha Hanifa Nasution , Nurhafizah Nurhafizah , Amalia Husna , Elvira Khori Uln, Wulan Rahmadia Novera , Harlina Ramelan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8231 | Check in Google Scholar
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting dalam perkembangan sosial emosional yang mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri. Meskipun penelitian tentang regulasi emosi sudah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus mengeksplorasi praktik dukungan guru terhadap regulasi emosi anak dalam pendidikan anak usia dini di tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan regulasi emosi anak serta peran guru dalam mendukung regulasi emosi anak di taman kanak-kanak wilayah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kontekstual dengan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian terdiri dari 15 guru pada 5 TK di Kota Padang yang memiliki pengalaman mengajar minimal tiga tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi anak usia dini masih berkembang dan ditandai dengan ekspresi emosi yang cenderung spontan. Namun, dukungan guru melalui pendekatan berbasis empati, penguatan positif, dan pemberian label emosi membantu anak secara bertahap mengenali serta mengelola emosinya. Temuan penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman praktik dukungan emosional di lingkungan PAUD, sekaligus menegaskan peran strategis guru sebagai co-regulator dalam proses perkembangan regulasi emosi anak.
2183-2190 -
Literasi Digital Simulatif Konten Anomali AI dan Risiko Brain Rot Anak Usia Dini
Melati Mediana Tobing, Silvia Nevane Paramasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8170 | Check in Google Scholar
Maraknya konten digital Anomali AI (Artificial Intelligence) meresahkan masyarakat sehingga perlu dilakukan literasi digital terkait konten maupun dampak paparannya terhadap risiko Brain Rot. Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2025 ini diikuti oleh 20 orang tua, 10 guru TK, dan 29 anak (usia 3-5 tahun). Metode edukasi meliputi: penyuluhan interaktif, pelatihan partisipasi, diskusi dan analisis konten. Sebelum dan setelah kegiatan juga dilakukan tes untuk evaluasi tingkat pencapaian literasi digital peserta. Secara terpisah, bagi anak dilakukan simulasi konten Anomali AI yang berbahaya dan alternatif kegiatan: mendengarkan dongeng dan lomba mewarnai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: 58% peserta mengetahui bahaya konten anomali AI saat tes awal dan kemudian mencapai 94% saat tes akhir. Akhirnya, guru dan orang tua dapat mengenali elemen anomali pada konten digital AI serta berkomitmen melakukan pendampingan anak, termasuk pembatasan durasi menonton dan pemilihan konten edukatif yang sehat. Kesinambungan program literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi praktik pendampingan anak usia dini oleh orang tua dan guru, atau melaksanakan program literasi yang sama namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
2191-2198 -
Efektivitas Media Interaktif untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini
Yovani Sri Watipah, Tuti Rahmi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.7729 | Check in Google Scholar
Perilaku prososial merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang mencakup perilaku berbagi, bekerja sama, dan menolong orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media story telling dan permainan edukatif puzzle dalam meningkatkan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subjek penelitian ini yaitu 30 anak usia 5-6 tahun, instrument yang digunakan adalah Child Prosocial Behavior Questionnare (CPBQ). Analisis data dilakukan melalui perhitungan N-Gain, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Kruskal–Wallis, dan uji lanjut Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (<0,05), dimana permainan edukatif puzzle lebih efektif dalam meningkatkan perilaku prososial dibandingkan dengan media story telling. Permainan edukatif puzzle dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku prososial melalui memperkuat kemampuan berbagi, bekerja sama, membantu, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Sedangkan Media story telling cocok untuk meningkatkan perilaku prososial melalui penanaman nilai-nilai moral secara mendalam. Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran yang bersifat partisipatif perlu dioptimalkan dalam pendidikan anak usia dini.
2199-2209


