Korelasi Status Gizi dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun: Pendekatan Studi Observasional di Komunitas Pesisir

Authors

  • Agustin Lilawati Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Gresik, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8287

Keywords:

Perkembangan kognitif Status gizi Usia 4-5 tahun Komunitas pesisir Cross-sectional

Abstract

Usia 4–5 tahun merupakan fase golden age yang sangat menentukan perkembangan kognitif anak. Status gizi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan struktur dan fungsi otak, di mana kekurangan gizi dapat menyebabkan keterlambatan kognitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dan perkembangan kognitif anak usia 4–5 tahun pada komunitas pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur melalui antropometri berdasarkan Z-score WHO, sedangkan perkembangan kognitif dinilai menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% anak memiliki status gizi normal dan 60% berada pada kategori perkembangan kognitif sesuai. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan kognitif (p = 0,028) dengan kekuatan korelasi sedang (ρ = 0,54). Disimpulkan bahwa status gizi berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kognitif anak pada komunitas pesisir..

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., Webb, P., Lartey, A., & Black, R. E. (2013). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 382(9890), 452–477. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60996-4

Black, M. M., & Nelson, C. A. (2016). Brain development and nutritional deficiencies in early childhood. Nutrition Reviews, 74(11), 677–689 https://doi.org/10.1002/9781119125556.devpsy206

Black, R. E., et al. (2021). Executive function and early childhood malnutrition: A longitudinal assessment. Journal of Nutrition, 151(4), 980–988 https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2021.06.005

Checkley, W., et al. (2019). Multi-country analysis of the effects of diarrhea on childhood growth and cognitive development. International Journal of Epidemiology, 48(2), 510–520 https://doi.org/10.7176/jcsd/50-05

Georgieff, M. K., Brunette, K. E., & Tran, P. V. (2018). Early life iron deficiency and its effects on brain development and future behavior. Nutrients, 10(12), 1908 https://doi.org/10.3390/nu10020135

Grantham-McGregor, S., et al. (2020). Cognitive effects of psychosocial stimulation and nutrition supplementation in undernourished children. Archives of Disease in Childhood, 105(7), 642–649 https://doi.org/10.1186/isrctn31299262

Hurlock, E. B. (2014). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Jeong, J., Pitchik, H. O., & Fink, G. (2021). Short-term, medium-term, and long-term effects of early parenting interventions in low- and middle-income countries: A systematic review. Pediatrics, 147(4), e2020002821. https://doi.org/10.1542/peds.2020-002821

Mahardika, S. S., & Susanti, R. (2022). Hubungan antara riwayat kesehatan ibu dan status gizi anak dengan keterlambatan perkembangan kognitif usia 4–5 tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 87–95. https://doi.org/10.71456/jik.v1i1.70

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). Environmental enteropathy: A critical inhibitor of growth and childhood development. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 108(2), 62–69 https://doi.org/10.1007/978-1-137-01548-8_8

Shonkoff, J. P., et al. (2017). Lifelong effects of early childhood adversity and toxic stress on brain development. Pediatrics, 129(1), e232–e246 https://doi.org/10.1542/9781610020862-part05-the_lifelong

Soetjiningsih. (2019). Tumbuh kembang anak. EGC.

Victora, C. G., et al. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition: Global progress and challenges. The Lancet, 397(10282), 1385–1399 https://doi.org/10.1016/s0140-6736(21)00394-9

Walker, S. P., Wachs, T. D., Grantham-McGregor, S., Black, M. M., Nelson, C. A., Huffman, S. L., Baker-Henningham, H., Chang, S. M., Hamadani, J. D., Lozoff, B., Gardner, J. M. M., Powell, C. A., Rahman, A., & Richter, L. (2015). Inequality in early childhood: Risk and protective factors for cognitive development. The Lancet, 378(9799), 1325–1338.

World Health Organization. (2024). Child growth standards and cognitive delays: A global reporting. World Health Organization.

Yuniarti, Y., Suryawan, A., & Pramono, M. S. (2022). Hubungan antara status gizi dan tingkat pendidikan ibu terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 125–134 https://doi.org/10.32539/jks.v9i2.140

Downloads

Published

28-05-2026

Indexing Check

How to Cite

Lilawati, A. (2026). Korelasi Status Gizi dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun: Pendekatan Studi Observasional di Komunitas Pesisir. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(3), 1689–1696. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8287

Issue

Section

Articles