Vol. 9 No. 1 (2025)
Total Articles: 40
Issue Coverage: 99 Author(s) from 1 Country(s)
Indonesia (96)
Articles
-
The Effectiveness of Financial Literacy Education on Children's Economic Decision-Making: A Meta-Analysis Approach
ST. Hatidja, Suhardi Suhardi, Rizal Ula Ananra Fauzi, Nurul Hudaeni, Ria Oktora, Afrizal Afrizal, Tomi Apra Santosa, Unpris Yastanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6738 | Check in Google Scholar
This study aims to determine the influence of financial literacy education on children's economic decision-making. This type of research is quantitative research with a meta-analysis approach. The inclusion criteria in this study are 1) data from national and international journals indexed by SINTA and Scopus, 2) research published in 2021-2024, 3) research must be relevant, 4) research data must report complete data to calculate the effect size value. Research data was obtained from 25 studies that have met the inclusion criteria—data analysis with the help of the JASP 0.8.5 application. The study's results concluded that the average effect size value was ( d = 0.994; z = 11.198; p< 0.001) in the high effect size category. These findings show that financial literacy education significantly influences children's decision-making.
1-9 -
Mengintegrasikan Buku 9 Pilar untuk Pendidikan Karakter di TK Anak Cerdas Ungaran: Sebuah Studi Implementasi
Marlina Arestin Putri, Swantyka Ilham Prahesti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6674 | Check in Google Scholar
Indonesia saat ini menghadapi krisis karakter, di mana tidak semua jenjang pendidikan melaksanakan pembiasaan pendidikan karakter secara terjadwal dan terkonsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi buku 9 pilar dalam penanaman pendidikan karakter di TK Anak Cerdas Ungaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan buku 9 pilar berkontribusi signifikan terhadap pemahaman karakter di kalangan anak-anak. Guru melaporkan kemudahan dalam menyampaikan konsep karakter, sementara anak-anak menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan. Penerapan pendidikan karakter juga berlangsung secara sistematis dan terjadwal, memberikan dampak positif pada perkembangan karakter anak.
10-22 -
Implementasi Pola Pembiasaan Pendidikan Agama Islam untuk Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga: Studi Kasus TK YAMMBA Jatibarang
Aini Sobah, Ali Sunarso, Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6207 | Check in Google Scholar
Pengembangan nilai moral agama erat kaitannya tentang budi pekerti seorang anak, sikap sopan santun, kemauan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pola pembiasaan pendidikan agama Islam anak usia dini dalam keluarga yang baik sehingga nantinya mampu menjaga keimanannya untuk berbuat sesuai ajaran agama dan moralitasnya. Tujuannya untuk mengetahui pola pembiasaan pendidikan agama islam untuk anak usia dini di lingkungan keluarga: studi kasus TK YAMMBA Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sampel dalam penelitian ini adalah anak TK YAMMBA Jatibarang Brebes. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah pembiasaan pendidikan agama Islam anak usia dini melalui Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia pada kegiatan intrakurikuler diimplementasikan melalui lima model, yaitu: pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, pembelajaran partisipatif, dan program kegiatan sekolah.
23-32 -
The Effectiveness of SAVI Learning Model Based on Flipped Classroom on Children's Problem Solving Ability
Nurina Happy, Mardiati Mardiati, Nur Hidayati, Nur Latifah, Ifa Safira, Sukini Sukini, Ahmad Zain Sarnoto, Windy Dian Sari, Hasyim Mahmud Wantu, Aat Ruchiat Nugraha, Dewanto Dewanto, Unpris Yastanti, Tomi Apra Santosa, Everhard Markiano Solissa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6753 | Check in Google Scholar
This study aims to determine the effectiveness of the flipped classroom-based SAVI learning model on children's problem-solving skills. This research is a type of meta-analysis research. The eligibility criteria in this study are: a) the research must be published in 2022-2024; b) this research was obtained through the Google Scholar database; Mendeley; ScienceDirect; and Wiley; c) the research must be relevant; d) the research must have complete data to calculate the effect size value; and the sample size > 30 participants. The data in this meta-analysis is analyzed with the help of JASP and Microsoft Excel applications. The results of the analysis of 19 effect sizes concluded that the summary effect size value ( d = 1.077 ; z = 8.172 ; p < 0.001) of the effect size category was strong. These findings show that the application of the effectiveness model of the flipped classroom-based SAVI learning model has a positive influence on children's problem-solving skills
33-42 -
Critical Thinking and Collaboration Skills in Catholic Religious Education: A Study of Junior High School Students
Paulina Maria Ekasari Wahnyuningrum (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6751 | Check in Google Scholar
The aims of this research is to find out the critical thinking and collaboration skills of the junior high students in catholic religious subjects. This is a quantitative approach with a descriptive method.The research population were the eighth students of junior high school in Palangkaraya, totaling 35 students. The research instrument used 8 questions for critical thinking skill and 8 questions for collaboration skill. The collected data analyzed using the descriptive analysis. The results of the analysis show that the critical thinking and collaboration of the students are in the middle criteria. Some reasons can be concluded such as teachers' lack of ability to integrate learning that leads to critical and collaborative thinking, monotonous learning activities and the lack of familiarity with religious learning being made into arguments and discussions.
43-48 -
Meningkatkan Minat Siswa SD pada Pertanian melalui Pendidikan Lingkungan
Yohanes Kamakaula (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6752 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji peran pendidikan lingkungan dalam meningkatkan minat siswa sekolah dasar terhadap bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menganalisis informasi dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman nyata, seperti bercocok tanam di sekolah dan kunjungan ke lahan pertanian, efektif meningkatkan ketertarikan siswa; keberhasilan program dipengaruhi oleh kualitas kurikulum, keterampilan guru, dan dukungan infrastruktur; serta terbatasnya fasilitas dan pelatihan bagi guru menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan kurikulum yang inklusif serta dukungan sumber daya untuk meningkatkan efektivitas pendidikan lingkungan berbasis pertanian.
49-53 -
Effectiveness of PBL Model Based on Local Wisdom on Children's Scientific Thinking Skills
Risnawati Risnawati, Diah Purwaningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6764 | Check in Google Scholar
This study aims to determine the effectiveness of the problem-based learning model based on local wisdom on scientific thinking skills in children. This research is a type of quantitative research with a meta-analysis approach. This meta-analysis analyzed 23 effect sizes obtained through Google Scholar; Mendeley; ERIC issued in 2022-2025 with 1054 children. Data analysis with the help of the JASP application. Effect size is calculated with a 95% confidence level. The results of the data analysis concluded that the summary effect size value obtained through the random effect model was 1,072 (very high effect size category). These findings show that on average, children who use the problem-based learning model based on local wisdom can improve scientific thinking skills in children compared to conventional learning models.
54-64 -
Effectiveness of Project-Based and Case-Based Learning Models on Children's Numeracy Literacy Skills in Schools
Ifa Safira, Unpris Yastanti, Abul Walid, Tomi Apra Santosa, Sukini Sukini, Muh Safar, Everhard Markiano Solissa, Hasyim Mahmud Wantu (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6853 | Check in Google Scholar
There are many studies on project-based learning and case-based learning models in the world of Education, but many studies have concluded that the results of the research are different and the influence of the model is not profound on Children's numeracy skills. This study aims to determine the effectiveness of project-based and case-based learning models to improve Children's numeracy literacy skills in schools. The type of research is quantitative research with a meta-analysis approach. The eligibility criteria of this study are that the research must be relevant, the research data is obtained from the ScienceDirect database; Mendeley; ERIC and Google Scholar; The research was published in 2020-2025; and The research must report complete data to calculate the effect size value. Data analysis with the help of Excel and Jamovi applications to calculate the effect size value of each study. The results of the study concluded that the 19 studies analyzed obtained a summary effect size value (d = 0.924; z = 7.446 p < 0.001). These findings show that the project-based learning and case-based learning models have a significant influence on Children' numeracy literacy skills in schools.
65-74 -
Pengaruh Penerapan Permainan Tradisional Rangku Alu Terhadap Motorik Kasar Di Taman Kanak-Kanak
Elizabeth Prima, Putu Indah Lestari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.4338 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik kasar merupakan proses anak belajar terampil menggerakkan anggota badan. Gerakan motorik kasar pada anak akan terwujud saat anak mulai mendapatkan koordinasi dan keseimbangan, seperti orang dewasa. Upaya peningkatan keterampilan motorik kasar dapat diajarkan oleh guru melalui permainan tradisional, salah satunya permainan tradisional rangku alu. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh permainan tradisional rangku alu dalam meningkatkan motorik anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis yang digunakan quasi eksperimen, sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan rubrik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 anak. Terlebih dahulu dilakukan uji prasarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Kemudian untuk menguji perbandingan motorik kasar anak yang bermain permainan rangku alu dan anak yang melakukan pembelajaran biasa maka dilakukan analisis independent sample t test. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada pengaruh permainan tradisional rangku alu terhadap motorik kasar anak.
75-82 -
Literacy Innovation in Toilets: Integration of Discovery Learning Model for Early Childhood Education in Sikka, NTT
Alexius Boer, Marianus Yufrinalis, Maximinus Adrianus Sarto Dumbaris, Sonya Kristiani Maria, Yonas Klemens Gregorius Dori Gobang (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6727 | Check in Google Scholar
This research is motivated by the learning conditions at the Early Childhood Education (ECE) level caused by several factors, namely the weak creativity of teachers in managing the classroom, the lack of media and learning support tools, and the low interest in learning from students. By describing innovations in the form of image design on the concept of Literacy Toilets, this study aims to explore the concept of Literacy Toilets initiated and collaborate with Discovery Learning learning steps. The research method applied is a qualitative research method with a descriptive analysis approach based on various information collected from observation studies, documentation and interview results with parties directly involved in education at the school. The results of the study show that the steps of the Discovery Learning model can be applied and collaborated with the school literacy movement through the concept of Literacy Toilets. The application of the exploration method through the design of the Literacy Toilet can increase the Student Learning Activity (KBS) from 62.6% with the Medium category to 85.22% with the High category.
83-100 -
Strategi Guru dalam Mengajarkan Pendidikan Seks untuk Anak dan Kendalanya
Diajeng Ayu Eka Fadilah, Muthmainah Muthmainah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.4975 | Check in Google Scholar
Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak makin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan seksual yang dimulai sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengajarkan pendidikan seks untuk anak dan kenadalanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan media google form. Populasi pengambilan data yaitu guru TK di   Sampel dalam penelitian ini adalah 67 guru yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengajarkan pendidikan seks untuk anak, guru paling banyak menggunakan metode bercerita (43,3%) dan metode bernyanyi (29,9%), dengan  media boneka dan video sebagai yang umum dipakai. Sebanyak 89,6% guru sudah melibatkan partisipasi orangtua dalam mengajarkan pendidikan seks. Adapun kendalanya yaitu guru kesulitan untuk menemukan media dan menemukan strategi komunikasi yang tepat untuk menyampaikan materi agar anak-anak mudah memahami materi pendidikan seks. Sehingga guru merasa perlu diadakannya pelatihan pembuatan media yang mendukung materi pendidikan seks anak usia dini dan strategi konkrit tentang contoh pertanyaan dan cara menjawab pertanyaan anak mengenai pendidikan seks.
101-116 -
The Character of Early Childhood Education: Perspectives of Ki Hajar Dewantara and Maria Montessori
Dedi Andrianto, Wakib Kurniawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6316 | Check in Google Scholar
This research explores the concept of character education for pre-school children based on the perspectives of Ki Hajar Dewantara and Maria Montessori. This research uses a qualitative approach with a comparative analysis method to highlight the similarities and differences of these two educational pioneers. Ki Hajar Dewantara emphasised the integration of local wisdom, independence, and moral values through the principles of ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha’ (setting an example), ‘Ing Madya Mangun Karsa’ (building motivation), and ‘Tut Wuri Handayani’ (supporting from behind). In contrast, Maria Montessori focused on developing independence, discipline, and a sense of responsibility through structured learning environments, individualised learning plans, and the use of didactic materials. Despite their different cultural and historical contexts, both approaches share the common goal of fostering children's character as a foundation for lifelong development. The study concludes by emphasising the relevance of these two perspectives in designing a holistic character education model that addresses cognitive, emotional, and social dimensions for early childhood education.
117-129 -
Perkembangan dan Pendidikan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini
Umi Rohmah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.5918 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi perkembangan dan pendidikan kognitif pada anak usia dini. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) melalui telaah literatur dari buku dan jurnal yang relevan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif pada anak usia dini dipengaruhi oleh lingkungan, minat dan bakat, serta faktor keturunan. Strategi pengembangan kemampuan kognitif dapat dilakukan melalui pendekatan bermain yang terstruktur dan melibatkan pendidikan berbasis stimulasi. Pendidikan memiliki peran signifikan dalam mendorong kemampuan bernalar kritis anak. Hasil ini memberikan implikasi pada pentingnya perancangan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak.
130-138 -
Stimulasi HOTS Siswa Satuan PAUD dan Pendidikan Dasar dengan MIKIR
M. Agung Hidayatulloh, MS Viktor Purhanudin, Azza Nur Azizah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6650 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu terbaru pendidikan yakni implementasi pendekatan pembelajaran aktif yang dipopulerkan oleh Tanoto Foundation yang dikenal dengan istilah MIKIR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan pembelajaran MIKIR di satuan PAUD dan pendidikan dasar di sekitar Jawa Tengah; dan mengetahui aspek HOTS yang dicapai saat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan MIKIR. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pengambilan datanya melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran MIKIR dengan siswa aktif mengalami, berinteraksi, komunikasi dan refleksi dapat menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi HOTS. Aspek HOTS yang terstimulasi pada siswa meliputi kemampuan mengevaluasi, menganalisis, dan mencipta. Hasil kajian berimplikasi pada penyesuaian rencana pembelajaran, penentuan metode dan media pembelajaran, pemenuhan sarana prasarana, dan evaluasi pembelajaran secara komprehensif, termasuk pemilihan teknik dan instrumen penilaian. Implikasi lain yakni pendekatan MIKIR tidak hanya dapat diterapkan di prasekolah ataupun pendidikan dasar, namun bisa diaplikasikan di setiap jenjang pendidikan. Pendekatan tersebut juga adaptif terhadap dinamika kurikulum di Indonesia.
139-145 -
Analisis Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Problem Based Learning di SD Inklusi
Muhammad Hulkin, Aninditya Sri Nugraheni, Muh. Asharif Suleman, Via Haiyun Karimah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6212 | Check in Google Scholar
Pendidikan inklusi adalah sistem yang memperhatikan semua siswa, termasuk dengan kebutuhan khusus, agar belajar bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan membaca pemahaman siswa melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL) di sekolah dasar Inklusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di sekolah dasar Sorogenen 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan pendekatan berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa, termasuk motivasi, penguasaan kosakata, dan kepercayaan diri. Kendalanya meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan tantangan penggunaan alat bantu audio. Solusi yang disarankan adalah menyederhanakan metode, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan kolaborasi guru. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran berdiferensiasi bermuatan PBL mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa apabila didukung dengan fasilitas yang memadai.
146-154 -
Pandangan Orang Tua Mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Pasca Partisipasi di Program Sekolah Ayah
Mila Karmila, Vina Adriany, Hani Yulindrasari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6741 | Check in Google Scholar
Penelitian ini mengeksplorasi peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi dalam program Sekolah Ayah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 ayah peserta program beserta istri mereka. Analisis tematik menunjukkan perubahan pandangan dan pendekatan ayah terhadap pengasuhan. Sebelum program, peran ayah cenderung otoriter dan terbatas pada penyedia finansial, dengan keterlibatan emosional yang minim. Setelah program, ayah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih responsif, menyadari pentingnya komunikasi, dan berkontribusi dalam perkembangan psikologis serta emosional anak. Ibu mencatat peningkatan keterlibatan ayah, termasuk partisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, berbagi tanggung jawab rumah tangga, dan pengambilan keputusan bersama, menciptakan dinamika keluarga yang lebih harmonis. Temuan ini menunjukkan program Sekolah Ayah efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan ayah peserta program dengan yang tidak, guna mengevaluasi perbedaan dampak pengasuhan terhadap anak.
155-164 -
Strategi Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Santa Juliana Golo Bilas
Maria Fatima Mardina Angkur, Sofia Efrita, Beata Palmin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6255 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru dalam membina perkembangan sosial dan emosional anak usia 5-6 tahun. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan satu orang guru sebagai partisipan utama. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mendorong perkembangan sosial dan emosional anak. Strategi tersebut meliputi metode pembiasaan, pendekatan pembelajaran kolaboratif, kegiatan kerja kelompok, keterlibatan anak dalam pembuatan aturan kelas, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Implementasi strategi-strategi ini membantu anak dalam mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan kesadaran emosional, serta membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar.Â
165-174 -
Early Childhood Education at the Intersection of East and West: An Analysis of Curriculum Shifts in Indonesia and Turkey
Zuhriyyah Hidayati, Kusaeri Kusaeri, Evi Fatimatur Rusydiyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6475 | Check in Google Scholar
The early childhood education curriculum in the past few decades has undergone reforms and orientation shifts along with the shift in the orientation of the education curriculum in general. This article aims to analyze the shift in early childhood education curriculum between Indonesia and Turkey by a comparative method. The method used in this study is a systematic literature review review which starts from the process of literature search, screening and feasibility test. The results of this study found that there is a similarity in the shift in the early childhood education curriculum in Indonesia and Turkey, namely the trend of more research on learning methods and assessments than research on learning objectives and content. This is due to a shift in the global trend in the orientation of the educational curriculum in general, namely from content-based-curriculum to outcome-based-curriculum, from forward design to backward design. This finding shows the need for adjustments for educators and stakeholders in early childhood education so that the educational process runs in accordance with the demands of the times
175-189 -
Analisis Muatan Konten pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 1 Sekolah Dasar
Mahardika Dewi Pertiwi, Supartinah Supartinah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6794 | Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi pilar utama dalam membangun kemajuan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan materi membaca dan menulis permulaan serta kelebihan dan kekurangan buku teks Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk Kelas I Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan Metode Analisis Konten melalui empat tahap: pengorganisasian data, pengkodean, interpretasi, dan penyusunan temuan, dengan teknik pengumpulan data berupa simak-catat serta triangulasi untuk validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi membaca permulaan sebagian besar sudah sesuai dengan CP, TP, dan ATP Bahasa Indonesia fase A. Adapun kekurangan penelitian ini terdapat pada beberapa bab, seperti latihan melafalkan kalimat sederhana dan membaca lancar. Kelebihan buku ini meliputi penggunaan bahasa yang lugas, interaktif, dan sesuai kaidah, serta memotivasi peserta didik. Kekurangannya adalah ketergantungan pada tautan internet untuk latihan membaca dan tidak adanya panduan menulis di udara.
190-206 -
Children's Character Education through Local Wisdom-Based Stories in Indonesia
Mega Miranda, Ari Ambarwati, Moh Badrih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6447 | Check in Google Scholar
Children's character education is one of the important focuses in forming the next generation who are moral, resilient, and have integrity. This study analyzes the implementation of character education values through children's stories based on local wisdom. Stories based on local wisdom have great relevance in the context of today's education. , because it is able to provide contextual learning, rooted in national culture, and relevant to global challenges. This study aims to identify the character values contained in children's stories, and explore how local wisdom can enrich the learning process and character formation of children. By using qualitative approach and content analysis, this study analyzes children's stories that raise the theme of local wisdom from various regions in Indonesia. The results of the study show that children's stories based on local wisdom can be an effective means to instill values such as honesty, cooperation, responsibility, love of the homeland, and environmental awareness. In addition, these stories are relevant to be used as interactive and inspiring teaching materials in school learning or used for learning at home. This helps to form a strong character and a positive sense of identity. By integrating these values into education, children can learn to appreciate tradition while developing good attitudes in everyday life.
207-217 -
The Effectiveness of Character Education Based Blended Learning Model to Improve Children Critical Thinking Skills In Islamic Religious Education
Hasyim Mahmud Wantu, Muh. Arif, Baso Tola, Mujahid Damopolii, Selvi Yanti Kaawoan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6874 | Check in Google Scholar
This study aims to determine the effectiveness of a character education-based blended learning model to improve Children' critical thinking skills in Islamic religious education. This research is quantitative research with a meta-analysis approach. The criteria for study eligibility are research obtained through google scholar; Researchgate, ERIC, ScienceDirect and Emerald; research comes from Sinta and Scopus indexed journals or proceedings; Research should be relevant to the effectiveness of character education-based blended learning models to improve Children' critical thinking skills in Islamic religious education; The study was published in 2020-2024 and reported complete values to calculate the value of effect size. Statistical analysis with JASP 0.8.5 application. The results concluded a) the study concluded 20 studies with normal and heterogeneous distribution; b) there is a significant influence of the character education-based blended learning model to improve Children' critical thinking skills in Islamic religious education with strong categories (rE = 0.851; p < 0.001), and c) there is no publication bias. This finding explains that the blended learning model based on the character education-based blended learning model is effective for improving Children' critical thinking skills in Islamic religious education.
Â
218-228 -
Enhancing Moral and Spiritual Development in Early Childhood Education Through the Ponakawan Philosophy
Nurul Mubin, Sri Haryanto, Robingun Suyud The Syam, I Putu Agus Dharma Hita (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6869 | Check in Google Scholar
This study explores the integration of Ponakawan philosophy into early childhood education curricula. The research addresses a critical gap in the literature, where traditional Javanese philosophical concepts have not been systematically examined for their pedagogical value in modern educational settings. By analyzing 36 sources of literature using a qualitative interpretive approach, this study provides a philosophical and educational perspective on how Ponakawan values can contribute to character development in young learners. The methodology involves a systematic literature review combined with a thematic analysis to synthesize key philosophical principles and their potential applications in early childhood education. The findings highlight that Ponakawan philosophy, emphasizing wisdom, humility, and social harmony, aligns with contemporary educational frameworks that promote holistic child development. However, the study also identifies challenges in adapting traditional wisdom into structured curricula. This research contributes to the field by bridging indigenous knowledge with contemporary pedagogy, offering practical insights for curriculum developers and educators. The study's implications suggest that integrating Ponakawan philosophy into PAUD curricula can enrich children's moral and social development. Future research should explore empirical applications and the effectiveness of this approach in diverse educational contexts.
229-241 -
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru PAUD dalam Mengajar di Kelas Inklusi
Yolanda Sonya Athalia, Margaretha Purwanti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6857 | Check in Google Scholar
Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bagi perkembangan siswa di sekolah. Selama proses pembelajaran, guru memiliki berbagai tanggung jawab, terlebih ketika mengajar di sekolah inklusi, yang mana siswa tipikal dan atipikal belajar di satu kelas. Dengan adanya tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan guru kelas reguler, guru PAUD yang mengajar di kelas inklusi perlu memiliki kompetensi pedagogik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kompetensi pedagogik guru PAUD yang mengajar di kelas inklusi. Partisipan penelitian mixed method ini adalah empat orang guru. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi alat ukur, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa para guru memiliki kompetensi pedagogik yang tergolong baik. Namun, berdasarkan data kualitatif diketahui bahwa terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan terkait tipe anak berkebutuhan khusus, desain pembelajaran yang universal dan program pembelajaran individual, serta melatih kemampuan berkomunikasi positif.
242-252 -
Efektivitas Metode Belajar dengan Loose Part dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini
Parmi Parmi, Zulkarnaen Zulkarnaen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6805 | Check in Google Scholar
Melalui studi ini, diharapkan bisa didapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai penggunaan Loose Part sebagai pendekatan pembelajaran yang efisien dalam meningkatkan ketertarikan belajar anak-anak yang masih berusia dini. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini melalui metode belajar dengan Loose Part. PTK dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kenaikan yang signifikan, terutama antara siklus I dan II, menggarisbawahi pentingnya perbaikan berkelanjutan dalam metode pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara pendidik dan orang tua berperan krusial dalam mendukung dan meningkatkan minat belajar anak. Selain itu, pendekatan melalui metode penggunaan Loose Part dalam pembelajaran membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode belajar dengan menggunakan media Loose Part dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas metode belajar dengan Loose Part dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik dan orang tua.
253-262 -
Parenting Berbasis Hak Anak: Integrasi Kebijakan Global dalam Pendidikan dan Pengasuhan
Hamid Patilima (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6870 | Check in Google Scholar
Kebijakan parenting berbasis hak anak meningkatkan kesejahteraan anak, tetapi implementasinya menghadapi tantangan regulasi dan budaya. Penelitian ini mengidentifikasi kebijakan parenting berbasis hak anak di berbagai negara serta faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dan metode PRISMA 2020 untuk menganalisis kebijakan. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah dan publikasi akademik. Negara dengan kebijakan kuat mendukung keterlibatan orang tua dalam pendidikan. Negara Nordik menerapkan parental leave yang panjang, sedangkan Kanada dan Australia mengembangkan kebijakan berbasis komunitas. Indonesia dan Malaysia menghadapi hambatan sosial dan budaya dalam implementasi. Penelitian ini berdampak pada kebijakan pendidikan, pengasuhan, dan riset akademik. Pemerintah perlu memperkuat regulasi parental leave dan mengintegrasikan parenting berbasis hak anak. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas kebijakan ini di berbagai konteks sosial budaya. Keberhasilan kebijakan bergantung pada regulasi dan adaptasi budaya. Kolaborasi antara akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas sangat diperlukan guna memastikan efektivitasnya dalam mendukung kesejahteraan dan pendidikan anak
263-274 -
Efektivitas Mendongeng dengan Media Boneka dalam Mengembangkan Karakter Prososial Anak Usia Dini
Alif Nurbaiti, Zulkarnaen Zulkarnaen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6806 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah strategi mendongeng dapat mengembangkan karakter prososial anak usia dini dan mendeskripsikan bagaimana strategi mendongeng diterapkan di BA Aisyiyah Dagas. Subyek dalam penelitian ini adalah 13 anak (8 anak laki-laki dan 5 anak perempuan),berusia 4-5 tahun yang terdaftar sebagai siswa pada tahun 2024/2025 dan seorang guru perempuan. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan: Perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mendongeng dapat meningkatkan karakter prososial pada anak Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik penelitian kualitatif, yang merupakan proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari observasi, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi. Dan kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pendekatan intervensi mendongeng yang dirancang untuk menumbuhkan sifat prososial secara spesifik, memberikan kontribusi unik yang belum banyak diteliti.
275-284 -
Assessing Teachers’ Social Emotional Competence: A Systematic Review
Nina Oktarina, Farida Kurniawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6792 | Check in Google Scholar
A review of the literature on the assessment of teachers' social-emotional competence (SEC) was conducted to ascertain its role in enhancing education quality and student outcomes. A total of 2,905 records were screened according to the PRISMA guidelines, and 15 studies that utilized instruments such as SECTRS, EduSEL-R, TSELCS-22, ESELC, and SASEIC Questionnaire within the Prosocial Classroom Model framework were included in the review. The results indicate that these tools effectively assess SEC dimensions, particularly in fostering positive teacher-student relationships, classroom management, and SEL program implementation. However, significant challenges remain, including cultural bias, reliance on self-reports, and limited validation across diverse contexts. Practical implications suggest that these assessments can guide professional development, enhance teacher well-being, and improve classroom environments, ultimately supporting students' academic and emotional growth. Future research should focus on developing culturally responsive, validated instruments that reduce administrative burden while capturing the multifaceted nature of SEC in real-world educational settings.
285-294 -
Optimizing the Maintenance and Utilization of Educational Play Tools in Early Childhood Education (Study of the Depok, Tangerang, Bogor)
Suharsiwi Suharsiwi, Farihen Farihen, Rohimi Zamzam, Erna Budiarti, Rd. Heri Solehudin, Susilahati Susilahati, Herwina Herwina (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6149 | Check in Google Scholar
This study aims to evaluate the maintenance and utilization of Educational Game Tools (EGT) in early childhood education institutions located in Depok, Tangerang, and Bogor, Indonesia. Employing a mixed-methods approach, we collected data from 67 early childhood education teachers across 30 institutions through questionnaires, in-depth interviews, observations, and documentation. The quantitative analysis revealed that the average maintenance score of EGT was 76%, categorizing it as "good." Qualitative insights highlighted key maintenance practices, including routine inspections and prompt repairs, which are essential for ensuring the safety and functionality of the equipment. The findings underscore the importance of effective maintenance strategies in enhancing the educational environment and supporting children's holistic development. Recommendations for improving training programs for educators and increasing government support for EGT procurement and maintenance are also discussed.
295-306 -
Sinisa Children's Literacy Program: SWOT Analysis to Increase Reading Interest in Salatiga
Moh Ilham A Hamudy, M Saidi Rifki, Mukhlisha Hayuningtyas (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6290 | Check in Google Scholar
Early literacy plays a crucial role in building a strong foundation for children's reading and writing skills. In Salatiga, the Library and Archives Office (Dinpersip) initiated the Salatiga Early Literacy Awareness (Sinisa) program to cultivate children's reading interest from an early age. Although the program holds great potential, its implementation remains limited to book provision and does not fully address essential literacy aspects. This study evaluates the effectiveness of the Sinisa program and identifies the factors influencing its success using a descriptive approach and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The findings indicate that the program's strengths lie in Dinpersip's active involvement, content relevance to local culture, and community collaboration. However, it faces several weaknesses, including budget limitations, suboptimal content, and the absence of a clear evaluation framework. Opportunities for program development include cross-sector collaboration and increasing literacy awareness, while the primary threats stem from digital media competition and the lack of commitment from the local government. As a novel contribution to early literacy studies, this research recommends implementing a Community-Based Literacy model that actively involves parents and communities to enhance the effectiveness of the Sinisa program. Additionally, strengthening strategic partnerships between Dinpersip, educational institutions, and communities is essential to fostering a conducive environment for sustained reading interest. These measures aim to optimize the Sinisa program in cultivating a literate generation in Salatiga.
Â307-322 -
Analisis Kelas Kata Verba dalam Cerita Loli dan Madu Istimewa sebagai Refleksi Karakter Anak
Sayyidatur Rofi'ah, Setiawan Edi Wibowo, Supartinah Supartinah, Intan Purnama Dewi, Rashika Ardafa Sahila (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6728 | Check in Google Scholar
Pembentukan karakter siswa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan menganalisis verba dalam sebuah cerita. Salah satunya adalah cerita Loli dan Madu Istimewa yang memiliki keunikan pada kelas kata verba yang mendominasi dan dapat menunjukkan bahwa cerita ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang positif sehingga menarik untuk dibaca bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori kelas kata dalam cerita “Loli dan Madu Istimewa†karya Luthfia Khoirunisa menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data berdasarkan teori morfologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa verba menjadi kelas kata yang paling dominan dengan 31 kata, untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh karakter. Nomina digunakan sebanyak 27 kata untuk menggambarkan pentingnya karakter dan objek dalam membangun narasi cerita, sementara adjektiva memperkuat deskripsi sifat dengan 9 kata. Kategori lainnya seperti adverbia, pronoun, preposisi, konjungsi, dan interjeksi masing-masing berfungsi untuk memperkaya pemahaman dan emosi dalam cerita. Kebermanfaatan  penelitian adalah mengasah keterampilan membaca dan menyimak serta membantu penguasaan tata bahasa seperti subjek-predikat-objek dan bagaimana kata-kata dapat bekerjasama untuk membentuk kalimat yang dapat dimengerti.
323-335 -
Enhancing Elementary Students' Language Development Through Speaking Skills and Interactive Teaching: A Systematic Literature Review
Nesty Wulansari, Deny Hardianto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6779 | Check in Google Scholar
Speaking ability is a crucial component of English language acquisition in primary education; however, its development is often hindered by suboptimal instructional methods and media. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) to evaluate the effectiveness of various speaking instruction approaches, analyzing a total of 19 journal articles published between 2018 and 2023, sourced from reputable databases such as Semantic Scholar and ERIC. Findings indicate that interactive and technology-assisted methods—including storytelling, gamification, and role-playing—enhance students' speaking proficiency. The integration of digital platforms such as YouTube and Facebook, along with visual media (e.g., images and videos), further supports engagement and comprehension. Additionally, effective teacher-student communication fosters a conducive learning environment. Despite these advantages, several challenges persist, including technological limitations, reliance on traditional teaching approaches, and minimal parental involvement. Addressing these barriers requires an adaptive curriculum and the strategic integration of interactive technology to facilitate engaging, effective, and contextually relevant English language learning in 21st-century education.
336-349 -
Literature Analysis on Classroom Management in Early Childhood Education in Indonesia
Nila Kusumaningtyas, Ronal Aprianto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6786 | Check in Google Scholar
Effective classroom management in Early Childhood Education (ECE) in Indonesia is vital for creating a structured and engaging learning environment that accommodates the diverse cultural backgrounds and developmental needs of young learners. This study explores classroom management strategies at the ECE level through a comprehensive literature review, focusing on their role in fostering cognitive, social, and emotional development. By analyzing scientific articles, journals, and research reports, this research identifies key strategies, including: (1) play-based learning approaches, (2) flexible and responsive classroom layouts, (3) effective teacher-child communication, and (4) the development of self-regulation through consistent routines. The findings reveal that effective classroom management enhances children’s engagement, reduces behavioral issues, and promotes an inclusive and positive learning atmosphere. This study underscores the importance of culturally relevant approaches and offers practical insights for educators, policymakers, and curriculum developers. It also highlights the need for continuous teacher training to improve classroom management competencies. By addressing gaps in the existing literature, this research contributes to the development of tailored frameworks for Indonesia’s diverse educational context, ultimately supporting improved learning outcomes for young children.
350-358 -
Analisis Kepercayaan Diri Mahasiswa PG-PAUD Universitas Cenderawasih dalam Praktik UAS dengan Metode Seni Drama Kolaborasi
Andrianus Krobo, Elka Mimin, Petronela Joan Patricia Suripatty (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6817 | Check in Google Scholar
Kepercayaan diri pada mahasiswa sangat urgen karena menjadi faktor penentu dalam performa akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepercayaan diri mahasiswa PG-PAUD Universitas Cenderawasih dengan indikator kemampuan bertindak mandiri, persepsi diri yang positif dan berani mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner. Subyek dalam  penelitian ini adalah  37 mahasiswa semester II PG-PAUD Universitas Cenderawasih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 atau 100% mahasiswa, mahasiswa yang sangat percaya diri adalah 6 atau 16,22%, 26 atau 70,27% percaya diri, 4 atau 10,81% kurang percaya diri dan 1 atau 2,70% tidak percaya diri. Melalui kuesioner dan pengamatan langsung selama praktik UAS berbasis metode seni drama kolaboratif, diamati bahwa hampir semua mahasiswa sangat percaya diri dengan bertindak mandiri, memiliki persepsi diri yang positif dan berani mengungkapkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan mahasiswa semester II PG-PAUD Universitas Cenderawasih tergolong baik.
359-369 -
Transformation of Early Childhood Education: A Descriptive Quantitative Analysis of Critical Thinking Skill Development in Banten Province, Indonesia
Rohita Rohita, Adiyo Roebianto, Elindra Yetti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6893 | Check in Google Scholar
This study explores the perceptions of PAUD teachers in Lebak, Banten, about critical thinking skills in learning for children aged 4-6 years, learning strategies, and challenges faced. A descriptive quantitative approach was used with an open-ended questionnaire filled out by 131 teachers. Data were analyzed using descriptive statistics with presentation in the form of visual graphs. The results showed that teachers' understanding of critical thinking indicators varied, with 39.6% understanding critical thinking more as the ability to analyze, 14.4% as interpretation, 12.6% as evaluation, 8.2% as inference, 5.4% as explanation, and 4.5% as self-regulation. Teachers emphasized analysis and interpretation through interactive methods, while evaluation and inference were less applied. The novelty of this study lies in the mapping of teachers' understanding based on critical thinking indicators and their impact on learning strategies. Recommendations for training based on direct practice and reflection to improve the implementation of critical thinking evenly are contributions to the research results as well as being the basis for improving policies and developing teacher training in areas with low HDI.
370-382 -
Pemahaman dan Praktik Moderasi Beragama oleh Guru Raudhatul Athfal (RA) di Kota Kediri
Rezki Suci Qamaria, Sunarno Sunarno, Dwi Sintawati, Miftakul Khasanah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6663 | Check in Google Scholar
Kunci utama pengajaran moderasi beragama pada jenjang PAUD atau RA adalah peran para guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemahaman guru RA di Kota Kediri terkait moderasi beragama dan penerapannya dalam praktik mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan berjumlah enam (6) guru RA di tiga sekolah RA di Kota Kediri yang sudah direkomendasikan oleh Kementerian Agama Kota Kediri. Data wawancara, observasi, dan dokumentasi yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis tema. Hasilnya adalah, guru memahami bahwa prinsip moderasi beragama meliputi rasa saling menghargai dan menolong, menghormati, toleran, dan rukun dengan keberagaman yang ada di lingkungan sekitar khususnya terkait keyakinan dan budaya. Selain itu, materi moderasi beragama termuat dalam kurikulum yang diinterpretasi ke dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun bentuk praktik pembelajaran dengan muatan moderasi beragama dilakukan secara lisan/ceramah dengan memanfaatkan alat peraga, gambar-gambar, video youtube, permainan, nyanyian dan tepuk, cerita, dan peristiwa sehari-hari. Indikator keberhasilan pembelajaran ditunjukkan melalui antusiasme siswa bertanya ketika membahas materi moderasi, siswa menunjukkan perilaku menghargai perbedaan yang ada di lingkungan sekolah, dan siswa terbiasa mengucapkan empat kata ajaib yaitu terima kasih, permisi, maaf, dan tolong kepada orang di sekitarnya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi integrasi moderasi beragama dalam pembelajaran usia dini.
383-394 -
Strategi Guru dalam Mengatasi Tantrum Anak Usia 4-5 Tahun
Diva Ariantari, Wilda Isna Kartika, Masnurrima Heriansyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6195 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku tantrum yang ditunjukkan dan strategi yang digunakan guru untuk mengatasi tantrum anak usia 4-5 tahun di KB Anyelir Samarinda. Menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian hasil pengumpulan data dikelompokkan lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bentuk perilaku tantrum yang ditunjukkan anak di KB Anyelir yaitu merupakan jenis verbal frustration tantrum dan temperamental tantrum dengan mengalami perilaku menangis dan menjerit dikarenakan anak tidak bisa menyampaikan keinginan perasaannya dan (2) Strategi guru dalam mengatasi tantrum anak usia dini yaitu memberikan ruang untuk anak meluapkan emosinya disertai pengawasan oleh guru sampai anak merasa tenang dan dapat berkomunikasi dengan guru mengenai penyebab dan keinginan anak yang tidak dapat tersampaikan olehnya. Dengan itu bisa ditarik sebuah Kesimpulan jika perilaku tantrum yang terjadi pada perilaku anak menjerit-jerit dan menangis dan pelaksanan guru mengatasi tantrum dengan memberi ruang untuk anak meluapkan emosinya disertai pengawasan.
395-401 -
Implementasi Model Pembelajaran Sing Song untuk Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Mengenal Alfabet di TK Al-Ahyar
Fauziatul Halim, Yusdiana Yusdiana, Rahma Rahma, Hendri Wan Prala (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6883 | Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal alfabet melalui model pembelajaran Sing Song, dimana model pembelajaran ini merupakan pendekatan yang inovatif dalam membantu anak mengenal alfabet. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al-Ahyar dan metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A (usia 4-5 tahun) yang berjumlah 15 anak. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan mengikuti 4 tahapan yaitu planning, implementing, observing, and reflecting. Teknik pengumpulan data diambil melalui instrumen lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data analisis, ditemukan hasil penelitian bahwa pada siklus 1 persentase ketuntasan kemampuan anak mengenal alfabet adalah 78.3% dan persentase aktivitas belajar anak adalah 74.1%. sedangkan pada siklus kedua, persentase ketuntasan kemampuan anak mengenal alfabet adalah sebesar 86.7% dan persentase aktivitas anak sebesar 80.4%. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Sing Song sangat efektif dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal alfabet.
402-412 -
Enhancing Children's Critical Thinking Through Blended Problem-Based Learning and Eco-Literacy
Ika Agustina, Subur Harahap, Sukini Sukini, Hadi Widodo, Tomi Apra Santosa, Muh Safar, Makhrus Ali (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6885 | Check in Google Scholar
This study aims to determine the influence of blended problem-based learning and eco-literacy on critical thinking skills in children. This type of research is a quantitative research with a meta-analysis approach. The inclusion criteria in the study are 1) the research must be relevant; 2) research comes from national or international journals indexed by SINTA and Scopus; 3) The research was published in the 2022-2025 time frame; 4) the research must be an experimental or quasi-experimental research; and 5) research obtained from the Google Scholar database; Mendeley, IEEE and ERIC. Data analysis with the JAMOVI application. The results of the study concluded that the 22 effect sizes analyzed had a significant influence of the blended problem-based learning and eco-literacy models on critical thinking skills in children with a value ( d = 0.991; z = 9, 343 ; p < 0.001) in the high effect size category.
413-422 -
Strengthening the Values of Honesty and Simplicity in Elementary School Children as Anti-Corruption Role Models
Abdul Sakban, Dasim Budimansyah, Cecep Darmawan, Syaifullah Syaifullah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6880 | Check in Google Scholar
Corruption damages the development of society, so proactive steps are needed to foster integrity from an early age. This study investigates the effectiveness of reinforcing the values of honesty and modesty in elementary school children as anti-corruption role models. The research employed a mixed-methods approach across five schools. Data collection included pre- and post-intervention surveys, behavioral observations, and qualitative interviews with teachers, parents, and students. The findings reveal that curriculum integration, role modeling, and experiential learning significantly enhanced students’ ethical awareness and behaviors. Honesty was reinforced through storytelling and discussions, while simplicity was promoted via community service and creative activities. Quantitative analysis indicated a 25% improvement in honesty-related behaviors and an 18% increase in attitudes favoring simplicity. Parental involvement further amplified these outcomes, creating a cohesive framework for value reinforcement. This study provides a novel contribution by integrating simplicity as an anti-corruption value, addressing materialism as a root cause of unethical behavior. The framework’s success underscores the potential of early education in shaping ethical behaviors, offering valuable insights for policymakers, educators, and researchers. Future research could explore culturally adapted strategies and technological enhancements to optimize impact.
423-434 -
Analisis Penggunaan, Pemetaan dan Rekomendasi Teknik Penilaian Nilai Agama dan Moral AUD: Studi di TK/RA Kota Kendari
Aris Try Andreas Putra, Laode Anhusadar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6890 | Check in Google Scholar
Penilaian dalam pendidikan anak usia dini (AUD) harus diarahkan pada Capaian Pembelajaran (CP) yang salah satunya mencakup nilai agama dan moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, memetakan dan merekomendasikan teknik penilaian apa yang digunakan oleh guru dalam menilai aspek perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini TK, RA di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan di 11 kecamatan kecamatan di kota Kendari dengan melibatkan 69 responden guru TK dan RA yang dipilih dengan teknik proporsional random sampling. Hasil menunjukkan bahwa pertama, mayoritas guru TK/RA di Kota Kendari telah menerapkan teknik penilaian dalam menilai perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini. Kedua, observasi langsung adalah teknik yang paling sering digunakan mengungguli teknik lain, Ketiga dalam aspek rekomendasi, observasi langsung tetap menjadi teknik yang paling disarankan. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun Observasi Langsung menjadi teknik paling diandalkan, sistem penilaian yang ideal seharusnya tidak hanya mengandalkan satu metode, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan lain agar hasil penilaian lebih komprehensif, akurat, dan mampu mencerminkan perkembangan nilai agama dan moral anak secara lebih utuh
435-446


