Vol. 3 No. 1 (2019)
Total Articles: 30 | Total Pages: 293
Issue Coverage: 68 Author(s) from 1 Country(s)
Indonesia (68)
This issue (Volume 3 Issue 1 Year 2019) has been available online since 2th January 2019, published 10th May 2019 for the regular issue of June 2019. All articles in this issue (30 original research articles) include Authors from 15 university of Indonesian [ Universitas Negeri Jakarta (14), Universitas Negeri Yogyakarta (11), Universitas Negeri Makassar (1), Universitas Islam Bandung (3), STKIP Panca Sakti (1), Universitas Dhyana Pura (2), Universitas Nusantara PGRI (2), IAIN Kendari (1), Universitas Negeri Padang (13), Universitas Hanzanwadi (4), Universitas Terbuka (1), Universitas Kristen Satya Wacana (8), Universitas Peradaban (1), Universitas Asahan (1), and STAINU Purworejo (1) ].
Articles
-
Kebun Buah Learning Media for Early Childhood Counting Ability
Despa Ayuni, Farida Agus Setiawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.128 | Check in Google Scholar
Children aged 5-6 years have four types of tasks in counting ability, which are to distinguish between bigger and smaller, calculations, number identification, and simple arithmetic. This study involved 22 children aged 5-6 years in Kindergarten, Sleman, Special District, Yogyakarta. This study used the quasy experiment method by using the experimental class and control class by giving different treatments. Children who participated in using interactive learning media by using a computer called Kebun Buah media and tested whether they can count various kinds of fruit. The results of research showed that Kebun Buah media affected counting ability on children aged 5-6 years, the results of post-test counting ability of children in the experimental class using Kebun Buah media increased to 88 in average while in the control class using a number card media obtained an average 78.9. This study was conducted by utilizing technology that can increase the implications of education in learning and improving counting ability of early childhood in the use of technological means in the classroom.
1-9 -
Implementation of Outdoor Games to Improve 4-5 Year Old Childrens Number Sense
Fitri Nurhayati, Harun Rasyid (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.133 | Check in Google Scholar
This research implemented some outdoor games, which can improve students number sense, through a quasi-experiment project with one group pretest-posttest design in a kindergarten class (4-5 years old) in Bantul district. The students were invited to participate actively in outdoor games. They can contribute directly to the outdoor games which can develop their competence in number using learner-centred method and supported by the teachers. The right outdoor games can be identified as a way to improve students sense in numbers. Many teachers can also shift their perspectives from the old class management they had.
10-17 -
Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Pemahaman Sains Fisik
Ayu Citra Dewi, Hapidin Hapidin, Zarina Akbar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.136 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman sains fisika pada kelompok B usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan desain treatment by level 2x2. Sampel penelitian ini terdiri dari 56 anak. Pengumpulan sampel menggunakan teknik stratified multistage cluster random sampling. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA). Untuk menguji normalitas data menggunakan uji liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji barlett. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pemahaman sains fisika anak yang diajar dengan model pembelajaran quantum lebih tinggi daripada model pembelajaran contextual teaching and learning. 2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman sains fisika. 3) Pemahaman sains fisika anak yang diajar dengan model pembelajaran quantum lebih tinggi daripada model pembelajaran contextual teaching and learning pada anak yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi. 4) Pemahaman sains fisika anak yang diajar dengan model pembelajaran quantum lebih rendah daripada model pembelajaran contextual teaching and learning pada anak yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah.
18-29 -
Konsep Pendidikan Hafidz Qur’an pada Anak Usia Dini
Fajriyatul Islamiah, Lara Fridani, Asep Supena (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.132 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif dan paradigma baru bagi masyarakat tentang konsep pendidikan hafidz Qur’an pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi dilakukan untuk meninjau lebih dalam tentang pembelajaran dan pengalaman yang diterapkan oleh orangtua serta sisi kehidupan anak yang menghafal Al-Qur’an sejak dini. Subyek penelitian ini adalah orang tua dari Hilya Qonita, juara 1 program hafidz Indonesia RCTI 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini mampu untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz apabila diberikan stimulasi oleh orang tua sejak bayi bahkan sejak dalam kandungan. Peran dan teladan orang tua sangat menentukan keberhasilan anak dalam menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa Al-Qur’an memberikan keberkahan bagi orang tua dan anak. Anak yang didahulukan dengan ilmu Al-Qur’an lebih mudah untuk menguasai ilmu lainnya.
30-38 -
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Sastra Klasik Fabel Versi Daring
Juanda Juanda (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.126 | Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi nilai-nilai karakter dalam fabel media daring di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari web http://repositori.kemdikbud.go.id. kumpulan fabel Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik noninteraktif dengan melakukan pembacaan intensif pada fabel dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode analisis isi. Validitas data untuk menguji validitas penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles dan Huberman (1994), yaitu: (1) melakukan identifikasi fable sebagai objek penelitian, (2) melakukan reduksi data, (3) menyajikan data, (4) menginterpretasikan data yang diperoleh sesuai teori, dan (5) menyusun simpulan. Pendidikan karakter yang ditemukan ada empat belas yaitu: peduli, hormat, kerja sama, penolong, demokrasi, berbakti, rendah hati, kreatif, pemaaf, pemberani, disiplin, kerja keras, jujur, dan religius. Pendidikan karakter dalam fabel dapat diterapkan pada pembentukan karakter anak usia dini dengan pengasuhan anak usia dini (sejak bayi) dan pendidikan dini anak-anak dengan cara yang sejalan dengan orientasi perspektif anak, yaitu:1.Melihat anak itu sebagai pribadi; 2.Keikutsertaan yang empati dengan anak; 3.Sikap interpretatif menghormati anak ungkapan-ungkapan dan arti kehidupan dunia; 4.Membimbing anak dengan cara yang sensitif 5.Perawatan dini dan pendidikan adalah proses dialogis antara anak dan pengasuh/guru
39-54 -
Pengembangan Media Grafis untuk Meningkatkan Siaga Bencana Banjir
Annisa Purwani, Lara Fridani, Fahrurrozi Fahrurrozi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.142 | Check in Google Scholar
Jakarta adalah salah satu daerah di Indonesia yang sering terjadi bencana banjir sehingga adanya pengurangan resiko bencana. Salah satu upayayang dapat dilakukan adalah memberikan bekal pengetahuan siaga bencana banjir melalui pemberian fasilitas berupa media yang dapat digunakan guru untuk mempermudah pembelajaran siaga bencana banjir kepada peserta didik di sekolah. Penelitian ini dilakukan terkait dengan pengembangkan media grafis untuk meningkatkan siaga bencana banjir. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak- anak usia 5-6 tahun di wilayah Jakarta Selatan. Studi ini menggunakan metode model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Pretest dan post-test. Hasil uji efektifitas sig.(2-tailed) menunjukkan adanya perbedaan kesiagaan pada anak sebelum dan sesudah penggunaan media grafis. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa penggunaan media grafis efektif digunakan untuk meningkatkan siaga bencana banjir pada anak usia 5-6 tahun di Jakarta Selatan.
55-67 -
Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengajar Baca Tulis Al-Qur`an bagi Guru
Nadri Taja, Dinar Nur Inten, Arif Hakim (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.135 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengajar guru madrasah diniyyah takmiliyyah melalui teknik menyimak, bermain, dan bercerita yang disingkat dengan teknik MATA. Penelitian dilaksanankan pada bulan oktober dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan model analisis kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru madrasah yang berada di 18 diniyyah takmiliyyah yang berlokasi di wilayah kabupaten Bandung tepatnya di kecamatan Pangalengan desa Lamajang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru setelah menggunakan teknik MATA, yakni meningkat rata-rata sampai pada angka 78,9 %, mengalami peningkatan sejumlah 23,3% dari kemampuan awal rata-rata berada pada 49%. Adapun kendala yang dihadapi, misalnya guru sulit mengkondisikan anak untuk tetap fokus, mencari strategi agar anak tetap semangat dan antusias dalam mengikuti pelajaran, dan penguasaan dan penerapan teknik MATA masih belum maksimal. Sedangkan dampak positif penerapan teknik MATA ini meningkatkan keaktifan dan kreatifitas guru dan mampu melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran. Adapun saran yang direkomendasikan dalam penelitian ini adalah hendaknya diadakan pelatihan-pelatihan lainnya bagi guru, kemudian diberikan contoh-contoh praktek pembelajaran yang lebih banyak dalam bentuk buku dan CD pelatihan agar diperluas kembali jangkauannya.
68-81 -
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sains pada Anak Usia Dini
Sri Watini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.111 | Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar sains dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Dengan menerapkan pendekatan ini diharapkan hasil belajar sains pada anak akan meningkat dan lebih bermakna. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di PAUD Cempaka Pekayon dengan jumlah 18 anak. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober- Desember 201. Metode penelitian adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Adapun dalam metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu 1) tahap perencanaan, 2). tahap pelaksanaan, 3). tahap pengamatan dan 4) tahap refleksi. Pelaksanaan dalam kegiatan ini dilakukan dalam tiga siklus. Hasil penelitian ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar sains dengan prosentase perolehan pada siklus I ranah kognitif 58,5%, ranah afektif 47,1%, ranah psikomotorik 56,1%, siklus II ranah kognitif 66,7%, ranah afektif 59%, ranah psikomotorik 65,7% dan pada siklus III ranah kognitif 78,9%, ranah afektif 84,1%, ranah psikomotorik 84,3%
82-90 -
The Impact of Academic Press and Student Teacher Relationship on Childrens Emotional Adjustment
Fadilla Ayuningtyas, Sofia Hartati, Tjipto Sumadi (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.148 | Check in Google Scholar
The purpose of this study is to examine the impact of the academic press and student teacher relations on emotional adjustment in children aged 7-8 years. This study used a survey method with 132 respondents in East Jakarta, selected using stratified multistage cluster random sampling. Data collection uses three research instruments in the form of scales 1-3 which is adapted and developed from research indicators using student academic survey press with reliability values (α = .465), short version Student Teacher Relationship Scale (α = .599), and School Liking and Avoidance Questionnaire (α = .715). The results showed that 1) academic press did not had a direct negative effect on emotional adjustment, 2) teacher-student relations had a direct positive effect on emotional adjustment, and 3) academic press and teacher relations simultaneously had a positive effect on emotional adjustment which explained indirect effect of the academic press on emotional adjustment through student teacher relations as a mediator. This indirect influence illustrates that in a state of high positive relations, the academic press's role that the teacher seeks is understood by students as a way for teachers to improve achievement and emotional adjustment. In addition, the positive effect was increasing greater when academic press related together with the teacher-student relationship compared to the partial effect of student relations on emotional adjustment. This greater effect requires a ranking of the partial correlation of the teacher-student relation which is above or greater than the ranking of the partial academic press only.
91-101 -
Balinese Congklak Games, Maciwa, to Improve the Development of Symbolic Thinking in Early Childhood
Putu Indah Lestari, Elizabeth Prima (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.151 | Check in Google Scholar
This study aimed to determine the implementation of the Balinese congklak game (maciwa) in improving the development of early childhood symbolic thinking. This research was carried out in B1 TK Alit Kirana children in the academic year 2018/2019. This research design was Classroom Action Research using the observation method. The subjects of this classroom action research were 18 students of Group B1 TK Alit Kirana consisting of 10 males and 8 females. The objective of this research was the implementation of the Balinese congklak (maciwa) game to improve the development of symbolic thinking in early childhood. The results obtained in Cycle I showed that, 66.67% had achieved mastery learning, in Cycle II showed that 88.89% had achieved learning completeness. There was an improvement in the development of child symbolic thinking by 22.22% from Cycle I to Cycle II. This means that the implementation of the Balinese congklak game (maciwa) could improve the development of children's symbolic thinking. The Balinese congklak game can be piloted in other areas of development skill in early childhood education102-109 -
Penanaman Pendidikan Karakter pada Model Pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time)
Veny Iswantiningtyas, Widi Wulansari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.106 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran pendidikan anak usia dini melalui model pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time) dalam menanamkan pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak Tauladan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pemilihan subyek menggunakan purposive sampling, dilanjutkan dengan Snow Ball Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Keberhasilan penanaman pendidikan karakter melalui model pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time) dapat diketahui dengan melihat hasil penilaian yang telah dilakukan oleh guru.
110-116 -
Taman Layak Anak Usia Dini di Kota Kendari
La Ode Anhusadar, Islamiyah Islamiyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.143 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui peran taman terhadap pertumbuhan anak untuk mendukung dan mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota layak anak. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah Taman Wali Kota Kendari, Taman Meohai dan taman kadia. Pemilihan lokasi ini diambil berdasarkan banyaknya pengunjung yang memanfaatkan taman. Teknik pengumpulan data dapat berupa Wawancara untuk memperoleh data dari informan mengenai taman yang layak anak yang ada di Kota Kendari. Informan terdiri dari Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat pengguna taman. Observasi dilakukan untuk mengamati fasilitas sarana dan prasarana dari taman yang bisa menunjang kegiatan anak. Dokumentasi kegiatan-kegiatan apa saja yang di lakukan anak di dalam taman. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa taman yang ada di kota Kendari, kebanyakan masyarakat menggunkan taman sebagai sarana untuk berkumpul dengan keluarga, selain itu orang tua sama sekali tidak khawatir apabila anak-anak mereka bermain di taman dan anak menggunakan taman Kendari untuk bermain untuk memunuhi tumbuh kembang anak-anak, adapula yang menggunakan taman wali kota untuk tempat sosialiasasi atau pertemuan orang tua.
117-126 -
Literasi Awal pada Anak Usia Dini Suku Anak Dalam Dharmasraya
Dian Arsa, Atmazaki Atmazaki, Novia Juita (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.159 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengenalan literasi tahap awal untuk anak usia dini di salah satu kelompok Suku Anak Dalam di Dharmasraya. Pengenalan tersebut dilakukan oleh komunitas kecil bernama Sahabat Belajar. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif, dengan analisis Miles dan Huberman. Setelah Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu, literasi awal pada anak usia dini Suku Anak Dalam telah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Sahabat Belajar. Berbagai hal dapat digali dari anak-anak ini melalui kegiatan literasi bercerita, tentang bagaimana mereka menghabiskan harinya di hutan sebagai anak-anak, bagaimana mereka memperoleh pengetahuan dasar dan belajar dari orang-orang di sekitarnya, dan bagaiamana kontaknya dengan lingkungan/ alam sekitar mereka.
127-136 -
Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun
Yulia Eka Salnita, Atmazaki Atmazaki, Abdurrahman Abdurrahman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.156 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun. Pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun ini dikaji pada tataran fonologi, sintaksis, dan semantik. Data dalam penelitian ini adalah tuturan anak usai 3 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Tahap analisis data dalam penelitian ini ada tiga, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tataran fonologi, subjek penelitian belum bisa mengujarkan fonem /r/ dan /s/ dengan benar. Pada tataran sintaksis, subjek penelitian sudah mampu mengujarkan empat jenis kalimat, yaitu kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif. Kata yang dikuasi anak adalah kata-kata yang dekat dengan lingkungan anak. Pada tataran semantik, semua ujaran anak mengandung makna denotatif.
137-145 -
Memahami Bahasa Anak Usia 14 Bulan melalui Unsur “Non-Linguistik”
Risanti Amelin, Syahrul Ramadan, Erizal Gani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.155 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses memahami bahasa anak melalui aktivitas dan unsur non-linguistik. Unsur non-linguistik yang dimaksud seperti gerak isyarat, ekspresi, dan benda yang ditunjuk si anak. Ada dua penyebab yakni, Pertama, bahasa anak masih terbatas. Kedua, yang diucapkan sang anak adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki bernama Riziq Alfath Aguero. Riziq berusia 14 bulan. Peneliti melakukan pengamatan terhadap dua rekaman video yang telah dilakukan terhadap anak yang di amati. Dua video tersebut dilakukan pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ekspresi muka dan gerak tubuh membantu orang sekitar untuk memahami yang dimaksud sang anak
146-152 -
Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Kegiatan Storytelling dengan Menggunakan Cerita Rakyat Sasak pada Anak Usia Dini
Sandy Ramdhani, Nur Adiyah Yuliastri, Siti Diana Sari, Siti Hasriah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.108 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode storytelling berbasis cerita rakyat sasak untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak Taman Kanak-Kanak di TK Ummi Adniyah NW Sekarteja. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Instumen pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti, Lembar Observasi, dan wawancara. Uji keabsahan data dengan uji credibility, Uji Transferability, kebergantungan dependability dan kepastian confirmability. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman yaitu Data Collection, Data Display, Data Reduction, dan Conclusion Drawing. Hasil dari penelitian didapatkan kegiatan storytelling dengan menggunakan cerita rakyat mampu untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Nilai-nilai karakter yang muncul diantaranya adalah karakter tanggung jawab, mandiri, jujur, religious, dan kerjasama. Karakter yang muncul merupakan sebuah akumulasi yang muncul dari perilaku anak-anak setelah mendengarkan cerita rakyat yang digunakan seperti “lelampaq Lendong Kaoq” dan “ Tegodek-godek dan Tetuntel-tuntel”
153-160 -
Perspektif Orang Tua pada Kesehatan Gigi Anak Usia Dini
Nuri Yuniar Wahyu Putri Abadi, Suparno Suparno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.161 | Check in Google Scholar
Aspek kesehatan Anak Usia Dini yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini melibatkan 51 orang tua yang memiliki anak berusia 1-7 tahun di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perspektif orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak. Penelitian ini menggunakan metode observational dengan memberikan kuesioner kepada orang tua. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan pengisian kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki perspektif cukup baik dan cukup peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut anak. Namun, masih banyak orangtua yang tidak memahami mengenai karies gigi pada anak. Orangtua yang memiliki perspektfi cukup baik dan cukup peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut anak tidak berhubungan dengan faktor pekerjaan orangtua. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran mengenai perspektif orangtua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan untuk anak usia dini dan meningkatkan upaya pendidikan anak usia dini dalam menciptakan program pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk anak usia dini.
161-169 -
The Implementation of Nature-based Learning Models to Improve Children's Motor Skills
Aulia Annisa, Panggung Sutapa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.140 | Check in Google Scholar
The balance between fine and gross motor skills of children is important to be optimally stimulated. The purpose of this study was to determine the effectiveness of nature-based learning models in improving children's motor skills. This study used a quantitative method with a subject of 45 children aged 4-5 years in 3 kindergartens in Sleman Regency. The study design used one group pretest posttest with 3 treatments each. Data collection techniques using observations and interviews were analyzed using descriptive quantitative and the effectiveness was analyzed using the T test. The results showed that nature-based learning effectively increases motor skills because by using the five senses, children have learning experiences through play, according to age needs, using objects concrete, up to challenging activities. Nature-based learning model can be an innovation that can be used as material for further research related to cognitive, language, art, and social emotional in children170-182 -
Alternatif Stimulasi Kemampuan Kognitif melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Komprehensif
Sri Tatminingsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.130 | Check in Google Scholar
Model pembelajaran berbasis permainan yang komprehensif dikembangkan dengan menggabungkan permainan yang konstruktif, edukatif dan tradisional. Implementasi model ini terintegrasi dalam strategi pembelajaran terpadu dan dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak (TK). Alat permainan yang digunakan dikembangkan dengan konsep-konsep yang terkandung dalam kemampuan kognitif, seperti: warna, bentuk, angka, huruf, urutan dan klasifikasi. Strategi implementasi disusun secara terstruktur sesuai dengan konsepnya. Uji coba penerapan dilakukan secara formatif dalam kelompok kecil dan kelompok besar yang dilakukan pada bulan Juli- September 2015 di TK Fithria di Jakarta Selatan, Indonesia. Subjek dalam ujicoba kelompok kecil adalah guru dan anak kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak-anak TK kelompok B setelah penerapan pembelajaran berbasis permainan yang komprehensif. Model ini merupakan alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam model sentra maupun kelompok dan klasikal. Meskipun dapat membantu menstimulasi kemampuan anak, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran tidak dapat digantikan dengan media apapun.
183-190 -
Performa Kalimat Anak pada Masa Konstruksi Sederhana: Studi Kasus terhadap Anak Usia 4 Tahun
Mustika Yumi, Atmazaki Atmazaki, Erizal Gani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.162 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat yang diperoleh anak pada masa konstruksi sederhana. Masa kontruksi sederhana seorang anak berlangsung pada saat seorang anak berusia tiga sampai lima tahun. Pada masa ini anak sudah mengawali tuturan dalam bentuk kalimat-kalimat yang sederhana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diperoeh dengan teknik simak-lihat-cakap dengan bantuan alat rekam dan catat. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia empat tahun yang menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan anak usia empat tahun yang dikumpulkan dalam waktu yang berbeda. Penganalisisan dilakukan dalam lima tahap, yaitu tuturan ditranskripsikan dalam bentuk bahasa tulis, diinventarisasi, diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tuturan anak usia empat tahun atau anak yang berada pada masa kontruksi sederhana sudah mampu menghasilkan tuturan dalam bentuk kalimat yang beragam. Kalimat tersebut berbentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Bentuk kalimat yang sering muncul adalah kalimat deklaratif, sedangkan yang jarang muncul adalah kalimat imperatif.
191-198 -
Participation of Mothers Who Work in Religious Activities Towards Child Behavior
Anti Isnaningsih, Arif Rohman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.157 | Check in Google Scholar
One of the provisions of parents to stimulate aspects of moral religious behavior in early childhood at home is by attending religious activities held in schools and places of worship. The study involved 26 children aged 4-6 years from working mothers. With a quantitative descriptive research approach the type of correlation is from mothers who have careers and participate in religious activities or not. This study looked at whether there were differences in moral religious behavior of children from both parents' backgrounds. The results showed that there were differences in the moral behavior of children's religion seen from the results of the Mann Whitney t test obtained by the results of sig. equal to 0,000 or <probability value that is 0.05. The effect of caregiving is proven on the behavior of children of mothers who attend religious activities that are more controlled than children of mothers who do not attend religious activities. Children tend not to be temperament, able to resist emotions, help each other, easily forgive and get used to pray before and after doing activities. This finding proves that nurturing the role of mother in the home environment is very influential despite being busy with her work
199-206 -
Meningkatkan Konsentrasi Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan Pendekatan Reinforcement melalui Metode Bermain Bunchems
Priskila Indah Putri, Ajeng Ayu Widiastuti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.177 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah reinforcement yang digunakan didalam permainan bunchems dapat meningkatkan konsentrasi anak dengan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain Eksperimen Subjek Tunggal. Dalam penelitian ini dilakukan dengan 12 sesi dengan pembagian 4 baseline dan 8 intervensi. Permainan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bunchems dengan menggunakan teknik reinforcement. Didalam penelitian ini menggunakan 2 indikator yaitu; mengambil bunchems sesuai warna di instruksikan dan menyelesaikan permainan dengan waktu yang ditentukan.Dalam indicator tersebut diberikan teknik reinforcement, didalam indicator yang pertama reinforcement yang diberikan berupa pujian dan tepuk tangan, sedangkan pada indicator kedua memberikan reinforcement positive dan negative. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis visual yang dibagi menjadi 2 yaitu dalam kondisi dan antar kondisi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perubahan konsentrasi anak sebelum dan sesudah dilakukannya treatment reinforcement. Berdasarkan data analisis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa teknik reinforcement dalam bermain bunchems memiliki pengaruh positif terhadap indicator mengambil bunchems sesuai warna di instruksikan dan menyelesaikan permainan dengan waktu yang ditentukan. Diharapkan penelitian dilakukan lebih lama dan peneliti lebih tegas terhadap subjek.
207-213 -
Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di TK Masyithoh 1 Purworejo
Cintya Nurika Irma, Khairun Nisa, Siti Khusniyati Sururiyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.152 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan dalam memfasilitasi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini di TK Masyithoh 1 Purworejo. Metode pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data deskriptif. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang mempengaruhi keterlibatan orang tua TK Masyithoh 1 Purworejo dalam mendidik anak meliputi faktor status sosial, faktor bentuk keluarga, faktor tahap perkembangan keluarga, dan faktor model perandan (2) upaya yang telah dilakukan dalam memfasilitasi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini di TK Masyithoh 1 Purworejo, yaitu:parenting education,informasi tentang pendidikan, perkembangan, dan kesehatan anak, pembelajaran di rumah, pertunjukan penampilan anak,rekreasi,bekerjasamadengan komunitas masyarakat (puncak tema), kunjungan ke rumah oleh guru, dan partisipasi pada kegiatan sekolah214-224 -
Speaking Pyramid sebagai Media Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris Anak Usia 5-6 Tahun
Astien Liyana, Mozes Kurniawan (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.178 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media speaking pyramid sebagai media pembelajaran kosa kata bahasa Inggris pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Kanisius Jimbaran. Penelitian ini termasuk jenis Research and Development. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media speaking pyramid yang berisi materi media pembelajaran kosa kata bahasa Inggris bagi anak. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa TK Kanisius Jimbaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara tidak terstruktur dan angket. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji validitas media speaking pyramid sebagai media pembelajaran kosa kata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun termasuk dalam kategori “sesuai” dengan sedikit perbaikan yang dilakukan dalam tahap revisi dan uji validitas media untuk materi termasuk dalam kategori “sangat sesuai” dengan sedikit perbaikan yang dilakukan dalam tahap revisi. Dengan demikian, media speaking pyramid sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Inggris dapat digunakan untuk tahap selanjudnya yaitu tahap uji coba produk.
225-232 -
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Magic Puffer Ball
Balandina Debeturu, Elisabeth Lanny Wijayaningsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.180 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak di TKMarsudirini Sang Timur Salatigakelompok B2. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian di TK Marsudirini Sang Timur Salatiga kelompok B2 berjumlah 20 anak, 9 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kreativitas anak melalui penggunan media “magic puffer ballâ€, yaitu kreativitas pada pra siklus sebesar 22% dari 20 anak, peningkatan kreativitas pada siklus I pertemuan pertama sebesar 38% dai 20 anak, siklus I pertemuan ke dua sebesar 44% dan peningkatan kreativitas disiklus II pertemuan pertama sebesar 61% dari 20 anak, siklus II pertemuan kedua sebesar 75%. Adapun indikator yang digunakan yaitu mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk dan menambahkan atau memperinci detil-detil dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga lebih menarik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media “magic puffer ball†dapat meningkatkan kreativitas anak
233-240 -
Peran Ibu Pedagang Pasar 24 Jam Terhadap Perkembangan Moral Anak (Penelitian Studi Kasus di Kota Bekasi)
Vienna Aniella Nauli, Karnadi Karnadi, Sri Martini Meilani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.179 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mencermati peran ibu pedagang pasar 24 jam terhadap perkembangan moral anak. Adapun hal yang teramati : (1) gambaran peran ibu dalam memberikan bentuk-bentuk peraturan, hukuman, maupun penghargaan, serta teknik disiplin demi tercapainya perkembangan moral anak. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi peran ibu. (3) gambaran pola asuh budaya setempat. (4) gambaran peran masyarakat dalam mendidik moral anak. Subjek berjumlah 1 orang. Subyek merupakan ibu pedagang pasar 24 jam yang memiliki anak usia 7 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis data yang digunakan yaitu dengan model campbell. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ibu belum tepat dalam memberikan peraturan, hukuman, maupun penghargaan, serta disiplin. Faktor ekonomi, peran ibu tunggal, dan kondisi fisik dan emosional juga mempegaruhi keterlibatan ibu dalam mengembangkan moral anak. Pola asuh budaya setempat juga berpengaruh terhadap pola asuh yang ibu selaku orangtua berikan demi tercapainya perkembangan moral anak. Masyarakat harus memberikan pengaruh yang baik bagi anak dan juga masyarakat harus saling bahu-membahu untuk memperhatikan perilaku anak yang memiliki orang tua bekerja. Di sekolah, guru harus mampu untuk bekerja sama dengan para orang tua agar guru juga mengetahui permasalahan ibu dan anak, serta mengetahui perilaku anak di rumah
241-253 -
Persepsi Orangtua terhadap Hadirnya Era Teknologi Digital di Kalangan Anak Usia Dini
Muhammad Zaini, Soenarto Soenarto (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.127 | Check in Google Scholar
Pengguna aktif smartphone di Indonesia pada tahun 2018 sekitar 177,9 juta jiwa, penyumbang terbesar berasal dari kategori usia anak-anak dan remaja. Harapan para orangtua memperbolehkan anaknya memainkan smartphone untuk keperluan edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan smartphone dan mengetahui penyebab tingginya tingkat penggunaan smartphone pada anak usia TK 4-6 tahun. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua yang mempunyai anak usia TK 4-6 tahun di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yaitu sebanyak 45 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 di TK Negeri 1 Sleman, TK Negeri Pembina Bantul, dan TK Negeri 3 Yogyakarta. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan smartphone pada anak usia TK 4-6 tahun yaitu sebesar sembilan puluh empat persen. Penyebab tingginya tingkat penggunaan smartphone pada anak usia TK 4-6 tahun, antara lain: 1) smartphone dan tablet sebagai sarana pengenalan teknologi informasi dan komunikasi; 2) smartphone dan tablet sebagai media edukasi untuk menambah wawasan anak; dan 3) smartphone dan tablet sebagai sarana hiburan agar anak tidak cerewet dan rewel
254-264 -
Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia Dini
Indah Permatasari Suardi, Syahrul Ramadhan, Yasnur Asri (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.160 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan memaparkan pemerolehan bahasa anak usia dini dalan proses pemerolehan bahasa melalui apa yang di dengar dan di praktekkan dengan bahasa dan komsonan kata yang mereka miliki. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini memaparkan hasil penelitian berdasarkan fakta yang ada dalam kehidupan sehari hari penuturnya dan proses pemerolehan bahasa pada aspek fonologi anak. Data yang diperoleh adalah hasil penelitian melalui observasi, catatan harian, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan objek sudah menguasai huruf-huruf vokal [a], [i], [u], [e], [?] dan [o]. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak dalam aspek fonologi di pengaruhi faktor lingkungan khususnya keluarga hal tersebut ditandai dengan banyaknya pembendaharaan kosakata yang mereka dapatkan di lingkungan keluarga dan sekitar. Anak juga sudah bisa mengujarkan beberapa kata benda, kata kerja, dan kata sifat
265-273 -
The Problem Solving Skills in Kindergarten Student Based on the Stages of Problem Solving
Anung Driyas Maraning Dyah, Farida Agus Setiawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.174 | Check in Google Scholar
The direct involvement of parents and teachers frequently appear in the problem solving which is faced by early childhood. Therefore, there are some problems that actually can be solved by children. This research aims to describe the level of children’s skill in solving the daily problem based on the problem solving thinking process. This research involve 25 children as participant in the range of age 4-6 years old in the Pertiwi Tumanggal Kindergarten. The collection of data was conducted by using interview technique. The data of children’s problem solving skill were quantitatively analysed. From the finding, it is obtained some results such as: (1) the most problem solving skill of children in Pertiwi Tumanggal Kindergarten is in medium category; (2) some items of statement which are still low are the reason to select the appropriate solution and the conviction in selecting the solutions274-282 -
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun melalui Media Lumbung Hitung
Elisa Malapata, Lanny Wijayanigsih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.183 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun melalui media lumbung hitung pada anak kelompok A2 di TK Sinar Nyata Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 13 anak Kelompok A2 TK Sinar Nyata Salatiga. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun melalui media “Lumbung Hitung”. Proses pembelajaran dengan menggunakan media Lumbung Hitung dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui media Lumbung Hitung dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak kelompok A2 di TK Sinar Nyata.
283-293


