Implikasi Kesenian Ebeg dan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Sosial Budaya

Authors

  • Menik Handayani Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Jiamelatun Jiamelatun Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Tutuk Ningsih Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8394

Keywords:

Kesenian Ebeg, kearifan lokal, pendidikan karakter, budaya masyarakat, kontekstual

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis implikasi Kesenian Ebeg terhadap pendidikan karakter siswa sekolah dasar dalam perspektif sosial budaya. Pendidikan berbasis kearifan lokal menjadi penting dalam membentuk karakter siswa, terutama masyarakat yang kaya budaya seperti Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, subjek penelitian berjumlah 25, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Ebeg memiliki implikasi ganda dalam pendidikan. Secara positif, Ebeg berperan meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni, seperti tari, musik, dan seni rupa, serta menumbuhkan nilai karakter seperti gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Ebeg berpotensi sebagai media pendidikan karakter jika dilakukan seleksi nilai secara kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951

Aziz, H. A., Brata, Y. R., & Nurholis, E. (2025). Values of local wisdom in traditional ebeg art in Patimuan Village, Patimuan District, Cilacap. Journal Name Missing, 1(3), 370–382. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i3.5550

Khasanah, A. N., Firmansyah, D., & Heryanto, A. (2024). Kesenian kuda lumping sanggar New Suryo Budoyo dikecamatan Lahat kabupaten Lahat. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media Dan Desain, 1(4), 90–101. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.200

Bahiz, Y. A., & Simbolon, M. E. (2023). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter pada negeri unggulan Kuningan. Jurnal Ilmiah Aquinas, 6(2), 118–123. https://doi.org/10.example/doi-needed

Bangsa, K. (2013). Penelitian studi kasus budaya huyula di kota Gorontalo. Journal Name Missing, 14(1), 65–77 https://doi.org/10.32729/edukasi.v11i2.433

Handayani, L., Haryono, S., Yulianto, A., Siswati, S., Kurniawan, D. F., Kusuma, G. S., ... Vivadi, M. R. (n.d.). Regenerasi pelaku seni pertunjukan tradisional Banyumas: Studi pada grup ebeg anak-anak budaya. Book Title Missing, 31–56. https://doi.org/10.15294/bs.v1i1.181

Fadillah, N., & Kurnia, H. (n.d.). Masyarakat Kalijeruk dalam pelestarian pertunjukan ebeg. Journal Name Missing, 5(2), 80–90. https://doi.org/10.29408/tmmt.v5i2.14829

Fauzah, T. I., Maknun, M. L., Masfiah, U., & Hemafitria, H. (2024). Warisan tak tergantikan: Mengapa Ebeg Purbalingga perlu dilestarikan? Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 10(2), 230–245. https://doi.org/10.18784/smart.v10i2.2448

Handayani, L., Haryono, S., Malarsih, M., Yulianto, A., Siswati, S., Kurniawan, D. F., Kusuma, G. S., Maulana, H. C., & Vivadi, M. R. (2024). Regenerasi pelaku seni pertunjukan tradisional Banyumas: Studi pada grup ebeg anak-anak budaya Laras, Desa Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Bookchapter Seni Universitas Negeri Semarang, 1, 31–56 https://doi.org/10.15294/vh.v5i2.14416

Hartono, & Lanjari, R. (2018). Kuda lumping dance as learning media to fulfill aesthetical and expression development of young children. Arts And Design Studies, 69, 55–65 https://doi.org/10.4324/9781315560069-5

Heckie, D., & Jati, P. (2025). The existence of kuda lumping performances in terms of character education based on the principles of Pancasila. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(4), 428–436. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v14i4.p428-436

Justine, F., Jodie, K., Alfajri, M. R., Dilo, M. S. A. R. U., & Al Kautsar, Z. H. (2021). Budaya mengaitkan berbagai peristiwa dengan hal mistis oleh masyarakat Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 602–611. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1953

Prabawa, A. K. (2021). Interpretasi makna gramatis dan psikologis tembang macapat dengan analisis hermeneutik Schleiermacher. Performing Arts Education, 1(1), 33–41 https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i1.723

Malang, D. I. K., & Radhia, H. A. (2016). Dinamika seni pertunjukan jaran kepang di kota Malang. Journal Name Missing, 2(2), 164–177. https://doi.org/10.22146/jksks

Movitaria, M. A., Amnillah, M., & Anirah, A. (2022). Pengembangan kurikulum. Hamjah Diha Foundation https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.44220

Ningsih, T. (2011). Implementasi pendidikan karakter dalam perspektif di sekolah. 16, 235–254 https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.32

Ningsih, T. (2019). Peran pendidikan islam dalam membentuk karakter siswa di era revolusi industri 4.0 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banyumas. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 24(2), 220–231 https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v3i1.518

Fakhiroh, N. Z., Suprijono, A., & M. J. (2020). Etnopedagogi kesenian reog cemandi untuk penguatan pendidikan karakter bangsa peserta didik kelas v sekolah dasar. Jurnal Education and Development, 8(3), 231–236. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/1944

Pratama, P. (2025). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, & penerapannya. Anak Hebat Indonesia https://doi.org/10.63097/f75r7p71

Regency, S., Islamiyah, D., Rizqi, F. I., Adistya, E., Ardani, P., Afwa, L. N., Ramadhan, F. S., Sejarah, P. S., Budaya, F. I., Diponegoro, U., & Tembalang, K. U. (2025). Modernitas dan perubahan nilai dalam kesenian kuda lumping: Studi kasus kelompok margi wijaya di desa asinan, kabupaten semarang. 8(2), 68–79. https://doi.org/10.55981/panalungtik.2025.13665

Rezeki, K. S., Wuriyani, E. P., & Harahap, R. (2022). Nilai norma masyarakat dalam permainan Jawa "Kuda Lumping." Jurnal Penelitian Humaniora, 27(1), 8–15. https://doi.org/10.21831/hum.v27i1.50074

Hartono, R., Sari, W., & A. S. (2026). Penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Sekolah Adat Baduy, Banten. SINAPSIS-INDONESIA Sinergi Peneliti-Akademisi Indonesia, 1(1), 52–61. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/RC3FP

Solfema, S., Putri, L. D., & Padang, U. N. (2025). Mempertahankan budaya Jawa di daerah transmigrasi melalui kesenian Kuda Lumping. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 3(1). https://doi.org/10.59059/mutiara.v3i1.1954

Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta https://doi.org/10.63097/f75r7p71

Surati, & Hendaryan, S. M. (2022). Nilai pendidikan dalam pertunjukan seni ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Jurnal Diksatrasia, 6(2), 248–255. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7827

Downloads

Published

07-06-2026

How to Cite

Handayani, M., Jiamelatun , J., & Ningsih, T. (2026). Implikasi Kesenian Ebeg dan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(3), 1894–1900. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8394

Issue

Section

Articles