- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Implikasi Kesenian Ebeg dan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Sosial Budaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8394Keywords:
Kesenian Ebeg, kearifan lokal, pendidikan karakter, budaya masyarakat, kontekstualAbstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis implikasi Kesenian Ebeg terhadap pendidikan karakter siswa sekolah dasar dalam perspektif sosial budaya. Pendidikan berbasis kearifan lokal menjadi penting dalam membentuk karakter siswa, terutama masyarakat yang kaya budaya seperti Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, subjek penelitian berjumlah 25, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Ebeg memiliki implikasi ganda dalam pendidikan. Secara positif, Ebeg berperan meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni, seperti tari, musik, dan seni rupa, serta menumbuhkan nilai karakter seperti gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Ebeg berpotensi sebagai media pendidikan karakter jika dilakukan seleksi nilai secara kontekstual.
Downloads
References
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951
Aziz, H. A., Brata, Y. R., & Nurholis, E. (2025). Values of local wisdom in traditional ebeg art in Patimuan Village, Patimuan District, Cilacap. Journal Name Missing, 1(3), 370–382. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i3.5550
Khasanah, A. N., Firmansyah, D., & Heryanto, A. (2024). Kesenian kuda lumping sanggar New Suryo Budoyo dikecamatan Lahat kabupaten Lahat. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media Dan Desain, 1(4), 90–101. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.200
Bahiz, Y. A., & Simbolon, M. E. (2023). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter pada negeri unggulan Kuningan. Jurnal Ilmiah Aquinas, 6(2), 118–123. https://doi.org/10.example/doi-needed
Bangsa, K. (2013). Penelitian studi kasus budaya huyula di kota Gorontalo. Journal Name Missing, 14(1), 65–77 https://doi.org/10.32729/edukasi.v11i2.433
Handayani, L., Haryono, S., Yulianto, A., Siswati, S., Kurniawan, D. F., Kusuma, G. S., ... Vivadi, M. R. (n.d.). Regenerasi pelaku seni pertunjukan tradisional Banyumas: Studi pada grup ebeg anak-anak budaya. Book Title Missing, 31–56. https://doi.org/10.15294/bs.v1i1.181
Fadillah, N., & Kurnia, H. (n.d.). Masyarakat Kalijeruk dalam pelestarian pertunjukan ebeg. Journal Name Missing, 5(2), 80–90. https://doi.org/10.29408/tmmt.v5i2.14829
Fauzah, T. I., Maknun, M. L., Masfiah, U., & Hemafitria, H. (2024). Warisan tak tergantikan: Mengapa Ebeg Purbalingga perlu dilestarikan? Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 10(2), 230–245. https://doi.org/10.18784/smart.v10i2.2448
Handayani, L., Haryono, S., Malarsih, M., Yulianto, A., Siswati, S., Kurniawan, D. F., Kusuma, G. S., Maulana, H. C., & Vivadi, M. R. (2024). Regenerasi pelaku seni pertunjukan tradisional Banyumas: Studi pada grup ebeg anak-anak budaya Laras, Desa Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Bookchapter Seni Universitas Negeri Semarang, 1, 31–56 https://doi.org/10.15294/vh.v5i2.14416
Hartono, & Lanjari, R. (2018). Kuda lumping dance as learning media to fulfill aesthetical and expression development of young children. Arts And Design Studies, 69, 55–65 https://doi.org/10.4324/9781315560069-5
Heckie, D., & Jati, P. (2025). The existence of kuda lumping performances in terms of character education based on the principles of Pancasila. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(4), 428–436. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v14i4.p428-436
Justine, F., Jodie, K., Alfajri, M. R., Dilo, M. S. A. R. U., & Al Kautsar, Z. H. (2021). Budaya mengaitkan berbagai peristiwa dengan hal mistis oleh masyarakat Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 602–611. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1953
Prabawa, A. K. (2021). Interpretasi makna gramatis dan psikologis tembang macapat dengan analisis hermeneutik Schleiermacher. Performing Arts Education, 1(1), 33–41 https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i1.723
Malang, D. I. K., & Radhia, H. A. (2016). Dinamika seni pertunjukan jaran kepang di kota Malang. Journal Name Missing, 2(2), 164–177. https://doi.org/10.22146/jksks
Movitaria, M. A., Amnillah, M., & Anirah, A. (2022). Pengembangan kurikulum. Hamjah Diha Foundation https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.44220
Ningsih, T. (2011). Implementasi pendidikan karakter dalam perspektif di sekolah. 16, 235–254 https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.32
Ningsih, T. (2019). Peran pendidikan islam dalam membentuk karakter siswa di era revolusi industri 4.0 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banyumas. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 24(2), 220–231 https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v3i1.518
Fakhiroh, N. Z., Suprijono, A., & M. J. (2020). Etnopedagogi kesenian reog cemandi untuk penguatan pendidikan karakter bangsa peserta didik kelas v sekolah dasar. Jurnal Education and Development, 8(3), 231–236. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/1944
Pratama, P. (2025). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, & penerapannya. Anak Hebat Indonesia https://doi.org/10.63097/f75r7p71
Regency, S., Islamiyah, D., Rizqi, F. I., Adistya, E., Ardani, P., Afwa, L. N., Ramadhan, F. S., Sejarah, P. S., Budaya, F. I., Diponegoro, U., & Tembalang, K. U. (2025). Modernitas dan perubahan nilai dalam kesenian kuda lumping: Studi kasus kelompok margi wijaya di desa asinan, kabupaten semarang. 8(2), 68–79. https://doi.org/10.55981/panalungtik.2025.13665
Rezeki, K. S., Wuriyani, E. P., & Harahap, R. (2022). Nilai norma masyarakat dalam permainan Jawa "Kuda Lumping." Jurnal Penelitian Humaniora, 27(1), 8–15. https://doi.org/10.21831/hum.v27i1.50074
Hartono, R., Sari, W., & A. S. (2026). Penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Sekolah Adat Baduy, Banten. SINAPSIS-INDONESIA Sinergi Peneliti-Akademisi Indonesia, 1(1), 52–61. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/RC3FP
Solfema, S., Putri, L. D., & Padang, U. N. (2025). Mempertahankan budaya Jawa di daerah transmigrasi melalui kesenian Kuda Lumping. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 3(1). https://doi.org/10.59059/mutiara.v3i1.1954
Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta https://doi.org/10.63097/f75r7p71
Surati, & Hendaryan, S. M. (2022). Nilai pendidikan dalam pertunjukan seni ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Jurnal Diksatrasia, 6(2), 248–255. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i2.7827
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Menik Handayani, Jiamelatun Jiamelatun , Tutuk Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


