- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Literasi Digital Simulatif Konten Anomali AI dan Risiko Brain Rot Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8170Keywords:
anak usia dini brain rot guru dan orang tua konten anomali AI literasi digitalAbstract
Maraknya konten digital Anomali AI (Artificial Intelligence) meresahkan masyarakat sehingga perlu dilakukan literasi digital terkait konten maupun dampak paparannya terhadap risiko Brain Rot. Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2025 ini diikuti oleh 20 orang tua, 10 guru TK, dan 29 anak (usia 3-5 tahun). Metode edukasi meliputi: penyuluhan interaktif, pelatihan partisipasi, diskusi dan analisis konten. Sebelum dan setelah kegiatan juga dilakukan tes untuk evaluasi tingkat pencapaian literasi digital peserta. Secara terpisah, bagi anak dilakukan simulasi konten Anomali AI yang berbahaya dan alternatif kegiatan: mendengarkan dongeng dan lomba mewarnai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: 58% peserta mengetahui bahaya konten anomali AI saat tes awal dan kemudian mencapai 94% saat tes akhir. Akhirnya, guru dan orang tua dapat mengenali elemen anomali pada konten digital AI serta berkomitmen melakukan pendampingan anak, termasuk pembatasan durasi menonton dan pemilihan konten edukatif yang sehat. Kesinambungan program literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi praktik pendampingan anak usia dini oleh orang tua dan guru, atau melaksanakan program literasi yang sama namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Downloads
References
Azizah, F., Saputra, K. J., & Tisnasari, S. (2025). Dampak meme anomali brainrot pada pemerolehan kosakata Gen-Alpha: Kajian psikolinguistik. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 11746–11756. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20082
Azizah, N., & Prasetyo, D. (2023). Literasi digital untuk anak usia dini: Strategi orang tua dan guru. Prenada Media Group https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5786
Bickham, D. S., & Rich, M. (2014). Media, children, and adolescents: Health impact. Pediatrics, 133(1), 1–6. https://doi.org/10.1542/peds.2013-2656
Hidayat, R. (2022). Psikologi perkembangan anak usia dini. Remaja Rosdakarya https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3439
Livingstone, S., & Blum-Ross, A. (2020). Parenting for a digital future. Oxford University Press https://doi.org/10.1093/oso/9780190874698.003.0007
Maknun, M. L., Muzayanah, U., & Santoso, A. G. (2025). Anomali brainrot: Tafsir budaya atas tubuh dan hasrat di era digital. Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya, 14(1), 54–72 https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.242
Nevane Paramasari, S., & Tim. (2026). Brand storytelling and transmedia marketing. UKI Press https://doi.org/10.5216/mh.v26.85019
Novianti, R., & Fatonah, S. (2022). Literasi digital keluarga dalam pendampingan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2123–2135 https://doi.org/10.30829/raudhah.v10i1.1655
Putri, A., & Wayan, A. (2021). Pengaruh metode bermain terhadap kemampuan komunikasi anak prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 55–67 https://doi.org/10.32584/jika.v4i2.957
Setyowati, Y., & Rahayu, R. (2021). Peran orang tua dalam pengawasan penggunaan media digital pada anak. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 145–158 https://doi.org/10.31219/osf.io/kxu47
Tobing, M. M. (2024). Pembinaan guru sekolah minggu di era digital. Jurnal Christian Humaniora, 8(2), 208–224. https://doi.org/10.46965/jch.v8i2.2547
UNICEF. (2021). Digital literacy for children: Understanding online risks and opportunities. UNICEF Office of Research – Innocenti
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Melati Mediana Tobing, Silvia Nevana Paramasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


