Literasi Digital Simulatif Konten Anomali AI dan Risiko Brain Rot Anak Usia Dini

Authors

  • Melati Mediana Tobing Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Indonesia, Indonesia
  • Silvia Nevane Paramasari Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8170

Keywords:

anak usia dini brain rot guru dan orang tua konten anomali AI literasi digital

Abstract

Maraknya konten digital Anomali AI (Artificial Intelligence) meresahkan masyarakat sehingga perlu dilakukan literasi digital terkait konten maupun dampak paparannya terhadap risiko Brain Rot. Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2025 ini diikuti oleh 20 orang tua, 10 guru TK, dan 29 anak (usia 3-5 tahun). Metode edukasi meliputi: penyuluhan interaktif, pelatihan partisipasi, diskusi dan analisis konten. Sebelum dan setelah kegiatan juga dilakukan tes untuk evaluasi tingkat pencapaian literasi digital peserta. Secara terpisah, bagi anak dilakukan simulasi konten Anomali AI yang berbahaya dan alternatif kegiatan: mendengarkan dongeng dan lomba mewarnai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: 58% peserta mengetahui bahaya konten anomali AI saat tes awal dan kemudian mencapai 94% saat tes akhir. Akhirnya, guru dan orang tua dapat mengenali elemen anomali pada konten digital AI serta berkomitmen melakukan pendampingan anak, termasuk pembatasan durasi menonton dan pemilihan konten edukatif yang sehat. Kesinambungan program literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi praktik pendampingan anak usia dini oleh orang tua dan guru, atau melaksanakan program literasi yang sama namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Silvia Nevane Paramasari, Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Indonesia

Penulis adalah dosen tetap program studi Ilmu Komunikasi pada Universitas Kristen Indonesia. Ia mengampu beberapa matakuliah terkait Public Relations, Branding dan Pemasaran Digital. Selain mengajar dan meneliti, penulis aktif tertibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

References

Azizah, F., Saputra, K. J., & Tisnasari, S. (2025). Dampak meme anomali brainrot pada pemerolehan kosakata Gen-Alpha: Kajian psikolinguistik. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 11746–11756. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20082

Azizah, N., & Prasetyo, D. (2023). Literasi digital untuk anak usia dini: Strategi orang tua dan guru. Prenada Media Group https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5786

Bickham, D. S., & Rich, M. (2014). Media, children, and adolescents: Health impact. Pediatrics, 133(1), 1–6. https://doi.org/10.1542/peds.2013-2656

Hidayat, R. (2022). Psikologi perkembangan anak usia dini. Remaja Rosdakarya https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3439

Livingstone, S., & Blum-Ross, A. (2020). Parenting for a digital future. Oxford University Press https://doi.org/10.1093/oso/9780190874698.003.0007

Maknun, M. L., Muzayanah, U., & Santoso, A. G. (2025). Anomali brainrot: Tafsir budaya atas tubuh dan hasrat di era digital. Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya, 14(1), 54–72 https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.242

Nevane Paramasari, S., & Tim. (2026). Brand storytelling and transmedia marketing. UKI Press https://doi.org/10.5216/mh.v26.85019

Novianti, R., & Fatonah, S. (2022). Literasi digital keluarga dalam pendampingan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2123–2135 https://doi.org/10.30829/raudhah.v10i1.1655

Putri, A., & Wayan, A. (2021). Pengaruh metode bermain terhadap kemampuan komunikasi anak prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 55–67 https://doi.org/10.32584/jika.v4i2.957

Setyowati, Y., & Rahayu, R. (2021). Peran orang tua dalam pengawasan penggunaan media digital pada anak. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 145–158 https://doi.org/10.31219/osf.io/kxu47

Tobing, M. M. (2024). Pembinaan guru sekolah minggu di era digital. Jurnal Christian Humaniora, 8(2), 208–224. https://doi.org/10.46965/jch.v8i2.2547

UNICEF. (2021). Digital literacy for children: Understanding online risks and opportunities. UNICEF Office of Research – Innocenti

Downloads

Published

24-06-2026

Indexing Check

How to Cite

Tobing, M. M., & Paramasari, S. N. (2026). Literasi Digital Simulatif Konten Anomali AI dan Risiko Brain Rot Anak Usia Dini . Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(3), 2191–2198. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i3.8170

Issue

Section

Articles