- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai Hidden Kurikulum dalam Pendidikan Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i1.4347Keywords:
pembelajaran, ips, hidden kulikulum, pendidikan anak usia diniAbstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan  pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Madani Banggai. Jenis penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru Kelas dan peserta didik secara keseluruhan yang berjumlah 102 orang yang terdiri dari kelas Adan kelas B yang tersebar pada 4 rombongan belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada anak usia dini sangat maksimal hal ini terlihat dari bagaimana guru mengenalkan pancasila dan lagu-lagu kebangsaan kepada peserta didik, selain itu mengajarkan anak untuk berbagi dengan sesama melalui program jum’at berkah atauÂ
Downloads
References
Alsubaie, M. A. (2015). Hidden curriculum as one of current issue of curriculum. Journal of Education and Practice, 6(33), 125–128.
Asdiqoh, S. (2018). Peran Orang Tua dalam Pemahaman Etika Sosial Anak. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5(2), 307–331.
Ayuni, D., Marini, T., Fauziddin, M., & Pahrul, Y. (2020). Kesiapan guru TK menghadapi pembelajaran daring masa pandemi COVID-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 414–421.
Bergenhenegouwen, G. (1987). Hidden curriculum in the university. Higher Education, 535–543.
Dacholfany, M. I., & Hasanah, U. (2021). Pendidikan anak usia dini menurut konsep islam. Amzah.
Danby, S., Evaldsson, A. C., Melander, H., & Aarsand, P. (2018). Situated collaboration and problem solving in young children’s digital gameplay. British Journal of Educational Technology, 49(5), 959–972. https://doi.org/10.1111/bjet.12636
Dumadi, S. M. (1981). Pembentukan dan Pendidikan Watak.
Fadhillah, N. (2019). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Dinamika Pendidikan Dasar, 8(253), 245.
Giroux, H. A., & Penna, A. N. (1979). Social education in the classroom: The dynamics of the hidden curriculum. Theory & Research in Social Education, 7(1), 21–42.
Islamy, A., Lestari, D. P., Saihu, S., & Istiani, N. (2020). Pembiasaan Ritualitas Kolektif dalam Pembentukan Sikap Sosial Religius Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Islam Az Zahra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan). Educandum, 6(2), 175–181.
Lamadang, K. P. (2020). Sekolah “The Best Output.†E-Prosiding Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, 179–180.
Lamadang, K. P., & Supriatna, M. (2022). Value of Education in Malabot Tumpe in Batui Indigenous People of Banggai Regency. Proceedings of the 1st World Conference on Social and Humanities Research (W-SHARE 2021), 654, 10–13. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220402.003
Lestari, G. (2016). Bhinnekha tunggal ika: Khasanah multikultural indonesia di tengah kehidupan SARA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1).
Lickona, T. (2022). Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.
Martinis, Y., & Jamilah, S. S. (2013). Panduan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Ciputat: Gaung Persada Press Group.
No, U.-U. (20 C.E.). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Oktaviyanti, I., Sutarto, J., & Atmaja, H. T. (2016). Implementasi nilai-nilai sosial dalam membentuk perilaku sosial siswa sd. Journal of Primary Education, 5(2), 113–119.
Rahmad, R. (2016). Kedudukan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Sekolah Dasar. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 2(1), 67–78.
Sapriya. (2009). Pendidikan IPS.
Siskandar. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Anak Usia Dini. Buletin PADU: Jurnal Ilmiah Anak Usia Dini, 2, 21–22.
Soekanto, S. (1992). Sosiologi Suatu Pengantar.
Sudrajat, A. (2011). Mengapa Pendidikan Karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 47–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316
Tabi’in, A. (2017). Menumbuhkan sikap peduli pada anak melalui interaksi kegiatan sosial [Foster a caring attitude in children through the interaction of social activities]. Journal of Social Science Teaching, 1(1), 39–59.
Wahyudi, D. (2011). Pembelajaran IPS berbasis kecerdasan intrapersonal interpersonal dan eksistensial. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Edisi Khusus,(1).
Weruin, U. U., & Sudirgo, T. (2022). Kritik Pedagogi Kritis Terhadap Politik Dan Praktik Pendidikan Dalam Pemikiran Ivan Illich Dan Henry Giroux. Prosiding Serina, 2(1), 59–68.

