Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan

Authors

  • Fauzan Ramadani Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, Indonesia
  • Tutuk Ningsih Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, Indonesia
  • M. Slamet Yahya Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7738

Keywords:

Perilaku Bullying, Ketidaksetaraan Kekuasaan, Lingkungan Pendidikan

Abstract

Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Andini, P. W., Purnomo, M. H., & Soedarto. (2022). Bullying sebagai arena kontestasi kekuasaan di kalangan siswa SMA Jakarta. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 2(2).

Anggraeni, J. (2024). Peran faktor ekonomi dalam mendorong perilaku pembullyan pada remaja. Lentera Edukasi Online, 2(1). https://doi.org/10.61434/leo.v2i1.112

Apriliandra, S., & Krisnani, H. (2021). Perilaku diskriminatif pada perempuan akibat kuatnya budaya patriarki di Indonesia ditinjau dari perspektif konflik. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1). https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.31968

Assan, M. C. S., Keraf, M. A., Uda, P. A., Apriliana, I. P. A., & Program Studi Bimbingan Konseling. (2022). Pengaruh cyberbullying di media sosial terhadap kepercayaan diri remaja akhir di Kota Kupang. Jurnal Bimbingan Konseling Flobamora, 2, 65–80. https://doi.org/10.35508/jbkf.v2i1.13689

Damayanti, P. D. S., Handayani, F., Ramahwati, Y., Suhernah, S., Cahyani, A. D., & Tilova, M. H. (2023). Peranan psikologi pendidikan untuk pencegahan perundungan siswa sekolah dasar. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.31943/counselia.v4i1.60

Dardiri, A., Hanum, F., & Raharja, S. (2020). The bullying behavior in vocational schools and its correlation with school stakeholders. International Journal of Instruction, 13(2). https://doi.org/10.29333/iji.2020.13247a

Derma Putri, E. (2022). Kasus bullying di lingkungan sekolah: Dampak serta penanganannya.

Djaali. (2011). Psikologi pendidikan (Ed. 1). PT Bumi Aksara.

Elgar, F. J., Gariépy, G., Dirks, M. A., Walsh, S. D., Molcho, M., Cosma, A., Malinowska-Cie?lik, M., Donnelly, P., & Craig, W. (2019). Association of early-life exposure to income inequality with bullying in adolescence in 40 countries. JAMA Pediatrics, 173(7). https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2019.1181

Feijóo, S., O’Higgins-Norman, J., Foody, M., Pichel, R., Tobío, T. B., Mallou, J. V., & Boubeta, A. R. (2021). Sex differences in adolescent bullying behaviours. Psychosocial Intervention, 30(1). https://doi.org/10.5093/pi2021a1

Firmansyah, F. A. (2022). Peran guru dalam penanganan dan pencegahan bullying di tingkat sekolah dasar. Jurnal Al-Husna, 2(3). https://doi.org/10.18592/jah.v2i3.5590

Grenfell, M. (2019). Bourdieu and education. Oxford Research Encyclopedia of Education. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190264093.013.259

Harrison, E., Hulme, J. A., & Fox, C. L. (2022). A thematic analysis of students’ perceptions and experiences of bullying in UK higher education. Europe’s Journal of Psychology, 18(3). https://doi.org/10.5964/ejop.3669

Iqbal, M. F., & Harianto, S. P. (2022). Prasangka, ketidaksetaraan, dan diskriminasi gender dalam kehidupan mahasiswa Kota Surabaya: Tinjauan pemikiran konflik Karl Marx. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(2). https://doi.org/10.23887/jiis.v8i2.52926

Latifah, R. A. (2024). Faktor-faktor psikologis penyebab perilaku bullying. Blantika: Multidisciplinary Journal, 2(6). https://doi.org/10.57096/blantika.v2i6.166

Manurung, F. (2024). Bukan lagi korban: Edukasi pembuli di Perguruan Advent Lumban Gambiri. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.36908/akm.v4i2.981

Mishna, F., Birze, A., Greenblatt, A., & Pepler, D. (2021). Looking beyond assumptions to understand relationship dynamics in bullying. Frontiers in Psychology, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.661724

Nurdianti Pajri, D., Nazilah, R., Maharani, S., Firdaus, A., & Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (2024). Dampak psikologis akibat tindakan bullying pada remaja terhadap kesehatan mental. Jurnal Kaganga, 8(1).

Nurfaniza, I., & Margaret, M. (2024). Fenomena korban bullying sekolah dasar negeri X di wilayah Karang Tengah. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(4). https://doi.org/10.38035/rrj.v6i4.900

Oktaviany, D., & Ramadan, Z. H. (2023). Analisis dampak bullying terhadap psikologi siswa sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1245–1251. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5400

Pendidikan Guru Sekolah Dasar. (2018). Mengatasi bullying melalui pendidikan karakter. Jurnal Kreatif, 9(1).

Prastiti, J. P., & Anshori, I. (2020). Efek sosial dan psikologis perilaku bullying terhadap korban.

Rachmawati, D. (2024). Bullying dan dampak jangka panjang: Koneksi dengan kekerasan dan kriminalitas di sekolah. JOIES: Journal of Islamic Education Studies, 9(1).

Radmerikhi, S., Yazdi-Feyzabadi, V., Ahmadi, M., & Sajadi, S. M. K. (2021). Bullying and its effective factors in adolescents aged between 10 and 18 years old: Evidence from a southeastern region in Iran, 2020. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-762979/v1

Sulisrudatin, N. (2015). Kasus bullying dalam kalangan pelajar: Suatu tinjauan kriminologi. Jurnal Kriminologi Indonesia, 5(2).

Sulistyowati, Y. (2021). Kesetaraan gender dalam lingkup pendidikan dan tata sosial. IJOUGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 1(2). https://doi.org/10.21154/ijougs.v1i2.2317

Syahputra, D. D., Bangun, M. B., & Handayani, S. M. (2023). Budaya patriarki dan ketidaksetaraan gender dalam pendidikan di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba. Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 6(2). https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i2.4028

Williams, C. R., Griffin, K. W., Botvin, C. M., Sousa, S., & Botvin, G. J. (2023). Effectiveness of digital health tools to prevent bullying among middle school students. Adolescents, 3(1). https://doi.org/10.3390/adolescents3010009

Yüksel, A., & Y?lmaz, E. B. (2025). Predictors of peer bullying and peer victimization among high school students in Türkiye. Journal of Child and Adolescent Psychiatric Nursing. https://doi.org/10.1111/jcap.70027

Downloads

Published

03-01-2026

Check Article Index

How to Cite

Ramadani, F., Ningsih, T., & Yahya, M. S. (2026). Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 48–57. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7738