Pernikahan Antar Etnis: Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar

Authors

  • Fila Sasmita Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Jumadi Jumadi Sejarah, Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Idham Irwansyah Idrus Sosiologi, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7770

Keywords:

Pernikahan Antar Etnis, Adaptasi Budaya, Akulturasi Budaya

Abstract

Pernikahan antar etnis di wilayah multikultural seperti Polewali Mandar menghadirkan dinamika adaptasi budaya yang menarik untuk dikaji karena melibatkan pertemuan nilai, praktik, dan sistem sosial yang berbeda dalam satu ruang keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi sistem dan faktor yang memengaruhi pernikahan antar etnis serta menganalisis hubungan timbal balik dan pertukaran nilai yang terbentuk di antara pasangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 pasangan dari etnis Mandar, Bugis, Jawa, dan Toraja yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi dilakukan melalui penyesuaian tata cara perkawinan, negosiasi keluarga, integrasi simbolik, pola komunikasi, dan kompromi peran, sementara hubungan timbal balik tampak pada saling memengaruhi, peleburan nilai budaya, penggunaan simbol etnis, dan terbentuknya harmoni keluarga yang mendorong akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang interaksi lintas budaya dalam institusi keluarga, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi lembaga sosial dan pemerintah untuk merancang strategi penguatan integrasi sosial di masyarakat multietnis

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Abdinassir, N. (2024). Assimilation and acculturation processes in the study of inter-ethnic marriages (Unpublished manuscript).

Abdullah, A. D., Fabriar, S. R., Rachmawati, F., & Azida, M. (2023). Komunikasi antarbudaya: Keharmonisan sosial dalam masyarakat multikultur. Penerbit NEM.

Anam, A. G. (2023). Pergeseran nilai praktik memulang pada proses pernikahan masyarakat Suku Sasak perspektif akulturasi Redfield dan maq??id syar?‘ah: Studi di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (Disertasi doktor, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim). UIN Maliki Repository.

Atikah, N. (2022). Akulturasi budaya pada pernikahan etnis Mandailing dan Minangkabau di Jorong Pacuan Tampang Nagari Taruang-Taruang Kabupaten Pasaman (Disertasi doktor, IAIN Padangsidimpuan).

Berry, J. W. (1997). Immigration, acculturation, and adaptation. Applied Psychology: An International Review, 46(1), 5–68. https://doi.org/10.1080/026999497378467

Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712.

Bierwiaczonek, K., & Kunst, J. R. (2021). Revisiting the integration hypothesis: Correlational and longitudinal meta-analyses demonstrate the limited role of acculturation for cross-cultural adaptation. Psychological Science, 32(9), 1476–1493. https://doi.org/10.1177/09567976211005470

Burhanuddin, B., Syamsuri, A. S., & Munirah, M. (2021). Persepsi masyarakat Mandar terhadap pemakaian bentuk sapaan dalam kekerabatan Puang dan Daeng. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 6(4), 923–932.

Dewi, M., & Riyanto, E. D. (2022). Asimilasi dan akulturasi budaya punjungan pada prosesi pernikahan masyarakat transmigran di Bumi Minangkabau. Sang Pencerah, 8(2), 444–457.

Harlina, H. (2022). Nilai-nilai malaqbiq pada prosesi pernikahan adat Mandar di Kabupaten Polewali Mandar (Disertasi doktor, Universitas Hasanuddin).

Hasaruddin, H., & Naldi, N. (2021). Peran orang tua dalam melakukan pendampingan terhadap pelaku pernikahan anak di Desa Lembang Loe Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa. Jurnal Dakwah Tabligh, 22(2), 177–188.

Majid, A. (2025). Tradisi mappande manuq dalam pernikahan masyarakat Mandar Desa Arabua Kabupaten Polewali Mandar perspektif maq??id al-syar?‘ah (Disertasi doktor, IAIN Parepare).

Manda, D., Awaru, A. O. T., & Darmayanti, D. P. (2025). Interethnic marriage between Makassarese and Javanese in Makassar City (Manuscript submitted for publication).

Nurfadilla, W. S., Mahmud, A., & Sahar, S. (2022). Pola pengasuhan dalam rumah tangga pasangan etnik Mandar dan etnik Jawa di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Macora, 1(1), 45–54.

Pahutar, A. A., Ritonga, M., Hanafi, A. H., & Siregar, N. H. (2024). Perkawinan campuran dalam dampak globalisasi pada hukum keluarga. Jurnal El-Qanuniy, 10(1), 49–71.

Parani, R., Niyu, N., Dwihadiah, D. L., & Purba, H. (2025). The dynamics of cultural communication through acculturation in the context of Chinese–Dayak–Malay (Tidayu) inter-ethnic marriage in Singkawang–Indonesia. INJECT: Interdisciplinary Journal of Communication, 10(1), 527–550.

Ramadhanny, L. H., & Haryanti, Y. (2025). Akulturasi budaya pada pernikahan antar etnis Jawa dan Dayak di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah (Disertasi doktor, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Toni, H., & Kamil, P. (2022). Akulturasi budaya dan dampak kehidupan sosial di Kelurahan Pensiunan Kabupaten Kepahiang (Disertasi doktor, IAIN Curup).

Wanasi, R., & Sjahid, A. (2023). Cultural acculturation: Forms, processes, and communication strategies in multicultural families in Central Sulawesi. Asian Journal of Social and Humanities, 1(10), 556–568.

Yulianto, J. E., Hodgetts, D., King, P., & Liu, J. H. (2022). Navigating tensions in inter-ethnic marriages in Indonesia: Cultural, relational, spatial, and material considerations. International Journal of Intercultural Relations, 86, 227–239.

Downloads

Published

06-01-2026

Check Article Index

How to Cite

Sasmita, F., Jumadi, J., & Idrus, I. I. (2026). Pernikahan Antar Etnis: Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 92–101. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7770