- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Analisis Dampak Perceraian Orang Tua pada Perilaku Agresifitas Anak Usia 5 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7750Keywords:
Perceraian Orang Tua, Agresifitas Anak, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 5 tahun. Menggunakan metode penelitian dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) perubahan perilaku anak pasca perceraian, (2) faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, (3) pola asuh setelah perceraian, (4) peran pengasuhan tunggal dan lingkungan sekolah, serta (5) strategi intervensi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengganggu stabilitas emosional anak, memicu agresi seperti memukul, mendorong, dan berteriak. Pola asuh tidak konsisten dan kurang dukungan emosional memperburuk kondisi, sedangkan perhatian guru dan lingkungan sekolah terstruktur dapat mengurangi intensitasnya. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk melakukan intervensi yang terstruktur dan terkoordinasi dalam membantu anak-anak yang mengalami perceraian orang tua, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Downloads Statistics
References
Ainnunnisa, R., & Rachmawati, Y. (2024). Sibling rivalry pada anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 40–48. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.18094
Amato, P. R. (2000). The consequences of divorce for adults and children. Journal of Marriage and Family, 62(4), 1269–1287. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2000.01269.x
Amato, P. R., & Keith, B. (1991). Parental divorce and the well-being of children: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 110(1), 26–46. https://doi.org/10.1037/0033-2909.110.1.26
Aristawaty, A., Mashabi, N. A., & Hasanah, U. (2023). Perilaku anak korban perceraian orang tua. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 10(1), 51–62. https://doi.org/10.21009/jkkp.101.05
Axline, V. M. (1947). Play therapy: The inner dynamics of childhood. Ballantine Books.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Dayakisni, T., & Hudaniah. (2015). Psikologi sosial. Universitas Indonesia Press.
Dwi, C. P., Fairuzzaman, R. R., & Hartini, N. (2025). Post-divorce family resilience: Uncovering the dynamics of recovery and strength from a literature review perspective. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 14(1), 90–101. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1
Fahmi, F., Bakhtiar, Y., Saleh, A., Ismail, A. F.-H., Tandewi, A. M. S., Lubis, A. S., Silitonga, N. F., Syahidah, D. M., Umam, K., Noor, I. F., Muhajirin, S., Sukowati, A., & Julaeha, S. (2020). Pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat pendidikan anak. Jurnal Pendidikan Ilmu Manajemen, 2(6).
Hetherington, E. M., & Kelly, J. (2003). For better or for worse: Divorce reconsidered. W. W. Norton & Company.
Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Kencana Prenada Media Group.
Khalisha, F. N., & Gustiana, A. D. (2024). Pengaruh layanan bermain bersama terhadap perkembangan sosial emosional anak di Rumah Anak SIGAP Kecamatan Koroncong. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 127–139. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.17220
Kurniawan, K., Nur, Y., Nugraha, P., Maysarah, V., Revindha, L. D., & Zahra, S. (2023). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial anak: A scoping review. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 11(2), 163–175. https://doi.org/10.20527/jdk.v11i2.485
Kusmardani, A., Suntana, I., & Mukhlas, O. S. (2021). Perkembangan kasus perceraian di Indonesia dalam perspektif politik hukum keluarga Islam. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2019). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press.
Sulaiman, U. (2020). Perilaku menyimpang remaja dalam perspektif sosiologi. UIN Alauddin Makassar Press.
Sutisna, I. (2021). Perilaku agresi pada anak usia dini.
Wijayanti, C. M., & Zuhri, S. (2024). Dampak positif kurikulum emosional pada perkembangan emosional anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 74–82. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.15629
Downloads
Published
Check Article Index
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadia Lia Sakinah, Choiriyah Widyasari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:

