Analisis Dampak Perceraian Orang Tua pada Perilaku Agresifitas Anak Usia 5 Tahun

Authors

  • Nadia Lia Sakinah Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Choiriyah Widyasari Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7750

Keywords:

Perceraian Orang Tua, Agresifitas Anak, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 5 tahun. Menggunakan metode penelitian dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) perubahan perilaku anak pasca perceraian, (2) faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, (3) pola asuh setelah perceraian, (4) peran pengasuhan tunggal dan lingkungan sekolah, serta (5) strategi intervensi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengganggu stabilitas emosional anak, memicu agresi seperti memukul, mendorong, dan berteriak. Pola asuh tidak konsisten dan kurang dukungan emosional memperburuk kondisi, sedangkan perhatian guru dan lingkungan sekolah terstruktur dapat mengurangi intensitasnya. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk melakukan intervensi yang terstruktur dan terkoordinasi dalam membantu anak-anak yang mengalami perceraian orang tua, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Ainnunnisa, R., & Rachmawati, Y. (2024). Sibling rivalry pada anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 40–48. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.18094

Amato, P. R. (2000). The consequences of divorce for adults and children. Journal of Marriage and Family, 62(4), 1269–1287. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2000.01269.x

Amato, P. R., & Keith, B. (1991). Parental divorce and the well-being of children: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 110(1), 26–46. https://doi.org/10.1037/0033-2909.110.1.26

Aristawaty, A., Mashabi, N. A., & Hasanah, U. (2023). Perilaku anak korban perceraian orang tua. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 10(1), 51–62. https://doi.org/10.21009/jkkp.101.05

Axline, V. M. (1947). Play therapy: The inner dynamics of childhood. Ballantine Books.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Dayakisni, T., & Hudaniah. (2015). Psikologi sosial. Universitas Indonesia Press.

Dwi, C. P., Fairuzzaman, R. R., & Hartini, N. (2025). Post-divorce family resilience: Uncovering the dynamics of recovery and strength from a literature review perspective. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 14(1), 90–101. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v14i1

Fahmi, F., Bakhtiar, Y., Saleh, A., Ismail, A. F.-H., Tandewi, A. M. S., Lubis, A. S., Silitonga, N. F., Syahidah, D. M., Umam, K., Noor, I. F., Muhajirin, S., Sukowati, A., & Julaeha, S. (2020). Pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat pendidikan anak. Jurnal Pendidikan Ilmu Manajemen, 2(6).

Hetherington, E. M., & Kelly, J. (2003). For better or for worse: Divorce reconsidered. W. W. Norton & Company.

Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Kencana Prenada Media Group.

Khalisha, F. N., & Gustiana, A. D. (2024). Pengaruh layanan bermain bersama terhadap perkembangan sosial emosional anak di Rumah Anak SIGAP Kecamatan Koroncong. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 127–139. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.17220

Kurniawan, K., Nur, Y., Nugraha, P., Maysarah, V., Revindha, L. D., & Zahra, S. (2023). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial anak: A scoping review. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 11(2), 163–175. https://doi.org/10.20527/jdk.v11i2.485

Kusmardani, A., Suntana, I., & Mukhlas, O. S. (2021). Perkembangan kasus perceraian di Indonesia dalam perspektif politik hukum keluarga Islam. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2019). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press.

Sulaiman, U. (2020). Perilaku menyimpang remaja dalam perspektif sosiologi. UIN Alauddin Makassar Press.

Sutisna, I. (2021). Perilaku agresi pada anak usia dini.

Wijayanti, C. M., & Zuhri, S. (2024). Dampak positif kurikulum emosional pada perkembangan emosional anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 13(1), 74–82. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i1.15629

Downloads

Published

06-01-2026

Check Article Index

How to Cite

Sakinah, N. L., & Widyasari, C. (2026). Analisis Dampak Perceraian Orang Tua pada Perilaku Agresifitas Anak Usia 5 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 102–107. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7750