Pengalaman Guru Sekolah Dasar melalui Program Tokkatsu dalam Pengembangan Keterampilan Sosial secara Holistik

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7988

Keywords:

program tokkatsu, pendidikan holistik, keterampilan sosial, pengembangan karakter

Abstract

Pendidikan holistik menekankan pengembangan peserta didik secara utuh, mencakup aspek akademik, karakter, serta keterampilan sosial emosional. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan prinsip tersebut adalah program Tokkatsu, yaitu kegiatan non-akademik yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah dan menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan program Tokkatsu dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan restorying, kodifikasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tokkatsu berperan dalam membangun keterampilan sosial, kerja sama, keberanian berpendapat, tanggung jawab, serta pengelolaan emosi siswa melalui pembiasaan kegiatan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tokkatsu relevan sebagai model pendidikan karakter yang aplikatif dan sejalan dengan penguatan pembelajaran berpusat pada siswa dalam kurikulum Merdeka.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Auliawan, A. G., & Harsiwi, W. (2025). Kyushoku di Jepang Sebagai Referensi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia. 9(1), 184–197. https://doi.org/10.14710/kiryoku.v9i1.184-197

CASEL, Collaborative for Academic, Social, and E., & Learning. (2020). SEL: What are the core competence areas and where are they promoted? https://casel.org/sel-framework/

Cetiya, T. (2022). Implementasi Salam Pagi Sebagai Pembiasaan Dan Keteladanan Positif Membangun Budaya Sekolah Sd Kanisius Wonogiri. BAHUSACCA?: Pendidikan Dasar Dan Manajemen Pendidikan, 3(1), 5–12. https://doi.org/10.53565/bahusacca.v3i1.1145

Clandinin, D. J., & Connelly, F. M. (2000). Narrative inquiry: Experience and story in qualitative research. San Francisco: Jossey-Bass.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Mycological Research, 94(3), 522.

Dewey, J. (1938). Experience and. Education. The Lancet.

Fauzi, A. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (Studi Kasus Pada SMAN 1 Pengaron Kabupaten Banjar). Jurnal Pahlawan, 18(2), 18–22. https://ojs.uvayabjm.ac.id/index.php/pahlawan/

Hidayah, I., Inayah, S., Sihombing, E., Komala, E., Waruwu, L., Permana, R., Sulfiani, Wijayanti, P. S., Kurdi, M. S., & Kurdi, M. S. (2025). Pendidikan Holistik Di Sekolah Mengintegrasikan Akademik, Karakter, dan Keterampilan (Issue April).

Hughes, & Allen, L. (2013). The Social Benefits of the Morning Meeting. Online Submission, April, 1–38. https://doi.org/10.33015/dominican.edu/2013.edu.08 Survey:

Komoto, A. (2015). Collaborative Efforts to Build Interpersonal Skills and Emotional Maturity Across School Levels Through Tokkatsu?:The Case of Kuwabara Junior High School and Elementary School. Center for Excellence in School Education Graduate School of Education The University of Tokyo, 5.

Kusanagi, K. N. (2020). Education for Sustainable Development and the Implementation of “Tokkatsu” in Indonesia. 404(Icossei 2019), 70–75. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200214.013

Mulyadi, B. (2014). Model Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat Jepang. Izumi, 3(1), 69. https://doi.org/10.14710/izumi.3.1.69-80

Nandatami, E. S., Nisa, T. F., & Karim, M. B. (2024). Student Led Conference (SLC): Strategi Efektif Mengembangkan Kemampuan Bercerita Anak. Journal Of Early Childhood And Islamic Education, 3(1), 154–167. https://doi.org/10.62005/joecie.v3i1.118

Oci, M. (2019). Manajemen Kelas. Jurnal Teruna Bhakti, 1(1), 49. https://doi.org/10.47131/jtb.v1i1.12

Pang, C., Lau, J., Seah, C. P., Cheong, L., & Low, A. (2018). Socially challenged collaborative learning of secondary school students in Singapore. Education Sciences, 8(1). https://doi.org/10.3390/educsci8010024

Ramadhini, F. (2021). Peningkatan kemampuan berbicara anak usia 3-4 tahun melalui kegiatan morning meeting. Prosiding Webinar Nasional Prodi PGMI IAIN Padangsidimpuan, 67.

Sabda, S. (2020). Paradigma Pendidikan Holistik. Pedagogi, 1–69. https://www.researchgate.net/profile/Syaifuddin-Sabda/publication/338198270

Sismam, C. &, & Bahadir, E. (2021). ?i?man and Bahad?r - 2021 - The Effects of Student Led Conferences on the Improvement of 21st Century Career and Life Skills.pdf.

Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alpabeta, Bandung.

Tsuneyoshi. (2012). The World of Tokkatsu. Tokyo: University of Tokyo.

Tsuneyoshi, R. (2019). The Tokkatsu Framework?: The Japanese Model of Holistic Education. In Tokkatsu: The Japanese educational model of holistic education.

Tsuneyoshi, R. (2020). Japanese Educational Policy and the Curriculum of Holistic Development (Vol. 2). https://doi.org/10.1007/978-981-13-8343-4

Tsuneyoshi, R. (2024). Educating the Total Child Using the Tokkatsu Model. 36–47. https://doi.org/10.56380/mjer.si.2024.05

Tsuneyoshi, R., Kusanagi, K., & Takahashi, F. (2016). Cleaning as Part of TOKKATSU: School Cleaning Japanese Style. Center for Excellence in School Education, Graduate School of Education, The University of Tokyo, 6, 1–16. http://www.schoolexcellence.p.u-tokyo.ac.jp/en/

Yunengsih, E., Wuryastuti, S., & Suratno, T. (2023). Penerapan Tokkatsu pada Tema 4 Hidup Bersih dan Sehat (Studi Narrative Inquiry pada Pembelajaran IPA Kelas 2 Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19). Didaktika, 3(3), 255–262. https://doi.org/10.17509/didaktika.v3i3.38168

Downloads

Published

24-01-2026

Check Article Index

How to Cite

Assyifa, A. F., Suratno, T., & Nuraeni, H. (2026). Pengalaman Guru Sekolah Dasar melalui Program Tokkatsu dalam Pengembangan Keterampilan Sosial secara Holistik. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 272–282. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7988