- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Penghayatan Nilai Budaya melalui Pakaian Adat Gagrak pada Tradisi Kamis Pon di PAUD Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7752Keywords:
Penghayatan nilai budaya, perjuangan bangsa, pakaian adat gagrak, tradisi kamis pon, pendidikan karakter berbasis budayaAbstract
Tradisi penggunaan pakaian adat Gagrak Yogyakarta pada hari Kamis Pon telah diterapkan secara rutin di lembaga PAUD sebagai upaya pelestarian budaya, namun integrasinya dalam pembelajaran belum sepenuhnya bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemakaian pakaian adat Gagrak dalam tradisi Kamis Pon menjadi media penghayatan nilai luhur budaya dan perjuangan bangsa pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi pendidikan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara etnografis, dan dokumentasi di empat lembaga PAUD di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan berpakaian adat secara konsisten menumbuhkan nilai sopan santun, kedisiplinan, kemandirian, dan identitas budaya lokal melalui praktik fisik seperti sikap ngapurancang, duduk timpuh, dan menjaga kerapian. Tradisi ini memperkuat karakter anak melalui pengalaman embodied yang menghubungkan simbol budaya dengan tindakan konkret serta didukung oleh kegiatan budaya lain seperti bahasa Jawa, seni, dan permainan tradisional. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Kamis Pon merupakan strategi pedagogis efektif untuk menginternalisasikan nilai budaya dan semangat perjuangan bangsa pada anak usia dini.
Downloads Statistics
References
Agusniati, A., Rizal, A., & Muhammad, A. F. (2025). Character Education Based on Multiculturalism: Efforts to Foster Tolerance from an Early Age in Elementary Schools. International Journal of Applied Educational Research (IJAER), 3(4), 245–254. https://doi.org/10.59890/ijaer.v3i4.91
Astini, B. N., Rachmayani, I., & Saleh, S. U. (2023). Identifikasi Penggunaan Pakaian adat melalui Pembelajaran Muatan Lokal di Paud Kecamtan sekarbela Kota Mataram. Jurnal Usia Dini, 9(2), 73. https://eprints.unram.ac.id/42654/2/JURNAL PENELITIAN GITA.pdf
Cahyani, I. S., & Pamungkas, J. (2024). Cultivating Patriotism in Early Childhood Education: The" Angkasa Berbudaya" Program at Angkasa Adisutjipto Kindergarten. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 9(3), 527–537. https://doi.org/10.14421/jga.2024.93-13
DIY, B. T. P. S. (2024). Statistik Migrasi Masuk dan Keluar DIY 2024. https://birotapem.jogjaprov.go.id/tambahan/134.pdf
Firmiana, M. E., & Suryaningsih, I. (2025). Local Culture Learning in Early Childhood Education Programs: An Analysis of Teacher Strategies in Introducing Lebak Culture, Banten, Indonesia. Journal of Pedagogy and Education Science, 4(02), 212–227. https://doi.org/10.56741/IISTR.jpes.00905
Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan Anak: Jakarta: Penerbit Erlangga. Taufik Imam.
Indonesia, P. R. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Pemerintah Republik Indoensia. https://pics.unipma.ac.id/content/pengumuman/03103_30_05_2022_09_16_55TAHUN 2007 UU KUP NO 28.pdf
Jumiatmoko, J., Dwiningrum, S. I. A., Harun, H., & Syamsudin, A. (2024). Tolerance developing in early childhood education based child-friendly school. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.21831/jpa.v13i1.283
Jusni, E., Fonsén, E., & Ahtiainen, R. (2023). An inclusive early childhood education setting according to practitioners’ experiences in Yogyakarta, Indonesia. Education Sciences, 13(10), 1043. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/educsci13101043
Latifa, B., Suryana, D., Mayar, F., & Mahyuddin, N. (2023). Development of culture-based learning through children’s Kerinci folk stories in kindergarten. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7809–7818. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5582
Mariyono, D. (2024). Indonesian mosaic: the essential need for multicultural education. Quality Education for All, 1(1), 301–325. https://doi.org/10.1108/QEA-05-2024-0042
Nasional, P. K. P. (2007). Kerangka dasar kurikulum pendidikan anak usia dini. Jakarta: Derpartemen Pendidikan Nasional.
Nuryani, H., Hutagalung, B., Purwaningsih, W., & Mustadi, A. (2020). Implementasi karakter cinta tanah air pada kesenian tradisional jawa Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 75–86. https://doi.org/10.21009/jpd.v11i1.15392
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2024). Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 400.5.9.1/40 Tahun 2024 tentang Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta Setiap Kamis Pon. https://jdih.jogjaprov.go.id/
Rofiqoh, F. U. (2024). Cultivating Cultural Awareness in Early Childhood: The Role of Batik Tulis in Preserving Local Heritage. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 9(1), 23–36. https://doi.org/10.14421/jga.2024.91-03
Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy apporach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10). https://www.cell.com/action/showPdf?pii=S2405-8440%2824%2907401-2
Salehuddin, S. N., Hanurawan, F., & Hidayah, N. (2025). Integrasi Javanese Culture Sebagai Penanaman Karakter Anak: Studi Optimalisasi Perkembangan Sosial Emosional Anak. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 626–635. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.906
Sham, N. N. N., & Bakar, K. A. (2024). Integrating Traditional Costumes in Education to Foster National Unity Among Preschoolers. 13(3). https://doi.org/10.6007/IJARPED/v13-i3/22065
Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.
Tumbularani, T., Winarti, W., & Sakila, S. R. (2025). Cultivating the Value of Identity in Early Childhood through the Introduction of Yogyakarta’s Local Culture. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 16(1), 97–106. https://doi.org/10.17509/cd.v16i1.80797
Yasin, M. H. M., Susilawati, S. Y., Tahar, M. M., & Jamaludin, K. A. (2023). An analysis of inclusive education practices in East Java Indonesian preschools. Frontiers in Psychology, 14, 1064870. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1064870
Downloads
Published
Check Article Index
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amal Diska Fuaddiana, Siti Fathonah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:

