Search
Search Results
-
Optimalisasi Aktivitas Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Usia 3-4 Tahun
Triana Rosalina Noor (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3600 | Check in Google Scholar
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini berperan sebagai wadah optimalisasi perkembangan anak, salah satunya adalah pengembangan keterampilan motorik halus yang penting dalam mendukung peningkatan life skills anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas pengembangan motorik halus di KBIT Al-Aqsha melalui pendekatan penelitian kualitatif-studi kasus. Pengambilan data melalui teknik observasi, studi dokumen dan wawancara kepada tiga orang informan yang dipilih secara purposive sampling dengan teknik analisis data melalui proses kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengembangan motorik halus anak di KBIT Al-Aqsha sudah mulai berkembang sejak satu bulan proses pembelajaran yang distimulasi melalui aktivitas menggambar bebas, kegiatan meniru obyek, kegiatan kombinasi, mengajarkan cara memegang alat makan dan alat tulis dengan benar, menggunting pola, melipat dan menempel gambar, mewarnai dan eksplorasi kegiatan dan penggunaan media yang unik. Evaluasi ketercapaian dilakukan melalui penilaian unjuk kerja, observasi dan pemberian tugas yang dilakukan sebagaimana indikator yang telah ditetapkan.
4336-434822-08-2023 -
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Permainan Eduktif Puzzle
Ahmadin Ahmadin, Hendra Hendra, Lukman Lukman, Nurfidianty Annafi, Muslim Muslim (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5905 | Check in Google Scholar
Keterampilan motorik halus sangat penting bagi perkembangan Anak Usia Dini. Cara untuk mengembangkan keterampilan motorik halus pada Anak Usia Dini salah satunya adalah melalui permainan edukatif, salah satunya adalah puzzle. Permainan ini dapat mengasah perkembangan mototik halus pada anak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari kegunaan mainan edukatif khususnya puzzle terhadap perkembangan keterampilan motorik halus Anak Usia Dini. Metode penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini terdiri dari 15 anak di TK Al-Mahasin Kota Bima. Cara mengumpulkan data melalui observasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa permainan puzzle pada Anak Usia Dini di TK Al-Mahasin Kota Bima sesuai langkah-langkah yang sudah ditetapkan dengan kriteria Baik. Aktivitas anak saat mengikuti kegiatan pembelajaran pengembangan aspek motorik halus dalam dalam kegiatan meniru bentuk mengalami peningkatan dengan mencapai kriteria Seluruhnya Aktif, begitu juga dengan kreativitas anak saat mengikuti kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan dengan mencapai kriteria Seluruhnya Kreatif sehingga hasil pengembangan aspek motorik halus mengalami perkembangan dengan kriteria seluruhnya berkembang.
8041-804831-12-2023 -
Penggunaan Media Zipper Adaptif untuk Stimulasi Motorik Halus Anak Tunadaksa
Meisa Suci Arma, Tita Sapriyanti, Sri Yanti, Thea Yuliana Anjari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7494 | Check in Google Scholar
Anak dengan disabilitas tunadaksa memiliki keterbatasan fisik, khususnya dalam mengkoordinasikan gerak tangan dan jari, sehingga memerlukan media pembelajaran adaptif yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sensorik-motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterterapan media pembelajaran adaptif zipper dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak disabilitas tunadaksa di RA Citra Islami Sungai Geringging. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek satu orang anak tunadaksa. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan pencatatan lapangan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data dilakukan dengan secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media zipper secara rutin berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi jari dan tangan, kekuatan genggaman, serta ketepatan gerak. Warna dan bentuk media zipper yang menarik turut membantu dalam meningkatkan minat serta keterlibatan anak selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media zipper dapat diterapkan sebagai alat untuk meningkatkan motorik halus anak tunadaksa dengan baik.
133-14113-01-2026 -
Memfungsikan Jari Jemari melalui Kegiatan Mozaik sebagai Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini
Dara Gebrina Rezieka, Erni Munastiwi, Na’imah Na’imah, Asyiful Munar, Aknes Aulia, Abda Billa Faza Muhammadkan Bastian (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2501 | Check in Google Scholar
Proses pengembangan diri anak harus mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan. Salah satunya perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan mozaik. Melalui metode deskriptif kualitatif peneliti ingin menganalisis secara induktif tentang dilakukan motorik halus pada anak usia dini dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk menemukan temuan akhir hasil penelitian yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tiga rangkaian kegiatan mozaik, secara bertahap keseluruhan anak usia dini mampu menggunakan jari jemarinya dengan terampil. Intruksi kognitif anak mampu direfleksikan melalui fungsi jari jemari anak, yang menunjukkan peningkatan motorik halus. Peningkatan motorik halus juga ditunjukkan pada kemampuan otot-otot kecil yang mampu menggerak dan mengolah benda-benda kecil. Meskipun, jari jemari yang paling meningkat adalah ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah
4321-433407-05-2022 -
Analisis Pengembangan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia Dini
Asni Karlina Sanenek, Nurhafizah Nurhafizah, Dadan Suryana, Nenny Mahyuddin (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4177 | Check in Google Scholar
Pemahaman pentingnya kemampuan motorik halus untuk perkembangan anak usia dini telah mengalami peningkatan namun tidak setiap orang tahu bagaimana cara untuk mengoptimalkannya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan kemampuan motorik halus anak usia dini. Â Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Pendekatan ini dipilih karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menentukan kata kunci yang kemudian dicari melalui database ilmiah. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan tema. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan motorik halus dilakukan dengan memperhatikan strategi kemampuan hidup dari Montenssori, memperhatikan fleksibilitas media, memilih metode yang dapat melibatkan anak secara langsung, mengamati perkembangan anak secara individu dan kelompok, dan dukungan dari orang dewasa. Implikasi hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi guru prasekolah dan orang tua untuk mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak
1391-140106-03-2023 -
Media Pembelajaran Digital untuk Stimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini
Dewi Hendraningrat, Pujiyanti Fauziah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i1.1205 | Check in Google Scholar
Peran guru di abad ke-21 terus mengalami pergeseran terutama karena terdampak oleh kemajuan teknologi. Bahkan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan motivasi belajar anak daripada pengajaran tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pembelajaran yang valid, praktis, dana efektif untuk menstimulasi motorik halus anak. Satu guru dan 18 anak berusia 3-4 tahun menjadi subjek penelitian. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara, sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil penelitian ini bahwa media digital yang berupa video tutorial memiliki kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun (dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0.03). Media juga telah dinyatakan layak oleh dua ahli dan praktis sesuai dengan penilaian dari guru sebagai pengguna. Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan pelatihan pendidikan teknologi untuk calon guru agar memiliki persiapan diri yang lebih baik ketika mengajar menggunakan teknologi
56-7027-03-2021 -
Pengembangan Media Busy Board Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Alkhairaat Malino Mamboro
Ifa Sunandari, Durrotunnisa Durrotunnisa, Sita Awalunisah, Andi Agusniatih (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7209 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media busy board sebagai sarana stimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini. Celah yang diidentifikasi adalah keterbatasan media edukatif yang secara khusus melatih aspek ketepatan, koordinasi, dan kecepatan gerak halus anak, serta rendahnya pemahaman guru mengenai pentingnya pengembangan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi dari ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media busy board memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,5% dari ahli materi dan 82,03% dari ahli media, keduanya masuk dalam kategori sangat valid. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan media pembelajaran inovatif yang terbukti efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini secara menyeluruh, terutama dalam aspek koordinasi, ketepatan, dan kecepatan gerakan.
1861-187304-08-2025 -
Pengaruh Media Loose Part terhadap Kreativitas dan Motorik Halus Anak Usia Dini
Siti Nurjanah, Muthmainah Muthmainah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4434 | Check in Google Scholar
Aspek yang dipandang perlu untuk dikembangkan pada anak usia dinia adalah kemampuan kreativitas dan motorik halus anak, dan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus adalah menggunakan media pembelajaran loose parts. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media loose part terhadap kreativitas dan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Birit. Jenis penelitian adalah Quasy Experiment dengan desain Pretest-Posttest Group Design. Sampel penelitian menggunakan dua kelompok, yaitu eksperimen 22 anak dan kontrol 22 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) media loose part berpengaruh terhadap kreativitas. Anak yang diberikan media loose part memiliki rata-rata kreativitas lebih baik dibanding dengan anak yang diberikan lembar kerja/majalah dan berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai Z sebesar -2,183 dengan signifikansi 0,029 < 0,05; (2) media loose part berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus. Anak yang diberikan media loose part memiliki rata-rata motorik halus lebih baik dibanding dengan anak yang diberikan lembar kerja/majalah  dan berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai Z sebesar -2,194 dengan signifikansi 0,028 < 0,05.
Â3519-353628-06-2023 -
Implementasi Model ASYIK dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus di KB Inklusi
Wella Martha Wulan, Sri Watini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3107 | Check in Google Scholar
Penelitian ini berawal dari banyaknya masalah yang ditemukan dalam pembelajaran motorik halus. Perkembangan motorik halus berkenaan dengan koordinasi mata dan otot-otot halus, baik itu dalam cara memegang pensil yang benar, prewriting, mewarnai dengan rapi, menggambar bentuk bermakna, bermain Playdough, menggunting, menempel, melipat kertas, meremas, menjumput, finger painting dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dengan menggunakan Model ASYIK dimana subjek penelitian adalah kelas sakura (usia 4-5 tahun) KB Inklusi Harapan Yasti Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau action research yang terdiri dari 2 siklus dengan desain penelitian model spiral dari Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasilnya Model ASYIK dapat meningkatkan kemampuan motorik halus. Hal ini disebabkan dalam pembelajaran dengan Model ASYIK anak sangat tertarik dengan kegiatan pembelajaran kreatif dan menyenangkan serta gerak dan lagu. Model ASYIK menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan mulai dari perencanaan pembelajaran hingga kegiatan akhir. Pembelajaran motorik halus yang sebelumnya dihindari anak sebaliknya menjadi ketagihan setelah menggunakan Model ASYIK
323-33516-01-2023 -
Penerapan Kegiatan Meronce dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus di Lembaga PAUD
Anisa Oktafiani, Rakimahwati Rakimahwati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4163 | Check in Google Scholar
Motorik halus yaitu suatu kegiatan yang terkoordinasi antara susunan saraf, otot, otak, spinal cord. Motorik halus sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup di masa mendatang. Pengembangan motorik yang optimal di usia dini dapat menunjang kehidupan selanjutnya. Untuk mengembangkan motorik halus diperlukan beberapa cara diantaranya dengan meronce. Kegiatan meronce merupakan salah satu pembelajaran yang disukai anak. Dalam melaksanakan kegiatan meronce, harus memiliki wawasan tentang aspek tujuan dan fungsi, prinsip penyusunan dan penataan, aspek bahan, aspek teknik, aspek penyelesaian. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan pengaruh keterkaitan perkembangan motorik halus anak dengan kegiatan meronce. Peneliti menggunakan studi literature. Peneliti mengumpulkan data dengan menelaah beberapa artikel dari peneliti sebelumnya yang relevan dengan masalah penelitian. Berdasarkan penelitian terdahulu disimpulkan bahwa perkembangan motorik halus mengalami peningkatan dengan kegiatan meronce
2257-226226-04-2023 -
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Model Mataram
Dewi Aprilia Purnomo, Ika Rachmayani, I Made Suwasa Astawa (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6995 | Check in Google Scholar
kemampuan motorik halus memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam mendukung perkembangan yang lebih terstruktur dan terarah. Seiring bertambahnya usia, anak diharapkan memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara mengoptimalkan kemampuan tersebut. Namun demikian, masih banyak anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan kemampuan motorik halus. Maka, tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran PBL terhadap kemampuan motorik halus anak umur 5-6 tahun. Peneliti menerapkan Desain Pre-Experimental dengan model group pretest – postest design. Teknik mengumpulkan data yang dilakukan melalui pemberian treatment, observasi, penggunaan instrument penelitian, serta dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Model Mataram. Hasil analisis menggunakan IBM SPSS Statistik 30 menunjukan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,002 < 0,05, sehingga Ha diterima serta HO ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan PBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak
1306-131431-05-2025 -
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Stimulasi Motorik Halus Berbasis Practical Life Skill
Masyunita Siregar, Tumewa Pangaribuan, Asih Nur Ismiatun (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5517 | Check in Google Scholar
Perkembangan motorik halus anak adalah salah satu bagian penting dalam perkembangan setiap individu. Sehingga dibutuhkan kegiatan untuk stimulasi perkembangan motorik halus. Namun, guru-guru masih kesulitan dalam menentukan kegiatan yang seusai dengan kegiatan sehari-hari atau sesuai dengan practical life skill. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru tentang buku panduan stimulasi motorik halus berbasis practical life skill. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terbuka melalui google form disebar pada 20 guru PAUD yang dipilih melalui random sampling. Teknik analisis data dengan miles and hubermen terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada buku panduan berbasis practical life skills untuk mengembangkan motorik halus anak. Guru memerlukan buku panduan motorik halus yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.
7109-711523-12-2023 -
Pengembangan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Berbasis Pendekatan Tematik
Sri Yekti Wirdalena, Farida Mayar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3618 | Check in Google Scholar
Pada riset awal ada beberapa hal yang peneliti temui yang melatar belakangi adanya penelitian ini. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, Peneliti melihat penggunaan Bahan Ajar Motorik Halus Berbasis Pendekatan Tematik masih rendah dikalangan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik. Melalui penelitian dengan metode R & D (Research and Development) model ADDIE, yakni dengan analysis, design, development, implementation dan evaluation peneliti perlu memecahkan masalah yang terjadi pada pengembangan motorik halus yang Subjek penelitian ini yaitu anak di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Kecamatan Tanjung Baru. Dengan menggunakan angket sebagai pengumpulan datanya. Pengembangan bahan ajar ini mempunyai hasil validasi media dan materi dengan kriteria sangat valid. Validasi praktikalitas dengan kriteria sangat praktis. Pengembangan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik dinyatakan efektif sebagai media pembelajaran. Dengan demikian pengembangan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik yang dilaksanakan di TK dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
7242-725219-12-2022 -
Peningkatan Motorik Halus Anak melalui Bermain Plastisin pada Anak Usia Dini
Dhian Sithoresmi, Kristin Anggraini (Author)Show Abstract | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8242 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan motorik halus anak kelompok bermain yang belum berkembang secara optimal karena kegiatan pembelajaran sebelumnya masih terbatas pada aktivitas yang kurang memberikan stimulasi manipulatif secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan bermain plastisin di KB Santa Maria Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak, ditandai dengan peningkatan persentase kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) dari 0% pada Siklus I menjadi 77% pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan bermain plastisin efektif digunakan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
1557-156406-05-2026 -
Optimalisasi Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Finger Painting
Yusrilla Aura Mei Ditha, Wilda Isna Kartika, Manurrima Heriansyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i4.6198 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 03 Tenggarong melalui finger painting. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) observasi pasif, (2) wawancara mendalam, dan (3) dokumentasi. Data dianalisis dalam empat tahap: pengumpulan, penyederhanaan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peran guru sangat penting dalam kegiatan ini, karena dukungan dan arahan yang tepat dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finger painting efektif dalam meningkatkan koordinasi tangan dan -mata anak di TK Negeri 03 Tenggarong. Anak dapat menggambar sesuai gagasan, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan, dan mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci.
1087-109220-04-2025 -
Implementasi Loose Parts sebagai Media untuk Pengembangan Keterampilan Motorik Halus pada Anak Usia Dini
Iftitah Dian Humairoh, Mediyana Mediyana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8428 | Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini berakar dari pentingnya stimulasi motorik halus pada anak usia dini melalui aktivitas manipulatif menggunakan media konkret yang ekonomis dan berbasis lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses penerapan media loose parts dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru kelas dan 20 anak kelompok B (usia 5–6 tahun) di RA Haudlatul Ulum, Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan selama dua minggu melalui teknik wawancara semi-terstruktur, observasi langsung menggunakan lembar observasi aspek motorik, serta dokumentasi berupa RPP dan hasil karya anak. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media loose parts yang dirancang melalui aktivitas rekonstruksi spasial pembuatan miniatur rumah berhasil mentransformasi kemampuan manipulatif anak dari kondisi kaku menjadi jauh lebih luwes dan terkontrol. Penelitian menegaskan bahwa karakteristik media yang bersifat open-ended efektif mengakselerasi ketangkasan fisik-motorik sekaligus mengoptimalkan fungsi multidimensional anak pada aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan kemandirian.
1966-197413-06-2026 -
Pengembangan Buku Bertekstur dalam Menstimulus Motorik Halus Anak
Galuh Mulyawan, Devi Ayu Kurniawati, Muthia Sari (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i4.6028 | Check in Google Scholar
Menurut data terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekitar 18 persen BALITA di Indonesia mengalami gangguan perkembangan motorik halus dan kasar. Stimulasi terhadap perkembangan motorik halus anak khususnya diawal masa kehidupannya yaitu pada fase pertumbuhan sensorimotori pada usia 0-2 tahun dilakukan oleh orang tua anak, Buku bertekstur merupakan salah satu inovasi yang dapat ditempuh dalam memberikan stimulus pada motorik halus anak, Media ini dibuat dan dirancang dengan tujuan menstimulus motorik halus pada anak usia 0-2 tahun. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan perancangan model ADDIE. memiliki 5 tahapan antara lain Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Penelitian pengembangan model ADDIE yang dilakukan hanya sampai tahap Development (Pengembangan). Dari hasil akhir Media buku bertekstur yang dikembangakan mendapatkan penilaian dari ahli dengan menilai dari dua aspek yaitu media dan materi sudah termasuk layak sehingga dalam tahap selanjutnya buku ini dapat di implementasikan
749-75616-08-2024 -
Media Goodie Book untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Tri Asmawulan, Lina Agustina, Dinda Kurnianingrum, Novia Herawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3902 | Check in Google Scholar
Salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang juga menarik untuk anak adalah goodie book. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran goodie book untuk meningkatkan aspek perkembangan motorik halus anak yang berusia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode RnD menggunakan model Borg and Gall. Analisis data diperoleh berdasarkan validasi instrument yang diperoleh melalui para ahli, yaitu ahli media, ahli materi dan juga user. Dari hasil perolehan validasi oleh ahli materi menunjukkan kriteria sangat baik dengan prosentase 90%. Sedangkan nilai dari ahli media juga menunjukkan kriteria sangat baik dengan prosentase 90%. Tahap selanjutnya yaitu uji coba lapangan terhadap produk goodie book yang diujikan terhadap 6 anak pada kelompok B dan juga telah dilakukan penilaian produk oleh guru kelas sebagai user. Melalui tahap uji coba tersebut diperoleh prosentase 85,5% yang menunjukkan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa goodie book merupakan media yang layak digunakan untuk pembelajaran motorik halus anak.
2202-221222-04-2023 -
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mewarnai Di Taman Kanak-Kanak
Julianti Harianja, Rosmaimuna Siregar, Jumaita Nopriani Lubis (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.5158 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi motorik halus anak dan seberapa besar perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai di TK Mutiara Bangsa Desa Padang Bujur Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian anak kelompok B di TK Mutiara Bangsa yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah gambaran dari perkembangan motorik halus anak pada kondisi awal sebelum dilakukan kegiatan mewarnai menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak masih rendah dikarenakan pembelajaran kurang menarik minat anak. Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai pada anak dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yaitu: pra siklus persentase 0 %, pada siklus 1 meningkat pada kriteria (BSH) 53,3%, pada kriteria (BSB) 10%. Pada siklus 2 pada kriteria (BSH) dengan persentase 10% dan pada kriteria (BSB) meningkat 94%.4837-484701-09-2023 -
Inovasi Model ATIK dalam Meningkatkan Motorik Halus pada Anak Usia Dini
Maria Dwi Sari Wahyuningrum, Sri Watini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.3038 | Check in Google Scholar
Guru hendaknya membuat perencanaan dalam pembelajaran dengan memperhatikan tingkat kematangan perkembangan anak didiknya dengan menyesuaikan permainan, alat bantu serta metode pembelajaran yang akan digunakan. Bermain plastisin menjadi sebuah strategi permainan efektif bagi anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Tujuan penelitian adalah inovasi model ATIK guna meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini. Metode kualitatif deskriptif dengan tahap analisa data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini dimana subjek penelitian siswa-siswi kelompok A usia 4-5 tahun TK WB Bekasi. Teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini membuktikan bahwa motorik halus anak usia dini meningkat melalui inovasi model ATIK dengan permainan plastisin. Hal ini disebabkan dalam kegiatan Amati yang membutuhkan konsentrasi berpikir lebih fokus sehingga ketika anak harus meniru hasil tiruannya akan sama persis dengan apa yang diperhatikan saat konsentrasi terhadap suatu obyek yang akan dilakukan, pada akhirnya anak akan mengerjakan motorik halus dengan mudah dengan hasil yang optimal.
5384-539610-08-2022 -
Pengaruh Kegiatan Usap Abur terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini
Ida Kholilah, Farida Mayar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4392 | Check in Google Scholar
Rendahnya tingkat kemampuan motorik halus kepada anak yang terjadi pada anak usia dini merupakan faktor yang melatar belakangi dilaksanakan penelitian, hal ini terjadi karena adanya hambatan yang disebabkan kurangnya variasi pembelajaran yang dilaksanakan guru, terdapat anak yang masih kurang rapi ketika kegiatan menggunting dan mewarnai, hal ini menyebabkan belum berkembang secara optimal motorik halus anak. Dilaksanaknanya penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan usap abur terhadap kemampuan motorik halus anak. Metode dalam penelitian ini menerapkan metode Kuantitatif yang berbentuk Quasy Eksperimen. Adapun variabel yang akan diteliti adalah kemampuan motorik halus anak dengan subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi, kemudian pada penelitian ini juga menggunakan analisis data berupa uji normalitas, homogenitas, hipotesis. Sesuai dengan hasil perhitungan uji-t menggunakan SPSS didapatkan hasil Sig(2-tailed) sebesar 0,01<0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan usap abur memiliki pengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak.
2235-224424-04-2023 -
Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Pasca Pembelajaran Daring Pandemi Covid-19
Efan Yudha Winata (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4504 | Check in Google Scholar
Pasca pembelajaran daring saat pandemi covid-19, berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak, disebabkan aktivitas anak lebih banyak berhubungan dengan gadget daripada melatih gerakan otot tangan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak usia dini pasca pembelajaran daring. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan partisipan berjumlah 3 orang yang berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbeda dengan inisial HY 6 tahun (laki-laki), S 5 tahun (perempuan) dan HR 4 tahun (perempuan). Analisis dari hasil peneilitan yang dilakukan menunjukan bahwa ketiga partisipan mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus pada bagian mengontrol gerakan tangan yang dialami partisipan HR, bagian yang berpola pada tingkat sederhana dialami oleh partisipan S, serta pola pada tingkat sulit dialami oleh partisipan HY. Faktor yang melatarbelakangi keterlambatan ini diantaranya  penerapan sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring saat pandemi covid-19, kurangnya stimulasi perkembangan oleh guru maupun orang tua, serta pengetahuan orang tua terhadap perkembangan motorik halus pada anak
7755-776231-12-2023 -
Pengaruh Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel) terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak
Karti Asih, Durrotunnisa Durrotunnisa, Amrullah Amrullah, Nurhayati Nurhayati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7526 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, dan menempel) terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini di kelompok B7 TK Negeri Pembina Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang mengikuti intervensi selama tiga minggu (5–26 Februari 2024) dalam 15 sesi pembelajaran individual berdurasi 120 menit per hari. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan rubrik penilaian yang menilai tiga aspek motorik halus—kelenturan, kekuatan, dan ketepatan—dengan skala BB, MB, BSH, dan BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik pada kemampuan motorik halus anak setelah penerapan kegiatan 3M. Meskipun demikian, desain tanpa kelompok kontrol tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal yang kuat. Secara keseluruhan, kegiatan 3M menunjukkan efektivitas tinggi dalam menstimulasi koordinasi visual-motorik, kekuatan otot jari, serta ketepatan gerak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.
2927-293417-11-2025 -
Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Finger Painting
Sri Wahyuningsih, Sri Wahyuni, Rosmaimuna Siregar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3892 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang ada di TK Asyiyah Bustanul Athfal, yaitu masih kurangnya anak-anak yang mampu mengoptimalkan indera peraba dan penglihatannya dalam melakukan kegiatan akademik salah satunya kegiatan mewarnai. Finger painting merupakan sebuah teknik dimana anak-anak bisa lebih leluasa menggunakan jari-jarinya dalam kegiatan menggambar dan mewarnai, hal ini tentunya bagus dalam melatih koordinasi antara kemampuan indera peraba dan penglihatannya. Finger painting menjadi focus utama dalam penelitian ini yaitu mengenai sejauh mana peran teknik ini dalam meningkatkan motorik halus pada anak. Ini merupakan penelitian kualikatif dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi dalam metode pengumpulan datanya. Adapun pihak yang terlibat pada riset ini yaitu para tenaga pendidik dan peserta didik. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa dalam teknik finger painting ini dapat mengembangkan motorik halus pada anak-anak.
991-100015-02-2023 -
Analisis Perkembangan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Paper Quilling di TK Pelita Bunda
Hani Radhiatul Islam, Delfi Eliza, Farida Mayar, Mutia Afnida (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8161 | Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian didasarkan pada ketertarikan peneliti terhadap kegiatan paper quilling yang muncul setelah melakukan observasi awal di tiga taman kanak-kanak berbeda, yang menunjukkan variasi praktik pembelajaran motorik halus dan potensi kegiatan menggulung sebagai strategi stimulasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan menggulung melalui teknik paper quilling dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Bunda Talang Babungo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menangkap makna pengalaman belajar anak dan praktik pedagogis guru dalam konteks pembelajaran alami. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta dokumentasi hasil karya anak, dan dianalisis secara siklikal melalui reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi temuan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang bertahap dan adaptif, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan aktivitas menggunting, menggulung, dan menempel, serta evaluasi berbasis proses berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi mata dan tangan, ketelitian gerak, konsentrasi, dan kemandirian anak. Temuan ini menegaskan bahwa paper quilling merupakan strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam memperkuat praktik pengembangan motorik halus di pendidikan anak usia dini terarah.
839-84612-03-2026


