Pengembangan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Berbasis Pendekatan Tematik

Author


Sri Yekti Wirdalena(1Mail), Farida Mayar(2),
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Padang, Indonesia(1)
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Padang, Indonesia(2)

Mail Corresponding Author
Article Analytic
 PDF Full Text   [File Size: 443KB]

Published : 2022-12-19

Article can trace at:


Article Metrics

Abstract Views: 1733 times PDF Downloaded: 649 times

Abstract


Pada riset awal ada beberapa hal yang peneliti temui yang melatar belakangi adanya penelitian ini. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, Peneliti melihat penggunaan Bahan Ajar Motorik Halus Berbasis Pendekatan Tematik masih rendah dikalangan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik. Melalui penelitian dengan metode R & D (Research and Development) model ADDIE, yakni dengan analysis, design, development, implementation dan evaluation peneliti perlu memecahkan masalah yang terjadi pada pengembangan motorik halus yang Subjek penelitian ini yaitu anak di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Kecamatan Tanjung Baru. Dengan menggunakan angket sebagai pengumpulan datanya. Pengembangan bahan ajar ini mempunyai hasil validasi media dan materi dengan kriteria sangat valid. Validasi praktikalitas dengan kriteria sangat praktis. Pengembangan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik dinyatakan efektif sebagai media pembelajaran. Dengan demikian pengembangan bahan ajar motorik halus berbasis pendekatan tematik yang dilaksanakan di TK dinyatakan valid, praktis, dan efektif.


Keywords


bahan ajar; motorik halus; pendekatan tematik; paud; anak usia dini

References


Annisa, K. (2019). Bermain Menggambar Dekoratif untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini. Aulad : Journal on Early Childhood, 2(1), 44–50. https://doi.org/10.31004/aulad.v2i1.19

Atabik, A., & Burhanuddin, A. (2015). Prinsip dan Metode Pendidikan Anak Usia Dini. Thufula: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Atfal, 3(2). https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/view/4733

Cameron, C. E., Brock, L. L., Murrah, W. M., Bell, L. H., Worzalla, S. L., Grissmer, D., & Morrison, F. J. (2012). Fine Motor Skills and Executive Function Both Contribute to Kindergarten Achievement. Child Development, 83(4), 1229–1244. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2012.01768.x

Carlson, A. G., Rowe, E., & Curby, T. W. (2013). Disentangling fine motor skills relations to academic achievement: The relative contributions of visual-spatial integration and visual-motor coordination. Journal of Genetic Psychology, 174(5), 514–533. https://doi.org/10.1080/00221325.2012.717122

Da, F. (2018). Analisis Kebutuhan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pembelajaran Matematika Kelas Rendah. Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 11–21. https://doi.org/10.33751/jppguseda.v1i01.867

Faris, A., & Lestari, A. F. (2016). Analisa Pembelajaran Tematik Dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Teknik Komputer, 2(1), 59–67. https://ejournal.uksw.edu/satyawidya/article/view/3906

Galuh, B. P., & Nurjanah, L. (2021). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Mewarnai. Jurnal Pendidikan Mutiara, 6(2), 1–5. https://stkipmutiarabanten.ac.id/wp-content/uploads/2021/04/Volume-5-Nomor-1-1-September-2019.pdf

Gaul, D., & Issartel, J. (2016). Fine motor skill proficiency in typically developing children: On or off the maturation track? Human Movement Science, 46, 78–85. https://doi.org/10.1016/j.humov.2015.12.011

Grissmer, D., Grimm, K. J., Aiyer, S. M., Murrah, W. M., & Steele, J. S. (2010). Fine motor skills and early comprehension of the world: Two new school readiness indicators. Developmental Psychology, 46(5), 1008–1017. https://doi.org/10.1037/a0020104

Ismatul Khasanah, Agung Prasetyo, E. R. (2011). Permainan Tradisional Sebagai Media Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. 1(1), 59–74. https://doi.org/10.26877/paudia.v1i1.261

Koenarso, D. A. P. (2017). Penerapan melipat, menggunting, menempel (3m) dalam upaya meningkatkan keterampilan motorik halus anak. 3(1), 1–8. https://doi.org/10.18592/ptk.v3i1.1057

Kosasih, E. (2021). Pengembangan Bahan Ajar. 4–5. Bumi Aksara

Magdalena, I., Sundari, T., Nurkamilah, S., Nasrullah, N., & Amalia, D. A. (2020). Analisis Bahan Ajar. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 311–326. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/nusantara/article/view/828

Magill, R. A., & Hall, K. G. (1990). A review of the contextual interference effect in motor skill acquisition. Human Movement Science, 9(3–5), 241–289. https://doi.org/10.1016/0167-9457(90)90005-X

Marfuah, M. (2019). Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menganyam pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Rabbani Kedamaian Bandar Lampung. UIN Raden Intan Lampung, 1–11. http://repository.radenintan.ac.id/5520/1/Skripsi Full.pdf

Matheis, M., & Estabillo, J. A. (2018). Assessment of Fine and Gross Motor Skills in Children. September, 467–484. https://doi.org/10.1007/978-3-319-93542-3_25

Muarifah, A., & Rohmadheny, P. S. (2018). Pengaruh Kegiatan Kolase Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak. Jurnal CARE, 5(2), 8–14. http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/article/view/3105

Muarifah, A., & Nurkhasanah, N. (2019). Identifikasi Keterampilan Motorik Halus Anak. Journal of Early Childhood Care and Education, 2(1), 14. https://doi.org/10.26555/jecce.v2i1.564

Mugiyanti. (2017). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Teknik Mozaik Bagi Anak Tunagrahita Kelas V SDLB di Sekolah Luar Biasa Bina Siwi Pajangan Bantul Yogyakarta. Exponential (Education For Exceptional Children) Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 2(1), 199–205. https://journal.upy.ac.id/index.php/PLB/article/view/1829

Nari, N., Akmay, Y., & Sasmita, D. (2020). Penerapan permainan puzzle untuk meningkatkan kemampuan membilang. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 7(1), 44–52. https://doi.org/10.21831/jppfa.v7i1.26499

Paramita, A., & Kristiana, L. (2013). Teknik Focus Group Discussion dalam Penelitian Kualitatif (Focus Group Discussion Technique in Qualitative Research). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(2), 117–127. http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/hsr/article/view/3301

Purnomo Heru, W. I. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Evaluasi Pembelajaran untuk Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Kuningan. Pajar, 3(November), 1216–1225. https://doi.org/10.33578/pjr.v3i6.7974

Rahma. (2022). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mengunting dan Menempel. 2(1), 8–15. https://doi.org/10.37905/dej.v2i1.1321

Ramdani, Y. (2012). Pengembangan Instrumen dan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Penalaran, dan Koneksi Matematis dalam Konsep Integral. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 44–52. http://jurnal.upi.edu/file/6-yani_ramdhana-edi.pdf

Sitohang, R. (2014). Mengembangkan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD. Jurnal Kewarganegaraan, 23(02), 13–24.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.pdf. Bandung Alf (p. 143).

Suryana, D. (2013). Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Praktik Pembelajaran. UNP Press.

Suryana, D. (2016). Pendidikan Anak Usia Dini Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. Kencana.

Syahza, A. (2021). Buku Metodologi Penelitian , Edisi Revisi Tahun 2021 (Issue September). UR PRESS

Wandi, Z. N., & Mayar, F. (2019). Analisis Kemampuan Motorik Halus dan Kreativitas pada Anak Usia Dini melalui Kegiatan Kolase. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 363. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.347


Refbacks

  • There are currently no refbacks.