Search
Search Results
-
Pengaruh Pola Asuh Dan Pendidikan Orang Tua Terhadap Literasi Membaca Anak Di Komunitas Pesisir
Yannuary Datunsolang, Tri Suminar, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8774 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh dan latar belakang pendidikan orang tua terhadap kemampuan literasi membaca anak Fase A usia 6–8 tahun di komunitas pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari 93 orang tua dan anak melalui kuesioner pola asuh, data pendidikan orang tua, dan tes literasi membaca anak. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif-tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi membaca anak, sedangkan latar belakang pendidikan orang tua berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 10,3%. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendukung literasi membaca anak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi keluarga berbasis komunitas pesisir melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.
2643-265421-08-2026 -
Tren Riset Perhatian Orang Tua dan Hasil Belajar: Bibliometrik dan SLR 2015–2025
Dwi Afrika Puspita Ningrum, Raras Ghistha Rosardi , Sudrajat Sudrajat (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7641 | Check in Google Scholar
Perhatian dan keterlibatan orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan akademik siswa, namun perubahan dinamika sosial dan perkembangan teknologi telah menggeser cara hubungan ini dipahami dalam kajian pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren global mengenai hubungan antara perhatian orang tua dan hasil belajar siswa melalui pendekatan analisis bibliometrik dan Systematic Literature Review. Studi ini mengidentifikasi pola tematik dominan, arah perkembangan wacana ilmiah, serta pergeseran konseptual dalam memahami peran orang tua pada konteks pembelajaran modern. Temuan menunjukkan bahwa perhatian orang tua tidak lagi diposisikan semata sebagai dukungan domestik, melainkan sebagai elemen strategis dalam ekosistem pembelajaran adaptif yang memperkuat motivasi, efikasi diri, stabilitas emosional, dan kolaborasi antara rumah dan sekolah. Selain itu, penelitian ini menegaskan adanya pergeseran paradigma menuju praktik pengasuhan berbasis teknologi dan kolaborasi digital yang semakin relevan dalam konteks pendidikan kontemporer. Kontribusi utama studi ini terletak pada penyajian pemetaan komprehensif evolusi riset serta penguatan argumen mengenai pentingnya pemberdayaan peran orang tua sebagai mitra utama dalam menciptakan pembelajaran siswa yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
1021-103002-04-2026 -
Kerjasama Orang tua dengan Sekolah dan Pola Asuh Orang tua Berpengaruh terhadap Kemandirian Anak
Nor Syifa, Ali Rachman, Asniwati Asniwati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3745 | Check in Google Scholar
Kemandirian merupakan faktor penting dalam menentukan masa depan anak. Peran dan pola asuh orang tua serta kerjasama dengan pihak sekolah menjadi faktor pendukung kemandirian anak di rumah maupun di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian anak melalui pengaruh peran orang tua dan pola asuh orang tua melalui kerjasama sekolah dengan orang tua. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 172 orang anak. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil kuesioner tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh peran orang tua dan pola asuh orang tua melalui kerjasama sekolah dengan orang tua terhadap kemandirian anak. Anak dapat melakukan tugasnya sendiri tanpa tergantung dengan orang lain baik di rumah maupun di sekolah.
384-39721-01-2023 -
Parent-School Partnership dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Upaya Penguatan Keterlibatan Orang Tua
Irens Sadin (Author); Pepi Nuroniah, Deri HendriawanShow Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8426 | Check in Google Scholar
Meningkatnya kasus tindakan eksploitasi seksual pada anak menunjukkan kebutuhan yang mendesak dalam penguatan pendidikan seksual sejak usia dini dengan melibatkan orang tua secara maksimal. Literatur ini menganalisis keterlibatan orang tua di sekolah dalam pendidikan seksual anak usia dini dengan menelaah bentuk keterlibatan, faktor-faktor yang memengaruhi, dampak yang muncul, serta tren dan kesenjangan penelitian dalam bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan teknik scoping review terhadap empat belas artikel periode 2016–2025 mengenai keterlibatan orang tua dan sekolah dalam pendidikan seks anak usia dini yang di analisis secara tematik. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa keterlibatan orang tua bersifat multidimensional, meliputi komunikasi, pendampingan belajar di rumah, program parenting, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. Faktor pendukung mencakup tingkat pendidikan, dukungan sekolah, dan pemanfaatan media edukatif, sedangkan hambatan utama meliputi persepsi tabu dan keterbatasan pengetahuan. Keterlibatan ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan perubahan pola asuh orang tua menjadi lebih demokratis. Meskipun tren penelitian meningkat, kajian masih didominasi pendekatan deskriptif dan terbatas pada konteks sekolah atau wilayah tertentu. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan pendekatan longitudinal serta mengkaji efektivitas media digital dalam meningkatkan keterlibatan orang tua pada pendidikan seks anak usia dini.
1721-173430-05-2026 -
Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Perhatian Orang Tua pada Pola Komunikasi terhadap Kemampuan Berbicara Anak
Devi Maudyta, Aslamiah Aslamiah, Erny Wahdini (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3897 | Check in Google Scholar
Bahasa adalah alat komunikasi yang berbentuk simbologi berbasis suara yang dihasilkan oleh pita suara manusia. dapat dilihat sebagai sarana untuk mengekspresikan ide yang muncul ke pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perhatian orang tua, tingkat pendidikan, pola komunikasi, dan kemampuan berbicara, serta pengaruh perhatian orang tua terhadap kemampuan berbicara jika dikaitkan dengan pola komunikasi tidak langsung. Analisis jalur digunakan dalam teknik penelitian ini sebagai strategi deskriptif kuantitatif. Ada 124 orang tua dalam sampel penelitian. Dalam penelitian ini, observasi, dokumentasi, dan kuesioner digunakan sebagai metode pengumpulan data. Analisis peta frekuensi, analisis regresi berganda, dan analisis rute digunakan untuk menguji hipotesis. Menurut temuan penelitian, kemampuan berbicara, perhatian orang tua, kebiasaan komunikasi, dan tingkat pendidikan semuanya berpengaruh
1302-131101-03-2023 -
Analisis Pola Asuh Ayah Tunggal terhadap Kelekatan Anak
Sari Atika Parinduri, Risydah Fadilah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.4040 | Check in Google Scholar
Adalah fitrah manusia untuk selalu dapat menjalin hubungan intim dengan orang-orang terdekat di lingkungannya, dan yang paling utama ialah menjalin kedekatan dengan kedua orang tua. Pola asuh orang tua akan berdampak terhadap kelekatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam bagaimana bentuk pola asuh ayah tunggal terhadap kelekatan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Â Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang ayah tunggal. Teknik analisis data berupa triangulasi model interaktif menggunakan teknik analisis data berupa triangulasi model interaktif yang meliputi pengumpulan data, tahap pereduksian data, tahap penyajian data, dan tahap pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dengan status ayah tunggal lebih cenderung menggunakan pola asuh otoritatif dan permisif. Sedangkan kelekatan yang diberikan ayah tungga kepada anak cenderung menggunakan pola secure attachment. Meskipun anak telah memasuki perkembangan usia menuju dewasa, mereka tetap membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua.
887-89411-02-2023 -
Pengaruh Literasi Gizi terhadap Kemampuan Orang Tua dalam Memilih Nutrisi untuk Anak Usia Dini
Aprilia Ayuningtyas, Ali Formen (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7238 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi gizi terhadap kemampuan orang tua dalam memilih nutrisi untuk anak usia dini. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran orang tua dalam pengambilan keputusan gizi anak yang berdampak langsung terhadap tumbuh kembangnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana dan melibatkan 43 responden orang tua yang memiliki anak usia di bawah lima tahun di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa literasi gizi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan orang tua dalam memilih nutrisi, dengan nilai signifikansi 0,324 (>0,05) dan R Square sebesar 0,024, yang berarti hanya 2,4% kemampuan orang tua dapat dijelaskan oleh literasi gizi. Temuan ini mengindikasikan perlunya mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti tingkat pendidikan, pendapatan, budaya, dan akses informasi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, literasi gizi tetap memiliki peran penting sebagai dasar pengetahuan dalam pengambilan keputusan gizi. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pemilihan nutrisi anak usia dini oleh orang tua.
1874-188104-08-2025 -
Pentingnya Peran Pola Asuh Orang Tua untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini
Elan Elan, Stevi Handayani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.2968 | Check in Google Scholar
Permasalahan pola asuh menjadi perbincangan yang sangat menarik, karena terdapat banyak jenis pola asuh yang digunakan oleh orang tua. Setiap penerapan pola asuh oleh orang tua memiliki perbedaan dan karakteristik masing-masing. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyajikan informasi terkait pentingnya peran orang tua dalam pemberian pola asuh yang tepat kepada anak untuk mendukung pembentukan karakter bagi anak usia dini. Pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti terkait penerapan jenis pola asuh oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur terutama yang berasal dari artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan judul penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap jurnal yang dijadikan sumber data penelitian, menunjukkan bahwa setiap orang tua dapat menerapkan beberapa jenis pola asuh. Akan tetapi, terdapat jenis pola asuh yang lebih dominan digunakan oleh orang tua dalam proses pengasuhan anak
2951-296004-06-2023 -
Faktor-Faktor Keluarga yang Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini
Amalia Novianti, Linda Primana (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2628 | Check in Google Scholar
Dalam perkembangan kreativitas anak usia dini, keluarga merupakan salah satu faktor yang signifikan. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan faktor tertentu dalam keluarga yang berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Namun, penelitian-penelitian tersebut masih berdiri sendiri-sendiri dan belum ada suatu kajian literatur terbaru yang spesifik mengumpulkan, mengorganisasikan, mengkaji serta menganalisa faktor-faktor tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah kajian literatur sistematis yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan, mengkaji serta menganalisa faktor keluarga yang mempengaruhi kreativitas anak. Kajian literatur sistematis ini dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA yang terdiri dari identifikasi, pemilihan, penilaian hingga sintesis artikel. Berdasarkan kajian literatur ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor keluarga yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak yang dapat dikategorikan menjadi: (1) karakteristik demografi dan struktur keluarga; (2) karakteristik pribadi orang tua; (3) nilai yang dianut dalam keluarga; (4) iklim hubungan dan perilaku orang tua dalam keluarga; dan (5) dinamika keluarga. Kajian literatur ini merupakan pembaharuan dari kajian literatur sebelumnya, dimana karakteristik pribadi orang tua dan dinamika keluarga merupakan kategori baru yang ditemukan
4367-439123-05-2022 -
Pengenalan Pembelajaran Matematika oleh Orang Tua Anak Usia Dini di Masa Pandemi
Berta laili Khasanah, Dimyati Dimyati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1016 | Check in Google Scholar
Dampak virus Corona (Covid-19) menjadikan sekolah tidak dibuka dan melakukan belajar dari rumah. Selama belajar dari rumah, keterlibatan orang tua menjadi sangat penting terutama dalam mengenalkan konsep matematika pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pengenalan pembelajaran matematika oleh orang tua anak usia dini di masa pandemi. Desain penelitian ini adalah kajian literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai sumber baik buku, skripsi, thesis, disertasi, dan publikasi artikel jurnal. Berdasarkan hasil kajian literatur pengenalan pembelajaran matematika oleh orang tua sebaiknya dengan metode bermain dan menggunakan media benda hidup atau mati yang berada di sekolah, di rumah, di jalan maupun di sekitar lingkungan anak. Berbagai tips kegiatan belajar matematika dari rumah seperti menghitung benda konkret, mengulang dengan bernyanyi sambil berhitung, berhitung menyentuh benda, bermain peran, dan tebak angka. Dengan begitu, kemampuan matematika berupa menghitung, mengelompokkan, mengurutkan, membandingkan, dan konsep geometri dapat terstimulasi dengan baik dan anak tidak bosan.
631-64121-06-2021 -
Media Audio Visual : Pendampingan Guru dan Orang Tua Untuk Optimalisasi Kemandirian Anak
Wahono Wahono, Henita Retnasari, Machmudah Machmudah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5786 | Check in Google Scholar
Audio visual merupakan salah satu media yang digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media audio visual berbasis video interaktif untuk optimalisasi sikap kemandirian anak. Penggunaan jenis penelitian berupa penelitian kualitatif yang mengaplikasikan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data oleh peneliti dengan mengaplikasikan: tehnik observasi, tehnik wawancara beserta dokumentasi. Kegiatan observasi pelaksanaannya terhadap aktivitas anak sebelum dan sesudah menggunakan audio visual yang berjumlah 10 anak, fokus pada penelitian yakni pada 5 anak pada tahap “Belum Berkembang (BB)â€. Dari hasil penelitian terlihat perubahan sikap pada anak yang awalnya masih enggan melakukan kegiatan secara mandiri setelah diterapkan pembelajaran menggunakan audio visual ,anak cenderung antusias serta termotivasi mengikuti pembelajaran, memudahkan anak memahami penyampaian materi pembiasaan kemandirian. Nilai kemandirian dapat diperoleh dari kegiatan pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak kelompok B seperti pembiasaan mencuci tangan, membereskan mainan setelah digunakan, menggunakan kaos kaki dan sepatu sendiri. Keberhasilan juga didukung peran orang tua dalam mengaplikasikan media audio visual kepada anak. Orang tua melatih dan mempraktekkan kepada anak sikap kemandirian yang sesuai dengan video interaktif sehingga anak anak lebih mudah mengaplikasikan nya dalamÂ
7800-779931-12-2023 -
Pelatihan Dialogic Reading untuk Meningkatkan Efikasi Diri Orang Tua dalam Membacakan Buku Cerita
Nadia Rahma Utami, Frieda Maryam Mangunsong (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.2180 | Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan dialogic reading untuk meningkatkan efikasi diri orang tua dalam membacakan buku cerita kepada anak prasekolah. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian aplikatif dengan within-subjects experimental design. Partisipan dalam penelitian ini merupakan orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun berdomisili di Jabodetabek (n=7). Alat ukur yang digunakan saat pretest dan posttest adalah kuisioner efikasi diri orang tua dalam membacakan buku cerita. Dalam pelatihan dialogic reading, partisipan diberikan pelatihan tentang perkembangan membaca anak, cara memilih buku cerita sesuai usia anak, dan teknik dialogic reading. Hasil pengukuran diuji menggunakan metode nonparametric wilcoxon signed-rank test, dengan nilai signifikansi p sebesar 0,018 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dialogic reading efektif meningkatkan efikasi diri orang tua dalam membacakan buku cerita kepada anak usia prasekolah. Implikasi dari penelitian ini adalah efikasi diri orang tua dalam membacakan buku cerita bisa ditingkatkan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan atau kesulitan yang dimiliki orang tua2642-265526-01-2022 -
Memahami Komunikasi Orang Tua dan Anak Penyandang Disabilitas melalui Co-Cultural Theory di Konteks Sosial Inklusif: A Literature Review
Cindy Aurellia, Nasya Putri Amaranggana, Irwansyah Irwansyah (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7387 | Check in Google Scholar
Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi antara orang tua dan anak penyandang disabilitas melalui perspektif Co-Cultural Theory, yang digunakan sebagai kerangka untuk menganalisis strategi komunikasi orang tua yang berada dalam posisi minoritas di tengah masyarakat dominan. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelusuran artikel di basis data Scopus menggunakan kata kunci “disability AND child AND parents AND communication”. Dari 2.792 dokumen yang ditemukan, 35 artikel diseleksi secara manual berdasarkan relevansi, fokus pada komunikasi keluarga dan serta penerapan Co-Cultural Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, suportif, dan positif berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak penyandang disabilitas. Strategi komunikasi dipengaruhi oleh faktor internal (emosi, ketahanan psikologis, pola asuh) dan eksternal (stigma sosial, minimnya dukungan formal). Studi ini menawarkan kontribusi teoretis dengan menerapkan Co-Cultural Theory dalam konteks komunikasi keluarga dengan anak disabilitas, suatu pendekatan yang masih jarang digunakan di literatur Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan keragaman latar belakang sosial, ekonomi, dan struktur keluarga untuk memperluas pemahaman tentang praktik komunikasi yang inklusif.
2822-283611-11-2025 -
Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid 19: Tindakan Orang Tua dan Guru PAUD
Dwi Haryanti, Rada Rada, Noblana Adib (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3653 | Check in Google Scholar
Pengalaman negara Indonesia saat terjadinya pandemi covid-19 menjadikan seluruh sektor mengalami dampak tersebut, yang termasuk ke dalamnya sektor pendidikan. Hal ini menjadikan perubahan juga terhadap karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan orang tua dalam mendidik karakter anak karena sekolah menerapkan pembelajaran daring, mengetahui dan mendeskripsikan tindakan guru dalam mendidik karakter anak pada masa pandemi dengan pembelajaran daring. Hasil penelitian dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya dilaksanakan oleh guru, tetapi orang tua juga memiliki tugas utama untuk melaksanakan pendidikan karakter anak di rumah. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, orang tua dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani. Anak akan meniru tingkah laku maupun ucapan model tersebut. Penanaman sikap terpuji tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, dibutuhkan adanya kontinuitas melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan pada anak sejak dini setiap kali menunjukkan perilaku atau sikap-sikap terpuji.
4409-442023-08-2023 -
Pola Asuh Orang tua Buruh Tani dalam Menanamkan Perilaku Ibadah Anak di Masa Pandemi
Tety Eviaty Harahap, Khadijah Khadijah, Ahmad Syukri Sitorus (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.2165 | Check in Google Scholar
Pola asuh orang tua mempunyai andil dalam tumbuh kembang anak, dan anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah di masa pandemi ini. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis pola asuh dan program yang diterapkan orang tua buruh tani dalam menanamkan perilaku ibadah shalat lima. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 20 orang ibu-ibu yang bekerja sebagai buruh tani, mempunyai anak berusia 4-6 tahun, dan beragama Islam. Partisipan orang tua hanya diwakili oleh ibu karena peran ibu lebih banyak dalam mendidik anak di rumah. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: pedoman wawancara, lembar observasi, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang tua buruh tani menerapkan pola asuh permissive indulgent, pola asuh demokratis, dan pola asuh otoriter. Sedangkan program yang diterapkan orang tua buruh tani dalam menanamkan perilaku ibadah shalat lima waktu terdiri dari empat cara, yaitu: (1) memasukkan anak ke sekolah dan madrasah; (2) mengajak dan membiasakan anak melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di rumah; (3) menyampaikan contoh keteladanan dari Rasulullah SAW, atau nasehat; dan (4) memberikan motivasi.
6569-658210-11-2022 -
Model Percakapan untuk Menanamkan Religiusitas Ibadah dari Orang Tua ke Anak
Tarmilia Tarmilia, Daliman Daliman (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1664 | Check in Google Scholar
Orang tua seringkali kebingungan menjawab berbagai pertanyaan anak tentang iman dan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas model percakapan Nabi Ibrahim AS kepada putranya yang bernama Nabi Ismail AS tentang ibadah kurban, yang dapat diteladani oleh orang tua dalam rangka penanaman ibadah salat dan puasa bagi anak usia dini. Metode penelitian ini studi kasus deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi pada tiga bapak yang beragama Islam, tinggal di Boyolali, berpendidikan rendah, serta masing-masing memiliki satu anak berusia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan model percakapan Nabi Ibrahim AS dengan putranya yang bernama Nabi Ismail AS tentang ibadah kurban, efektif untuk menanamkan ibadah salat dan puasa dari orang tua kepada anak usia dini. Temuan percakapan orang tua – anak misalnya Bapak: “Tapi kamu akan puasa?†Anak: “Ya, puasaâ€. Bapak: “Kuat?†Anak: “Ya, kalau tidak kuat aku bobok.†Bapak: “Alhamdulillah, anak kuat puasa setengah hari. Kalau tidak kuat, minum tidak apa-apa.â€
1080-109218-08-2021 -
Peran Komunikasi Orang Tua dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak
Elisabeth Tantiana Ngura, Dimas Qondias, Aurelia Mbali Ombong (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v8i4.5933 | Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi belum berkembangnya kecerdasan anak pada awal semester yang disebabkan oleh peran orang tua yang belum maksimal dalam memberikan motivasi dalam mengajak anak berkomunikasi agar anak memiliki kecerdasan bahasa yang dapat memberikan bekal dalam melanjutkan pembelajaran di Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi orang tua terhdap kecerdasan bahasa anak. Menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposif sampling yaitu enam keluarga anak usia dini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, dan observasi yang dilengkapi dengan daftar pertanyaan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode trianggulasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komunikasi orang tua yang dapat membantu kecerdasan bahasa anak dapat melalui dua komponen yakni empati dalam komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta keterbukaan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka kepada orang lain.
676-68609-08-2024 -
Peranan Orang Tua Membentuk Kedisiplinan Anak dalam Mengerjakan Tugas
Rofiatun Rofiatun, Kurotul Aeni, Hartono Hartono (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.4108 | Check in Google Scholar
Kedisiplinan anak usia dini dalam mengerjakan tugas sangat penting untuk melatih kemandirian. Orang tua mempunyai peranan penting dalam kehidupan perkembangan anak. Pola asuh anak memerlukan peran orang tua dalam menanamkan kedisiplinan. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana orang tua berperan dalam membentuk kedisiplinan anak, kendala apa yang dihadapi dalam membentuk kedisiplinan dan cara mengatasinya. Jenis penelitian pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Cara analisis; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian peranan orang tua yaitu menjalin komunikasi baik dengan guru, mengatur, membuat jadwal belajar, menyiapkan tempat, peralatan belajar, menghindarkan benda gangguan, memberikan contoh, memberikan pujian. Kendala yang dihadapi: kesibukan orang tua dan kurangnya waktu. Kedua kendala ekstern : pengaruh lingkungan dan handphone. Mengatasi kendala dengan mengatur waktu, memberikan penghargaan, mendampingi. kesimpulan orang tua memiliki peran penting membentuk kedisiplinan. Peneliti merekomendasikan kepada orang tua untuk menjaga komunikasi dengan anak meskipun orang tua sibuk
1186-119828-02-2023 -
Hubungan Keteladanan Orang Tua dengan Perkembangan Nilai Moral Anak Usia Dini
Wuryaningsih Wuryaningsih, Iis Prasetyo (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.2330 | Check in Google Scholar
Peran orang tua dalam pendidikan moral anak sangat besar, karena perilaku orang tua akan menjadi teladan bagi anak, terutama bagi anaknya yang masih berusia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keteladanan orang tua dengan perkembangan nilai moral anak. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan jumlah sampel penelitian adalah 109 anak (orang tua). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analsiis data menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan orang tua dengan perkembangan nilai moral anak memiliki hubungan yang kuat dan signifikan. Artinya, semakin sering orang tua memberikan perilaku keteladanan kepada anaknya, maka perkembangan nilai moral anak semakin meningkat. Oleh karena itu, dalam mendidik anaknya, orang tua tidak hanya cukup dengan perintah atau ucapan saja, tetapi harus memberikan contoh perilaku yang baik bagi anaknya, dan dapat dijadikan figur yang pantas diteladani.
3180-319220-02-2022 -
Persepsi Orangtua terhadap Pelaksanaan Belajar dari Rumah pada Pendidikan Anak Usia Dini
Oktarina Dwi Handayani (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.975 | Check in Google Scholar
Pandemi Covid-19 membawa dampak perubahan pada pelaksanaan pendidikan yang sedianya dilakukan secara tatap muka, disesuaikan melalui kegiatan Belajar dari Rumah (BDR). Pelaksanaan BDR yang tidak direncanakan sebelumnya oleh pendidik, peserta didik dan orang tua mendatangkan berbagai tantangan. Oleh karena itu peneliti hendak melihat persepsi orang tua terhadap pelaksanaan BDR pada anak usia 5-6 tahun pada PAUD di kota Bekasi. Kegiatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi selanjutnya melaksanakan penghimpunan data melalui google form. Data yang telah dihimpun diolah menggunakan program SPSS dengan analisis data chi square untuk melihat hubungan antara variabel X dan Y. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan didapatkan hasil bahwa pelaksanaan BDR pada PAUD di kota Bekasi mendapatkan persepsi positif dari orang tua dipengaruhi oleh faktor; perencanaan pembelajaran yang disusun, media dan bahan ajar yang digunakan serta penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik. Melalui penelitian ini memberikan gambaran bahwa pelaksanaan BDR pada PAUD dipengaruhi oleh kesiapan dan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga PAUD, peserta didik dan orang tua murid1754-176309-01-2021 -
Peran Interaksi Orang Tua dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia Dua Tahun
Putri Sukma Nabila, Ayunda Sayyidatul Ifadah, Fitri Ayu Fatmawati (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7558 | Check in Google Scholar
Perkembangan bahasa anak usia dini dipengaruhi oleh paparan bahasa lisan dan kualitas interaksi dengan orang dewasa. Namun, pada anak usia dua tahun, bentuk serta intensitas interaksi orang tua yang paling efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa masih jarang dikaji secara mendalam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran interaksi orang tua dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dua tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu anak berusia dua tahun dan orang tuanya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama tiga bulan, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi verbal yang intensif, responsif, serta konsisten melalui percakapan, bermain, dan bernyanyi berkontribusi positif terhadap perkembangan kosakata dan kemampuan berbicara anak usia dua tahun.
2990-300022-11-2025 -
Studi Kualitatif Peran Mediasi Orang Tua dalam Penggunaan Gadget pada Generasi Alpha Pasca Pandemi
Rintulebda Anggung Kaloka, Irawati Sri Wulandari, Rukti Rumekar (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.4510 | Check in Google Scholar
Pandemi Covid -19 memberikan dampak yang besar, tidak hanya dari segi kesehatan namun hingga ke ranah pendidikan bahkan hingga bagaimana anak mengonsumsi gadget. Orang tua memiliki faktor penting dalam menentukan kebijakan penggunaan smartphone oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mediasi orang tua dalam penggunaan gadget pada anak generasi alpha pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 8 pasang orang tua dan 2 orang single parent yang memiliki anak generasi alpha dengan profesi beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua merenapkan mediasi aktif namun juga restriktif, aktif berdiskusi namun juga memberikan pembatasan. Perkembangan mediasi orang tua seharusnya tidak lagi harus melihat apakah mediasi yang dilakukan aktif, coviewing/co-playing, permissive ataupun restriktif, namun harus melihat tujuan akhir dari mediasi ini. Mediasi orang tua merupakan sebuah proses interaksi orang tua sebagai gatekeeping informasi yang diperoleh anak. Proses ini bisa bergerak dari aktif, coviewing, permisif hingga restriktif. Sehingga pola mediasi bisa dikatakan dapat berubah berdasarkan pada dampak dari mediasi pada perilaku anak, umur anak yang makin dewasa dan hubungan antara orang tua-anak.
Â5439-544809-10-2023 -
Determinan Faktor Orang Tua Millenial dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Rani Darojah, Urip Tri Wijayanti, Sri Sugiharti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3382 | Check in Google Scholar
Generasi millennial dibesarkan dalam lingkungan masifnya penggunaan teknologi informasi, sangat bergantung pada internet yang mengakses seluruh informasi termasuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Keberadaan lembaga PAUD tersebar diberbagai daerah. Namun, 37,4% orang tua milenial di provinsi Jawa Tengah tidak berpartisipasi menyekolahkan anaknya di PAUD. Tujuan penelitian, mengetahui determinan faktor orang tua millennial dalam pendidikan anak usia dini di provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian kuantitatif desain belah lintang. Respondennya  orang tua milenial dan memiliki anak usia pra sekolah. Jumlah responden 1448 orang. Analisis secara univariat dan bivariate menggunakan uji statistik chi square tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan, orang tua millennial yang tinggal di perdesaan, berpendidikan tinggi dan bekerja belum banyak berpartisipasi menyekolahkan anaknya di PAUD. Untuk itu penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Dinas Pendidikan untuk semakin meningkatkan sosialisasi dan publikasi pentingnya PAUD pada para orang tua yang bertempat tinggal di perdesaan dengan tingkat pendidikan tinggi dan bekerja, sehingga mereka tergerak berpartisipasi mengikutkan anaknya di PAUD.
6035-604405-10-2022 -
Keterlibatan Orang tua dalam Pengasuhan Anak pada Dual Earner Family: Sebuah Studi Literatur
Noerizka Putri Fajrin, Lusila Andriani Purwastuti (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.1044 | Check in Google Scholar
Tuntutan ekonomi yang semakin tinggi saat ini terkadang membuat suami dan istri dalam sebuah keluarga harus bekerja. Kondisi ini berpengaruh pada keterlibatan orang tua  dalam pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis serta memberikan solusi tentang keterlibatan orang tua  dalam pengasuhan pada dual earner family. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data-data pustaka tentang keterlibatan orang tua  dalam pengasuhan pada dual earner family. Metode pengumpulan data pustaka dilakukan dengan membaca, mencatat serta mengelola bahan penelitian dengan melakukan analisis kritis lalu menyimpulkan bahan penelitian. Hasil penelitian yaitu orang tua  merupakan pengasuh terpenting dalam kehidupan anak-anak. Keseimbangan tugas pengasuhan pada keluarga dual-career adalah sebuah proses dan bukan sebuah pencapaian statis. Pola asuh yang efektif dalam dual earner family harus menyeimbangkan peran gender antara suami dan istri, yaitu dengan saling bekerjasama satu sama lain, misalnya suami dan istri sama-sama turut aktif dalam membersihkan rumah, pendidikan dan kesehatan anak serta kegiatan di masyarakat.
2725-273431-01-2022 -
Studi Deskriptif di PSGGC Indonesia: Sikap Orang Tua terhadap Pendidikan Inklusi bagi Murid Berbakat
Martha Sonya Kusumadewi, Patricia Lestari Taslim, Mar'atu Husnia Alfi, Adi Suseno (Author)Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8731 | Check in Google Scholar
Sikap orang tua merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan inklusi bagi murid berbakat (gifted), namun kajian mengenai hal tersebut di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sikap orang tua terhadap pendidikan inklusi bagi murid berbakat di PSGGC Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam orang tua murid berbakat yang tergabung dalam PSGGC Indonesia, telah terdiagnosis gifted, dan berdomisili di Yogyakarta, Klaten, serta Solo. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif. Orang tua memiliki pemahaman mengenai karakteristik murid berbakat dan pendidikan inklusi, menunjukkan keyakinan dan harapan positif meskipun masih memiliki kekhawatiran terhadap kualitas implementasinya, serta terlibat aktif dalam pembelajaran, sosialisasi inklusif, dan komunikasi dengan sekolah. Sikap tersebut dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan orang tua, dukungan komunitas, serta sikap guru. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap positif orang tua berkembang melalui pengalaman dan kolaborasi dengan lingkungan pendidikan yang mendukung sebagai fondasi implementasi pendidikan inklusi yang responsif terhadap kebutuhan murid berbakat.
2610-262421-08-2026


