- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Cooking Class Berbasis Kearifan Lokal Meningkatkan Motorik Halus Anak di Daerah Miskin
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.466Keywords:
motorik halus cooking class kearifan local daerah miskinAbstract
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui model pembelajaran cooking class dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini, menguji efektifitas pembelajaran cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang ditujukan untuk lembaga PAUD yang didirikan di daerah miskin di kabupaten magelang salah satu output program Iptek Bagi Wilayah (IbW) Kabupaten Magelang Tahun 2016-2018 yaitu POS PAUD Ar-Rayyan yang meliputi perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian, pengamatan dan refleksi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan implementasi cooking class berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Selain itu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun yaitu diantaranya stimulus yang diberikan oleh orang tua dan pendidik, kemandirian anak dalam kegiatan pembelajaran, kesadaran orang tua akan pentingnya proses daripada hasil, kepercayaan orang tua terhadap kemampuan anak, dan kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik.


