- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pengembangan Model Kurikulum PAUD 2013 Berbasis Kearifan Lokal Suku Ngalum Ok
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1327Keywords:
pengembangan model kurikulum paud 2013 kearifan lokalAbstract
Artikel ini merupakan hasil penelitian dalam rangka mengembangkan Model Kurikulum PAUD 2013 Berbasis Kearifan Lokal Suku Ngalum Ok dengan metode Research & Development (R&D) model ADDIE melalui tahapan penelitian Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. Secara teknis, penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu Tahap Analisis, Tahap Desain dan Tahap Pengembangan. Subjek penelitian adalah Suku Ngalum Ok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, model pengembangan Kurikulum PAUD 2013 perlu dikembangkan berbasis Kearifan Lokal dengan memasukkan unsur-unsur kearifan lokal, seperti: Nik Yepki Nik Talaki, Tena Mangoptepki, Bauk Wal dan Mapolki Miki; Permainan Tradisional seperti Womnong, Taungek, Dakbit, Atuk, Okhit; Bolibong; dan Diihong dan Nilai-Nilai kehidupan universal seperti kejujuran, sopan santun, saling menghormati, gotong-royong, keadilan dan lain sebagainya. Harapannya, model pengembangan kurikulum PAUD 2013 berbasis kearifan lokal Suku Ngalum Ok dapat menjadi model pembelajaran kontekstual pada anak usia dini; sekaligus merupakan upaya untuk mempertahankan eksistensi kearifan lokal sebagai identitas bangsa.Â
Downloads
References
Azizah & Surya. (2017). Implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris SD Berbasis Budaya Di yogyakarta. Jurnal Riser Pedagogik, 1(2), 14-20. https://doi.org/10.20961/jdc.v2i1.22258
Chelemen, T., Syngelaki, A., Maiz, N., Allan, L., & Nicolaides, K. H. (2011). Contribution of ductus venosus doppler in first-trimester screening for major cardiac defects. Fetal Diagnosis and Therapy, 29(2), 127-134. https://doi.org/10.1159/000322138
Dhani, R. R. (2020). Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 9(1), 45-50. https://doi.org/10.37755/jsap.v9i1.251
Efendi, A. (2014). Implementasi Kearifan Budaya Lokal Pada Masyarakat Adat Kampung Kuta Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(2), 212-218. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1263
Erawati, T. (2018). Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Issue Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Pada Pendidikan Anak Usia Dini). http://lib.unnes.ac.id/40470/1/UPLOAD DISERTASI TURINI ERNAWATI.pdf
Fahrurrozi, M. (2015). Pembelajaran Berbasis Budaya: Model Inovasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. In Prosiding Seminar Nasional dan Call For Papers Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bisnis dan Manajemen.
Faozata Adzkia, S. (2018). Analisis Bentuk Musik atas Kesenian Laras Madya dan Resistensinya dalam Budaya Jawa. PROMUSIKA, 4(1), 1-12. https://doi.org/10.24821/promusika.v4i1.2267
Karwati, E. (2016). Pengembangan Pembelajaran Dengan Menekankan Budaya Lokal Pada Pendidikan Anak Usia Dini. EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 6(1), 53-60. https://doi.org/10.17509/eh.v6i1.2861
Khotimah. (2017). Penerapan Kurikulum 2013 Berbasis Karakter dan Budaya Lokal untuk Anak Usia Dini Khusnul. SENDIKA: Seminar Pendidikan, 1(1), 30-36.
Kurniawati. (2017). Strategi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Budaya Untuk Menanamkan Karakter Kebangsaan. SENDIKA: Seminar Pendidikan, 1(1), 14-23.
Lestariningrum, A., & Wijaya, I. P. (2019). Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di TK Negeri Pembina Kota Kediri. PAUDIA : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 66-73. https://doi.org/10.26877/paudia.v8i2.4755
Mawardi. (2018). Orientasi Ideal Manajemen Pengembangan Kurikulum Madrasah: Analisis Dasar Kebijakan Mutu Pendidikan Islam. Proceeding The 1st Annual Conference on Islamic Education Management (ACIEM), 1(April), 1239-1253.
Musanna. (2012). Artikulasi Pendidikan Guru Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mempersiapkan Guru Yang Memiliki Kompetensi Budaya. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(3), 328-341. https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i3.92
Mutoharoh. (2020). Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi Pembelajaran Coding. Horizon Pedagogia, 1(1).
Muzakki, M., & Fauziah, P. Y. (2015). Implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal di PAUD full day school. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 39. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i1.4842
Pingge, H. D. (2017). Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah. Jurnal Edukasi Sumba, 01(02), 128-135. http://jurnalstkip-weetebula.ac.id/index.php/jes/article/download/27/27
Ramdani, E. (2018). Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 1. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8264
Riezal, C., Joebagio, H., & Susanto, S. (2018). Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Peumulia Jamee Masyarakat Aceh dalam Pembelajaran Sejarah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Darul Makmur). Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 3(2), 190. https://doi.org/10.28926/briliant.v3i2.167
Rosala. (2016). Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Dalam Upaya Membangun Pendidikan Karakter Siswa Di Sekolah Dasar. RITME, 2(1), 16-25.
Shofiyah, S. (2018). Prinsip - Prinsip Pengembangan Kurikulum dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Edureligia; Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 122-130. https://doi.org/10.33650/edureligia.v2i2.464
Sitokdana dkk. (2017). Kaka Semon: Testimoni strategi pengembangan sumber daya manusia pegunungan bintang, papua Pengembangan, Testimoni Strategi Daya, Sumber Pegunungan, Manusia. Satya Wacana University Press.
Sukarniti, N. L. K. (2020). Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Untuk Memproteksi Masyarakat Bali Dari Dampak Kemajuan Teknologi. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 3(1), 39-50. https://doi.org/10.47532/jic.v3i1.135
Sutarto, D. (2016). Kearifan budaya lokal dalam pengutan tradisi malemang di tengah masyarakat modernisasi di sungai keruh musi banyuasin sumatera selatan. JURNAL DIMENSI, 5(3). https://doi.org/10.33373/dms.v5i3.54
Wafiqni ; Nurani. (2018). Model Pembelajaran Tematik. Al Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islamah, 10(2), 255-270. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v10i2.170
Wagiran. (2011). Pengembangan model pendidikan kearifan lokal dalam mendukung visi pembangunan provinsi daerah istimewa yogyakarta 2020 (tahun kedua). Jurnal Penelitian Dan Pengembangan N, 3(5), 1-29.
Wulansari, B. Y. (2017). Pelestarian Seni Budaya Dan Permainan Tradisional Melalui Tema Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah Dan Sekolah Awal), 2(1), 1-11. https://doi.org/10.24269/jin.v2n1.2017.pp1-11
Zahro. (2015). Penilaian Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Tunas Siliwangi, 1(1), 92-111. https://doi.org/10.22460/ts.v1i1p92-111.95


