- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Penganiayaan Emosional Anak Usia Dini melalui Bahasa Negatif dalam Kekerasan Verbal
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.909Keywords:
penganiayaan emosional anak usia dini bahasa kekerasan verbalAbstract
Orangtua sering meluapkan emosi akibat tingkah laku anaknya yang tidak sesuai dengan kehendaknya dalam bentuk kekerasan verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi untuk mencegah dan mengatasi masalah kekerasan berbahasa pada anak usia dini. Metode penelitian ini adalah penelitian library research. Teknik pengumpulan data dengan mendokumentasikan artikel, buku, dan analisis lapangan. Selanjutnya mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, pengelompokan, dan kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Dari Hasil penelitian diketahui ada dua faktor dominan alasan orang tua untuk melakukan kekerasan verbal yaitu pengalaman dan pengetahuan orang tua. Dampak yang ditimbulkan adalah anak akan menjadi manusia yang tidak berakhlak, baik dari segi perbuatan maupun ucapan. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memositifkan bahasa dalam berkomunikasi terhadap anak.Downloads
References
Alfianur, A., Ezalina, E., & Fitriami, E. (2020). Kekerasan emosional menyebabkan kenakalan pada remaja. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(1), 52–58. https://doi.org/10.33024/hjk.v14i1.2309
Armiyanti, I., Aini, K., & Apriana, R. (2017). Pengalaman verbal abuse oleh keluarga pada anak usia sekolah di kota semarang. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(1), 12. https://doi.org/10.20884/1.jks.2017.12.1.714
Bakhtiar, A. (2014). Filsafat Ilmu. Raja Grafindo Persada.
Erniwati, E., & Fitriani, W. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Orang Tua Melakukan Kekerasan Verbal Pada Anak Usia Dini. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia …, 4197. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/6680
Fajri, R. (2019). Psikolog Sebut Kekerasan Verbal Lebih Bahaya Ketimbang Fisik. Mediaindonesia.Com. https://mediaindonesia.com/read/detail/228624-psikolog-sebut-kekerasan-verbal-lebih-bahaya-ketimbang-fisik
Farhan, Zahara. (2018). Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Orang Tua Melakukan Verbal Abuse pada Anak Usia Sekolah 6-12 Tahun di Kabupaten Garut. JKM, 3(2).
Farhan, Zahra. (2019). Verbal abuse, anak,orang tua faktor-faktor yang melatarbelakangi orang tua melakukan verbal abuse pada anak usia sekolah 6-12 tahun di kabupaten garut. Jurnal Keperawatan Malang, 3(2), 101–108. https://doi.org/10.36916/jkm.v3i2.70
Fitriana, Y., Pratiwi, K., & Sutanto, A. V. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua dalam melakukan kekerasan verbal terhadap anak usia pra-sekolah. Jurnal Psikologi Undip, 14(1). https://doi.org/10.14710/jpu.14.1.81-93
Irwanto. (1997). Psikologi umum. Buku penduan mahasiswa. 47.
Kadir, A., & Handayaningsih, A. (2020). Kekerasan Anak dalam Keluarga. WACANA, 12(2), 133–145. https://doi.org/10.13057/wacana.v12i2.172
Khahtibah, K. (2013). Pengembangan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar dalam Kegiatan Instruksional pada IAIN-SU Medan. Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 5(1), 36–39.
Lestary, T. (2016). Verbal Abuse Dampak buruk dan Solusi Penanganannya pada Anak. 17–80.
Mahmud, B. (2019). Kekerasan verbal pada anak. Jurnal An Nisa’, 12(2), 689–694.
Munawati. (2011). Hubungan Verbal Abuse dengan Perkembangan Kognitif pada Anak Usia Prasekolah di RW 04 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Depok.
Mustillo, S. A., Budd, K., & Hendrix, K. (2013). Obesity, Labeling, and Psychological Distress in Late-Childhood and Adolescent Black and White Girls: The Distal Effects of Stigma. Social Psychology Quarterly, 76(3), 268–289. https://doi.org/10.1177/0190272513495883
Mysa, A. Y., & Fithria. (2016). Pengetahuan orangtua tentang kekerasan verbal pada anak pra sekolah di Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 1(1).
Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2006). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, 74–96.
Neil J. Salkind. (2002). Child development. Choice Reviews Online, 39(11), 39-6171-39–6171. https://doi.org/10.5860/choice.39-6171
Nurjamal, D., Sumirat, W., & Darwis, R. (2011). Terampil berbahasa. Bandung: Alfabeta.
Nurwijayanti, A. M., & Iqomh, M. K. B. (2019). Hubungan Antara Usia dan Pendidikan dengan Perilaku Verbal Abuse oleh Keluarga. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(3), 337. https://doi.org/10.26714/jkj.7.3.2019.337-342
Pranowo. (2012). Berbahasa Secara Santun.
Putri, A., & Santoso, A. (2012). Persepsi orang tua tentang kekerasan verbal pada anak. Diponegoro Journal of Nursing, 1(1), 22–29.
Riniwati. (2015). Mari Mencintai Bahasa Indonesia. Transformatika, 11(10), 139–148. https://doi.org/10.31002/transformatika.v11i1.117
Saudah, S. (2014). Bahasa Positf Sebagai Sarana Pengembangan Pendidikan Moral Anak. Al-Ulum, 14(1), 67–84.
Siregar, L. Y. S. (2017). Pendidikan anak dalam islam. Bunayya, 1(2), 16–32.
Soetjiningsih. (2014). Tumbuh Kembang Anak.
Strub, P. J., Rubington, E., & Weinberg, M. S. (1979). Deviance: The Interactionist Perspective. Contemporary Sociology, 8(1), 73. https://doi.org/10.2307/2064907
Tarabulsy, G. M., Pascuzzo, K., Moss, E., St-Laurent, D., Bernier, A., Cyr, C., & Dubois-Comtois, K. (2008). Attachment-Based Intervention for Maltreating Families. American Journal of Orthopsychiatry, 78(3), 322–332. https://doi.org/10.1037/a0014070
Vega, A. De, Hapidin, H., & Karnadi, K. (2019). Pengaruh Pola Asuh dan Kekerasan Verbal terhadap Kepercayaan Diri (Self-Confidence). Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 433. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.227
Wibowo, F., & Parancika, R. B. (2020). Kekerasan Verbal ( Verbal Abuse ) Di Era Digital Sebagai Faktor. Prosiding Semnas Kbsp V Pembahasan, May.
Widiharto, C. A., Suhendri, S., & Venty, V. (2012). Penyuluhan Perkembangan Anak Usia Dini dan Anak Hyperactive Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 30–34.
Widyaningrum, A. (2019). Lagu anak sebagai preventif perilaku bullying. Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar), 8(2), 186. https://doi.org/10.26877/malihpeddas.v8i2.3668
Winarni, R., Slamet, S. Y., & Saddhono, K. (2018). Development of Indonesian literature textbook with character education through information and communication technology (ICT) learning based. International Journal of Engineering and Technology(UAE), 7(2.13 Special Issue 13), 442–446. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i3.2.14568
Wong, D. . (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong. EGC.
Wulandari, V., & Nurwati, N. (2018). Hubungan Kekerasan Emosional Yang Dilakukan Oleh Orangtua Terhadap Perilaku Remaja. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 132. https://doi.org/10.24198/jppm.v5i2.18364
Zuhrudin, A. (2017). Reformulasi Bahasa Santun Sebagai Upaya Melawan Kekerasan Verbal Terhadap Anak. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(2), 265. https://doi.org/10.21580/sa.v12i2.1706


