Transformasi Seni Reyog sebagai Sumber Belajar Kreatif dan Bermakna bagi Anak Usia Dini

Authors

  • Hamidatun Annafi'u Yurintama Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Joko Pamungkas Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8418

Keywords:

anak usia dini nilai karakter pembelajaran seni Reyog ponorogo

Abstract

Seni tradisi sebagai bagian dari budaya lokal memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan anak usia dini, namun implementasinya di lembaga PAUD masih cenderung terbatas sebagai kegiatan pelengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan seni Reyog sebagai sumber belajar kreatif dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Balong dan RA Muslimat NU 160 Darussalam Tatung, Ponorogo, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni Reyog paling dominan menstimulasi perkembangan motorik kasar, sosial emosional, serta pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri anak. Dukungan pelatih profesional dan kelengkapan sarana menjadi faktor penting dalam optimalisasi pembelajaran seni berbasis budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, Y. T., Syarifatul Umami, Y., Afandi, A., & Ratna Pratiwi, E. (2024). Kendala implementasi Kurikulum Merdeka yang dihadapi guru Pendidikan Anak Usia Dini di Jember. AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 36–45. https://doi.org/10.69552/alihsan.v5i1.2458

Arndt, S., & Urban, M. (2024). Themed issue: Reconceptualising early childhood education. Global Studies of Childhood, 14(3), 229–232. https://doi.org/10.1177/20436106241270100

Azzahra, R. T., & Nurhafizah, N. (2024). Manajemen pengembangan sumber daya guru dalam meningkatkan profesionalisme pendidik PAUD. Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(2), 37–48. https://doi.org/10.33474/thufuli.v6i2.22078

Bass, B. M. (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership. SAGE Publications.

Bo, N. S. W. (2025). OECD digital education outlook 2023: Towards an effective education ecosystem. Hungarian Educational Research Journal, 15(2), 284–289. https://doi.org/10.1556/063.2024.00345

Burns, J. M. (1978). Leadership. Harper & Row.

Copple, C., & Bredekamp, S. (Eds.). (2009). Developmentally appropriate practice in early childhood programs serving children from birth through age 8 (3rd ed.). National Association for the Education of Young Children.

DuFour, R., DuFour, R. B., Eaker, R., Many, T. W., & Mattos, M. W. (2010). Learning by doing: A handbook for Professional Learning Communities at Work (2nd ed.). Solution Tree Press.

Fitriyani, A. S. K., Siti, A., Sianturi, R., & Gandana, G. (2024). Problematika guru PAUD dalam pengembangan profesi dilihat dari penerapan Kurikulum Merdeka. PERNIK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 67–72.

Fleer, M. (2023). The role of imagination in science education in the early years under the conditions of a Conceptual PlayWorld. Learning, Culture and Social Interaction, 42, Article 100753. https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2023.100753

Guba, E. G. (1981, Maret). The paradigm revolution in inquiry: Implications for vocational research and development [Makalah presentasi]. National Center for Research in Vocational Education Seminar, Columbus, OH, Amerika Serikat.

Hairon, S., Chua, C., & Abbas, D. (2019). Professional learning communities. Dalam S. Hairon (Ed.), Leadership for professional learning communities (hlm. 107–122). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-74746-0_7

Hallinger, P. (2022). Developing instructional leadership teams in high schools. School Effectiveness and School Improvement, 33(3), 319–338. https://doi.org/10.1080/09243453.2021.2016834

Hasibuan, S., Rodliyah, I., Thalhah, S. Z., Ratnaningsih, P. W., & E, A. A. M. S. (2022). Media penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.

Hennelly, M. L., & Ctori, I. (2022). Technology in education. Community Eye Health Journal, 35(114), 18–19.

Jaramillo, J. J., & Chiappe, A. (2024). The AI-driven classroom: A review of 21st century curriculum trends. Prospects, 54(3), 645–660. https://doi.org/10.1007/s11125-024-09704-w

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2013). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

OECD. (2021). Starting Strong VI: Supporting young children's learning and well-being through suitable environments. OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/starting-strong-vi_f47a06ae-en.html

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. (2014). Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1668.

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. (2025).

Piaget, J. (1964). Cognitive development in children: Piaget development and learning. Journal of Research in Science Teaching, 2(3), 176–186. https://doi.org/10.1002/tea.3660020306

Purwono, F. H., Ulya, A. U., Purnasari, N., & Juniatmoko, R. (2019). Metodologi penelitian (kuantitatif, kualitatif dan mix method). Guepedia.

Rahmaningtyas, H., Wijayanti, I., & Sumarno. (2024). Kendala guru PAUD dalam menerapkan dan mengembangkan materi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 112–120.

Rodrigues, C. I. B., Boeira, S., & Folmer, V. (2025). Curriculum and early childhood education: A systematic review. Revista Brasileira de Educação, 30, Article e300074. https://doi.org/10.1590/S1413-24782025300074

Talango, S. R. (2020). Konsep perkembangan anak usia dini. Early Childhood Islamic Education Journal, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.54045/ecie.v1i1.35

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.

Vygotsky, L. S., & Cole, M. (1978). Mind in society: Development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wood, E., & Hedges, H. (2025). Curriculum in early childhood education: Global policy discourses and country-level responses in Aotearoa New Zealand and England. Curriculum Journal, 36(1), 147–163. https://doi.org/10.1002/curj.280

Yunita, I., Zainuri, A., & Zulfi, A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jambura Journal of Educational Management, 4(1), 16–25. https://doi.org/10.37411/jjem.v4i1.2145

Downloads

Published

30-08-2026

Indexing Check

How to Cite

Yurintama, H. A., & Pamungkas, J. (2026). Transformasi Seni Reyog sebagai Sumber Belajar Kreatif dan Bermakna bagi Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(4), 2989–2999. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8418

Issue

Section

Articles