- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Perilaku Disruptif dan Kesulitan Regulasi Emosi pada Anak Usia Dini di Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.8278Keywords:
anak usia dini perilaku disruptif regulasi emosi studi kasusAbstract
Perilaku disruptif pada anak usia dini seperti tantrum, penolakan terhadap instruksi, dan tindakan agresif sering muncul sebagai akibat dari kesulitan anak dalam meregulasi emosi di lingkungan prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disruptif yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang anak berusia 5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disruptif muncul secara berulang dan berkaitan dengan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta menunda keinginan. Strategi guru bersifat reaktif dan hanya efektif dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menreapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta menjalin kerja sama yang konsisten dengan orang tua dalam menangani perilaku disruptif.
Downloads
References
Alhadi, S., Muyana, S., & Dahlan, U. A. (2017). Memahami perilaku agresif siswa di sekolah. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 288–294.
Amalo, I. G., & Widiastuti, A. A. (2021). Pengaruh penggunaan token ekonomi dalam menurunkan perilaku disruptif anak usia 4–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 500–507. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.622
Ariantari, D., Kartika, W. I., & Heriansyah, M. (2025). Strategi guru dalam mengatasi tantrum anak usia 4-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 395–401. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.6194
Auriza, M., Muthmainah, & Syamsudin, A. (2025). Emotion regulation in children aged 5–6 years. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 13(1), 67–79. https://doi.org/10.23887/paud.v13i1.87003
Burkitt, I. (2018). Decentring emotion regulation: From emotion regulation to relational emotion. Emotion, Space and Society, 10, 167–173.
Cicchetti, D., & Rogosch, F. (1996). Equifinality and multifinality in developmental psychopathology. Development and Psychopathology, 8(4), 597–600. https://doi.org/10.1017/S0954579400007318
Devianti, R., Sari, S. L., & Bangsawan, I. (2020). Strategi guru dalam menangani perilaku agresif anak usia dini. Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 3(2), 67–78.
Eisenberg, N., & Morris, A. S. (2001). The origins and social significance of empathy-related responding: A review of empathy and moral development. Social Justice Research, 14(1), 95–120. https://doi.org/10.4324/9780203581957
Evans, S. C., & Burke, J. D. (2024). The affective side of disruptive behavior: Toward better understanding, assessment, and treatment. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 53(2), 141–155. https://doi.org/10.1080/15374416.2024.2333008
Fadila, S. N., Alifiah, S., & Nurul, Z. (2025). Strategi orang tua dalam mengatasi sikap agresif anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 21070–21075.
Fajriyah, L. (2024). Teknik reinforcement dalam menurunkan perilaku agresif pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(1), 95–111. https://doi.org/10.33367/piaud.v4i1.5228
Fitri, N. A., Satriana, M., & Kartika, I. (2024). Dampak media audiovisual interaktif terhadap anak speech delay usia 5-6 tahun. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 847–860. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.990
Hidayah, F. (2023). Optimalisasi perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam belajar kelompok. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 3, 7942–7956.
Hosie, J., Dunne, A., & Daffern, M. (2022). Aggressive script rehearsal in adult offenders: Relationships with emotion regulation difficulties and aggressive behavior. Aggressive Behavior, 48(1), 5–16. https://doi.org/10.1002/ab.22000
Khaira, W. (2022). Kemunculan perilaku agresif pada usia remaja. Intelektualita, 11(2). https://doi.org/10.22373/ji.v11i02.17180
Khotimah, N. (2024). Strategi guru mengatasi perilaku disruptif siswa dalam pembelajaran di sekolah dasar. Jarlitbang: Jurnal Penelitian dan Pengembangan, 49–60. https://doi.org/10.59344/jarlitbang.v10i1.203
Lickona, T. (2022). Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.
Maharani, E. A., & Puspitasari, I. (2019). Deteksi gangguan emosi dan perilaku disruptif pada anak usia prasekolah. Jurnal Edukasi dan Konseling, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.26555/jecce.v2i1.566
Mastuinda, & Suryana, D. (2021). Perilaku agresif anak usia dini. Riset Golden Age PAUD UHO, 4(2).
Murdiyanto, E. (2020). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta.
Njardvik, U., Smaradottir, H., & Öst, L. (2022). The effects of emotion regulation treatment on disruptive behavior problems in children: A randomized controlled trial. Research on Child and Adolescent Psychopathology, 895–905. https://doi.org/10.1007/s10802-022-00903-7
Putri, C. I. H., & Primana, L. (2018). Gambaran perilaku disregulasi emosi anak prasekolah usia 3-4 tahun. Jurnal Psikologi, 6(1), 102–110.
Rambe, J. N. A., & Nasriah. (2021). Perilaku anti sosial anak usia 5-6 tahun dan cara guru menangani di TK Aisyiyah Bustanul Athfal. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 21(2), 142–151. https://doi.org/10.30651/didaktis.v21i2.7506
Sari, D. S. P. (2022). Melatih regulasi emosi pada anak pra sekolah dengan bermain: Literature review. Jurnal Kesehatan Anak, 2(1), 14–20.
Syahrul, S., & Nurhafizah, N. (2021). Analisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial dan emosional anak usia dini dimasa pandemi corona virus 19. Jurnal Basicedu, 5(2), 683–696. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.792
Ulum, M., Latipun, L., Syakarofath, N. A., & Widyasari, D. C. (2024). Peran tekanan teman sebaya terhadap perilaku disruptif remaja. Jurnal Psikologi, 20, 146–156. https://doi.org/10.24014/jp.v14i2.21519
Wardhani, N. K., Widyorini, E., & Roswita, M. Y. (2022). Negative parenting dan insecure attachment dengan perilaku disruptive pada remaja. Jurnal Psikologi, 25–32. https://doi.org/10.24014/jp.v14i2.14585
Zuhroh, D. F., & Kamilah. (2020). Temper tantrum pada anak usia prasekolah: The correlation between child and mother’s characteristics with incidence of temper tantrum. International Journal of Professional Nursing, 1(2), 24–33. https://doi.org/10.30587/ijpn.v1i2.2310
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Manzilatunna Imah, Wilda Isna Kartika, Febry Maghfirah, Adharina Dian Pertiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


