- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Implementasi Model Ekopedagogik pada Pembelajaran Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.8215Keywords:
ekopedagogik kesadaran lingkungan anak usia dini pembelajaran berbasis lingkunganAbstract
Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini (PAUD) umumnya belum terintegrasi secara sistematis dengan pendekatan ekopedagogik, sehingga kesadaran lingkungan anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran ekopedagogik dalam konteks pendidikan anak usia dini di TK Al-Muslihah Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 15 anak usia dini kelompok B (usia 5–6 tahun) dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ekopedagogik mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui aktivitas langsung berbasis lingkungan, seperti memilah sampah, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan kelas. Temuan menunjukkan adanya perubahan perilaku anak yang ditandai dengan meningkatnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, partisipasi aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran ekopedagogik tidak hanya relevan secara konseptual, tetapi juga efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku ramah lingkungan pada anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret dan berkelanjutan.
Downloads
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fatahidin, R. (2025). Model ekopedagogik: Sebuah pijakan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran di sekolah dasar untuk menumbuhkembangkan kesadaran kritis siswa terhadap lingkungan. Jurnal Pendidikan, 3, 1–4.
Gandan, G., Elan, E., Nugraha, D., Rahmat, M. K., & Sianturi, R. (2025). Ekopedagogik dalam pendidikan anak usia dini: Strategi untuk mengembangkan kesadaran peduli lingkungan. Jurnal PAUD, 5(1), 9–15.
Hasanah, L. (2024). Ragam model pembelajaran yang menyenangkan. Jurnal Pendidikan, 6, 70–78.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Sekolah, D. I., & Bosowa, A. (2024). Implementasi pendidikan berbasis ekopedagogik di sekolah alam Bosowa. Journal of Lifelong Learning, 7(2). https://doi.org/[DOI jika tersedia]
Seran, E. Y., Joni, T., Aristo, V., & Ridwan, C. (2024). Pendidikan ekopedagogik untuk mengembangkan kesadaran lingkungan melalui pembelajaran IPAS. Jurnal Pendidikan, 5. [Nomor halaman perlu dilengkapi]
Utara, A. R., Utami, A. D., & Pendidikan Anak Usia Dini, U. N. J. (2024). Kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Jurnal PAUD, 9(1), 275–281.
Yunansah, H., & Abdillah, F. (2020). Ekopedagogik: Analisis pola pendidikan di sekolah. Jurnal Pendidikan, 12(2), 115–124.
Yunansah, H., & Herlambang, Y. T. (2017). Pendidikan berbasis ekopedagogik dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 9(1), 27–34.
Chawla, L. (2015). Benefits of nature contact for children. Journal of Planning Literature, 30(4), 433–452. [CrossRef]
Davis, J. M. (2009). Revealing the research ‘hole’ of early childhood education for sustainability: A preliminary survey of the literature. Environmental Education Research, 15(2), 227–241. [CrossRef]
Engdahl, I. (2015). Early childhood education for sustainability: The OMEP World Project. International Journal of Early Childhood, 47(3), 347–366. [CrossRef]
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder.
Kahn, P. H. (2010). Technological nature: Adaptation and the future of human life. MIT Press.
Rickinson, M., Dillon, J., Teamey, K., Morris, M., Choi, M. Y., Sanders, D., & Benefield, P. (2004). A review of research on outdoor learning. National Foundation for Educational Research and King’s College London.
Sobel, D. (1996). Beyond ecophobia: Reclaiming the heart in nature education. Orion Society.
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Mahmudah, Suyadi Suyadi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


