- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pengembangan Video Animasi sebagai Media Edukasi Mitigasi dan Pelestarian Lingkungan bagi Generasi Alpha di Wilayah Rawan Longsor
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7546Keywords:
animasi edukasi mitigasi bencana pelestarian lingkungan bambu generasi AlphaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya edukasi kelestarian lingkungan di wilayah yang rawan bencana longsor. Sehingga diperlukan edukasi dini mengenai pelestarian lingkungan bagi peserta didik generasi Alpha, khususnya mengenai peran bambu sebagai tanaman pencegah bencana erosi dan longsor di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media edukatif berupa animasi series “Bam & Boo” yang menyajikan konten pelestarian lingkungan berbasis edukasi bambu. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sadiman yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan materi, penulisan naskah media, produksi, uji coba, revisi, hingga produk siap pakai. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil validasi menunjukkan bahwa materi dan media memiliki tingkat validitas yang tinggi. Hasil penelitian terhadap 20 siswa sekolah dasar di sekitar wilayah bencana longsor menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman materi pelestarian lingkungan dengan skor evaluasi penyebaran angket pada aspek kemenarikan sebesar 93,00%, diikuti oleh efektivitas sebesar 91,40%, dan efisiensi sebesar 85,00%. Dengan demikian, animasi “Bam & Boo” terbukti menjadi solusi edukatif yang efektif, efisien dan menarik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan bagi generasi alpha di sekitar wilayah rawan bencana longsor.
Downloads
References
lduais, A. M. S. (2018). Teaching and learning vocabulary: Insights from learning styles and learning theories. Journal of Child and Adolescent Behavior, 6(1), Artikel 1000370. https://doi.org/10.4172/2375-4494.1000370
Buchanan, J., Pressick-Kilborn, K., & Maher, D. (2019). Promoting environmental education for primary school-aged students using digital technologies. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 15(2), Artikel em100639. https://doi.org/10.29333/ejmste/100639
Demidov, A., Syrina, T., & Tretyakov, A. (2020). Development of digital skills and media education system: From the organization of environmental education of preschool children to the ICT competence of teachers. Media Education (Mediaobrazovanie), 60(1), 11–23. https://doi.org/10.13187/me.2020.1.11
Dolasinski, M. J., & Reynolds, J. (2020). Microlearning: A new learning model. Journal of Hospitality and Tourism Research, 44(3), 551–561. https://doi.org/10.1177/1096348020901579
Farhan, A. (2022, November 29). Agrowisata Dillem Wilis: Sumber kopi dan susu sapi perah. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/muhdfazriel8571/6384e3d04addee764c747542/agrowisata-dillem-wilis-sumber-kopi-dan-susu-sapi-perah
Fitriyah, A. N. (2025, Agustus 10). Arboretum bambu: Mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek wujud kolaborasi Bupati Trenggalek dengan Tim KKN UM Dillem Wilis. Kompasiana.
Gunarsa, S. D. (2004). Dari anak sampai usia lanjut: Bunga rampai psikologi perkembangan. BPK Gunung Mulia.
Hariyadi, E., Maryani, E., & Kastolani, W. (2021). Analisis literasi lingkungan pada mahasiswa pendidikan geografi. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v6i1.6685
Indriani, Y., Ainurrochimah, H. I., Rizqy, T., Cahyani, L., Tribuana, T., Dewi, T., & Bilqinaristi, C. (2025). Film animasi sebagai sarana penguatan karakter dan kesadaran lingkungan anak usia sekolah dasar jari 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(4), 180–186. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i4.975
Istiningsih, G., Sobat, O. D., & Dharma, A. (2022). Tingkat literasi lingkungan di kalangan guru eco school Yogyakarta di Indonesia. Jurnal Pendidikan, 10(3), 145–158. https://doi.org/10.37081/ed.v10i3.3705
Kharismayani, N. W. Y., Sudatha, I. G. W., & Agustiana, I. G. A. T. (2022). Animated learning on “environment is our friend” topic in social science subject. International Journal of Elementary Education, 6(3), 462–469. https://doi.org/10.23887/ijee.v6i3.53452
Korfiatis, K., Photiou, M., & Petrou, S. (2020). Examining how the eco-animation WALL-E impacts children’s environmental conceptualization. eePRO - NAAEE. https://eepro.naaee.org/research/eeresearch/examining-how-eco-animation-wall-e-impacts-childrens-environmental
Larasati, L., Azis, B. H., Anasyahrie, N. S., Fitriani, N. A., & Purwanto, E. (2025). Pengaruh media, budaya, dan pendidikan karakter lingkungan pada anak sekolah. CONVERSE: Journal Communication Science, 2(1), 9–18. https://doi.org/10.47134/converse.v2i1.4290
Manuel, R. A., & Sutanto, A. (2021). Generasi Alpha: Tinggal di antara kita. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA), 3(1), 243–260. https://doi.org/10.24912/stupa.v3i1.10468
Mariano, L. M. P., & Gomez, J. (2025). Dale’s cone of experience guide. Scribd. https://id.scribd.com/presentation/494602563/Dale-s-Cone-Of-Experience
Marsh, J. A. (2006). Emergent media literacy: Digital animation in early childhood. Language and Education, 20(6), 493–506. https://doi.org/10.2167/le660.0
McCrindle, M., & Fell, A. (2021). Generation Alpha: Understanding our children and helping them thrive. Hachette UK.
Ninsiana, W., Septiyana, L., & Suprihatin, Y. (2024). Introducing eco-literacy to early childhood students through digital learning. Journal of Education and Learning (EduLearn), 18(1), 89–96. https://doi.org/10.11591/edulearn.v18i1.20678
Pebriani, S., & Mustika, D. (2023). Pengembangan media video animasi kartun kelas V sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2468–2477. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.5593
Putri, R. L., & Muthi, I. (2025). Efektivitas penggunaan video animasi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perubahan wujud benda di sekolah dasar. Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa, 3(3), 41–51. https://doi.org/10.59059/perspektif.v3i3.2631
Raja, C. N. (2025, Januari 2). Trenggalek diterjang bencana bertubi-tubi, 23 kejadian longsor dan banjir landa 6 kecamatan. TVRI Nasional. https://nasional.tvrinews.com/berita/timywgv-trenggalek-diterjang-bencana-bertubi-tubi-23-kejadian-longsor-dan-banjir-landa-6-kecamatan
Restya, D., Alawiah, S. F., & Anjani, D. (2023). Pengaruh video animasi bergambar terhadap minat belajar siswa sekolah dasar negeri 02 Sertajaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 30744–30756. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12005
Sadiman, A. S. (2014). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Rajawali Pers.
Safitri, D., Lestari, I., Maksum, A., Ibrahim, N., Marini, A., Zahari, M., & Iskandar, R. (2021). Web-based animation video for student environmental education at elementary schools. International Journal of Interactive Mobile Technologies (IJIM), 15(11), 66–80. https://doi.org/10.3991/ijim.v15i11.22023
Setiyadi, A., Nasrudin, & Syamsul, H. (2023). Pengaruh ecoliteracy terhadap green economy. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(1), 847–866. http://dx.doi.org/10.29040/jiei.v9i1.8513
Sihombing, R. A., Anwar, S., Liu, S. Y., Muslim, M., Winarno, N., & Sihombing, P. J. (2025). Integrating local wisdom into environmental education: A systematic review of ethnoscience research in Indonesia. Journal of Natural Science and Integration, 8(1), 57–74. https://doi.org/10.24014/jnsi.v8i1.35762
Smith, G. A. (1999). Place-based education: Learning to be where we are. Phi Delta Kappan, 83(8), 584–594. https://doi.org/10.1177/003172170208300806
Suriani, E. (2017). Bambu sebagai alternatif penerapan material ekologis: Potensi dan tantangannya. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 3(1), 33–42. https://doi.org/10.29080/emara.v3i1.138
Toledo, M. A., Yangco, R. T., & Espinosa, A. A. (2014). Media cartoons: Effects on issue resolution in environmental education. International Electronic Journal of Environmental Education, 4(1), 19–51.
Utami, M. (2024, November 30). Generasi Alpha: Masa depan yang cerdas dan adaptif. RRI-Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/sudut-pandang/1157490/generasi-alpha-masa-depan-yang-cerdas-dan-adaptif
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deka Utami, Citra Kurniawan, Yulias Prihatmoko, Inawati Inawati , Andi Daniah Pahrany, Abd. Rahman Prasetyo, Sri Patwati, Husein Maliki, Ananda Yuliani , Dwi Nata Adam , Muh. Fauzan Sumbogo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:


