Pengembangan Video Animasi sebagai Media Edukasi Mitigasi dan Pelestarian Lingkungan bagi Generasi Alpha di Wilayah Rawan Longsor

Authors

  • Deka Dyah Utami Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Citra Kurniawan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Yulias Prihatmoko Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Inawati Inawati Perpustakaan Digital, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Andi Daniah Pahrany Sains Aktuaria, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Abd. Rahman Prasetyo Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Sri Patwati Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Husein Maliki Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Katherin Ananda Yuliani Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Dwi Nata Adam Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Muh. Fauzan Sumbogo Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7546

Keywords:

animasi edukasi mitigasi bencana pelestarian lingkungan bambu generasi Alpha

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya edukasi kelestarian lingkungan di wilayah yang rawan bencana longsor. Sehingga diperlukan edukasi dini mengenai pelestarian lingkungan bagi peserta didik generasi Alpha, khususnya mengenai peran bambu sebagai tanaman pencegah bencana erosi dan longsor di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media edukatif berupa animasi series “Bam & Boo” yang menyajikan konten pelestarian lingkungan berbasis edukasi bambu. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sadiman yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan materi, penulisan naskah media, produksi, uji coba, revisi, hingga produk siap pakai. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil validasi menunjukkan bahwa materi dan media memiliki tingkat validitas yang tinggi. Hasil penelitian terhadap 20 siswa sekolah dasar di sekitar wilayah bencana longsor menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman materi pelestarian lingkungan dengan skor evaluasi penyebaran angket pada aspek kemenarikan sebesar 93,00%, diikuti oleh efektivitas sebesar 91,40%, dan efisiensi sebesar 85,00%. Dengan demikian, animasi “Bam & Boo” terbukti menjadi solusi edukatif yang efektif, efisien dan menarik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan bagi generasi alpha di sekitar wilayah rawan bencana longsor.

Downloads

Download data is not yet available.

References

lduais, A. M. S. (2018). Teaching and learning vocabulary: Insights from learning styles and learning theories. Journal of Child and Adolescent Behavior, 6(1), Artikel 1000370. https://doi.org/10.4172/2375-4494.1000370

Buchanan, J., Pressick-Kilborn, K., & Maher, D. (2019). Promoting environmental education for primary school-aged students using digital technologies. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 15(2), Artikel em100639. https://doi.org/10.29333/ejmste/100639

Demidov, A., Syrina, T., & Tretyakov, A. (2020). Development of digital skills and media education system: From the organization of environmental education of preschool children to the ICT competence of teachers. Media Education (Mediaobrazovanie), 60(1), 11–23. https://doi.org/10.13187/me.2020.1.11

Dolasinski, M. J., & Reynolds, J. (2020). Microlearning: A new learning model. Journal of Hospitality and Tourism Research, 44(3), 551–561. https://doi.org/10.1177/1096348020901579

Farhan, A. (2022, November 29). Agrowisata Dillem Wilis: Sumber kopi dan susu sapi perah. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/muhdfazriel8571/6384e3d04addee764c747542/agrowisata-dillem-wilis-sumber-kopi-dan-susu-sapi-perah

Fitriyah, A. N. (2025, Agustus 10). Arboretum bambu: Mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek wujud kolaborasi Bupati Trenggalek dengan Tim KKN UM Dillem Wilis. Kompasiana.

Gunarsa, S. D. (2004). Dari anak sampai usia lanjut: Bunga rampai psikologi perkembangan. BPK Gunung Mulia.

Hariyadi, E., Maryani, E., & Kastolani, W. (2021). Analisis literasi lingkungan pada mahasiswa pendidikan geografi. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v6i1.6685

Indriani, Y., Ainurrochimah, H. I., Rizqy, T., Cahyani, L., Tribuana, T., Dewi, T., & Bilqinaristi, C. (2025). Film animasi sebagai sarana penguatan karakter dan kesadaran lingkungan anak usia sekolah dasar jari 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(4), 180–186. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i4.975

Istiningsih, G., Sobat, O. D., & Dharma, A. (2022). Tingkat literasi lingkungan di kalangan guru eco school Yogyakarta di Indonesia. Jurnal Pendidikan, 10(3), 145–158. https://doi.org/10.37081/ed.v10i3.3705

Kharismayani, N. W. Y., Sudatha, I. G. W., & Agustiana, I. G. A. T. (2022). Animated learning on “environment is our friend” topic in social science subject. International Journal of Elementary Education, 6(3), 462–469. https://doi.org/10.23887/ijee.v6i3.53452

Korfiatis, K., Photiou, M., & Petrou, S. (2020). Examining how the eco-animation WALL-E impacts children’s environmental conceptualization. eePRO - NAAEE. https://eepro.naaee.org/research/eeresearch/examining-how-eco-animation-wall-e-impacts-childrens-environmental

Larasati, L., Azis, B. H., Anasyahrie, N. S., Fitriani, N. A., & Purwanto, E. (2025). Pengaruh media, budaya, dan pendidikan karakter lingkungan pada anak sekolah. CONVERSE: Journal Communication Science, 2(1), 9–18. https://doi.org/10.47134/converse.v2i1.4290

Manuel, R. A., & Sutanto, A. (2021). Generasi Alpha: Tinggal di antara kita. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA), 3(1), 243–260. https://doi.org/10.24912/stupa.v3i1.10468

Mariano, L. M. P., & Gomez, J. (2025). Dale’s cone of experience guide. Scribd. https://id.scribd.com/presentation/494602563/Dale-s-Cone-Of-Experience

Marsh, J. A. (2006). Emergent media literacy: Digital animation in early childhood. Language and Education, 20(6), 493–506. https://doi.org/10.2167/le660.0

McCrindle, M., & Fell, A. (2021). Generation Alpha: Understanding our children and helping them thrive. Hachette UK.

Ninsiana, W., Septiyana, L., & Suprihatin, Y. (2024). Introducing eco-literacy to early childhood students through digital learning. Journal of Education and Learning (EduLearn), 18(1), 89–96. https://doi.org/10.11591/edulearn.v18i1.20678

Pebriani, S., & Mustika, D. (2023). Pengembangan media video animasi kartun kelas V sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2468–2477. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.5593

Putri, R. L., & Muthi, I. (2025). Efektivitas penggunaan video animasi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perubahan wujud benda di sekolah dasar. Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa, 3(3), 41–51. https://doi.org/10.59059/perspektif.v3i3.2631

Raja, C. N. (2025, Januari 2). Trenggalek diterjang bencana bertubi-tubi, 23 kejadian longsor dan banjir landa 6 kecamatan. TVRI Nasional. https://nasional.tvrinews.com/berita/timywgv-trenggalek-diterjang-bencana-bertubi-tubi-23-kejadian-longsor-dan-banjir-landa-6-kecamatan

Restya, D., Alawiah, S. F., & Anjani, D. (2023). Pengaruh video animasi bergambar terhadap minat belajar siswa sekolah dasar negeri 02 Sertajaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 30744–30756. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12005

Sadiman, A. S. (2014). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Rajawali Pers.

Safitri, D., Lestari, I., Maksum, A., Ibrahim, N., Marini, A., Zahari, M., & Iskandar, R. (2021). Web-based animation video for student environmental education at elementary schools. International Journal of Interactive Mobile Technologies (IJIM), 15(11), 66–80. https://doi.org/10.3991/ijim.v15i11.22023

Setiyadi, A., Nasrudin, & Syamsul, H. (2023). Pengaruh ecoliteracy terhadap green economy. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(1), 847–866. http://dx.doi.org/10.29040/jiei.v9i1.8513

Sihombing, R. A., Anwar, S., Liu, S. Y., Muslim, M., Winarno, N., & Sihombing, P. J. (2025). Integrating local wisdom into environmental education: A systematic review of ethnoscience research in Indonesia. Journal of Natural Science and Integration, 8(1), 57–74. https://doi.org/10.24014/jnsi.v8i1.35762

Smith, G. A. (1999). Place-based education: Learning to be where we are. Phi Delta Kappan, 83(8), 584–594. https://doi.org/10.1177/003172170208300806

Suriani, E. (2017). Bambu sebagai alternatif penerapan material ekologis: Potensi dan tantangannya. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 3(1), 33–42. https://doi.org/10.29080/emara.v3i1.138

Toledo, M. A., Yangco, R. T., & Espinosa, A. A. (2014). Media cartoons: Effects on issue resolution in environmental education. International Electronic Journal of Environmental Education, 4(1), 19–51.

Utami, M. (2024, November 30). Generasi Alpha: Masa depan yang cerdas dan adaptif. RRI-Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/sudut-pandang/1157490/generasi-alpha-masa-depan-yang-cerdas-dan-adaptif

Downloads

Published

03-04-2026

Indexing Check

How to Cite

Utami, D. D., Kurniawan, C., Prihatmoko, Y., Inawati , I., Pahrany, A. D., Prasetyo, A. R., … Sumbogo, M. F. (2026). Pengembangan Video Animasi sebagai Media Edukasi Mitigasi dan Pelestarian Lingkungan bagi Generasi Alpha di Wilayah Rawan Longsor . Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 1031–1040. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7546

Issue

Section

Articles