Urban Legend & Seni Tradisi Ceprotan: Warisan Budaya Sebagai Pendidikan Karakter Generasi Anak

Authors

  • Yasin Surya Wijaya Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7187

Keywords:

Urban Legend, Desa Sekar, Ceprotan, Pendidikan Karakter, Generasi Anak

Abstract

Kajian ini menggali urban legend dalam seni tradisi Ceprotan dan mencari relevansinya dalam pendidikan karakter pada generasi anak. Penelitian dilakukan melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan strategi kasus tunggal. Objek penelitian berupa seni tradisi Ceprotan di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Data bersumber dari informan, tempat & peristiwa, juga dokumen/arsip yang dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten. Data diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber data dan review informan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis alir dengan prosedur reduksi data, display, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni tradisi Ceprotan di Desa Sekar merupakan seni budaya lokal yang muncul berdasar urban legend lokal. Ceprotan tidak hanya sekedar upacara tradisi namun didalamnya terkandung nilai filosofi yang secara turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Seni tradisi Ceprotan juga relevan apabila dikaitkan dengan pendidikan karakter bagi generasi anak. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kisah, simbol, dan prosesi Ceprotan dapat digunakan sebagai sumber pendidikan karakter anak tentang kejujuran, keberanian, kerja keras, gotong royong, toleransi, spiritualitas, serta rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisara, F., Nursaptini, N., & Widodo, A. (2020). Melestarikan Kembali Budaya Lokal Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Cakrawala: Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149-166. https://ejournal.uksw.edu/cakrawala/article/view/4411

Apriliyani, N. Y. A., Sunendar, D., Syihabuddin, S., & Sumiyadi, S. (2023). Cerita Rakyat Nusantara sebagai Media Pengenalan Sastra pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2875-2884. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4375

Arwansyah, Y. B., Suwandi, S., & Widodo, S. T. (2017). Revitalisasi Peran Budaya Lokal Dalam Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA). Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), 915 - 920. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/1318/0

Azali, K. (2012). Ludruk: Masihkah Ritus Modernisasi?. Jurnal Lakon, 1(1), 48-60. https://doi.org/10.20473/lakon.v1i1.1916

Cathrin, S. (2017). Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Upacara Adat Bersih-Desa Di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Filsafat, 27(1), 30-64. https://doi.org/10.22146/jf.22841

Danandjaya, J. (1986). Faktor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain (Cetakan ke-3). Jakarta : Grafiti Pers.

Devianti, R., Sari, S. L., & Bangsawan, I. (2020). Pendidikan Karakter Untuk Anak Usia Dini. Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 3(2), 67-78. https://doi.org/10.46963/mash.v3i02.150

Fadila, W. A., Sudarti, S., & Yushardi, Y. (2023). Permasalahan Kualitas Air Permukaan Sebagai Sumber Kehidupan Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(2), 419-427. https://doi.org/10.37478/optika.v7i2.3338

Farihah, I. (2014). Strategi Dakwah di Tengah Konflik Masyarakat. Addin, 8(2), 295-318. https://dx.doi.org/10.21043/addin.v8i2.599

Henny & Risman, K. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Nasionalisme Anak Usia Dini pada Lembaga PAUD Berbasis Islam. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3781-3798. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4694

Irayanti, I., Yasin, U., Afrilistiani, M., & Indraswari, R. N. (2022). Peran Keluarga Dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 21-25. https://dx.doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v12i01.12212

Irmawati, W. (2013). Makna Simbolik Upacara Siraman Pengantin Adat Jawa. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 309-330. https://doi.org/10.21580/ws.21.2.247

Khoiriah, M., Pamardi, S., & Aswoyo, J. (2022). Optimizing Performing Arts Innovations at the Ceprotan Ceremony: An Overview of the Perspective of Empowering Rural Communities in Pacitan, Indonesia. International Journal of Visual and Performing Arts, 4(2), 185-192. https://doi.org/10.31763/viperarts.v4i2.865

Kristanto, M. (2014). Pemanfaatan Cerita Rakyat Sebagai Penanaman Etika Untuk Membentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Mimbar Sekolah Dasar, 1(1), 59-64. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v1i1.864

Lestari, N. S. & Pratami, K. E. N. (2018). Ayam Ingkung Sebagai Pelengkap Upacara Adat Di Bantul Yogyakarta. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(3), 306-320. https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/jstp/article/view/83

Maulani, S., Faridah, F., Putri, P., & Ardiansyah, D. (2025). Peran Cerita Rakyat dalam Membentuk Karakter Anak. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(1), 294-400. https://doi.org/10.54373/imeij.v6i1.2495

Miranda, M., Ambarwati, A., & Badrih, M. (2025). Children's Character Education through Local Wisdom-Based Stories in Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 207-217. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.6447

Mustaqim, M. K., Nugroho, K. Y., & Dewi, D. S. K. (2020). Kebijakan Pemerintah Desa Sekar Dalam Pelestarian Tradisi “Ceprotan”. Jurnal Academia Praja, 3(1), 69-78. https://doi.org/10.36859/jap.v3i01.146

Panuntun, D. F., Tanduklangi, R., Adeng, M., & Randalele, C. E. (2019). Model Ibadah Sekolah Minggu Kreatif-Interaktif bagi Generasi Alfa di Gereja Toraja. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(2), 193-208. https://doi.org/10.34307/b.v2i2.113

Prihantoro, P., Andayanie, L. M., & Fauziati, E. (2025). Pelestarian Nilai Moral Melalui Seni Tradisional: Perspektif Idealisme Dalam Pendidikan Kebudayaan. Jurnal Transformasi Pendidikan Modern, 6(2), 220-225. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jtpm/article/view/784

Purwanto, A. (2025). Peran Tradisi Keagamaan dalam Membangun Karakter Moderat di Sekolah Islam. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 14-28. https://doi.org/10.69768/jt.v3i1.64

Puspitaningsih, N & Lestari, R. (2023). Ceprotan Traditional Ceremony Procession In Batik Motifs For Casual Clothes. Runtas: Jurnal Arts and Culture, 1(1), 36-54. https://doi.org/10.33153/runtas.v1i1.5334

Rahmadani, N. K. A., Tasuah, N., Agustinus, R., Alianda, D., & Cahyaningrum, D. E. (2023). Implementasi Pengenalan Budaya Lokal di Sentra Seni pada Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5359-5368. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4272

Salniwati, S. & Nurtikawati, N. (2016). Nilai Budaya Dan Pola Pewarisan Sastra Lisan Di Sulawesi Tenggara: Pendekatan Tradisi Lisan. Jurnal Etnoreflika, 5(3), 236-245. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v5i3.393

Sari, V. M., Lutfiati, D., Kusstianti, N., & Wilujeng, B. Y. (2024). Kajian Bentuk Dan Makna Tata Rias, Busana, Dan Aksesoris Tokoh Dewi Sekartaji Pada Upacara Adat Ceprotan Di Desa Sekar Kota Pacitan. E-Jurnal Tata Rias, 13(3), 293-302. https://doi.org/10.26740/jtr.v13n3.p293-302

Sava, I. B. & Harianto, S. (2024). Esensi Budaya Permainan Tradisional pada Anak Anak di Era Globalisasi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(4), 765-772. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i4.6030

Setyawan, B. W. & Saddhono, K. (2018). Ceprotan Performing Art: A Traditional Folkart Based on Urban Legend. Jurnal Harmonia, 18(1), 67-73. https://doi.org/10.15294/harmonia.v18i1.9509

Soekanto, S. 1993. Kamus Sosiologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tabi’in, A. (2017). Menumbuhkan Sikap Peduli Pada Anak Melalui Interaksi Kegiatan Sosial. Journal of Social Science Teaching, 1(1), 39-59. https://dx.doi.org/10.21043/ji.v1i1.3100

Tarsa, A. (2016). Apresiasi Seni: Imajinasi Dan Kontemplasi Dalam Karya Seni. Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 1(1), 50-56. https://doi.org/10.29210/0248jpgi0005

We, A. Y. & Fauziah, P. Y. (2021). Tradisi Kearifan Lokal Minangkabau “Manjujai” untuk Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1339-1351. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.660

Wijaya, F. A. (2015). Perkembangan Tradisi Ceprotan Di Desa Sekar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan 1981-2013. Jurnal Avatara, 3(3), 469-479. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/12806

Wijaya, S. A., Hariyanto, H., & Prasetyo, A. R. (2023). Upacara Adat Ceprotan sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(12), 1866–1878. https://doi.org/10.17977/um064v3i122023p1866-1878

Yulinis, Y., Mawan, I. G., & Dewi, N. M. L. A. (2025). Metode Drill dalam Pembelajaran Tari Galombang Carano di Era Digital. Jurnal Pengabdian Pendidikan Seni Pertunjukan, 4(1), 15-29. https://ap2seni.or.id/index.php/jps/article/view/53

Yuningtyas, L. A., Pranawa, S., & Yuhastina, Y. (2020). The meaning of the Ceprotan tradition in bersih desa for the people of Sekar village. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 7(2), 150-159. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v7i2.27978

Downloads

Published

25-07-2025

How to Cite

Wijaya, Y. S. (2025). Urban Legend & Seni Tradisi Ceprotan: Warisan Budaya Sebagai Pendidikan Karakter Generasi Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 1767–1780. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7187

Issue

Section

Articles