- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak Usia 1-4 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4880Keywords:
anak usia 1-4 tahun obat cacing pengetahuan ibuAbstract
Salah satu upaya pencegahan infeksi STH ini adalah dengan penggunaan obat cacing secara rutin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak usia 1-4 tahun di desa narawita Kecamatan Cicalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 1-4 tahun sebanyak 379 ibu. Sementara sampel penelitian ini berjumlah 84 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dengan balita berusia 1-4 tahun di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka tentang penggunaan obat cacing pada anak hampir setengahnya termasuk dalam kategori baik, ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang, hanya sebagian Kecil,. Peran perawat dalam hal ini sebagai edukator, serta promotor pencegahan dan pengendalian infeksi STH dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat ataupun pemberi asuhan keperawatan.
Downloads
References
Ana, A. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu yang Mempunyai Anak Usia 6-12 Tahun dalam Pemberian Obat Cacing di Desa Pargarutan Dolok Kecamatan Angkola Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Jurkesmas), 1(2), 130–133. https://journal.physan.id/index.php/jkm/article/view/51
Cholifah, N. (2016). Promosi kesehatan dalam pemberian minum obat cacing dan kejadian kecacingan Oxyuris vermicularis. Jikk, 7(1), 24–29. https://ejr.umku.ac.id/index.php/jikk/article/view/122/67
Elmiyanti, N. K., Mbaloto, F. R., & Purwaningsih, D. F. (2022). Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Penyakit Kecacingan di SDN 12 Limran. Jurnal Abdidas, 3(3), 381–386. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i3.595
Gabriel, N. I., Hinonaung, J. S. H., & Tatangindatu, M. (2018). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Obat Cacing Pada Balita Secara Berkala Di Kampung Petta Barat Kecamatan Tabukan Utara. Jurnal Ilmiah Sesebanua, 2(1), 20–22.
Hayati, L., Panghiyangani, R., & Rosida, L. (2017). Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Siswa Slb Darma Praja Banjarmasin Tentang Gejala Dan Penularan Infeksi Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis). Jurnal Berkala Kesehatan, 3(2), 93–98. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/berkala-kesehatan/article/view/5074
Hondro, indah hati. (2021). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Pada Balita Usia 0-5 Tahun Di Desa Lololakha Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Jurkesmas). http://ecampus.poltekkes-medan.ac.id/xmlui/handle/123456789/3568
Lubis, R., Panggabean, M., & Yulfi, H. (2018). Pengaruh Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Penyakit Kecacingan Pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(1), 39. https://doi.org/10.14710/jkli.17.1.39-45
Lydia Lestari, D. (2022). Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak. Scientific Journal, 1(6), 423–433. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i6.75
Mawaqit, M. (2022). Pola pemberian obat cacing pada anak di wilayah kalimantan tengah. Jurnal Borneo Cendekia, 6(2), 59–65. https://journal.stikesborneocendekiamedika.ac.id/index.php/jbc/article/view/304
Moshinsky, M. (1959). Pengetahuan Dan Ketepatan Swamedikasi Kecacingan Oleh Orang Tua Anak Usia Sekolah Dasar Di Kelurahan Saigon Pontianak Timur. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 13(1), 104–116. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/view/30132
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. In Profil SMA (Vol. 2). PT. Rineka Cipta.
Riyadi, E. K. S., & Sundari, S. (2020). Tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi perkembangan anak pra sekolah usia 60-72 bulan. Jurnal Ilmu Kebidanan, 6(2), 59–75. http://jurnalilmukebidanan.akbiduk.ac.id/index.php/jik/article/view/121
Rozanah, R., Tivani, I., & Purwantiningrum, H. (2021). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing Pada Anak Di Desa Sidiharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal [Politeknik Harapan Bersama Tegal]. http://eprints.poltektegal.ac.id/132
Solferina, R. A., Askar, M., & Mallo, A. (2013). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Ibu Terhadap Pemberian Obat Cacing Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD 67 Cangadi 1 Soppeng. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 2, 1–6.
Suharsimi, A. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Cet.IV. In Prosedur Penelitian. Bumi Aksara.
Suriani, E., Irawati, N., & Lestari, Y. (2020). Analisis Faktor Penyebab Kejadian Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4). https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1121
Syahrir, S., & Aswadi. (2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Siswa SDN Inpres. Higiene : Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 41–48. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/1805
Tapiheru, M. J. R., & Zain, N. (2021). Prevalensi Infeksi Soil Transmitted Helminth Pada Murid Sekolah Dasar Negeri 105296 Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 8(3), 1–7. https://doi.org/10.53366/jimki.v8i3.249
Wagner, J., & Abdel-Rahman, S. M. (2013). Pediatric pharmacokinetics. Pediatrics in Review, 34(6), 258–269. https://doi.org/10.1542/pir.34-6-258
Waris, L., Rahayu, N., & Indriyati, L. (2012). Risiko Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar di Pedesaan Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 1(1), 13–19. http://ejournal2.bkpk.kemkes.go.id/index.php/jbmi/article/view/1621
Wijaya, J. S. (2017). Perbandingan Efektivitas dan Efek Samping Albendazole dengan Kombinasi Mebendazole-Pyrantel Pamoat untuk Terapi Soil-transmitted Helminthiasis Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Tembung [Universitas Sumatera Utara]. In Cermin Dunia Kedokteran (Vol. 44, Issue 6). https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/50615
Wiyono, A. S., Sari, F., Restuaji, I. M., & Saputra, S. A. (2020). Sosialisasi Pemakaian Obat Cacing Pada Posyandu Balita. Journal of Community Engagement and Employment, 2(2), 85–93. https://core.ac.uk/download/pdf/322576805.pdf


