- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Kebutuhan Informasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Bagi Orang Tua Di Indonesia : Scoping Review
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2982Keywords:
Anak, Kebutuhan Informasi, Orang Tua, Pencegahan Kekerasan SeksualAbstract
Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan seksual pada anak (KSA), mereka harus memiliki informasi yang tepat mengenai pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi bagi orang tua terkait pencegahan KSA di Indonesia. Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel menggunakan database (Cinahl Ebsco, Pubmed, Perpustakaan Nasional), search engine (Google Scholar, Science Direct), dan pencarian manual dengan menggunakan kunci berbahasa Inggris dan Indonesia. Hasil pencarian awal didapatkan 55.154 artikel kemudian screening berdasarkan kriteria inklusi dan dinilai kelayakannya sehingga diperoleh 6 artikel yang eligible. Hasil penelitian ditemukan tiga topik utama kebutuhan informasi bagi orang tua terkait pencegahan KSA, yaitu: sarana dan prasarana untuk pencegahan KSA, penyampaian informasi yang tepat dan sesuai bagi anak, media edukasi mengenai KSA. Dengan demikian ada tiga topik kebutuhan informasi pencegahan KSA yang diperlukan orang tua, sehingga dapat dijadikan evidence base dalam menentunkan intervensi yang tepat dalam meningkatkan informasi pencegahan KSA bagi orang tua.
Downloads
References
Abduh, M., & Wulandari, M. D. (2018). Model Pendidikan Seks Pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Teori Perkembangan Anak. Inar The Progressive and Fun Education Seminar MODEL, (January), 403–411.
Amrullah, A. (n.d.). Kasus Kekerasan Anak Melonjak Saat Pandemi.
Anggraini, A. D. (2017). Penanganan anak korban kekerasan seksual di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang: Analisis Azaz-azaz dan Fungsi bimbingan konseling islam. Undergraduate Thesis Universitas Negeri Walisongo Semarang.
Bahri, S., & Fajriani. (2015). SUATU KAJIAN AWAL TERHADAP TINGKAT PELECEHAN SEKSUAL DI ACEH. Jurnal Pencerahan, 9(1), 50–65.
Bourke, A., Sally, D., McBride, O., Morgan, K., & McGee, H. (2013). Female perpetrators of child sesxual abuse: characteristics of the offender and victim. Psychology, Crime & Law, 20(8), 769–780.
Dewi, V. N. L., Sitaresmi, M. N., & Dewi, F. S. T. (2021). What Forms of Media Do We Need for Preventing Child Sexual Abuse? A Qualitative Study in Yogyakarta Special Region, Indonesia. Journal of Child Sexual Abuse, 1–13.
Fitriani & Nurpiana. (2018). Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Sejak Anak Usia Dini. 6(Nawita 2013), 61–69.
Handayani, E. S., Yamtinah, S., & Kristiyanto, A. (2019). Analisis Kebutuhan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Terhadap Program Pendidikan Seksual bagi Siswa Tunarungu. SEMNAS, (5 (293)), 86–98.
Handayani, E. S., Yamtinah, S., & Kristiyanto, A. (2019). Analisis Kebutuhan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Terhadap Program Pendidikan Seksual bagi Siswa Tunarungu. Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat UMS, 86–98.
Indah, A. S. (2020). Peran Orangtua Dalam Pendidikan. Wahana, 72(2), 118–125.
Jayani, D. H. (2021). Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Mendominasi saat Pandemi Covid-19.
Joanna Briggs Institute. (2020). JBI Reviewer ’ s Manual. The Joanna Briggs Institute, (March), 32. Retrieved from https://reviewersmanual.joannabriggs.org/
Justicia, R. (2017). Pandangan Orang Tua Terkait Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini. Early Childhood : Jurnal Pendidikan, 1(2), 28–37. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v1i2.121
KEMENKO PMK. (2020). Darurat Kekerasan Seksual Perlu Penanganan Komperhensif.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2019). Panduan Penanganan Kasus Anak Multidisplin yang Berpusat pada Anak.
Khosianah, F., & Murdiyani, H. (2017). ANALISA KEBUTUHAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (USIA 3-6 TAHUN) UNTUK GURU DAN ORANGTUA. Psikosains, 549(2), 123–133.
Khosianah Fety, M. H. (2017). ANALISA KEBUTUHAN PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (USIA 3-6 TAHUN) UNTUK GURU DAN ORANGTUA. ×ž×™× ×•×”×©×§×™×™×”, 549(2), 40–42.
KPAI. (2020). UPDATE DATA INFOGRAFIS KPAI – PER 31-08-2020.
Mardhiyah, Z., & Paramastri, I. (2019). Keterampilan orangtua menyampaikan prevensi kekerasan seksual terhadap anak. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 4(2), 98–110.
Muslim, M., & Ichwan, I. (2021). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini. PELANGI: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 2(1), 60–73. https://doi.org/10.52266/pelangi.v2i1.576
Noviana, Pi. (2015). Kekerasan seksual terhadap anak dampak dan penanganannya. Sosio Informa, 1(1), 13–28.
Pakasi, D. T., & Kartikawati, R. (2013). Antara Kebutuhan dan Tabu: Pendidikan Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja di SMA. Makara Seri Kesehatan, 17(2), 79–87.
Permatasari, E., Kuntoro, Devy, S. R., & Hendriani, W. (2019a). Parental Responsiveness of Mindest-Based Nursing on Early Sexual Education to Prevent Child Sexual Abuse. 10(8).
Permatasari, E., Kuntoro, Devy, S. R., & Hendriani, W. (2019b). Parental Responsiveness of Mindest-Based Nursing on Early Sexual Education to Prevent Child Sexual Abuse. Indian Journal of Public Health Research & Development, 10(10), 702–707.
Septiani, R. D. (2021). Pentingnya Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Kasus Kekerasan Seks pada Anak Usia Dini. 10(1), 50–58.
Siswati, S., Hartati, Y., & Jalinus, N. (2018). Tantangan Analisis Kebijakan Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dengan Mengembangkan Media Teknologi Informasi. International Journal of Natural Sciences and Engineering, 2(2), 59–64.
Siswati, S., Hartati, Y., & Jalinus, N. (2019). Tantangan Analisis Kebijakan Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dengan Mengembangkan Media Teknologi Informasi. International Journal of …, 2(2), 59–64.
Smallbone, S., & Wortley, R. (2016). Preventing Child Sexual Abuse Online. Online Risk to Children: Impact, Protection and Prevention: First Edition, 143–162. https://doi.org/10.1002/9781118977545.ch8
Suherman, H. (2012). Pendidikan Seks Yang Sehat Untuk Anak-Anak. Psikologika : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 17(1), 77–86. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol17.iss1.art9
Tursilarini, T. Y. (2017). Dampak Kekerasan Seksual di Ranah Domestik terhadap Keberlangsungan Hidup Anak. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 41(1), 77–92.
UNICEF. (2021). Sexual violence against children.
Wahyuni, D. (2018). Peran Orang Tua dalam Pendidikan Seks Bagi Anak untuk Mengantisipasi LGBT. Quantum : Jurnal Kesejahteraan Sosial BBPPKS Regional I Sumatra Kementrian Sosial RI, 14(LGBT), 23–32.
Zahirah, U., Nurwati, N., & Krisnani, H. (2019). Dampak Dan Penanganan Kekerasan Seksual Anak Di Keluarga. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 10. https://doi.org/10.24198/jppm.v6i1.21793

