Storytelling Berbasis Gurindam 12: Penguatan Dimensi Keimanan dan Kemandirian Anak Usia Dini

Authors

  • Maria Safriana Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8325

Keywords:

Gurindam Dua Belas keimanan kemandirian storytelling pendidikan karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode storytelling berbasis Gurindam Dua Belas dalam penguatan dimensi keimanan dan kemandirian anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh implementasi pendidikan karakter yang masih bersifat normatif dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan anak usia 5–6 tahun sebanyak dua puluh satu anak sebagai sampel partisipan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis melalui model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling berbasis Gurindam Dua Belas mampu menginternalisasikan nilai religius melalui pembiasaan doa, rasa syukur, dan kesadaran ketuhanan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan regulasi diri, tanggung jawab, serta keberanian anak dalam mengambil keputusan sederhana. Integrasi kearifan lokal melalui storytelling terbukti menjadi strategi pedagogis kontekstual dan reflektif yang efektif dalam memperkuat pembentukan karakter sesuai Profil Lulusan PAUD.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansori, Y. Z. (2022). Strategi pendidik dalam menumbuhkan karakter jujur pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 261–270. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1208

Creswell, J. W., & Hirose, M. (2019). Mixed methods and survey research in family medicine and community health. Family Medicine and Community Health, 7(2), Article e000086. https://doi.org/10.1136/fmch-2018-000086

Dewi, I. K., Haryati, E., & Chandra, A. (2023). Storytelling dan pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5531–5538. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5162

Fani, A. A., Kallabe, N., & Fauzi, M. (2025). Relevansi Gurindam Dua Belas dalam pendidikan agama Islam: Pemikiran Raja Ali Haji untuk generasi Alpha. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37835

Fitrah, Y. (2017). Keberadaan Raja Ali Haji pada karya Gurindam Dua Belas dalam menjaga kepribadian melalui penanaman nilai-nilai moral. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.22437/titian.v1i1.3966

Halkis, M. (2022). The concept of ukhuwah wathoniah in the Gurindam 12 poems by Raja Ali Haji. Ibda: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 20(1), 85–99. https://doi.org/10.24090/ibda.v20i1.6668

Illahi, S. R., & Zulkifli, H. N. (2022). Analyze of independence of children aged 5–6 years in early childhood education. International Journal of Early Childhood Studies, 5(2), 115–124. https://doi.org/10.31004/ijecs.v5i2.2145

Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The effects of storytelling and story reading on the oral language complexity and story comprehension of young children. Early Childhood Education Journal, 32(3), 157–163. https://doi.org/10.1023/B:ECEJ.0000048967.94189.a3

Islamiah, F., Fridani, L., & Supena, A. (2019). Konsep pendidikan hafidz Qur’an pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 30–38. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.132

Kamaruddin, M. Y., HF, A. D., & Lesbatta, D. (2025). Enhancing children’s storytelling skills through a picture story approach. Journal of Islamic Education Students (JIES), 5(2), 300–308. https://doi.org/10.31958/jies.v5i2.15445

Lestari, S., & Fathiyah, K. N. (2023). Analisis pembelajaran dalam meningkatkan kemandirian pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 398–405. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3693

Malik, A., Shanty, I. L., Testy, F., & Loren, A. (2022). Religious character values in the works of Raja Ali Haji. EAI Proceedings. https://doi.org/10.4108/eai.3-11-2021.2314789

Mayar, F., Natari, R., Cendana, H., Sativa, B. R., & Aprilia, S. (2022). Peran dongeng dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4600–4607. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2615

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mujtahidin, S., & Fitriani, L. (2024). Implementasi storytelling digital berbasis kearifan lokal untuk menanamkan nilai karakter pada anak usia dini. Early Childhood Education and Development Journal, 20(3), 210–220. https://doi.org/10.29408/edc.v20i3.32422

Nada, A. Q., & Karyawati, L. Q. (2025). Storytelling to increase early childhood responsibility in RA Ar-Raihan. Al-Ulum: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam, 12(4), 407–412. https://doi.org/10.31102/alulum.12.4.2025.407-412

Nurfadilah. (2023). Pendidikan karakter integritas subnilai kejujuran dalam Gurindam Dua Belas. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13(2). https://doi.org/10.22437/pena.v13i2.31575

Nurmiyanti, N., Faizah, H., & Auzar, A. (2023). Pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran Gurindam 12 Raja Ali Haji. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 2373–2379. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11330

Rahiem, M. D. H., Abdullah, N. S. M., & Rahim, H. (2020). Stories and storytelling for moral education: Kindergarten teachers’ best practices. Journal of Early Childhood Education, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.15408/jece.v2i1.15511

Rakhmawati, S., Baehaqi, S., & Abidin, Z. (2024). Improving early childhood character through strengthening the implementation of character education. Bulletin of Science Education, 4(3), 403–411. https://doi.org/10.51278/bse.v4i3.1658

Rasmini, N. W., & Karta, I. W. (2022). Analysis of the impact of storytelling methods on early childhood religion and moral development. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1147–1157. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1719

Rohmat, J. (2023). The role of folklore in building character and early childhood language skills. Childhood Education Journal, 2(2), 85–93. https://doi.org/10.53961/childom.v2i2.190

Sari, D. M., & Muthohar, S. (2025). Implementasi metode bercerita interaktif untuk mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini. Paudia, 14(2), 226–241. https://doi.org/10.26877/paudia.v14i2.1573

Sasimarni, D., Elfitra, L., Loren, F. T. A., Suhardi, & Zaitun. (2023). Nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita rakyat dari Bintan Kepulauan Riau. Jurnal Idiomatik, 7(2), 85–96. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v7i2.2325

Siregar, H., Pertiwi, F., & Maysara, S. R. (2024). The meaning of local wisdom in early childhood teachers’ experiences. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 123–134. https://doi.org/10.24042/al-athfaal.v8i2.29127

Ulfah, S. M., Asdar, A., & Nurdiyah, N. (2023). Penggunaan metode bercerita berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter tanggung jawab anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5351–5358. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.3737

Zhou, X. (2024). Sociocultural theory in early childhood education. Advances in Social Science and Education Research, 51, 190–196. https://doi.org/10.54254/2753-7048/51/20240981

Zulya, G. S., Jayadinata, A. K., & Ardiyanti, D. (2026). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan emosi positif anak. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 19–27. https://doi.org/10.37329/ganaya.v9i1.5039

Downloads

Published

28-08-2026

Indexing Check

How to Cite

Safriana, M. (2026). Storytelling Berbasis Gurindam 12: Penguatan Dimensi Keimanan dan Kemandirian Anak Usia Dini . Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(4). https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i4.8325

Issue

Section

Articles