Neurokinestetik: Model Aktivitas Gerak pada Anak Usia Dini untuk Kesiapan Belajar

Authors

  • Ruqoyyah Fitri Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-1787-0542
  • Rachma Hasibuan Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Sri Setyowati Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2106

Keywords:

model aktivitas gerak neurokinestetik kesiapan belajar

Abstract

Pendidikan jasmani berbasis kinestetik (neurokinesthetic) menjadi pilihan dalam pembelajaran di PAUD untuk menunjang kesiapan belajar. Neurokinestetik merupakan gerakan yang mengkombinasikan stimulasi proses asosiasi saraf otak guna mencapai kemampuan berpikir yang mendukung kesiapan belajar. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model aktivitas gerak neurokinestetik untuk meningkatkan kesiapan belajar anak usia dini. Metode yang digunakan mengikuti desain ADDIE dengan subyek uji coba 4 anak dan 2 guru PAUD. Instrument menggunakan lembar angket ditujukan pada expert judgment dan guru PAUD untuk mengukur kelayakan produk. Data dianalisis secara deskriptif untuk mendapat masukan guna perbaikan produk. Hasil uji validitas dan uji coba pengguna menunjukkan produk layak diimplementasikan. Penelitian ini menghasilkan 24 model gerakan neurokinestetik beserta spesifikasi alatnya yang sesuai dengan  standar tingkat pencapaian perkembangan anak dan kurikulum 2013 PAUD pada aspek motorik kasar. Disimpulkan bahwa model aktivitas gerak ini layak diterapkan secara intensif untuk refensi kegiatan olah tubuh pada anak usia 5-6 tahun ke atas

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ruqoyyah Fitri, Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Early Childhood Education

References

Abenavoli, R. M., Greenberg, M. T., & Bierman, K. L. (2017). Identification and validation of school readiness profiles among high-risk kindergartners. Early Childhood Research Quarterly, 38(1), 33–43. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2016.09.001

Agustina, E. (2020). Memaksimalkan Perkembangan dan Potensi Otak Anak Sejak Dini. Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education, 3(2), 195–208. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/alfitrah/article/view/3793

Ariani, N. K., & Ujianti, P. R. (2021). Media Video Animasi untuk Meningkatkan Listening Skill Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9(1), 43–52. https://doi.org/10.23887/paud.v9i1.35690

Ayuningtias B, R. A. (2022). Pengaruh Chair Based Exercsie terhadap Perubahan Keseimbangan pada Lanjut Usia di Kelurahan Mandala Kota Makassar. Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin. http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/17893

Blair & Raver. (2015). School readiness and self-regulation: A developmental psychobiological approach. Annual Review of Psychology, 66, 17–31. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25148852

Branc, R. . (2010). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6

Damayanti, A. K., & Paulina, E. (2016). Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Ditinjau Dari Pola Asuh Orang Tua. PSIKOVIDYA, 20(2), 40–52. http://psikovidya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/psikovidya/article/view/16

Diba, V. F. (2014). Stimulasi sesuai tahapan usia anak. http://dokteranakku.net/articles/2014/10/stimulasi-sesuai-tahapan-usia-anak.html

Dini, J. P. A. U. (2021). Manajemen Pembelajaran untuk Menciptakan Suasana Belajar Menyenangkan di Masa New Normal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1566–157. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.91

Diroktorat PAUD. (2015). Buku panduan kurikulum pendidikan anak usia dini apa, mengapa, dan bagaimana. Direktorat PAUD.

Doherty, G. (1997). Zero to six: The basis for school readiness (Research Paper R-97-8E). Human Resources Development Canada.

Fauziddin, M., & Mufarizuddin, M. (2018). Useful of clap hand games for optimalize cogtivite aspects in early childhood education. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 162–169. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.76

Fitri, R., Reza, M., & Ningrum, M. A. (2020). Instrumen Kesiapan Belajar: Asesmen Non-Tes untuk Mengukur Kesiapan Belajar Anak Usia Dini dalam Perspektif Neurosains. JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan Dan Gizi Anak Usia Dini), 1(1), 17–32. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jt/article/view/8615

Fitri, R. (2017). Metakognitif pada Proses Belajar Anak dalam Kajian Neurosains. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik), 2(1), 56. https://doi.org/10.26740/jp.v2n1.p56-64

Gallahue, David L; Ozmund. Jhon C., G. J. D. (2012). Understanding Motor Development: Instant Children Adolescents Adults (Second Edi). Mc Graw Hill.

Gracia, A. (2015). Neurosains rangsang kemampuan anak. Sindonews.Com. https://lifestyle.sindonews.com/read/1028070/155/neurosains-rangsang-kemampuan-anak-1438336628

Gracia, A. (2017). Motor development. Jakarta: Smart Brain Energi.

Gunawan, L. (2021). Komunikasi Interpersonal pada Anak dengan Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Psiko Edukasi, 19(1), 49–68. https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/psikoedukasi/article/view/3499/1607

Hidayat, R. (2015). Implikasi neuroscience pada pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Diperoleh Dari http://guruidaman.blogspot.co.id/2015/12/implikasi-neuroscience-pada-pelaksanaan.html.

Iswatiningrum, I., & Sutapa, P. (2022). Pengaruh Senam Si Buyung dan Senam Irama Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3369–3380. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2373

Januszewski, A. & Molenda, M. (2008). Educational technology a definition with commentary. Taylor & Francis Group.

Kagan, S. L. (1992). Readiness past, present, and future: Shaping the agenda. Young Children. Young Children, 48(1), 48–53. https://eric.ed.gov/?id=EJ454923

Kemendikbud. (2015). Pedoman pengenalan kurikulum pendidikan anak usia dini. Dirjen PAUD Dikmas.

Khasanah, I., & Prasetyo, S. A. (2022). Kegiatan Neurokinestetik Sebagai Bentuk Persiapan Motoric dan Literacy Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 3911–3920. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2341

Mahmud, B. (2019). Urgensi stimulasi kemampuan motorik kasar pada anak usia dini. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12(1), 76–87. https://doi.org/ 10.30863/didaktika.v12i1.177

Manitu, I. (2017). Efektifitas Bridging Exercise terhadap Kekuatan Otot dan Keseimbangan Tubuh pada Pasien Stroke (Di RSUD Poso Provinsi Sulawesi Tengah). Doctoral Dissertation, STIK Sint Carolus Jakarta). http://repository.stik-sintcarolus.ac.id/id/eprint/988

Maryuqoh, S., & Sutapa, P. (2022). Pengembangan Model Senam Si Buyung Untuk Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2345–2358. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.2126

Musfiroh, T. (2009). Menumbuhkembangkan baca-tulis anak usia dini. Widiasarana Indonesia.

Muslimin, U. M. (2021). Perbedaan Efek antara Bugnet Exercise dengan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (Stabilizing Reversals) terhadap Keseimbangan Berjalan pada Lansia. (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin). http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/11441

Nuriati. (2015). Hebatnya Hasil Karyaku. Seri Ragam Stimulasi Anak Bahan Ajar Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-6 Tahun. BPPAUDNI REGIONAL II.

Pahenra, P., Selman, H., Rohmania, R., Nasir, N., Said, H., Sasnita, U., & Rusli, T. I. (2021). Sirkuit Bola Keranjang: Permainan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2025–2036. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1077

Pratiwi, E., & Prayoga, H. D. (2019). Analisis Kecepatan Reaksi Pada Atlit Bolavoli Uniska. Riyadhoh: Jurnal Pendidikan Olahraga, 2(1), 1–8. https://doi.org/ 10.31602/rjpo.v2i1.2024

Pratiwi, W. C., & Munawar, M. (2014). Peningkatan Keseimbangan Tubuh Melalui Berjalan Di Atas Versa Disc Pada Anak Kelompok B Paud Taman Belia Candi Semarang. PAUDIA: Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 156–183. http://103.98.176.9/index.php/paudia/article/view/518

Rantina, M., Hasmalena, H., Syafdaningsih, S., Rahma, N. B. A., Shakiila, C. N., Loka, I., ... & Lestari, D. A. (2022). Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak Usia 0-6 Tahun Melalui Aplikasi “Sidetik†Selama Pandemi Covid-19. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.20527/btjpm.v4i1.2770

Ritayanti, U. (2015). Asyiknya mengeksplorasi lingkunganku. Seri ragam stimulasi anak. Bahan ajar stimulasi perkembangan kognitif anak usia lahir - 24 bulan. BPPAUDNI REGIONAL II.

Rivalina, R. (2020). Pendekatan Neurosains Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Guru Pendidikan Dasar. Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(1), 83–109. https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v8n1.p83--109

Rofiah, F. (2015). Definisi aktivitas belajar. http://www.eurekapendidikan.com/2015/10/definisi-aktivitas-belajar.html

Santrock, J. W. (2013). Psikologi Pendidikan (5th ed.). Salemba.

Sinaga, T. . (2015). Rangkaian Pola Gerak Alfabet Engram Kinestetik. Neurokinestetik Sebagai Pedoman Dasar Menyusun Aktivitas Gerak. Smart Brain Energy.

Sujiono, B. (2010). Mengembangkan berbagai kecerdasan anak melalui program stimulasi kinestetik. Modul Seminar dan Workshop. Tidak diterbitkan.

Susanti, S. E. (2021). Pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 2(1), 53–60. https://doi.org/10.33650/trilogi.v2i1.2785

Susilo, J. D., & Gabrielle, Y. D. (2015). Kesiapan bersekolah anak taman kanak-kanak dan komunikasi ibu-anak. Embracing a New Way of Life: Promoting Positive Psychology for a Better Mental Health, Universitas Katolik Widya Mandala. https://core.ac.uk/download/pdf/45435895.pdf

Sutapa, P., Sukadiyanto, S., & Kushartanti, B. W. (2014). Pengembangan model pembelajaran pendidikan jasmani berbasis kinestetik untuk anak usia pra sekolah. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(2), 143–155. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i2.2655

Suyadi. (2014). Teori pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. Remaja Rosdakarya.

Syah, I., & Utami, R. F. (2021). Aktifitas Fisik Dan Kognitif Berpengaruh Terhadap Keseimbangan Lansia. Human Care Journal, 6(3), 748–753. https://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/1443

Szeto, E., & Cheng, A. Y. N. (2018). Principal–teacher interactions and teacher leadership development: Beginning teachers’ perspectives. International Journal of Leadership in Education, 21(3), 363–379. https://doi.org/10.1080/13603124.2016.1274785

Wijaya, A. M. (2010). Pentingnya stimulasi pada anak usia dini (AUD). https://www.infodokterku.com/index.php/en/91-daftar-isi-content/macam-macam-info/yang-perlu-anda-ketahui/152-pentingnya-stimulasi-pada-anak-usia-dini-aud

Williams, M.S. & Shellenberger, S. (1994). How does your engine run? Therapy Works, Inc.

Wiresti, R. D., & Suyadi, S. (2021). Analisis Aspek Perkembangan Kognitif Dan Motorik Dalam Permainan Jump Count Melalui Abacus Tangga. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 134. https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6386

Zulherma, Z., & Suryana, D. (2019). Peran Executive Function Brain Dalam Perkembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Pada Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(1), 648–656. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/269

Downloads

Published

18-12-2022

Indexing Check

How to Cite

Fitri, R., Hasibuan, R., & Setyowati, S. (2022). Neurokinestetik: Model Aktivitas Gerak pada Anak Usia Dini untuk Kesiapan Belajar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 7186–7203. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2106

Issue

Section

Articles