Pelatihan Media Permainan Tradisional Dakuca Terhadap Guru Raudathul Athfal Kabupaten Sumedang

Author


Erna Roostin(1Mail), Riska Aprilianti(2), Avini Martini(3),
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sebelas April, Indonesia(1)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas April, Indonesia(2)
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas April, Indonesia(3)

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  Download PDF   [File Size: 414KB]  Language: id
Published : 2022-07-19
Copyright (c) 2022 Erna Roostin, Riska Aprilianti, Avini Martini

Article can trace at:


Article Metrics

Abstract Views: 107 times PDF Downloaded: 39 times

Abstract


Permainan tradisional tersebut dapat menstimulasi enam aspek perkembangan anak. Tujuan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus ini untuk meningkatkan kompetensi dan  kreativitas guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sumedang dalam hal pengembangan media pembelajaran. Metode yang digunakan pada kegiatan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus  (PKM-S) ini di antaranya ceramah, diskusi, dan praktik media dakuca. Instrument yang digunakan yaitu media congklak yang sudah dikembangkan menjadi media dakuca. Adapun tahapan dalam kegiatan PKM-S ini di antaranya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang guru RA di Kabupaten Sumedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya stimulus terhadap kreativitas guru RA dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga  guru RA dapat menciptakan dan mengembangkan permainan tradisional seperti bola bekel yang dikembangkan dari segi tampilan dan diberi nama menjadi  “Bocer” (Bola Ceria).


Keywords


permainan dakuca; pelatihan guru raudhatul athfal; anak usia dini

References


Abidin, Yunus. (2009). Bermain, Pengantar bagi Penerapan Pendekatan, Beyond Centers and Circle Time (BCCT) dalam Dimensi PAUD. RIZQI Press.

Anggita, G. M. (2019). Eksistensi Permainan Tradisional sebagai Warisan Budaya Bangsa. JOSSAE : Journal of Sport Science and Education, 3(2), 55. https://doi.org/10.26740/jossae.v3n2.p55-59

Aprinawati, I. (2017). Penggunaan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 72. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.33

Arsyad Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Rajawali Press.

Bastian, A., Suharni, & Novitasari, Y. (2019). Permainan Tradisional Berbasis Budaya Melayu dalam Pengembangan Karakter Anak. Afālunā: Journal of Islamic Early Childhood Education, 2(2), 53-56. https://doi.org/10.32505/atfaluna.v2i2.974

Chusna, P. (2017). Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 17(2), 315-330.

de Jong, J., & den Hartog, D. (2010). Measuring Innovative Work Behaviour. Creativity and Innovation Management, 19(1), 23-36. https://doi.org/10.1111/j.1467-8691.2010.00547.x

Hapsari, Iriani Indri.(2016). Psikologi Perkembangan Anak. PT Indexs.

Hartati, Sofia. (2005). Perkembangan Belajar pada Anak Usia Dini. Departemen Pendidikan Nasional.

Husein MR, M. (2021). Lunturnya Permainan Tradisional. Aceh Anthropological Journal, 5(1). https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.4568

Khaironi, M. (2018). Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 2(01), 01. https://doi.org/10.29408/goldenage.v2i01.739

Miftah, M. (2013). Fungsi dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa. Jurnal Kwangsan, 1(2), 95. https://doi.org/10.31800/jtpk.v1n2.p95--105

Miswara, A., Wiyono, J., & Ariani, N. L. (2018). Pengaruh Permainan Congklak Terhadap Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-6 Tahun Di Tk Dharma Wanita Persatuan 02 Malang. Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(1), 758-765.

Mulyadi. (2004). Bermain dan Berkreativitas Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain. Papas Sinar Sananti.

Munandar,Utami.(2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka cipta.

Munawaroh, H. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran dengan Permainan Tradisional Engklek Sebagai Sarana Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 86. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.19

Musdalifah, M., Antara, P. A., & Magta, M. (2016). Pengaruh Permainan Congklak Bali Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Kelompok B RA Baitul Mutaallim. E-Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha, 4(2), 1-10.

Pahrul, Y., & Amalia, R. (2020). Metode Bermain Dalam Lingkaran dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Di Taman Penitipan Anak Tambusai Kecamatan Bangkinang Kota. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1464-1471. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.812

Rahmawati, P. N., & Hasanah, E. (2021). Kreativitas dan Inovasi Guru Dalam Pembuatan Materi Guru Pada Masa Pandemi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 28(1), 113-124.

Ramadhani, P. R., & Fauziah, P. Y. (2020). Hubungan Sebaya dan Permainan Tradisional pada Keterampilan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 1011. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.502

Roostin, E., & Aprilianti, R. (2018). Pengembangan Permainan Tradisional Dakuca Untuk Menstimulasi 6 Aspek Perkembangan Pada Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 2(01), 13. https://doi.org/10.29408/goldenage.v2i01.741

Shofa, M. F. (2020). Inovasi pembelajaran pada pendidikan anak usia dini di masa pandemi covid-19. Buana Gender, 5(2), 85-96. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.585

Thohir, Ajid .(2013). Sumedang Puseur Budaya Sunda : Kajian Sejarah Lokal. Galuh Nurani.

Ulan Dwi Desari. (2018). Pengaruh Permaian Tradisonal Congklak Terhadap Kecerdasan Logika Matematika dan Karakter Jujur Anak Di PAUD Sevila BuanaA Kota Bengkulu. An-Nizom : Jurnal Penelitian Manajemen Pendidikan Islam, 3(3), 1-12.

Zaini, H., & Dewi, K. (2017). Pentingnya Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 81-96. https://doi.org/10.19109/ra.v1i1.1489


Refbacks

  • There are currently no refbacks.