Internalisasi Nilai Tri-Silas melalui Pembelajaran Tari Anak Berbasis Budaya Lokal

Authors

  • Dedi Rosala Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Juju Masunah Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Tati Narawati Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Tri Karyono Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Ayo Sunaryo Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1087

Keywords:

tari anak internalisasi tri-silas

Abstract

Pembelajaran tari anak yang berbasis pada kearifan lokal di sekolah sangat penting untuk meningkatkan pendidikan karakter dengan mengiinternalisasi nilai- nilai Tri-Silas (silih asah, silih asih, silih asuh) pada diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pembelajaran dan nilai-nilai Tri-Silas yang terdapat pada Tari Anak yang dijadikan sebagai bahan ajar di sekolah. Data kualitatif diperoleh dengan cara mengobservasi dari 52 siswa serta melakukan wawancara yang mendalam pada 1 orang guru mengenai pembelajaran tari anak yang berbasis pada budaya lokal sebagai data kualitatif. Data kuantitatif untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dan dianalisis dengan menggunakan Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik non parametrik atas dasar Uji efektivitas menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah terinternalisasinya nilai-nilai Tri-Silas pada anak melalui pembelajaran tari anak dengan cara belajar secara kelompok, bergotong royong, bersemangat, jujur, ikhlas, saling membantu dan berempati. Mengenalkan tari anak pada siswa merupakan cara yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Tri-Silas.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ayo Sunaryo, Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia

Sekolah Pascasarjana

References

Alif, M. Z., Sachari, A., & Sabana, S. (2015). Konsep Desain Venakular Dalam Bentuk pagawéan barudak di Baduy-Dalam. Panggung, 25(4), 391–404. https://doi.org/10.26742/panggung.v25i4.46

Biasutti, M. (2013). Improvisation in dance education: teacher views. Research in Dance Education, 14(2), 120–140. https://doi.org/10.1080/14647893.2012.761193

Carter, C. L. (2000). Improvisation in Dance. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 58(2), 181. https://doi.org/10.2307/432097

Danasasmita, S. (1987). Sanghyang Siksa Kandang Karesian.-Amanat Galunggung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Davis, M. (2003). What’s Wrong with Character Education? American Journal of Education, 1(11), 32–57. https://doi.org/10.1086/377672

Djunatan, S. (2011). Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh: Inspirasi Budaya Lokal Untuk Gereja. Jurnal Studia Philosophica et Theologica, 11 No. 1(Maret), 115–127.

Giguere, M. (2006). Thinking as They Create: Do Children have Similar Experiences in Dance and in Language Arts? Journal of Dance Education, 6(2), 41–47. https://doi.org/10.1080/15290824.2006.10387311

Giguere, M. (2011). Dances for Children, with Children, and by Children: Looking at Recital Dance through a Lens of Children’s Culture. Journal of Dance Education, 11(3), 84–89. https://doi.org/10.1080/15290824.2011.564077

Gilbert, A. G. (2002). Creative Dance for All Ages (Second Edi). Champaign United States: Human Kinetics.

Hawkins, A. (2003). Moving form Within: A New Method for Dance Making. Bergerak Menurut Kata Hati. Terjemahan oleh I Wayan Dibya. Jakarta: MSPI.

Hawkins, A. M. (1965). Creating through dance. UCLA: Prentice-Hall.

Kartadinata, S. (2010). Mencari Bentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Bandung: UPI Press.

Krakowiak, K. M., & Tsay-Vogel, M. (2013). What Makes Characters’ Bad Behaviors Acceptable? The Effects of Character Motivation and Outcome on Perceptions, Character Liking, and Moral Disengagement. Mass Communication and Society, 16(2), 179–199. https://doi.org/10.1080/15205436.2012.690926

Kuswarsantyo. (2012). Pelajaran Tari: Image dan Kontribusinya Terhadap Pembentukan Karakter Anak. JOGED Jurnal Seni Tari, 3(1), 17–23. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jst.v4i1.9642

Lavender, L. (1996). Dancers Talking Dance: Critical Evaluation in the Choreography Class. Human Kinetics.

Lavender, L. (2006). Creative Process Mentoring: Teaching the “Making” in Dance-Making. Journal of Dance Education, 6(1), 6–13. https://doi.org/10.1080/15290824.2006.10387306

Lindqvist, G. (2001). The Relationship between Play and Dance. Research in Dance Education, 2(1), 41–52. https://doi.org/10.1080/14647890120058302

Malarsih, & Herlinah. (2014). Creativity Education Model through Dance Creation for Students of Junior High School. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 14(2), 147. https://doi.org/10.15294/harmonia.v14i2.3296

Masunah, J. (2011). Konsep Dan Praktik Pendidikan Multikultural Di Amerika Serikat dan Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, vol 17.

McCutchen, B. P. (2006). Teaching Dance as Art in Education. Champaign. United Sates: Human Kinetics.

Novianti, N. (2017). Teaching character education to college students using bildungsromans. International Journal of Instruction, 10(4), 255–272. https://doi.org/10.12973/iji.2017.10415a

Noviati, P. R., & Giwangsa, S. F. (2018). Analisis Permainan Oray-Orayan Terhadap Aspek Perkembangan Anak Analysis of Orayan-Orayan Games on Children ’ S. JURNAL LENSA PENDAS, 3(September), 73–78.

Nurwansah, I. (2013). Naskah Lontar Sunda Kuna Sanghyang Siksa Kandang Karesian (624): Sebuah anomali pada pernaskahan Sunda Kuna. Jurnal Jumantara, 4(1). Retrieved from file:///C:/Users/Asus-User/Downloads/Naskah_Lontar_Sunda_Kuna_Sanghyang_Siksa.pdfnda Kuna

Rakimahwati. (2014). Character Development through Dance Learning in an Early Childhood Setting. Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 3(2), 102–107. https://doi.org/10.15294/ijeces.v3i2.9490

Sudaryat, Y. (2016). Bahasa Sunda Dalam Gamitan Kearifan Lokal Dan Pendidikan. Retrieved from http://berita.upi.edu/11149/

Sunaryo, A. (2020a). Dasar-Dasar Koreografi (1st ed.). Bandung: UPI Press.

Sunaryo, A. (2020b). Pengembangan Model ENGKLE Berbasis Permainan Tradisi Untuk Meningkatkan Kompetensi Penciptaan Tari Anak. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Sunaryo, A., Narawati, T., Masunah, J., & Nugraheni, T. (2020). Concept of Children’s Dance Composition Based Traditional Games in Elementary School. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 6(1).

Sundalana. (2006). Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya mengenai Budaya Sunda. Bandung: Pusat Studi Sunda.

Supriyanto, E. (2018). Ikat Kait Impulsif Sarira: Gagasan Yang Mewujud Era 1990-2010 (R. S. Wulan, Ed.). Yogyakarta: Garudhawaca.

Suryalaga, R. H. (2010). Kesundaan Rawayan Jati. Bandung: Yayasan Nur Hidayah.

Yani, A., & Jazariyah, J. (2020). Penyelenggaraan PAUD Berbasis Karakter Kebhinekaan sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Sejak Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 1. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.503

Downloads

Published

10-02-2021

Indexing Check

How to Cite

Rosala, D., Masunah, J., Narawati, T., Karyono, T., & Sunaryo, A. (2021). Internalisasi Nilai Tri-Silas melalui Pembelajaran Tari Anak Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1973–1986. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1087

Issue

Section

Articles