Pemulihan Pascabencana pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Teori Ekologi

Author


Euis Kurniati(1Mail), Novita Sari(2), Nia Nurhasanah(3),
(1) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
(2) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
(3) Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Indonesia, Indonesia

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 303KB]  Language: id
Available online: 2021-06-16  |  Published : 2021-06-16
Copyright (c) 2021 Euis Kurniati, Novita Sari
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 225 times PDF Downloaded: 54 times

Abstract


Pemulihan pascabencana merupakan normalisasi kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Pada anak usia dini, kajian lebih difokuskan pada penanganan mengurangi trauma dengan berbagai pendekatan, sementara artikel ini menelaah pemulihan pascabencana dengan sudut pandang teori ekologi. Artikel ini ditulis dengan menggunakan kajian pustaka pada sumber yang terkait dengan pemulihan pasca bencana, teori ekologi dan anak usia dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa  pemulihan pascabencana pada anak usia dini akan dipengaruhi oleh konteks lingkungan disekitar anak seperti keluarga, teman dan masyarakat termasuk situasi bencana yang dihadapi oleh anak sebagai transisi ekologi (ecological transition). Pemulihan pascabencana dalam sudut pandang teori ekologi menekankan pentingnya proses interaksi anak usia dini dengan lingkungan mikrosistem, ekosistem dan makrosistem. Anak usia dini yang menjalani proses pemulihan pascabencana perlu didorong untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dengan memperhatikan empat unsur interaksi yaitu processes, person, context dan time.


Keywords


pemulihan; pascabencana; anak usia dini; teori ekologi

References


Baggerly, J., & Exum, H. A. (2008). Counseling children after natural disasters: Guidance for family therapists. American Journal of Family Therapy, 36(1), 79-93. https://doi.org/10.1080/01926180601057598

Beach, M. (2010). Disaster Preparednes and Mana- gement. F.A. Davis CompanY.

BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 15(1), 1-43.

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). (2008). Perka BNPB Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pedoman Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana. Perka BNPB, 11(3), 463-466.

Bowman, S. L., & Roysircar, G. (2011). Training and Practice in Trauma, Catastrophes, and Disaster Counseling. The Counseling Psychologist, 39(8), 1160-1181. https://doi.org/10.1177/0011000010397934

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Experiment by Nature and Design. Harvard University Press.

Bronfenbrenner, U., & Morris, P. (2006). The ecology of developmental processes. In Handbook of child psychology. Theoretical models of human development (Vol. 01, Issue 9, pp. 793-828).

Costello, E. J., Compton, S. N., Keeler, G., & Angold, A. (2003). Relationships between Poverty and Psychopathology: A Natural Experiment. Journal of the American Medical Association, 290(15), 2023-2029. https://doi.org/10.1001/jama.290.15.2023

Cupples, J. (2007). Gender and Hurricane Mitch: Reconstructing subjectivities after disaster. Disasters., 13(2), 155-175. https://doi.org/10.1111/j.1467-7717.2007.01002.x

Davis, M. J., & Parr, M. J. (2001). Trauma systems. Current Opinion in Anaesthesiology, 14(2), 185-189. https://doi.org/10.1097/00001503-200104000-00010

Geldard, K., Geldard, D., & Foo, R. Y. (2017). Counselling Children: A Practical Introduction (5th Edition). In SAGE Publications.

Goldsmith, R. E. (2014). Systemic Trauma. Journal of Trauma and Dissociation, 15(2), 117-132. https://doi.org/10.1080/15299732.2014.871666

Gosal, C., Tarore, R. C., & Karongkong, H. H. (2018). Analisis Spasial Tingkat Kerentanan Bencana Gunung Api Lokon di Kota Tomohon. Jurnal Spasial, 5(2), 229-237.

Greene, S., Morgan, M., McCrory, C., & McNally, S. (2014). Growing up in Ireland: National Longitudinal Study of Children. Office Of The Minister For Children And Youth Affairs. http://www.growingup.ie/fileadmin/user_upload/doc uments/1st_Report/Barcode_Growing_Up_in_Ireland_-_The_Lives_of_9-Year-Olds_Main_Report.pdf

Hastuti. (2016). Peran Perempuan dalam Menghadapi Bencana di Indonesia. Geomedia: Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 14(2), 13-21. https://doi.org/10.21831/gm.v14i2.13812

Hayes, N., O'Toole, L., & Halpenny, A. M. (2017). Introducing bronfenbrenner, a guide for practitioners and sudents in early years education. Routledge.
https://doi.org/10.4324/9781315646206

Istriyani, R. (2018). Kontribusi Pemuda dalam Menjawab Permasalahan Sosial Ekonomi Pascabencana. Jurnal Studi Pemuda, 4(2), 315. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.36815

Jordan, B., Perryman, K., & Anderson, L. (2013). A case for child-centered play therapy with natural disaster and catastrophic event survivors. International Journal of Play Therapy, 22(4), 219-230. https://doi.org/10.1037/a0034637

Kaplow, J. B., Saxe, G. N., Putnam, F. W., Pynoos, R. S., & Lieberman, A. F. (2006). The long-term consequences of early childhood trauma: A case study and discussion. Psychiatry, 69(4), 362-375. https://doi.org/10.1521/psyc.2006.69.4.362

Kousky, C. (2016). Impacts of natural disasters on children. Future of Children, 1(26), 73-92. https://doi.org/10.1353/foc.2016.0004

Kulkarni, M., Pole, N., & Timko, C. (2013). Childhood victimization, negative mood regulation, and adult PTSD severity. Psychological Trauma: Theory, Research, Practice, and Policy, 5(4), 359-365. https://doi.org/10.1037/a0027746

Kurniati, E., Adriany, V., Mirawati, M., El-Seira, R. M., & Winangsih, I. (2020). Identifikasi Kesiapsiagaan Guru PAUD sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Bandung. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 840. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.388

Latipun. (2014). Pemulihan Trauma Berbasis Komunitas: Pengalaman Indonesia dalam Intervensi Trauma Massal. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi, 2(3), 278-285.
https://doi.org/10.22219/procedia.v3i1.2177

Lindell, M. K. (2013). Recovery and reconstruction after disaster. In Encyclopedia of Earth Sciences Series (pp. 812-824). https://doi.org/10.1007/978-1-4020-4399-4_285

Masten, A. S., & Narayan, A. J. (2012). Child development in the context of disaster, war, and terrorism: Pathways of risk and resilience. In Annual Review of Psychology (Vol. 63, Issue 1, pp. 227-257). https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120710-100356

Mujahidah. (2015). Impementasi Teori Ekologi Bronfrenbreneur dalam Membangun Pendidikan Karakter yang Berkualitas. Lentera, 2(IXX).

Ramli, S. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Bencana. Dian Rakyat.

Salloum, A., & Overstreet, S. (2012). Grief and trauma intervention for children after disaster: Exploring coping skills versus trauma narration. Behaviour Research and Therapy, 50(3), 169-179. https://doi.org/10.1016/j.brat.2012.01.001

Shalih, O. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Geospasial, 13(3), 12-14. https://doi.org/10.31227/osf.io/9yg4e

Wahyuni, E. N. (2017). Mengelola Stres Dengan Pendekatan Cognitive Behavior Modification (Studi Eksperimen Pada Mahasiswa Baru Pendidikan Agama Islam (Pai) Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan Uin Maliki Malang). Tadrib, 3(1), 99-117. https://doi.org/10.19109/Tadrib.v3i1.1385

Wikipedia Ensiklopedia bebas. (2020). Bencana alam di Indonesia sejak tahun 2004.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.