- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Respon Guru Pendidikan Anak Usia Dini terhadap MOOCs berbantuan Augmented Reality
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.907Keywords:
blended learning, moocs, augmented reality, guru paudAbstract
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis respon terhadap kebutuhan model blended learning berbasis MOOCs berbantuan augmented reality bagi guru PAUD. Teknik sampling yang digunakan adalah pusposive sampling dengan sampel data pada penelitian ini yaitu 90 guru. Penelitian ini adalah merupakan bagian dari penelitian R n D yaitu pada tahap analisis kebutuhan, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar angket kebutuhan terhadap model blended learning berbasis MOOCs berbantuan augmented reality bagi guru PAUD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan valid dan reliable dan berdasarkan analisis dengan model rasch dengan aplikasi winstep mendapatkan hasil bahwa kualitas respon angket ini sangat baik. Hasil penelitian menyebutkan guru PAUD sangat setuju bahwa dibutuhkannya model blended learning berbasis MOOCs berbantuan augmented reality. Penelitian ini memberi kontribusi bagi praktisi pendidikan agar berinovasi membuat MOOCs berbantuan augmented reality sebagai model blended learning untuk guru PAUDDownloads
References
Conole, G. (2016). MOOCs as disruptive technologies: strategies for enhancing the learner experience and quality of MOOCs. Revista de Educación a Distancia (RED). https://doi.org/10.6018/red/50/2
Emigawaty. (2017). Perancangan Arsitektur Dan Purwarupa Model Pembelajaran Massive Open Online Course (MOOCs) di Perguruan Tinggi Menggunakan Layanan Mobile. Jurnal Ilmiah DASI, 18, 25–30. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/90109-ID-perancangan-arsitektur-dan-purwarupa-mod.pdf
Fandianta, Sanjaya, G. Y., & Widyandana. (2013). Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa dengan Memberikan Fleksibilitas Belajar Mengajar melalui Metode Blended Learning. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 2(2), 1–8.
Ismail, M. E., Hashim, S., Ismail, I. M., Ismail, A., Daud, K. A. M., & Khairudin, M. (2018). Penggunaan Massive Open Online Course (Mooc) Dalam Kalangan Pelajar Vokasional. Journal of Nusantara Studies, 3(1), 30–41.
Khoiroh, N., Munoto, & Anifah, L. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 10(2), 97–110.
Kop, R., & Carroll, F. (2011). European Journal of Open, Distance and E- Learning. 1–6. Retrieved from https://www.eurodl.org/?p=special&sp=articles&inum=2&article=457
Liani, E., Hamdani, D., & Risdianto, E. (2018). Penerapan Model Problem Based Learning dengan Metode Brainstorming untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMAN 3 Kota Bengkulu. Jurnal Kumparan Fisika, 1, 20–24.
Maiza, Z., & Nurhafizah, N. (2019). Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 356. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.196
Margaryan, A., Bianco, M., & Littlejohn, A. (2015). Instructional quality of Massive Open Online Courses (MOOCs). Computers and Education, 77–83. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2014.08.005
Mustaqim, I., & Kurniawan, N. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality. Jurnal Edukasi Elektro, 1(1), 36–48. https://doi.org/10.24252/lp.2018v21n1i6
Oktarina, S., Budiningsih, A., & Risdianto, E. (2018). Model Blended Learning Berbasis Moodle (1st ed.). Jakarta: Halaman Moeka.
Pebriana, P. H. (2017). Analisis Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.26
Peranti, Purwanto, A., & Risdianto, E. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Mofin ( Monopoli Fisika Sains ) Pada Siswa Sma Kelas X. Jurnal Kumparan Fisika, 2(1), 41–47.
Prayitno, E., & Masduki, L. R. (2017). Pengembangan Media Blended Learning Dengan Model Flipped Classroom Pada Mata Kuliah Pendidikan Matematika Ii. JIPMat, 1(2), 121–126. https://doi.org/10.26877/jipmat.v1i2.1238
Putrawangsa, S., & Hasanah, U. (2018). Integrasi Teknologi Digital Dalam Pembelajaran Di Era Industri 4.0 Kajian dari Perspektif Pembelajaran Matematika. Jurnal Tatsqif, 16(1), 42–54. https://doi.org/10.20414/jtq.v16i1.203
Putri, R. M., Risdianto, E., & Rohadi, N. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Menggunakan Adobe Captivate pada Materi Gerak harmonik Sederhana. 2(2), 113–120.
Risdianto, E. (2019a). Development of Blended Learning Based on Web and Augmented Reality. 1st International Conference on Educational Sciences and Teacher Profession (ICETeP 2018, 295.
Risdianto, E. (2019b). Kepemimpinan Dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0. 1–12.
Setiawan, A. B., & Nugraha, A. C. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Pengenalan Komponen Sistem Kendali Elektromagnetik. Prodi Pendidikan Teknik Elektro, 7(5), 409–415.
Sriwahyuni, I., Risdianto, E., & Johan, H. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Menggunakan Flip Pdf Professional Pada Materi Alat-Alat Optik Di Sma. Jurnal Kumparan Fisika, 2(3), 145–152. https://doi.org/10.33369/jkf.2.3.145-152
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: ALFABETA.
Sumintono, B & Widhiarso, W. (2015). Aplikasi Pemodelan Rasch pada Asesmen Pendidikan. (October), 1–127.
Suryani, Y. E. (2018). Aplikasi Rasch Model dalam Mengevaluasi Intelligenz Structure Test (IST). Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 73–99. https://doi.org/10.21580/pjpp.v3i1.2052
Urrutia, M. L., Fielding, S., & White, S. (2016). Professional Development Through MOOCs in Higher Education Institutions: Challenges and Opportunities for PhD Students Working as Mentors. Journal of Interactive Media in Education, 2016(1), 1–10. https://doi.org/10.5334/jime.427
Wardani, D. N., Toenlioe, A. J. E., & Wedi, A. (2018). Daya Tarik Pembelajaran Di Era 21 Dengan Blended Learning. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan (JKTP), 1(1), 13–18.
Widayati, T. (2009). Pengembangan Media Pembelajaran Tutor Paud Dalam Menggali Perilaku Kerjasama Anak Usia Dini Melalui Gerak Dan Lagu. Jiv, 4(2), 113–124. https://doi.org/10.21009/jiv.0402.1
Zamzami, E. M. (2020). Aplikasi Edutainment Pendukung Pembelajaran Jarak Jauh TK Merujuk Standar Nasional PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 985–995. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.750

