Pengembangan Model Etnoparenting Indonesia pada Pengasuhan Anak

Authors

  • Yeni Rachmawati Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.706

Keywords:

model etnoparenting indonesia, kearifan lokal, pengasuhan anak

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang dikenal dengan keragaman etnis dan budayanya. Dalam mengelola keragaman ini, paradigma pembangunan yang dapat memetakan persoalan dan mengembangkan berbagai program yang mengakar pada jati diri bangsa masih menjadi kebutuhan dan tantangan tersendiri. Kajian parenting lokal dilakukan salah satunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui berbagai kajian parenting lokal diharapkan akan tergali berbagai khazanah kekayaan di Indonesia dalam bidang pengasuhan anak. Tujuan artikel ini adalah memaparkan rumusan model etnoparenting di Indonesia, yang memiliki 4 elemen utama yaitu nilai Ketuhanan, nilai utama jati diri manusia, kepedulian terhadap alam dan lingkungan serta sikap gotong royong dan keterlibatan masyarakat dalam pengasuhan anak. Artikel ini merupakan systematic review yang mengolah data dari berbagai hasil penelitian, jurnal dan dokumen tertulis lainnya terkait kajian lokal dalam pengasuhan anak. Dalam artikel ini akan dibahas tentang rumusan model etnoparenting, yang diawali dengan paparan dinamika perkembangan kajian lokal di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Yeni Rachmawati, Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia

Yeni Rachmawati adalah dosen di PGPAUD FIP universitas Pendidikan Indonesia. Pendidikan sarjana ditempuh di IKIP Bandung jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, dilanjutkan mengambil program magister di kampus yang sama. Serta melanjutkan program doktoral di National Dong Hwa University Taiwan.  Aktif di beberapa Yayasan pendidikan sebagai Litbang. Penulis beberapa buku diantaranya Strategi Kreativitas bagi Anak TK, Musik Pembentuk Budi Pekerti, Pengelolaan Lingkungan Kelas dan Sundanese Parenting.

References

Albert, I., Trommsdorff, G., Mayer, B., & Schwarz, B. (2005). Value of children in urbn and rural Indonesia: Socio-demographic indicators, cultural aspects, and empirical findings. In Trommsdorff, & Gisela, The value of children in cross-cultural perspective Case studies from eight societies (pp. 171-207). Lengerich: Pabst.

Al-Musanna. (2012). Articulation of teacher education based on local wisdom to preparing culturally competence teachers. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18(3). doi:10.24832/jpnk.v18i3.92

Alwasilah, A., & Chaeda. (2009). Pokoknya Kualitatif Dasar-Dasar Merancang. Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Anfalia, R., Rachmawati, Y., & Yulindrasari, H. (2020). Values and characters of the Samin society. International Conference on Educational Psychology and Pedagogy-" Diversity in Education"(ICEPP 2019) (pp. 220-223). Bandung: Atlantis Press. doi:https://doi.org/10.2991/assehr.k.200130.118

Badan Informasi Geospasial. (2017). Indonesia Laporkan 16.056 Pulau Bernama dan Berkoordinat ke PBB. Retrieved from https://www.big.go.id/content/berita/indonesia-daftarkan-16-056-pulau-bernama-dan-berkoordinat-ke-pbb

Badan Pusat Statistik. (2013). Berita Resmi Statistik. No. 06/01/Th. XVI, 2 Januari 2013.

Block, D., & Cameron, D. (2002). Globalization and language teaching. Psychology Press.

Bolbas, V. (2018). Ethno-cultural education of school children in the education system of Belarus. 21st Century Pedagogy, 1(1), 4-9.

Bolbas, V. (2018). Ethno-cultural education of school children in the education system of Belarus. 21st Century Pedagogy, 1(1), 4-9. doi:https://doi.org/10.2478/ped21-2018-0001

Burhanudin, M. (2017). Nilai Humanisme Religius Syiir Pesantren. Jurnal Sastra Indonesia, 6(1), 35-42.

Collins dictionary. (2020, August 5). Indigenous. Retrieved from https://www.collinsdictionary.com/dictionary/english/indigenous

Dewanggi, M., Hastuti, D., & Hernawati, N. (2012). Pengasuhan orang tua dan kemandirian anak usia 3-5 tahun berdasarkan gender di Kampung Adat Urug. (Caring practices and autonomy of children aged 3-5 years old based on fender at Kampung Adat Urug). Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen , 5(1), 19-26.

Dewantara, A. (2017). Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong (Indonesia Dalam Kacamata Soekarno). Yogyakarta: PT Kanisius.

Dewantara, A. W. (2015). Pancasila dan multikulturalisme Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 15(2), 109-126.

Dirjen Kesbangpol Depdagri, Permendagri . (2017). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri, 2017.

Firdayani, T. (2019). Pengasuhan Di Kampung Arab Palembang . Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. doi:http://repository.upi.edu/id/eprint/39766

Fitroh, S., & Oktavianingsih, E. (2020). Peran parenting dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu terhadap stunting di Bangkalan Madura. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 610-619. doi:https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.415

Gopinathan, S. (2006). Challenging the paradigm: Notes on developing an indigenized teacher education curriculum. Improving School, 9(3), 61—272. doi:https://doi.org/10.1177/1365480206069020

Hewi, L., Saleh, M., & Wahyuni, R. (2019). Kelekatan (attachment) anak usia dini di Suku Laut Kabupaten Wakatobi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 406-415. doi:https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.346

Hiltner, C. (2011, April 19). Why Are Indigenous Cultures So Critically Importants to Human Survival at This Time? Retrieved from https://altaifellowship.wordpress.com/2011/04/19/why-are-indigenous-cultures-so-critically-important-to-human-survival-at-this-time/

Ifandi, S. (2020). Pengenalan Jenis-Jenis Tumbuhan Berguna Pekaranan Dan Kebun: Melestarikan Kearifan Lokal Masyarakat Suku Kaili Tompu Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pena Persada.

Indonesia, K. S. (2013).

Indonesia.go.id. (2020, 3 23). Retrieved from Suku Bangsa: https://www.indonesia.go.id/profil/suku-bangsa

Irfan, M. (2017). Metamorfosis gotong royong dalam pandangan konstruksi sosial. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, (pp. 1-10). doi:https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14204

Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2013, March 3). Geografi Indonesia. Retrieved from http://indonesia.go.id.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maryani, E., & Yani, A. (2014). Kearifan lokal Masyarakat Sunda dalam memitigasi bencana dan aplikasinya sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis nilai. Jurnal Penelitian Pendidikan, 14(2).

Miksic, J. (2002). Indonesia Heritage. Sejarah Awal. Jakarta: Grolier International Inc.

Nafsia, A., Yufiarti, Y., & Supena, A. (2020). Pembentukan karakter anak melalui Budaya Nalo pada anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 703-714. doi:https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.439

Novitasari, L., Agustina, P. A., Sukesti, R., & Nazr. (2017). Fisika, etnosains, dan kearifan lokal dalam pembelajaran sains. SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika), (pp. 81-88).

Rachmawati , Y. (2017). An Ethnography Study on Parenting Tradition in Sundanese Culture in West Java-Indonesia. Hualien-Taiwan: National Dong Hwa University Unpublished.

Rachmawati , Y., & Komariah, A. (2016). Promote the vision of “Jati Diri” (Core Identities) on education. The Social Sciences, 11(10), 2470-2478.

Rachmawati, & Gustiana. (2019). Indigenous Parenting Masyarakat Dayak. Studi Kearifan Lokal Masyarakat Dayak dalam Bidang Pengasuhan Anak. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Rachmawati, Listiana, & Rudiyanto. (2018). Indigenous Parenting Masyarakat Bali. Studi Kearifan Lokal Masyarakat Bali dalam Bidang Pengasuhan Anak. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Rachmawati, Y., Pai, Y. F., & Chen, H. H. (2014). The necessity of multicultural education in Indonesia. International Journal of Education and Research, 2(10), 317-328.

Rochmadi, N. (2012). Menjadikan nilai budaya gotong-royong sebagai common identity dalam kehidupan bertetangga negara-negara ASEAN. Repository Perpustakaan Universitas Negeri Malang, 1-9.

Rosidi, A. (2011). Kearifan Lokal. Dalam Perspektif Budaya Sunda. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.

Royyani, M. F. (2012). Hutan keramat dan strategi konservasi di Rangkas Bitung. J. Tek. Ling Edisi Khusus “Hari Bumi, 15-122.

Setiaji, A., Ashari, H., & Dharmawan, M. (2017). Manajemen Hutan Lestari: Situs Keramat Alami dan Peran Masyarakat Lokal dalam Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati. Yogyakarta: UGM.

Setyorini, N. (2017). Kajian arkeptipal dan nilai kearifan lokal legenda di Kota Purworejo serta relevansinya sebagai bahan ajar mata kuliah kajian prosa. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 7(2), 94-102.

Situmorang, R. P. (2018). Analisis potensi lokal untuk mengembangkan bahan ajar Biologi di SMA negeri 2 Wonosari. Jurnal Pendidikan Sains (JPS), 4(1), 51-57.

Syarif, E. (2019). Studi fenomenologi makna pasang ri kajang dalam pengelolaan hutan masyarakat adat Ammatoa Bulukumba Sulawesi Selatan. Malang: UM. doi:http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/79984.html

Zezulkova, Marketa, Stastna, & Lucie. (2018). Parental ethnotheories in children’s digital and media lives. The case of Romanipen. In G. Mascheroni, C. Ponte, & A. Jorge, Digital Parenting. The Challenges for Families in the Digital Age (pp. 69-79). Göteborg: Nordicom.

Downloads

Published

16-10-2020

How to Cite

Rachmawati, Y. (2020). Pengembangan Model Etnoparenting Indonesia pada Pengasuhan Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1150–1162. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.706

Issue

Section

Articles