Identifikasi Bentuk dan Dampak Kekerasan pada Anak Usia Dini di Kota Yogyakarta

Alif Muarifah(1), Dewi Eko Wati(2), Intan Puspitasari(3Mail),
(1) Pendidikan Guru Pedidikan Anak Usia Dini, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
(2) Pendidikan Guru Pedidikan Anak Usia Dini, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
(3) Pendidikan Guru Pedidikan Anak Usia Dini, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Alif Muarifah, Dewi Eko Wati, Intan Puspitasari

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.451

Full Text:    Language : ID
Submitted : 2020-01-29
Published : 2020-02-08

Abstract


Anak usia dini merupakan salah satu yang rentan mengalami kekerasan dari orangtua atau pengasuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan orang tua terhadap anak, faktor penyebab kekerasan, dan dampak fisik maupun psikologis yang dialami anak. Hasil identifikasi selanjutnya digunakan sebagai dasar penelitian lanjutan dan penanganan psikologis bagi orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 320 orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun yang bersekolah di Gondomanan, Umbulharjo, Gedongtengen, dan Ngampilandengan menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 pilihan bentuk kekerasan, yang paling banyak dilakukan orangtua terhadap anak adalah mencubitdan memelototi. Kecamatan Gedongtengen memberikan respon paling banyak hampir di setiap bentuk kekerasan. Alasan terbanyak orangtua melakukan kekerasan adalah untuk mendisiplinkan anak. Hal ini menyebabkan anak menangisketika orangtua melakukan kekerasan terhadap mereka.


Keywords


bentuk-bentuk kekerasan; dampak kekerasan; faktor kekerasan; anak usia dini

References


Anggadewi, B. E. T. (2007). Studi Kasus tentang Dampak Psikologis Anak Korban Kekerasan dalam Keluarga.

Baumrind, D. (1966). Effects of authoritative parental control on child behavior. Child Development, 37(4), 887–907. https://doi.org/10.2307/1126611

Connolly, G. J. (2017). Applying social cognitive theory in coaching athletes: The power of positive role models. A Journal for Physical and Sport Educators, 30(3), 23–29. https://doi.org/10.1080/08924562.2017.1297750

Fitriana, Y., Pratiwi, K., & Sutanto, A. V. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orangtua dalam melakukan kekerasan verbal terhadap anak usia pra-sekolah. Jurnal Psikologi Undip, 14(1), 81–93. https://doi.org/10.14710/jpu.14.1.81-93

Lundahl, B. W., Nimer, J., & Parsons, B. (2006). Preventing child abuse: A meta-analysis of parent training programs. Research on Social Work Practice, 16(3), 251–262. https://doi.org/10.1177/1049731505284391

Mackowics, J. (2013). Verbal abuse in upbringing as the cause of low self-esteem in children. European Scientific Journal, 2, 474–478.

Moore, T. E., & Pepler, D. J. (2013). Wounding words: Maternal verbal aggression and children’s adjustment. Journal of Family Violence.

Nelson, G., & Caplan, R. (2014). The prevention of child physical abuse and neglect: An update. Journal of Applied Research on Children: Informing Policy for Children at Risk, 5(1), Family Well-Being and Social Environments Article 3.

Nindya, P. N., & Margaretha, R. (2012). Hubungan antara kekerasan emosional pada anak terhadap kecederungan kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 1(2), 1–9.

Osborne, C., & Berger, L. M. (2009). Parental substance abuse and child well-being: A consideration of parents’s gender and coresidence. Journal of Family Issues, 30(3), 341-368, 30(3), 341–368. https://doi.org/10.1177/0192513X08326225.

Pratama, D. (2016). Penegakan hukum atas praktek prostitusi di Yogyakarta (Studi atas praktek prostitusi di rel kereta api ngebong Kecamatan Gedongtengen.

Puspitasari, I., & Wati, D. E. (2018). Strategi parent-school partnership: Upaya preventif separation anxiety disorder pada anak usia dini. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 49–60. https://doi.org/10.24853/yby.2.1.49-60

Putri, A. M., & Santoso, A. (2012). Persepsi orang tua tentang kekerasan verbal pada anak. Jurnal Keperawatan Diponegoro, 1(1), 22–29.

Richters, K. S. (2010). Child Temperament, Parenting Styles, and Internalizing and Externalizing Behaviors As Part of A Comprehensive Assessment Tool. https://pdfs.semanticscholar.org/3628/26dd06de75483a4b3a8d1a94797a62aba74d.pdf

Santrock, J. W. (2007). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup Edisi Kelima Jilid I. Penerbit Erlangga.

Setyaningrum, I., & Nasiwan, Dr. (2017). Pembentukan karakter anak melalui program jam belajar masyarakat RW 01 Jlagran Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.

Setyawan, D. (2015). KPAI: Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Tiap Tahun Meningkat. Www.Kpai.Go.Id.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tamisa, A. (2016). Latar belakang kecemasan anak pra sekolah kasus A (IM) siswa taman kanak-kanak ArRahman Palembang. Psikis Jurnal Psikologi Islam, 2(2), 117–134.

Widiastuti, D., & Sekartini, R. (2005). Deteksi dini, faktor risiko, dan dampak perlakuan salah pada anak. Sari Pediatri, 7(2), 105–112. https://doi.org/10.14238/sp7.2.2005.105-12.


Article Metrics

 Abstract Views : 153 times
 PDF Downloaded : 45 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.