Abstract


Pola asuh ialah yang paling krusial dalam menstimulus pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pelaksanaannya, lingkungan anak bisa memengaruhi pola asuh itu sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana akulturasi budaya asuh orang tua lokal dan pendatang studi kasus di Kampung Pemulung Surabaya yang menjadi salah satu lokasi perantauan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang dimulai dengan observasi sebelum dan saat penelitian, wawancara semi berstruktur dengan pemilihan subjek wawancara menggunakan snowball sampling, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua lokal dan pendatang di Kampung Pemulung dominan menerapkan pola asuh demokratis. Anak dengan pola asuh demokratis memiliki pribadi yang aktif, percaya diri, berani bereksplorasi, dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Bentuk akulturasi budaya asuh di Kampung Pemulung adalah penambahan atau (addition) di mana orang tua menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah (Jawa dan Madura) untuk memudahkan dalam berkomunikasi.


Keywords


akulturasi budaya; pola asuh; kampung pemulung