Abstract


Bencana kabut asap yang terjadi dari tahun 2015 sampai dengan 2019 memberikan dampak negatif disemua lini kehidupan manusia, terutama pada proses pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pendidikan keluarga yang sesuai ketika kabut asap. Pendidikan keluarga yang dimaksud disini adaah sebuah proses pendidikan pada anak usia taman kanak-kanak terutama pada pendidikan agama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif naratif. Sampel dua keluarga yang berada di Kelurahan Tuah Karya kota Pekanbaru. Pendidikan anak yang sesuai ketika bencana kabut asap di kota Pekanbaru pada Kelurahan Tuah Karya adalah menggunakan media sosial WhatsApp dan modul yang telah dipersiapkan pihak sekolah. Penggunaan WhatsApp ini dengan cara guru mengingatkan orang tua agar mengulang-ulang materi yang telah ditentukan pihak sekolah. Penggunaan modul dengan cara sekolah memberikan modul kepada orang tua dan orang tua membimbing anak menggunakan modul tersebut. Hasil penelitian ini bisa digunakan oleh keluarga lain yang tekena bencana kabut asap.


Keywords


pola pendidikan keluarga; bencana; kabut asap; family education; disaster; haze