Abstract


Peraturan Mendiknas Nomor 70 Tahun 2009 mengenai pendidikan inklusi memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan program sekolah ramah anak pada jenjang PAUD. Pelaksanaan program ini tidaklah semudah yang diinginkan karena tidak semua stakeholder memahami dan mau bekerjasama untuk mensukseskan program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip mendidik anak dalam pelaksanaan program sekolah ramah anak  yang di kritisi dari pemikiran  progresivisme John Dewey, anak merupakan individu yang andal serta seberapa besar peran guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai standar program sekolah ramah anak. Dilihat pada hasil tinjauan pustaka yang dikaji maka dapat disimpulkan bahwa konsep pelaksanaan SRA berkaitan erat dengan filsafat Dewey yaitu pendidikan adalah proses di mana keterampilan intelektual dan emosional dasar anak dibentuk dimulai usia anak-anak yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketika berinteraksi dengan orang lain.


Keywords


sekolah ramah anak; pendidikan anak usia dini; progressivisme