Perspektif Guru terhadap Regulasi Diri Anak dalam Transisi PAUD-SD

Authors

  • Malika Faniyatul Arifiyah Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang
  • Deni Setiawan Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang
  • Ali Formen Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang
  • Edi Waluyo Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7855

Keywords:

perspektif guru, regulasi diri anak, transisi paud-sd

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis perspektif guru terhadap kemampuan regulasi diri anak  dalam konsteks transisi  dari PAUD menuju ke sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap guru PAUD dan SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru  memaknai regulasi diri, khususnya kemampuan menunggu giliran, sebagai indikator penting kesiapan bersekolah. Guru PAUD  memandang regulasi diri sebagai proses perkembangan bertahap melalui pembiasaan dan interaksi sosial, sedangkan guru SD  menekankannya pada aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kesiapan akademik. Perbedaan  cara pandang ini berimplikasi pada ketidaksinkronan praktik pembelajaran yang memengaruhi pengalaman transisi anak. Secara teoritis, temuan ini  memperkaya kajian transisi pendidikan dengan menegaskan pentingnya regulasi diri sebagai kompetensi perkembangan lintas jenjang, serta secara praktis menekankan perlunya penyelarasan praktik pembelajaran PAUD dan SD dalam implementasi kebijakan Transisi PAUD-SD yang berpusat pada anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfina, F. T., Wardani, S., & Na’am, M. F. (2023). Development of e-module based on augmented reality integrated with ethno-STEAM for carving studies at MI Hasyim Asy’ari Bangsri. International Journal of Research and Review, 10(12), 68–78. https://doi.org/10.52403/ijrr.20231209

Andi, P. (2015). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.

Ayu, P. E. S., Primayana, K. H., Purandina, I. P. Y., & Wisudayanti, K. A. (2021). Pengembangan e-modul pembelajaran sains untuk anak usia dini terintegrasi kitab Wedangga Jyotisha. Aulad: Journal on Early Childhood, 4(3), 193–199. https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.145

Bayu, R. P., & Ellianawati. (2014). Pengembangan e-modul berbasis STEAM (science, technology, engineering, art and mathematics) pada materi sumber energi dalam menunjang pengembangan karakter peserta. Unnes Physics Education Journal, 3(3), 59–63. https://doi.org/10.15294/upej.v3i3.8631

Branch, R. M. (2010). Instructional design: The ADDIE approach. Springer Science & Business Media.

Drajati Ekaningtyas, N. L. (2020). Psikologi komunikasi untuk memaksimalkan internalisasi nilai-nilai toleransi pada anak usia dini. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 14–20. https://doi.org/10.25078/pw.v5i1.1355

Elih, Y. (2020). Implementasi kebijakan pendidikan. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum dan Pendidikan, 30(2), 129–153.

Erol, M., & Erol, A. (2023). Reflections of STEAM education on children according to early childhood and primary school teachers. International Journal on Social and Education Sciences, 5(3), 493–506. https://doi.org/10.46328/ijonses.507

Fatmah, H. (2021). Kreativitas peserta didik dalam pembelajaran bioteknologi dengan PjBL berbasis STEAM. Pedagonal: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(1), 7–14. https://doi.org/10.33751/pedagonal.v5i1.2574

Febriyani, A. (2023). Pengembangan e-modul pembelajaran fisika dengan pendekatan STEAM (science, technology, engineering, art and mathematic) pada materi getaran dan gelombang [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung]. Repositori Institusi UIN Raden Intan Lampung.

Georgette, Y., & Hyonyong, L. (2012). Exploring the exemplary STEAM education in the U.S. as a practical educational framework for Korea. Journal of the Korean Association for Science Education, 32(6), 1072–1086. https://doi.org/10.14697/jkase.2012.32.6.1072

Hamzah, F., Tahir, S., & Miyodu, W. (2025). Pentingnya toleransi dan empati dalam pendidikan anak usia dini inklusif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 296–301. https://doi.org/10.63822/qyp9sb97

Husnul, K., & Mad, S. (2020). Internalisasi moderasi beragama dalam kurikulum pesantren. Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 62–68. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i2.532

Iswantiningtyas, V., & Wulansari, W. (2018). Pentingnya penilaian pendidikan karakter anak usia dini. Proceedings of the ICECRS, 1(3), 197–204. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i3.1396

Kala, A., Widayanti, L., & Rahayu, W. A. (2021). Edukasi pembuatan desain grafis menarik menggunakan aplikasi Canva. JPM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 91–102. https://doi.org/10.32815/jpm.v2i2.813

Khairiah, D. (2019). Pengembangan modul pembelajaran karakter anak usia dini 5-6 tahun berbasis kearifan lokal bergito nan persebatian di KB Al Hikmah Batu Bara Sumatera Utara [Tesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Repositori Institusi UIN Sunan Kalijaga.

Lasmiyati, L., & Harta, I. (2014). Pengembangan modul pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan minat SMP. PYTHAGORAS: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 9(2), 162–172. https://doi.org/10.21831/pg.v9i2.9077

Meriyani Anggowa, Luawo, N. R., Bidjuni, S. A., Djafar, S. K., & Pratama, F. I. P. (2024). Analisis kemampuan toleransi anak usia dini pada usia 5-6 tahun di TK Damhil. Ta’rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 6(1), 172–178. https://doi.org/10.59059/tarim.v6i1.1988

Nurhayati, N., Sulastry, T., & Aulia, A. (2023). Pengembangan e-modul asam basa model project based learning (PjBL) terintegrasi science, technology, engineering, art, and mathematics (STEAM) pada peserta didik SMKN 9 Bulukumba. Chemistry Education Review (CER), 6(2), 127–133. https://doi.org/10.26858/cer.v6i2.45202

Permendikbud RI No 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. (2018). https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud_Tahun2018_Nomor20.pdf

Putri, N. E., & Tivsi, R. P. (2021). Penggunaan e-modul dengan sistem project based learning. JAVIT: Jurnal Vokasi Informatika, 1(1), 21–25. https://doi.org/10.24036/javit.v1i1.13

Rakhmawati, F. (2023). Pengembangan e-modul berbasis pendekatan STEAM (science, technology, engineering, art and mathematic) pada materi segi empat dan segitiga. Euclid, 10(1), 213–233. https://doi.org/10.33603/e.v10i1.8529

Rambe, K., & Ristiono. (2022). Pengembangan modul elektronik (e-modul) berbasis smartphone tentang materi sistem ekskresi pada manusia untuk peserta didik kelas XI SMA. Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 17(2), 1–12. https://doi.org/10.30870/biodidaktika.v17i2.16492

Rosela, D., Mulyadi, W., & Kusumawati, Y. (2025). Peran lingkungan keluarga dalam membentuk sikap moderasi beragama pada anak. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 31–47. https://doi.org/10.54069/attadrib.v8i1.847

Rusmiati, E. T. (2023). Penanaman nilai-nilai toleransi pada anak usia dini. Abdi Moestopo: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 6(2), 248–256. https://doi.org/10.32509/abdimoestopo.v6i2.3077

Shaleh, M., & Fadhilah, M. N. (2022). Penerapan moderasi beragama pada lembaga PAUD di Sulawesi Tenggara. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5933–5945. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2903

Simamora, M., & Nugrahanta, G. A. (2021). Permainan tradisional dan kontribusinya untuk karakter toleransi anak. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 4(3), 635–648. https://doi.org/10.30605/jsgp.4.3.2021.1410

Sugianti, A., Mun’amah, A. N., & Munip, A. (2023). Implementation of dhuha prayer in forming student character. Zabags International Journal of Education, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.61233/zijed.v1i1.1

Tsuchiya, K., & Gyobu, I. (2025). Activating STEAM learning in young children through aha-experiences: Supporting creativity and aesthetic sensitivity in infants and toddlers. Education Sciences, 15(2), 1–23. https://doi.org/10.3390/educsci15020117

Yakman, G. (2008). STEAM education: An overview of creating a model of STEAM in the classroom. ResearchGate.

Downloads

Published

05-04-2026

How to Cite

Arifiyah, M. F., Setiawan , D., Formen , A., & Waluyo, E. (2026). Perspektif Guru terhadap Regulasi Diri Anak dalam Transisi PAUD-SD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 1190–1197. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i2.7855