- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Menyongsong Puncak Demografi, Akankah Guru PAUD Hadiahi Indonesia Generasi Unggul?
DOI:
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.780Keywords:
bonus demografi fungsi guru paud generasi unggulAbstract
Indonesia diperkirakan menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030. Hal tersebut menjadi perhatian bersama dalam mewujudkan bonus demografi yang menguntungkan bagi bangsa Indonesia, tidak terkecuali guru PAUD. Tulisan ini bertujuan membahas tugas fungsi guru dalam upaya yang dilakukan mempersiapkan generasi unggul dalam isu bonus demografi melalui pendekatan penelitian kualitatif metode penelitian kajian pustaka pada sumber-sumber terpercaya seperti artikel jurnal, buku, undang-undang dan sejenisnya. Diperoleh hasil fakta dan data bahwa anak Indonesia belum seluruhnya mendapatkan layanan PAUD, di sisi lain hal ini perlu dilakukan upaya peningkatan mutu dan kualitas PAUD oleh guru itu sendiri. Guru perlu bangga dengan gelar aktor penentu generasi di masa depan, sehingga tugas dan fungsinya harus semakin dikuatkan kembali. Implikasi temuan dari tulisan ini memberikan gambaran dan evaluasi khususnya dalam PAUD untuk memanfaatkan serta mengoptimalkan bonus demografi yang didapatkan oleh Negara Indonesia.Downloads
References
Bradford, C., & Braaten, M. (2018). Teacher evaluation and the demoralization of teachers. Teaching and Teacher Education, 75, 49–59. https://doi.org/10.1016/j.tate.2018.05.017
Buri, I., & Frenzel, A. C. (2019). Teacher anger : New empirical insights using a multi-method approach. Teaching and Teacher Education, 86. https://doi.org/10.1016/j.tate.2019.102895
Danasasmita, E. K. (2010). Peran Lembaga Pendidikan Guru Dalam Menyiapkan Guru Yang Berkarakter. 4th International Conference on Teacher Education, 20, 8–10.
Fakhriyani, D. V. (2017). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini sebagai Salah Satu Jawaban dalam Mempesiapkan Generasi Muda untuk Menggapai Bonus Demografi. Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan Dan Sains, 5(1), 76–90.
Falikhah, N. (2017). Bonus Demografi Peluang Dan Tantangan Bagi Indonesia. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 16(32). https://doi.org/10.18592/alhadharah.v16i32.1992
Ghufron, G. (2018). Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018, 1(1), 332–337.
Hanafi, M., & Rappang, S. M. (2017). Membangun Profesionalisme Guru Dalam Bingkai Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmu Budaya, 5(1), 2354–7294.
Henry, S. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia In Manajemen Sumber Daya Manusia. In Edisi Revisi Jakarta: Bumi Aksara. CV. R.A.De.Rozarie.
Idris, Z. (2014). Uji Kompetensi Guru ( UKG ) Dan Penilaian Kinerja Guru ( PKG ) (pp. 1–19). Universitas Islam Nusantara Bandung.
Istiqomah, L. (2016). Tiga Pilar Kebijakan Pemerintah Dalam Pembinaan PAUD. Jurnal Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 1(2), 57–66.
Ivan, M. (2019). Investasi PAUD dalam Mengurangi Angka Kejahatan di Era Digital. Journal of Early Childhood Care and Education, 1(2), 16. https://doi.org/10.26555/jecce.v1i2.250
Jati, W. R. (2015). Bonus Demografi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi: Jendela Peluang atau Jendela Bencana di Indonesia? Populasi, 23(1), 1–19. https://doi.org/10.22146/jp.8559
Lubis, B., & Mulianingsih, S. (2019). Keterkaitan Bonus Demografi dengan Teori Generasi. Jurnal Registratie, 1(1), 21–36.
Maya, R. (2013). Esensi Guru dalam Visi-Misi Pendidikan Karakter. Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam, 281–296.
Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(3), 229. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i3.456
Ridder, H. G., Miles, M. B., Michael Huberman, A., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. A methods sourcebook. Zeitschrift Fur Personalforschung, 28(4), 485–487. https://doi.org/10.1177/239700221402800402
Sadtyadi, H., & Kartowagiran, B. (2014). Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja Guru Sekolah Dasar Berbasis Tugas Pokok Dan Fungsi. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 18(2), 290–304. https://doi.org/10.21831/pep.v18i2.2867
Saudah. (2015). Lintas Sejarah dan Ragam Penyelenggaraan Pedidikan Anak Usia Dini (Formal, Non Formal, Informal). JEA, 1(1), 1–30.
Shah, S. A. (2013). Making the Teacher Relevant and Effective in a Technology-Led Teaching and Learning Environment. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 103, 612–620. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.10.379
Sutrisno, W. (2018). Pemetaan Dan Implikasi Bonus Demografi (pp. 1–5). UMP.
Wijayanti, A. (1945). Politik Pendidikan : Studi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini – Pos Paud Terpadu ( Paud - PPT ) Kota Surabaya. Jurnal Politik Muda, 1(1), 129–144.


