Menyongsong Puncak Demografi, Akankah Guru PAUD Hadiahi Indonesia Generasi Unggul?

Elis Solihati(1Mail), Yeni Rachmawati(2),
(1) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
(2) Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Elis Solihati, Yeni Rachawati

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.780

Download Full Text:   [File Size  : 336KB]  Language : ID
Received : 2020-09-24  |  Published : 2020-11-01

Abstract


Indonesia diperkirakan menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030. Hal tersebut menjadi perhatian bersama dalam mewujudkan bonus demografi yang menguntungkan bagi bangsa Indonesia, tidak terkecuali guru PAUD. Tulisan ini bertujuan membahas tugas fungsi guru dalam upaya yang dilakukan mempersiapkan generasi unggul dalam isu bonus demografi melalui pendekatan penelitian kualitatif metode penelitian kajian pustaka pada sumber-sumber terpercaya seperti artikel jurnal, buku, undang-undang dan sejenisnya. Diperoleh hasil fakta dan data bahwa anak Indonesia belum seluruhnya mendapatkan layanan PAUD, di sisi lain hal ini perlu dilakukan upaya peningkatan mutu dan kualitas PAUD oleh guru itu sendiri. Guru perlu bangga dengan gelar aktor penentu generasi di masa depan, sehingga tugas dan fungsinya harus semakin dikuatkan kembali. Implikasi temuan dari tulisan ini memberikan gambaran dan evaluasi khususnya dalam PAUD untuk memanfaatkan serta mengoptimalkan bonus demografi yang didapatkan oleh Negara Indonesia.

Keywords


bonus demografi; fungsi guru paud; generasi unggul

References


Bradford, C., & Braaten, M. (2018). Teacher evaluation and the demoralization of teachers. Teaching and Teacher Education, 75, 49–59. https://doi.org/10.1016/j.tate.2018.05.017

Buri, I., & Frenzel, A. C. (2019). Teacher anger : New empirical insights using a multi-method approach. Teaching and Teacher Education, 86. https://doi.org/10.1016/j.tate.2019.102895

Danasasmita, E. K. (2010). Peran Lembaga Pendidikan Guru Dalam Menyiapkan Guru Yang Berkarakter. 4th International Conference on Teacher Education, 20, 8–10.

Fakhriyani, D. V. (2017). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini sebagai Salah Satu Jawaban dalam Mempesiapkan Generasi Muda untuk Menggapai Bonus Demografi. Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan Dan Sains, 5(1), 76–90.

Falikhah, N. (2017). Bonus Demografi Peluang Dan Tantangan Bagi Indonesia. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 16(32). https://doi.org/10.18592/alhadharah.v16i32.1992

Ghufron, G. (2018). Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018, 1(1), 332–337.

Hanafi, M., & Rappang, S. M. (2017). Membangun Profesionalisme Guru Dalam Bingkai Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmu Budaya, 5(1), 2354–7294.

Henry, S. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia In Manajemen Sumber Daya Manusia. In Edisi Revisi Jakarta: Bumi Aksara. CV. R.A.De.Rozarie.

Idris, Z. (2014). Uji Kompetensi Guru ( UKG ) Dan Penilaian Kinerja Guru ( PKG ) (pp. 1–19). Universitas Islam Nusantara Bandung.

Istiqomah, L. (2016). Tiga Pilar Kebijakan Pemerintah Dalam Pembinaan PAUD. Jurnal Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 1(2), 57–66.

Ivan, M. (2019). Investasi PAUD dalam Mengurangi Angka Kejahatan di Era Digital. Journal of Early Childhood Care and Education, 1(2), 16. https://doi.org/10.26555/jecce.v1i2.250

Jati, W. R. (2015). Bonus Demografi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi: Jendela Peluang atau Jendela Bencana di Indonesia? Populasi, 23(1), 1–19. https://doi.org/10.22146/jp.8559

Lubis, B., & Mulianingsih, S. (2019). Keterkaitan Bonus Demografi dengan Teori Generasi. Jurnal Registratie, 1(1), 21–36.

Maya, R. (2013). Esensi Guru dalam Visi-Misi Pendidikan Karakter. Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam, 281–296.

Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(3), 229. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i3.456

Ridder, H. G., Miles, M. B., Michael Huberman, A., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. A methods sourcebook. Zeitschrift Fur Personalforschung, 28(4), 485–487. https://doi.org/10.1177/239700221402800402

Sadtyadi, H., & Kartowagiran, B. (2014). Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja Guru Sekolah Dasar Berbasis Tugas Pokok Dan Fungsi. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 18(2), 290–304. https://doi.org/10.21831/pep.v18i2.2867

Saudah. (2015). Lintas Sejarah dan Ragam Penyelenggaraan Pedidikan Anak Usia Dini (Formal, Non Formal, Informal). JEA, 1(1), 1–30.

Shah, S. A. (2013). Making the Teacher Relevant and Effective in a Technology-Led Teaching and Learning Environment. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 103, 612–620. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.10.379

Sutrisno, W. (2018). Pemetaan Dan Implikasi Bonus Demografi (pp. 1–5). UMP.

Wijayanti, A. (1945). Politik Pendidikan : Studi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini – Pos Paud Terpadu ( Paud - PPT ) Kota Surabaya. Jurnal Politik Muda, 1(1), 129–144.


Article Metrics

 Abstract Views : 103 times
 PDF Downloaded : 66 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.