Pengaruh Metode Bermain dan Penataan Lingkungan Main terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 tahun

Authors

  • Chikita Fatmi Putri Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Sudaryanti Sudaryanti Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7491

Keywords:

Metode Bermain, Lingkungan Main, Interaksi Sosial, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh metode pembelajaran berbasis bermain, penataan lingkungan main, serta keduanya secara simultan terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 32 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen yang tervalidasi oleh ahli dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,89). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas maupun keduanya secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis bermain dan penataan lingkungan main berpengaruh signifikan terhadap kemampuan interaksi sosial anak, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa keterampilan komunikasi, kerja sama, penyelesaian konflik, dan empati anak dapat ditingkatkan melalui penerapan metode bermain yang terarah dalam lingkungan main yang tertata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berk, L. E. (2013). Child development (9th ed.). Pearson Education.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.

Edwards, S. (2012). Early childhood education and care: A sociocultural approach. Cambridge University Press.

Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.

Etokabeka, A. (2024). Collaborative play methods and preschoolers’ social interaction development. Journal of Early Childhood Education Studies, [Volume(Nomor), Halaman].

Catatan: Detail Volume, Nomor, dan Halaman perlu dilengkapi.

Fleer, M. (2010). Early learning and development: Cultural-historical concepts in play. Cambridge University Press.

Funnell, J. (2025). Nature-based play and its impact on children’s social and cognitive wellbeing. Early Years Research, [Volume(Nomor), Halaman].

Catatan: Detail Volume, Nomor, dan Halaman perlu dilengkapi, kemungkinan artikel ini masih in press.

Ginsburg, K. R. (2007). The importance of play in promoting healthy child development and maintaining strong parent-child bonds. Pediatrics, 119(1), 182–191. https://doi.org/10.1542/peds.2006-2697

Gray, P. (2013). Free to learn: Why unleashing the instinct to play will make our children happier, more self-reliant, and better students for life. Basic Books.

Hurlock, E. B. (2001). Child development (6th ed.). McGraw-Hill.

Nasution, R. (2019). Permainan kolaboratif dalam meningkatkan interaksi sosial anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 101–110.

Piaget, J. (1962). Play, dreams, and imitation in childhood. W. W. Norton & Company.

Putri, A., & Wayan, A. (2021). Pengaruh metode bermain terhadap kemampuan komunikasi anak prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 55–67.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Yuliantina, R. N. (2023). Lingkungan belajar kondusif sebagai faktor peningkat kolaborasi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12(2), 77–88.

Downloads

Published

04-10-2025

How to Cite

Putri, C. F., & Sudaryanti, S. (2025). Pengaruh Metode Bermain dan Penataan Lingkungan Main terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2409–2417. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7491

Issue

Section

Articles