Abstract


Keberadaan sekolah menjadi tempat munculnya bibit-bibit penerus bangsa yang berperilaku menyimpang, melalui bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati bentuk perilaku bullying yang terjadi pada anak usia prasekolah dan mengelompokkan tindakan preventif guru terhadap perilaku bullying yang terjadi pada anak usia prasekolah. Metode penelitian yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dilakukan anak seperti; mengejek, mengolok-olok, memukul, mencubit, menendang, menginjak kaki, mendorong teman. Tindakan preventif guru bersifat tindakan rasionalitas instrumental, dengan bentuk melerai dan memisahkan anak yang sedang memukul/mengejek temannya, disertai dengan cara memisahkan tempat duduk antar siswa sehingga mereka tidak kembali ricuh. Tindakan bersifat rasional nilai, seperti guru menegur anak yang memukul, menendang, mengejek, mencubit, mendorong temannya. Kemudian guru menyuruh anak untuk meminta maaf kepada temannya. Selanjutnya tindakan bersifat tindakan afektif, di mana guru menghibur si anak saat temannya mendorong, mengejek, mencubit, mengolok-olok anak tersebut.


Keywords


bullying; prasekolah; paud.