Abstract


Permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh tangan jahil manusia semakin banyak, khususnya permasalahan sampah. Hal ini didukung fakta yang disampaikan direktur pengelolaan sampah kementrian lingkungan hidup dan kehutanan bahwa 72 % masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah dan komposisi sampah plastik terus mengalami peningkataan tepatnya tahun 2015 angka persentase kenaikan sampah plastik mencapai 11%. Pemahaman untuk menjaga keseimbangan lingkungan alam (ecoliteracy ) perlu diberikan sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara pengenalan ecoliteracy pada anak usia dini adalah melalui metode bercerita. Studi literatur menunjukkan bahwa cerita adalah strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan ecoliteracy melalui alur cerita, pesan moral dan emosi dari cerita yang diceritakan kepada anak. Pemahaman ecoliteracy tidak hanya tentang kognitif tetapi juga tentang emosional, tindakan dan spirit dan hal tersebut dapat diberikan melalui metode bercerita.


Keywords


ecoliteracy; metode bercerita; anak usia dini