Abstract


Koordinasi mata, tangan, dan jari-jemari membutuhkan kecermatan dan ketelitian dalam pembiasaaan dan pengendalian gerak motorik halus anak usia dini.Salah satu kegiatan motorik halus dapat distimulus dengan kegiatan menganyam menggunakan bahan alam. Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menganyam terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Quasi Eksperimen menjadi metode dalam penelitian ini dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini anak usia 5-6 tahun, yaitu kelompok B1 kelas eksperimen dan B2 kelas kontrol. Untuk uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t berbantu program SPSS V.21. Berdasarkan hasil uji t dengan uji Independent sample t test, nilai signifikansi < 0,05 artinya H1 diterima dan H0  ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan menganyam berpengaruh terhadap pekembangan motorik halus anak kelompok B usia 5-6 tahun. Hasil tersebut dapat digunakan menjadi salah satu alternatif pembelajaran dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini.


Keywords


motorik halus; kegiatan menganyam; anak usia dini