Meningkatkan Budaya Antri Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Berbaris Sesuai Warna

Yeyen Sophiany Lau(1Mail), Maria Melita Rahardjo(2),
(1) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Satya Wacana, Indonesia
(2) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Satya Wacana, Indonesia

Mail Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Yeyen Sophiany Lau

DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.624

Download Full Text:   [File Size  : 673KB]  Language : ID
Received : 2020-06-29  |  Published : 2020-08-20

Abstract


Kemampuan mengantri pada anak menjadi hal yang penting dalam perkembangan sosial-emosional, namun pengamatan pendahuluan  yang dilakukan oleh peneliti di TK Satria Tunas Bangsa menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum mampu mengantri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budaya antri anak usia 4-5 tahun melalui metode berbaris sesuai warna di TK A Satria Tunas Bangsa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Dari hasil analisis statistik deskriptif, penggunaan metode ini merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan budaya antri anak usia 4-5 tahun. Hal ini ditunjukan dari adanya peningkatan rata-rata persentase peningkatan antri dari pra siklus sampai siklus II yakni pada saat sebelum tindakan diperoleh hasil 75% saat masuk kelas dan 75% saat cuci tangan , siklus I 73% saat masuk kelas dan 81% saat cuci tangan, dan siklus II mencapai 96% saat masuk kelas dan 90% saat cuci tangan. Metode “berbaris sesuai warna” adalah salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pembelajaran pada anak usia dini, yaitu bermain sambil belajar.


Keywords


budaya mengantri; metode berbaris sesuai warna.

References


Altrichter, H., Kemmis, S., Mctaggart, R., & Zuber-Skerritt, O. (2002). The concept of action research. The Learning Organization, 9(3), 125–131. https://doi.org/10.1108/09696470210428840

Cahyaningrum, E. S., Sudaryanti, S., & Purwanto, N. A. (2017). Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Dan Keteladanan. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 203–213. https://doi.org/10.21831/jpa.v6i2.17707

Dewi, I. D. K. E., Suarni, N. K., & Magta, M. (2016). Penerapan Teknik Modeling Untuk Meningkatkan Disiplin Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/paud.v4i3.8835

Diana, M. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. بیماریهای داخلی.

Fitri, R. (2017). Metakognitif pada Proses Belajar Anak dalam Kajian Neurosains. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik). https://doi.org/10.26740/jp.v2n1.p56-64

Hakim, A. R., & Kumala, F. N. (2016). Pengembangan Karakter Melalui Kegiatan Outbound. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(2), 173–182. https://doi.org/10.21067/JMK.V1I2.1534

Harliana. (2019). Penerapan Yoga dalam Menstimulasi Kemampuan Disiplin Anak Usia Dini. Jurnal Tumbuhkembang : Kajian Teori Dan Pembelajaran PAUD.

Harun, H. (2017). Model Pendidikan Karakter Untuk Membangun Potensi Harmoni Sosial Anak Usia Dini Di Yogyakarta. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 10(1), 53. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v10i1.16796

Hodijah, S., Rachmawati, Y., & Agustin, M. (2019). Upaya Guru Dalam Menanamkan Sifat Sabar Di Ra Persis I Kota Bandung. Edukid, 15(2), 95–102. https://doi.org/10.17509/edukid.v15i2.20604

Manan, S. (2017). Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan Dan Pembiasaan. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim.

Mann, L. (1969). Queue Culture: The Waiting Line as a Social System. American Journal of Sociology. https://doi.org/10.1086/224787

McClelland, M. M., Wanless, S. B., & Lewis, K. W. (2016). Self-Regulation. In Encyclopedia of Mental Health: Second Edition. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-397045-9.00038-0

McClelland, Megan M., & Tominey, S. L. (2018). Self-Regulation in Early Childhood. In Stop, Think, Act. https://doi.org/10.4324/9781315798059-1

Mukti, A. (2014). Hakikat Anak Usia Dini. Perkembangan Dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini.

Musfiroh, T. (2012). Teori dan Konsep Bermain. Musfiroh, T., & Hum, M. (2014). Teori Dan Konsep Bermain.

Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah. Buletin Psikologi. https://doi.org/10.22146/bpsi.10567

Redana, I. W. (2019). Meningkatkan Keterampilan Sosial Melalui Penerapan Teknik Modeling Anak Kelompok A di TK Tunas Kartini 1 Culik. Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 90–100. https://doi.org/10.25078/PW.V4I2.1165

Rohmawati, A. (2015). Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Usia Dini.

Simbolon, N. (2014). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Peserta Didik. Elementary School Journal Pgsd Fip Unimed. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/esjpgsd.v1i2.1323

Sriti, M. S. (2004). Peran Warna Interior Terhadap Perkembangan Dan Pendidikan Anak di Taman Kanak-Kanak. Dimensi Interior,.

Surur, M. (2010). Problematika Pendidikan Moral di Sekolah dan Upaya Pemecahannya. Jurnal Fikroh.

Susanti, S., Siswati, S., & Astuti, T. P. (2013). Perilaku Prososial : Studi Kasus Pada Anak Prasekolah. Empati, 2(4), 475–482.

Suyanto, S. (2015). Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak. https://doi.org/10.21831/jpa.v1i1.2898

Umayah, U. (2016). Menanamkan Moral Dan Nilai-Nilai Agama Pada Anak Usia Dini Melalui Cerita. Aṣ-Ṣibyān: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.

Wahyuningsih, S. (2014). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Media Prestasi Jurnal Pendidikan STKIP PGRI Ngawi.

Zubaida. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Madaniyah.


Article Metrics

 Abstract Views : 84 times
 PDF Downloaded : 26 times


This article can be traced from:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.