Abstract


Artikel ini meneliti potensi transformasi teknologi dalam mendidik anak usia dini, terutama yang mengalami keterlambatan bicara. Fokus utamanya adalah mengevaluasi dampak Aplikasi "BERKA" yang menggunakan Augmented Reality pada perkembangan bahasa, pemahaman kosakata, dan struktur kalimat anak-anak tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang kuat dan mengadopsi Technology Acceptance Model. Efektivitas Aplikasi "BERKA" dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak usia dini dinilai dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kuantitatif. Temuan yang diperoleh memberikan bukti yang signifikan, menunjukkan perbedaan yang substansial antara kelompok yang menggunakan Aplikasi "BERKA" dengan Augmented Reality dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Asymp. Sing. (2-tailed) sebesar 0,005 sehingga p < 0,05 atau 0,005 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara pre-test dengan post-test yang mengalami kenaikan nilai skornya pada hasil post-test sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Aplikasi Berka (Belajar Kata) Berbasis “Augmented Reality” efektif digunakan untuk meningkatkan Pemahaman Kosa Kata Anak yang mengalami keterlambatan berbicara.  


Keywords


augmented reality; anak usia dini; berka; keterlambatan berbicara