Abstract


Pendidikan inklusif merupakan pendidikan untuk semua anak (dengan disabilitas maupun non disabilitas) yang belajar dan bermain dalam satu kelas yang sama di satuan pendidikan. Untuk dapat mendampingi anak dan menyampaikan pembelajaran dengan baik di kelas inklusi seorang guru harus memiliki efikasi diri yang baik. Hal tersebut menjadikan efikasi diri guru pendidikan anak usia dini dalam melaksanakan program pendidikan inklusif perlu dikaji secara mendalam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tikatan dan perbedaan efikasi diri guru TK inklusi di Kota Semarang di tinjau dari faktor pendidikan terakhir, lama mengajar, dan usia guru. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif survei. Teknik sampling pada penelitian ini adalah voluntary sampling yang merupakan bagian dari teknik convenience sampling diperoleh sampel sebanyak 36 guru TK inklusi di Kota Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif Kruskall-Wallis. Hasil studi menunjukan bahwa tingkat efikasi diri guru berada dalam kategori sedang dan tidak terdapat perbedaan efikasi diri guru TK inklusi di Kota Semarang ditinjau dari faktor pendidikan terakhir, lama mengajar, dan usia 


Keywords


efikasi diri; guru tk; pendidikan inklusif