Abstract


Konflik seringkali muncul akibat kesalahpahaman antar suku yang berbeda. Hal ini menekankan pentingnya menggabungkan pendidikan multikultural untuk membantu siswa merangkul perbedaan dalam berbagai aspek seperti warna kulit, agama, etnis, ras, dan bahasa. Tujuan penelitian ini mengevaluasi sejauh mana inovasi materi pembelajaran PPKN berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, berdasarkan enam dokumen RPP dari tiga sekolah dasar, dengan masukan dari guru, kepala sekolah, dan siswa. Mengidentifikasi populasi atau sampel anak usia dini yang terlibat dalam penelitian, baik dari sekolah atau institusi pendidikan tertentu. metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti observasi, wawancara, atau kuesioner, beserta instrumen yang digunakan. Menentukan metode analisis yang digunakan untuk menginterpretasi hasil penelitian. Penelitian menemukan bahwa pendidikan multikultural diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran untuk siswa kelas empat sekolah dasar pada semester pertama, dengan fokus pada keberagaman Indonesia. Studi ini menekankan perlunya memperkenalkan pendidikan multikultural kepada anak usia dini.


Keywords


pendidikan multikultural pendidikan kewarganegaraan; anak usia dini