Abstract


Idealnya orang tua yang memiliki anak paud berkebutuhan khusus pada jenjang PAUD menyekolahkan anak mereka di PAUD SKH atau PAUD Inklusi. Akan tetapi ada beberapa orang tua yang menyekolahkan anak mereka ke PAUD Reguler, dengan alasan sekolah PAUD SKH atau PAUD Inklusi sangat jauh dari rumah, harganya cukup mahal dan orang tua merasa anaknya dipandang mampu mengikuti sekolah di PAUD Reguler. Namun kendala yang dihadapi oleh guru di sekolah regular dalam menangani anak berkebutuhan khusus di dalam kelas masih cukup terbatas sehingga dapat menimbulkan stress. Stress akan berdampak negative ketika para guru tidak mampu mengatasi stress yang di alaminya saat bekerja, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: Sumber stress, tingkat stress, Coping Stress dan harapan guru PAUD di sekolah reguler yang menangani peserta didik dengan berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang bersifat fenomenologis karena menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengeksplorasi bagaimana coping stress para guru PAUD di sekolah reguler yang menangani peserta didik dengan berkebutuhan khusus. Selanjutnya Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi rujukan untuk guru PAUD di sekolah regular yang memiliki permasalahan yang sama dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus selanjutnya sebagai bahan masukan untuk stakeholder dan pemangku kebijakan terkait kebutuhan para guru di sekolah regular.


Keywords


coping stress; berkebutuhan khusus; pendidikan inklusi; guru paud